Stranger’s Handbook Chapter 134

Chapter 134 – Dalam Hati – Jadwal Sibuk milik Katalina

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Sumber English : Oyasumi Reads

“Kamu melakukannya seperti ini-nya. Tapi, dokumen ini harus dikerjakan seperti ini-nya.”

Huft, akhirnya aku dapat beristirahat-nya.
Setelah memberikan instruksi, aku bersandar di kursi dan menarik nafas.
Wilayah duke… separuh dari wilayah yang dimiliki oleh bekas Kerajaan, sekarang di perintah oleh duke Zest.
Aku sendiri telah di percayai untuk menangani administrasi internal-nya.

“Kami membutuhkan beberapa birokrat lagi-nya…. Aku penasaran apakah kami mampu menemukan seseorang yang hebat dalam hal ini-nya…..”

Aku merasa berterima kasih kepada Paduka Zest-nya.
Seorang gadis muda kucing kemonobito yang merupakan warga biasa.
Dia bahkan membuat orang seperti diriku menjadi seorang bangsawan dan bahkan menyerahkan posisi yang sangat penting seperti ini kepadaku.
Penguasa feodal yang lain tidak akan pernah memperlakukanku seperti ini.
Tapi….. jadwal padat milikku ini adalah sebuah neraka-nya.

“Tapi, dimana aku dapat menemukan seseorang yang layak dan berbakat….. aku tahu-nya! Mungkin orang itu!!”

Orang itu memang berbakat-nya!
Namun, tanpa alasan yang bagus, dia tidak akan pernah setuju-nya.

“Aku tahu! Aku akan melakukan hal ini-nya!”

Tanpa jeda, aku mulai menulis surat.

“Katalina-dono, anda menerima sebuah surat.”

“Aku sudah menunggu hal itu-nya!”

Beberapa hari setelah aku mengirimkan surat itu, balasannya telah sampai.
Balasan itu berisi persetujuan akan undangan yang kuberikan-nya!
Dengan ini, kami akan memiliki tambahan pekerja-nya!

“Dan juga, suster itu datang kesini untuk urusan yang berbeda…..”

“Ah, mungkin….. ini tentang masalah yang telah kami bicarakan-nya. Antar dia ke ruang tamu-nya.”

Aku memberi perintah kepada maid itu, dan kemudian bersiap untuk membalas surat yang kuterima.
Jika paduka ada disini, dia sudah pasti akan senang dengan hal ini-nya.
Seringai yang ada di wajahku menjadi kaku saat aku bergegas menuju ruang tamu.

“Maaf telah membuatmu menunggu-nya. Maafkan kami juga untuk beberapa hari yang lalu-nya.”

Aku menyapa suster yang sedang menunggu di dalam ruangan itu.
Selama keributan yang disebabkan oleh persalinan madam, kami memberikan banyak masalah kepadanya, jadi aku harus memulainya dengan permintaan maaf-nya.”

“Fufu, tidak perlu meminta maaf. Aku, gadis milik tuhan, selalu mengejar pengetahuan setiap hari. Dalam hal ini, semua kejadian itu adalah kehendak tuhan…. Ya, sama persis dengan angin lembut yang menerpa dedaunan di pohon!”

“…….. Aku paham dengan semua itu, selain kalimat terakhir-nya.”

Mungkin karena aku sudah terbiasa dengannya, tapi entah kenapa suster kampret ini mulai berbicara dengan benar-nya.
Tapi, saat dia sedang gugup atau saat dia sedang bersemangat, dia terus mengatakan sesuatu yang tak bisa dipahami-nya.

“Jadi, apakah kamu datang kemari untuk memeriksa masalah itu-nya?”

“Benar, jika itu sudah selesai, para domba akan menangis bahagia. Dan kita akan selangkah lebih dekat dengan utopia milik tuhan….. Seperti sinar matahari di pertengahan musim gugur yang menembus pepohonan!”

Seperti biasa, suster kampret ini memalingkan tatapannya dari dadanya yang tidak ada.
Karena aku hampir dapat memahami niatannya, aku tidak akan menyinggung hal itu-nya.

“Itu sudah selesai 90%-nya. Setelah itu selesai, aku akan langsung memberitahumu-nya.”

“Benarkah….? …… agar warna matahari terbenam tidak berubah menjadi ultramarine, kita membutuhkan semangat untuk menemukan sungai yang jernih di dalam badai. Dan itu adalah kasih sayang tuhan…. Ya! Bangunan bertingkat di atas langit! Itu bagus.”

Dia tersenyum dan kemudian pulang ke rumah.
Aku sama sekali tidak paham apa yang terakhir kali dia katakan-nya…. Mungkin, dia benar-benar menginginkan hal itu-nya.

 

“Jadi, Katalina-chan. Apa yang kau rencanakan?”

Nya?”

Saat aku kembali ke kantorku, Media telah menunggu di sana.
Karena kami telah menjadi teman, aku cukup memahami dirinya.
Jika dia menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang tidak akan menguntungkan paduka Zest, dia tidak akan ragu bahkan untuk membunuhku.
Karena alasan itu, kami menjadi teman baik-nya.

“Tidak apa-apa-nya. Ini adalah rencana yang akan menguntungkan paduka dan dapat menjadi penolong bagi wilayah kita-nya.”

“…… Begitu. Baguslah. Ufufu, aku akan membeli kue yang baru di panggang itu! Ayo makan bersama-sama!”

Dia menunjukkan senyum ramah di wajahnya, tapi dia tidak pernah menunjukkan belas kasihan kepada musuh paduka.
Dia benar-benar orang yang mengikuti doktrin milik paduka.
Beberapa hari yang lalu juga, ketika salah seorang bangsawan datang jauh-jauh hanya karena persalinan madam…. Dia berakhir dibunuh oleh seseorang.
Aku yakin itu adalah perbuatannya-nya…..

“Media, jika saja aku menjadi musuh paduka, bisakah kau membunuhku tanpa belas kasihan-nya. Tapi sebagai gantinya….”

“Ya, aku juga. Jika saja aku menjadi musuh paduka…. Atau jika kamu menyimpulkan bahwa aku hanya membebani dirinya, tolong bunuh aku.”

Benar, kami menjadi teman karena dia seperti ini.
Tanpa paduka, kami tidak akan pernah hidup dengan senang.
Itulah sebabnya, kami akan membayar hutang ini-nya.
Kami tidak akan membiarkan siapapun menghalangi paduka.

“Jadi, bagaimana dengan rencanamu?”

Saat kami sedang menikmati teh kami, Media mengunyah kue panggang yang baru saja matang.
Itu benar-nya…. Aku bisa menjelaskan hal itu kepadanya tanpa masalah-nya.

“Aku menulis surat kepada Mizuta Mari tentang paduka-nya.”

“Sebuah surat? Siapa… Mizuta Mari ini?”

“Dia adalah kenalan milik paduka-nya. Dia adalah warga biasa tapi dia cukup berbakat-nya.”

“Apakah dia memiliki kenalan seperti itu!? Lalu?”

Aku meminum sedikit teh, dan kemudian menjawabnya.

“Aku memintanya menulis sebuah cerita tentang dua orang pria yang saling mencintai-nya.”

“…… Apa??”

Yah, aku sudah menduga hal ini-nya.
Aku harus menjelaskannya kepadanya, jika tidak rasa haus darah miliknya ini mungkin akan membunuhku-nya.

“Kita akan menyebarkan cerita ini di dalam negara elf, dengan nama Perdana Menteri dan seorang bawahan lain. Cerita memalukan seperti itu akan memberikan dampak yang besar-nya. Dan untuk para elf yang tertutup itu; mereka pasti akan tercengang-nya.”

“Jadi, kau akan menggunakan hal ini kedalam taktik kita.”

“Selain itu, paduka kemungkinan besar akan memahami dampak dari rencana ini. Dia juga pasti akan menginginkan Mari untuk datang kemari dan mendapatkan pengawalan-nya….”

“Begitu. Orang itu akan datang ke wilayah kita. Bagaimanapun, dia adalah orang yang berbakat.”

“Benar-nya. Namun, karena para iblis juga terlibat, aku tidak dapat menggunakan cara biasa-nya. Tapi dengan ini paduka juga akan memiliki alasan untuk bertindak-nya.”

Media akhirnya menghilangkan niat membunuhnya dan kembali menunjukkan senyumnya yang biasa.
Kelihatannya dia setuju dengan rencana ini-nya.

“Iblis? Begitu. Orang itu juga merupakan orang asing, kan?….. Sekarang aku paham kenapa kau melakukan hal ini secara rahasia. Ufufu, Katalina-chan, kamu benar-benar pengikut doktrin milik paduka. Apakah kau berencana membuat keributan dengan para iblis?”

“Aku tidak ingin mendengar hal itu darimu-nya. Dan mengenai para iblis, kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara berdiskusi dengan mereka-nya.”

“Hmm. Baiklah, hal seperti ini adalah keahlianmu. Benar, apakah suster itu datang kemari untuk menanyakan tentang hal itu?”

“Kau banyak tau-nya…. Kau benar. Dia benar-benar menginginkan hal itu-nya.”

“Yah itu dapat diduga. Bukankah kau juga menginginkan hal itu-nya.”

“Bantalan dada itu? Aku tidak membutuhkan mereka-nya…. Aku akan meminta paduka untuk melakukan hal itu-nya! Jika dia bisa menyembuhkan kebotakan, maka dia seharusnya dapat membuat dada menjadi lebih besar-nya!!”

“Katalina-dono, apakah itu benar!?”

“Paduka benar-benar seorang jenius.”

“Jika paduka yang sedang kita bicarakan maka itu pasti benar…..”

Nya!?…. kenapa ada begitu banyak maid dari unit maid yang bersembunyi disini-nya?
Kalian semua memiliki dada yang cukup besar, jadi kalian tidak membutuhkan hal itu-nya!
Tepat ketika aku hendak meneriakkan hal itu kepada mereka, pandanganku menjadi kabur……

Ehh? Dunia mulai berputar-nya…..

“Hei, Katalina-chan! Ada apa!?”

“Se-Seseorang, panggil sang suster! Katakan kepadanya kalau Katalina-dono pingsan!”

“Bertahanlah, Katalina-donoi!!”

“Katalina-dono pingsan…. Katalina-dono pingsan…. Uh….”

“Hei, kenapa kau juga ikutan pingsan!?”

 

Katalina pingsan….
Sayangnya, butuh waktu agar berita tentang masalah ini mencapai telinga Zest yang ada di negara elf.
Dan hasilnya…. Ini menandai dimulainya kejadian selanjutnya……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s