Stranger’s Handbook Chapter 133

Chapter 133 – Penyambutan Gaya Elf

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Sumber English : Oyasumi Reads

“Jadi…… putra menantu-dono, apa hubungan yang kamu miliki dengannya?”

Aku bertanya kepada pangeran, yang dipukuli oleh gadis kecil itu.
Kachua itu sama sekali tidak berbelas kasihan kepadanya.
Dia sama sekali tidak peduli bahwa lawannya adalah seorang pangeran, dia mengincar tepat ke arah wajahnya dan melancarkan sebuah pukulan yang dipenuhi kekuatan sihir.

“Ya, ayah. Nenek tua…. maksudku, Kachua-sama adalah guruku.”

“Fufufu, tidak masalah memanggilku nenek tua. Bagaimanapun, setelah ini, kita akan menghabiskan waktu kita dan melakukan sedikit pembicaraan.”

“Hmm? Kekuatan sihir itu cukup menakjubkan.”

“Ya. Para ksatria hitam membuat keributan tentang membiarkan mereka bertarung….”

“Ayah angkat, aku juga ingin bertarung!”

Kelihatannya ini mungkin akan berubah menjadi sesuatu yang merepotkan…….
Bagus, kalau begitu aku akan melakukan tindakan pencegahan.

“Jika kalian ingin bertarung, kalian harus melakukannya dengan benar…. Besok aku akan melakukan pemilihan, jadi tunggulah dengan sabar sampai saat itu.”

Aku mengeluarkan kekuatan sihirku dan mengintimidasi mereka, sehingga akhirnya mereka menjadi tenang.
Bagus, aku bisa santai sekarang.

“Kami menyebabkan masalah kepadamu, Kachua-dono. Bagaimanapun, aku akan mengandalkanmu untuk memanduku berkeliling.”

“Sungguh kekuatan sihir yang luar biasa… tidak heran para naga mematuhi anda.”

Kachua menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya, tapi dia tidak berhak mengatakan hal itu.
Dia juga agak menakutkan: Royal Mage peringkat pertama yang dikirim untuk menyambut kami, tapi malah menghajar sang pangeran tanpa satupun peringatan.
Jika mereka mengatakan kepadaku bahwa itu adalah penyambutan gaya elf, aku hanya bisa diam terhadap hal itu……

“Pertama, anda pati lelah karena perjalanan yang anda tempuh, saya akan mengantarkan anda ke kamar anda, archduke Zest.”

“Ya, terima kasih, Kachua-dono.”

(Papa! Nenek itu kuat, kan!?)

Haha, dilihat dari matanya, sepertinya Toto menyukai nenek itu.
Nenek, ya?…… Jadi dia benar-benar sudah se tua itu.
Seorang loli tua, huh?

“Hohoho, spirit-sama adalah orang yang benar-benar menyenangkan.”

“Tidak, tidak, dia masih sangat muda…..”

Kachua, yang saat ini sedang mengantar kami ke ruangan kami, berbalik dan otot tampak keluar dari dahinya.
…… Urm………. Ada apa dengannya?

“Spirit-sama, orang-orang biasanya memanggil saya senior, tapi…. tolong panggil saya Kachua.”

(Baiklah, Kachua!)

“Hohohohoho.”

(Ahahahaha)

“Ayah mertua, guruku benar-benar membenci kata wanita tua dan nenek. Jika kamu ceroboh dan mengatakan hal itu, gah.”

“Mars, siapa yang wanita tua?”

Putra menantu-dono diterbangkan oleh bola-bola sihir yang keluar secara bersamaan di sekitar tempatnya.
Ya, jadi itu yang terjadi saat kau mengatakan hal itu.

“Putra menantu-dono, tidak ada orang bodoh di kekaisaran kami yang akan mengatakan hal seperti itu kepada gadis muda cantik seperti ini. Itu adalah nasehat yang sia-sia.”

“Mars-sama…. Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu kepada orang yang cantik dan manis seperti ini….”

“Hohoho, archduke Zest, anda sangat hebat dalam memuji. Untuk memanggil saya seorang gadis muda cantik…. Saya belum pernah mendengar hal itu selama 100 tahun. Tsubaki-sama juga merupakan orang yang jujur dan baik hati.”

(Waa, sihir Kachua begitu cepat!)

Disebelah kelompok yang bersemangat itu, aku mengikuti Kachua saat kami berjalan menuju istana.
Kelihatannya istana itu tidak begitu jauh dengan lapangan tempat kami mendarat.
Tempat itu segera terlihat, sebuah istana putih yang di kelilingi oleh pepohonan.

 

“Namun, anda, archduke Zest, adalah orang pertama…. Yang tidak gentar setelah melihat penyambutan gaya elf milik kami.”

Di dalam istana, saat kami berjalan melewati koridor yang panjang, Kachua menggumamkan hal itu.
Saat ini hanya Aku, Toto, Tsubaki dan pangeran yang mengikutinya.
Para ksatria hitam harus menangani pemindahan para naga itu.

“Gaya elf? Maksudmu penyambutan yang berbahaya itu?”

“Hohoho, anda berkata demikian meskipun anda bisa mengeluarkan kekuatan sihir sebesar itu dalam sekejap.”

Kekuatan sihirnya perlahan mulai bergetar.
Apakah dia mau menantangku?
Aku juga mengumpulkan kekuatan sihirku dan mempersiapkan diriku.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa sang archduke dapat bereaksi terhadap aliran kekuatan sihir lembut milik saya….. apakah negara elf akan berakhir sekarang….?”

Dia menghilangkan kekuatan sihirnya dan menurunkan bahunya sambil berbalik untuk menatapku.

“Benarkan, archduke? Kita mungkin bukanlah lawan yang seimbang, tapi…. bisakah anda setidaknya tidak memenggal kepala saya?”

“Apa yang kamu bicarakan, Kachua-dono? Apakah kamu pikir aku menginginkan sesuatu seperti kepalamu?”

Tempat kami berhenti terletak tepat ditengah koridor.
Tidak ada ruangan maupun orang lain disekitar sini.
…….. ini adalah tempat yang ideal untuk melakukan pembicaraan rahasia.

“Situasi negara kami saat ini kurang lebih disebabkan oleh saya. Saya tidak menyadari apa yang ada di balik ketekunan Perdana Menteri, jadi semuanya berubah menjadi seperti ini.”

Kachua menunjukkan ekspresi sedih di wajahnya dan kembali berbicara.

“Sang Raja telah meninggal, sang ratu telah tergoda oleh Perdana Menteri… Tapi tetap saja, saya tidak bisa melihat Kekaisaran memakan negara saya begitu saja. Kalian ingin menggunakan Mars sebagai raja boneka dan mengambil alih negara kami, kan? Tolong, penggalah kepala saya terlebih dahulu!”

“Kachua-dono. Aku tidak berniat melakukan hal itu. Dan juga, ras Iblis juga menyerahkan masalah ini kepadaku.”

Kachua berlutut di lantai, tapi aku membantunya berdiri.

“Jangan khawatir dengan hal itu. Mars adalah putra menantuku. Aku tidak akan ikut campur, ataupun mengganggu pemerintahannya. Dan juga, aku berencana membersihkan faksi Perdana Menteri, jadi, setelah ini, aku ingin membantu masa pemerintahannya.”

“Tapi, dengan begitu, Kekaisaran tidak akan mendapatkan apa-apa. Tidak mungkin sebuah negara yang tidak memiliki niat tersembunyi dan bekerja sama hanya karena niat baik ada di dunia ini.”

Dia benar. Karena dia sudah nenek-nenek, dia pasti sudah merasakan manis pahitnya kehidupan.
Dia mungkin sudah banyak melihat negara yang bergerak dengan niat kotor yang tersembunyi.

“Aku adalah orang asing dari dunia lain. Aku mendapatkan posisiku di Kekaisaran, tapi aku ingin mengamankannya. Ada juga Paus dari Negara Suci Lilac, jika Mars akan memerintah negara elf, itu sendiri sudah cukup menguntungkan bagiku. Aku tidak akan membiarkan Kekaisaran ikut campur pada hal itu…. jika tidak, mereka dapat dengan cepat dan mudah meratakan negara ini. Tapi kekaisaran tidak ingin membebani diri mereka dengan pemerintahan langsung.”

Kachua menatapku dengan tajam.
Kurasa dia sedang mengonfirmasi apa yang baru saja kukatakan di dalam kepalanya.
Apakah itu sebuah kebohongan atau tidak?…. atau mungkin dia sedang mengonfirmasi keuntungan dan kerugian yang ada.

“Bagaimana jika kekaisaran dan negara elf memutuskan untuk bekerja sama untuk sementara waktu?”

“Sementara Negara Suci Lilac menekan negara elf, kekaisaran akan musnah pada saat itu juga. Bagaimanapun, sepuluh naga, para ksatria hitam, para maid petarung dan unit kemonobito akan bergabung untuk menyerang mereka. Dan aku akan memberikan bantuan, dengan menggunakan seluruh sihir penyembuhku, kamu tahu? Apakah kamu pikir mereka memiliki kesempatan memenangkan hal itu?”

“Begitu… itu memang masuk akal. Mars, bukankah kamu memiliki sesuatu yang harus dikatakan kepadaku?’

Pembicaraan itu tiba-tiba berpindah ke Mars dan dia menegakkan punggungnya.
Wajahnya menegang, dan dia berkata dengan suara keras.

“Saya lupa! Negara elf sehat-sehat saja, Master-sama!!”

Dia meletakkan satu tangan di depan dadanya dan menyatakan hal itu.
Tapi, setelah dia mendengar hal itu, Kachua menunjukkan ekspresi mirip iblis.

 

“Dasar murid bodoh!! Aku mengatakan kepadamu bahwa jika mereka menjadi sekutu kita kau harus menggunakan isyarat itu untuk memberitahuku! Kau benar-benar bodoh! Berkat dirimu, aku hampir saja siap untuk mati!”

 

Kelihatannya mereka telah sepakat untuk menggunakan sebuah isyarat jika saja kekaisaran memutuskan untuk bekerja sama dengan mereka.
Dan karena dia tidak menggunakan isyarat itu, dia mengira bahwa kami adalah musuh mereka…..

“Tsubaki, apakah kamu benar-benar tidak masalah bersama sampah itu?”

“Ayah, aku mulai merasa sedikit cemas…..”

(Papa! Suara apa barusan, apakah ada sesuatu yang remuk?)

Di koridor itu, teriakan putra menantuku yang bodoh bergema tak ada habisnya….
Ah, kali ini dia terbakar…….

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s