Stranger’s Handbook Chapter 132

Chapter 132 – Sampai! Negara Elf

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Tuan, apakah anda dengar? Tentang jadwal hari ini, jika anda tidak segera bergegas, kita tidak akan menyelesaikannya tepat waktu.”

“Mungkin aku salah dengar, kamu mengatakan kalau kita memiliki 30 pertemuan…”

“Kamu begitu dewasa, Zest-sama.”

(Papa! Aku menemukan popoknya!)

Aku mendengarkan laporan Suu di kamar Bea saat aku sedang mengganti popok Wis.
Meskipun aku berangkat malam ini, kenapa jadwalku begitu padat hari ini!?

“Bagus, sempurna. Aku membuat popoknya menjadi lebih halus jadi itu tidak akan melukai kulitnya. Apakah kamu menyukainya, Wis?”

“Kya-kya!”

“Ara, itu bagus.”

(Papa, dia terlihat sangat senang! Itu menakjubkan!)

Bukannya menggunakan bedak bayi, aku menggunakan sihir penyembuhan; biasanya, itu adalah hal yang tak masuk akal.
Tapi ini adalah keluarga archduke jadi mau bagaimana lagi.

“Jika perawatan Nona Muda Wis telah selesai, kita harus segera pergi, Tuan.”

“….. Sampai jumpa nanti, semuanya.”

Aku meninggalkan kamar itu dengan keengganan yang menyakitkan.
Mulai saat ini aku harus menghadiri festival pria tua botak.

 

“Akhirnya selesai……”

Operasi pemulihan kepala milik para pria tua yang berlutut di depanku akhirnya menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Suu hanya menjadwalkan pertemuan dengan para bangsawan yang mendukungku.
Ada juga para bangsawan lain yang memohon kepadaku untuk menyembuhkan mereka di koridor, tapi Albert mengusir mereka.
Memulihkan kepala milik semua orang tidak akan menjadi hal lain selain pembully-an bagiku.

“Sekarang, setelah istirahat sejenak kita akan berangkat. Apakah putra menantu-dono dan yang lain sudah siap?”

“Ya. Segera setelah tuan tiba disana, kita siap berangkat kapan saja.”

Aku mengusap bahuku dan meminum sedikit teh.
Suu menunjukkan sedikit perhatian dan mulai memijat bahuku…. Aah, ini terasa enak.

“Setelah aku memeriksa Wis sekali lagi di kamar Bea, kami akan segera pergi. Aku tidak akan pulang selama beberapa hari, jadi jika dia melupakan wajahku, aku yakin aku akan menangis.”

“Tidak ada seorangpun yang melupakan wajah orang tuanya hanya dalam beberapa hari….”

Aku mengabaikan bentakan Suu dan memutuskan untuk menghabiskan sedikit lebih banyak waktu bersama keluargaku.
Kali ini, aku hanya akan membawa Toto bersamaku.
Bea dan Wis akan kembali ke wilayah kami dan menjaga rumah.

“Kalau begitu, aku harus pergi. Bea, dalam perjalanan pulang, tolong mampirlah ke rumah ayah angkatku di Wilayah Frontier Count dan perkenalkan Wis kepada mereka.”

“Baik. Aku pasti akan mengunjungi mereka.”

“Kya-kya.”

(Aku pergi bersama dengan Papa! Ini sudah cukup lama!!)

Aku akhir-akhir ini belum bertemu dengan ayah angkatku Galef dan ibu angkatku Celica, tapi dengan ini semuanya akan baik-baik saja.
Aku meletakkan Toto di pundakku dan berjalan menuju lapangan dimana putra menantu-dono dan semuanya telah menunggu.

 

“Gyaaaaaaaaaaaaaaa.”

“Ayaaaaaaaaaaaaah!”

‘Kedua orang itu terlalu berisik.”

“Kamu benar, ayah.”

“Tuan, rambut anda berantakan.”

(Ahahaha, ini begitu cepat!!)

Dua orang yang berteriak sekuat tenaga….. Pangeran Mars dan Jenderal Calis.
Tsubaki dan para prajurit wanita sangat menikmati perjalanan udara ini dengan ekspresi santai.

“Tapi meski begitu, ini benar-benar cepat…. Jika seperti ini, kita akan sampai disana dalam beberapa jam.”

“Itu akan memakan waktu sekitar satu bulan jika kita pergi kesana menggunakan kapal, ayah.”

“Saya tidak percaya mereka akan berteriak seperti itu hanya karena sesuatu seperti ini…. Tuan, mereka benar-benar membutuhkan lebih banyak latihan.”

Kami bersantai di punggung naga.
Kami diselimuti oleh penghalang sihir jadi kami tidak merasakan angin yang begitu kuat.
Jika seperi ini, aku dapat membiarkan semua orang menaiki naga tanpa perlu khawatir.

“Aku akan mati! Aku akan matiiiiiii”

“Ibuuuuuuuuuuu.”

…….. Apakah mereka benar-benar setakut itu?
Mereka kekurangan nyali.

“Terlalu berisik! Jangan panik hanya karena sesuatu seperti terbang di langit di atas punggung naga! Apakah kalian bodoh!? Lihat para ksatria hitam dan unit maid petarung! Mereka begitu tenang……”

 

“Bagaimana? Apakah kalian menyukai perjalanan udara….? Kau adalah pria yang terlihat cukup tampan. Jika kau suka menaikiku… aku akan membiarkanmu melakukannya lagi, kau tau?”

“……… Seekor naga baru saja melamarku?”

“Gahahaha, bukankah itu bagus! Lagipula kau adalah seorang jones!”

“Satu-satunya yang mencoba menggodaku adalah seekor naga….”

 

“Jadi, tentang mereka berdua? Mas-mas cewek dan Mbak-mbak cowok.”

“Maksudmu, Tasel-dono.”

“Benar, benar, mereka berdua terlihat serasi, bukan!”

“Aku juga ingin menikah…. Hei, apakah kau mengenal seorang pria yang baik? Naga juga tidak masalah!”

 

Semua ini berubah menjadi piknik yang menyenangkan…….
Dan ya, itu bahkan sama sekali tidak bisa dikatakan tenang.

“Tuan, kelihatannya kedua orang itu pingsan…… Mari kita abaikan mereka.”

“Kamu benar…. Setelah ini kamu harus meningkatkan beban latihan milik Pangeran. Dan juga, coba kenalkan seseorang kepada gadis yang mengatakan dia bahkan mau menikah dengan naga.”

“Ya, dia terlalu menyedihkan.”

“Seperti yang di harapkan dari unit milik ayah…. Orang-orangmu bahkan dapat menikahi naga…..”

Dan dengan begitu, perjalanan udara yang menyenangkan itu mencapai akhir.
Semu itu berubah menjadi wawancara pernikahan sih…..

 

“Tuan, saya dapat melihat daratan. Kita akan segera sampai.”

Suu memanggilku dan aku melihat ke arah yang dia tunjuk.
Tapi, apa yang dapat dia lihat sebagai seorang kemonobito tidak akan dapat dilihat oleh mata manusia biasa.
Sekarang hari sudah gelap.

“Begitu. Kita sudah mengirimkan pembawa pesan. Kita memberitahu mereka bahwa kita akan tiba disana menggunakan naga…. Suu, semuanya aman, kan?”

“Ya. Saya telah mengirimkan pembawa pesan tanpa kesalahan.”

Bagus, seharusnya ini aman.
Kami akan langsung menuju ibukota kalau begitu.

“Karena ini sudah malam, para warga seharusnya tidak dapat melihat kita. Naga. Kita akan langsung menuju ke istana.”

“Dimengerti, tuan.”

Naga hitam besar, yang sedang kunaiki, mengambil alih pimpinan, di ikuti oleh sepuluh ekor naga yang mengeluarkan teriakan perang saat kami mendekati lapangan istana.
Istana negara elf…. kami mendekat sampai kami bisa melihatnya dengan jelas.

 

 

“N-n-n-n-n-naga! Apa-apaan yang sedang kalian lakukan!? Ini adalah istana kerajaan elf!!”

Sebuah suara yang sangat keras bergema, kelihatannya diperkuat oleh sihir.
Apakah itu hanya imajinasiku? Sepertinya suara itu terdengar gemetar… Dan juga, itu adalah suara seorang wanita, apakah dia merasa gugup atau sejenisnya?

“Aku adalah Archduke Zest dari Kekaisaran Grun. Aku membawa putri dan putra menantuku untuk melangsungkan pernikahan putriku. Siapa kau!?”

Aku juga memperkuat suaraku menggunakan sihir saat aku memberikan jawabanku.
Setelah melakukan itu, sebuah api unggun dinyalakan di lapangan yang terletak di depan istana, dan menerangi tempat itu.
Tepat ditengah lapangan itu, seorang gadis kecil sedang berdiri disana.

“Ma-maafkan saya. Saya adalah Kachua, Royal Mage peringkat pertama. Archduke Zest, silahkan mendarat di lapangan ini.”

“Kachua-dono. Aku paham, aku akan mendarat terlebih dahulu, jadi kalian bisa menjauh untuk sekarang. Jika ada prajurit yang mendekatiku, aku akan menganggap mereka sebagai ancaman dan memusnahkan mereka.”

Aku menyatakan itu secara sepihak dan memerintahkan nagaku untuk mendarat.
Akan merepotkan jika mereka menyerang kami dari kegelapan malam.
Jika aku berada di darat, maka aku yakin bahwa aku tidak akan kalah.

Naga itu turun dengan perlahan.
Setelah dia memastikan hal itu, gadis kecil itu mendekatiku.

“Izinkan saya menyapa anda lagi… Saya adalah Kachua, Royal Mage peringkat pertama. Senang bertemu dengan anda, Archduke Zest.”

“Ya, kamu dapat memeriksa ini. Itu adalah surat tulis tangan dari Yang Mulia, Kaisar dari Kekaisaran Grun.”

Aku mengeluarkan sebuah surat dan menyerahkannya kepadanya.
Gadis kecil itu menerimanya dengan sangat hati-hati dan mengonfirmasi segel yang ada di sisi amplopnya.
Penampilan luarnya terlihat seperti seorang gadis kecil…. Namun, kekuatan sihir yang menyelimutinya benar-benar luar biasa.
Dia setidaknya dua kali lebih kuat dari pada pangeran itu.

Dia membuat rambut perak panjangnya terikat kepang dua.
…………. Gaya rambutnya cocok dengan penampilan luarnya yang manis.
………. Meskipun dadanya…. Ya, kau tau.

“Ya, ini memang segel milik Yang Mulia Kaisar. Selamat datang archduke Zest. Kami menyambut anda di negara kami.”

Kachua meletakkan tangan di depan dadanya dan memberi hormat kepadaku dalam gaya elf.
Rasa haus darah dari para prajurit yang ada di sini juga menurun.

“Ini adalah penyambutan yang agak berbahaya. Bukankah pembawa pesanku sudah datang kemari terlebih dahulu?”

“Pembawa pesan? Tidak, belum ada…..”

Gadis itu tampak bingung jadi aku percaya kalau dia benar-benar tidak mengetahui hal itu.
Dia dengan panik memperlakukan orang penting dari negara lain sekasar ini… itu tidak salah lagi.

 

“Tuan, dalam perjalanan, kita melewati sebuah kapal. Bukankah itu adalah kapal yang ditumpangi pembawa pesan kita?”

Aku menjadi kaku ketika mendengar gumaman pendapat yang di keluarkan oleh Suu.
Eh? Apakah kapal yang ditumpangi oleh pembawa pesan memang selambat itu!?
Perjalanan itu hanya memakan waktu sekejap menggunakan naga….. ah, kapal yang seharusnya memberitahu orang-orang ini tentang kedatangan kami menggunakan naga belum sampai disini saat ini……
Apa yang harus kulakukan?………. akan terlihat terlalu buruk untuk memulai semua ini dengan kesalahan seperti ini……

Lapangan itu menjadi sunyi seperti kuburan, pada saat itulah kamu mendengar sesuatu yang terjatuh.
Kelihatannya pangeran itu terjatuh dari naga.

“Guho!? Ayah mertua?….. apa yang terjadi kepadaku?……..”

“Wha!? Mars! Apa yang baru saja kau lakukan!!!”

Sebelum aku sempat menjawab, balasan Kachua menggema di sekitar kami.

“Seorang loli tua……?”

“Tuan, anda mengatakannya terlalu keras.”

Teriakan kesakitan milik pangeran itu untungnya lebih keras dari pada suara tenang milik Suu.
Kelihatannya loli ini bukan hanya Royal Mage peringkat pertama…..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

5 Comments Add yours

  1. tre says:

    dari sempfuck ke bofuck

    Like

  2. ko says:

    Emaknya si pangeran?

    Like

  3. BlueSky says:

    Di tunggu lanjutannya Zest-sama…

    Like

Leave a Reply to tre Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s