Stranger’s Handbook Chapter 131

Chapter 131 – Perhentian Terakhir

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Dan juga, kami mempunyai alasan karena telah mengunjungi kalian di tengah malam.”

Sang Ratu tersenyum saat dia memberitahu kami, tapi kami perhatian kami hanya bisa terfokus pada Kaisar yang duduk di sampingnya.
Dia menatap ke arah hari besok lusa…. Matanya terlihat seperti ikan mati.

“Aku datang menemuimu, Duke Zest, karena kupikir kamu dapat melakukan sesuatu terhadap rambutku. Bagaimana menurutmu?”

“Ha? Bukan rambut milik Yang Mulia Kaisar tapi milik Yang Mulia Ratu?”

“Kalau dipikir-pikir, anda selalu menutupinya dengan penutup kepala.”

“Rambut….. penutup kepala….”

Kami berdua mengikuti sang Ratu yang mengabaikan sang Kaisar untuk saat ini.
Karena jika tidak percakapan kami tidak akan mendapat kemajuan.
Sang Ratu melepaskan penutup kepalanya; rambutnya tampak terlalu pendek bagi seorang bangsawan.
Wanita bangsawan di dunia ini biasanya memiliki rambut panjang yang setidaknya mencapai punggung bawahnya, tapi rambut sang Ratu hanya sebatas bahu.

“Urm, anda menggunakan rambut anda untuk… anda tahu, rambut palsu milik Yang Mulia Kaisar, kan?”

”Aaaaah. Yang Mulia Ratu, anda begitu baik……”

“Rambut palsu…. Fufu, kau menyebutnya rambut palsu…..”

Sang Kaisar saat ini sedang duduk di lantai, tubuhnya menjadi semakin dan semakin mati rasa, dan martabat yang biasanya dia tunjukkan, benar-benar menghilang saat ini.
Dia terlihat tidak lebih dari seorang pria paruh baya biasa.

“Aku bertanya kepada Lamia tentang hal ini, karena rambutnya selalu terlihat berkilau dan halus, dan dia memberitahuku bahwa duke Zest melakukan hal itu untuknya. Kupikir kamu juga bisa membuat rambutku tumbuh lebih panjang.”

 

Begitu. Jadi inilah alasan kenapa Yang Mulia Ratu jarang muncul di depan publik!
Itu sebagian kecil karena Kaisar yang terlalu over protektif kepadanya dan sebagian besar karena dia ingin menyembunyikan rambut pendeknya….

“Saya paham. Saya akan mencobanya.”

Baru beberapa hari yang lalu aku melakukan yang terbaik dan menggunakan begitu banyak kekuatan sihirku demi Bea.
Biasanya, kekuatan sihirku akan mengering, tapi untungnya kekuatan sihirku tidak selemah itu.
Lebih tepatnya, beberapa saat setelah aku menggunakannya, aku akan merasa bugar kembali.
Aku mulai mengalirkan kekuatan sihirku ke rambut sang Ratu, aku menciptakan bayangan kuat tentang menumbuhkan rambut.

“Bagus. Sepertinya ini berhasil…. Karena kita sedang melakukan hal ini, aku mungkin juga akan membuatnya berkilauan.”

“Benar. Ah, mana yang anda suka Yang Mulia Ratu? Zest-sama dapat membuat rambut anda lurus atau keriting dan mengembang juga.”

Fufu, ini tidak seperti aku berlatih pada para maidku untuk menyombongkan diri atau sejenisnya.
Aku dapat membuatnya seperti yang ku mau, apakah itu lurus ataupun keriting.

“Yah. Kalau begitu, aku mau agar itu panjang dan lurus seperti rambut milik duchess Beatrice. Aku sudah menginginkan hal itu sejak lama!”

“Sesuai dengan keinginan anda. Bagaimana menurut anda?”

Aku berhenti mengalirkan kekuatan sihirku dan sedikit bergerak ke sampingnya.
Dia memeriksa rambutnya dengan cara melihatnya di cermin yang telah disiapkan oleh Bea, dan dia menjadi luar biasa senang.

“Ini menakjubkan! Ini begitu indah dan lembut…. Dan benar-benar lurus! Aah, aku memimpikan hal ini sejak kecil!”

Sang Ratu menyentuh rambutnya menggunakan tangannya dan memainkannya seperti gadis kecil.
Di dunia ini tidak ada sesuatu seperti perawatan rambut….. orang dengan rambut keriting hanya bisa bermimpi memiliki rambut lurus.

“Saya benar-benar bersyukur karena telah membuat anda senang.”

“Yang Mulia Ratu, gaya rambut itu terlihat sangat cocok untuk anda.”

“Ara, tapi bukankah ini membuatku terlihat terlalu muda?”

Kedua wanita itu mulai menikmati percakapan tentang hiasan rambut dan gaya rambut.
Suu mengevakuasi dirinya dari wilayah itu agar dia tidak terseret kedunia mereka.
……… Dia memiliki intuisi yang tajam.

“…….. Zest. Bisakah kamu hanya membuat rambutku tumbuh panjang?”

Dengan mata haus darah, pria paruh bay…. Sang Kaisar mendekatiku.
Dia tidak lagi memiliki mata ikan mati… dan saat ini dia terlihat sangat serius.

“Se-Sepertinya saya juga bisa membuatnya tumbuh.”

“Lakukan itu!! Aku tidak akan memintamu melakukan hal lain selama hidupku! Aku mohon padamu!!!”

Dengan dengan itu, Kepala Yang Mulia Kaisar kembali ke masa ke emasannya.
Aku tidak pernah membayangkan dia akan bersujud didepanku….
Dan juga, aku yang telah menyelamatkan kepalanya, pada akhirnya menerima gelar bangsawan baru.

 

 

“Aku tidak menawarkan satupun wilayah ketika kamu mengadopsi tuan putri Tsubaki. Alasan dari hal itu adalah aku ingin menguji bagaimana kamu akan memperlakukan Tsubaki sebagai ayah angkat dan bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah pernikahan ini. Aku percaya bahwa kamu tidak akan menggunakan ini sebagai umpan dan anda pasti bisa mengatasi dan menyelesaikan situasi ini. Untuk menanggapi hal ini, Zest yang dengan sangat baik telah menyelesaikan masalah pernikahan itu pantas menjadi seorang archduke. Penolakan tidak di terima. Ini adalah perintah Kekaisaran.”

Sang Kaisar berdiri dan menggemgam sebuah pedang di tangannya.
Para bangsawan yang ada di ruang pertemuan berlutut secara bersamaan dan semuanya membungkuk hormat.

“Kamu juga akan menjadi penjaga Putra Mahkota. Jika saja aku roboh sebelum menyerahkan takhta kekaisaran, kamu, archduke Zest, harus memberikan bimbinganmu…. dan mengabdi kepada Putra Mahkota.”

“Saya dengan senang hati menerima tanggung jawab besar sebagai penjaga dan seorang archduke.”

Aku menerima pedang dari Yang Mulia, kemudian Perdana Menteri berdiri sesuai dengan yang direncanakan.

“Sebagai perwakilan para bawahan, Saya, Perdana Menteri Arc, akan memberikan jawaban kami kepada anda. Kami akan mengikuti perintah kekaisaran milik Yang Mulia, kami akan membantu archduke Zest dan kami akan mengucapkan sumpah setia selamanya kepada Putra Mahkota.”

Dan dengan begitu, aku dijadikan seorang archduke di ruang pertemuan itu….. dan aku menyadari bahwa hal ini pasti akan membuatku semakin dan semakin sibuk.

 

“Hadeh, tepat ketika aku harus pergi ke negara elf… beban kerjaku akan meningkat lagi.”

“Itu karena kekuatan perang yang dimiliki oleh tuan itu tidak biasa. Mereka mungkin menjadikan anda sebagai archduke dan penjaga Putra Mahkota dengan niat tersembunyi untuk mengikat anda di tempat ini.”

Saat aku sedang membaca surat ucapan selamat dari para bangsawan di kantorku, Aku berbicara dengan Suu.
Keputusan Yang Mulia dilandasi oleh 20% rasa terima kasih karena aku telah menyembuhkan kebotakannya dan 80% lainnya karena alasan politik.
Pria tua licik itu…. aku benar-benar tidak boleh lengah terhadapnya.

“Tapi meskipun begitu, saat ini pengaruh yang tuan miliki akan meningkat. Kita seharusnya senang dengan hal ini.”

“Kamu benar. Selain itu, orang-orang itu juga akan segera kembali……”

Bahkan saat aku sedang berbicara dengan Suu, tanganku tidak berhenti bergerak.
Surat balasan untuk para bangsawan harus ditulis tangan, dan akulah orang yang harus menulisnya.
Ada sekitar 59 halaman lagi yang harus kukerjakan, tapi aku menulis semua itu sambil mengerahkan sihir penyembuhan ke tanganku.

 

“Paduka, ini adalah laporan dari unit intelijen.”

Sekitar pada saat aku mulai lelah menulis surat, aku mendengar suara dari belakangku.
Mereka akhirnya kembali.

“Terima kasih atas kerja keras kalian. Jadi, bagaimana keadaan di negara elf?”

“Ya. Kami membuat ringkasan tentang kekuatan perang mereka dan administrasi internal didalam dokumen itu. Kami secara kasar sudah memahami struktur yang ada di faksi itu, sehingga kami dapat melindungi paduka saat anda tiba di sana.”

Sebelumnya aku mengirimkan unit intelijen untuk mengamati negara elf.
Bagaimanapun, jika kami pergi ke negara musuh tanpa satupun informasi, itu sama saja dengan bunuh diri.
Aku tidak akan seceroboh itu.

“Bagaimana dengan rencana kita dan perkiraan kesalahan?”

“Ya. Kita mungkin bisa meningkatkan sisi sekutu kita sebanyak sepuluh persen. Semuanya berjalan sesuai rencana, jadi tidak ada masalah disini.”

“Kita dapat meningkatkan sisi sekutu kita…. Ah, itu artinya ada banyak oportunis disana.”

Fufu, begitukah?….. sebelumnya aku berpikir bahwa itu semua mungkin adalah jebakan, tapi orang-orang itu hanyalah para oportunis.

“Bagus. Lalu mulai persiapan untuk keberangkatan kita. Negara elf itu harus kembali ke tangan putra menantuku.”

“Ya. Tentu saja, tuan!”

“Baik pak! Kami akan melindungi anda dari bayangan.”

Semuanya telah dipersiapkan.
Dengan ini, faksi Perdana Menteri di negara elf sudah selesai.

Aku menyelesaikan semua itu dengan keren.
Dengan perasaan bangga di dadaku, aku meminum sedikit teh.
Namun, ada sebuah peraturan tak tertulis yang tidak memperbolehkan hal itu selesai semudah itu.

 

 

“Paduka, Perdana Menteri Arc disini!”

Perdana Menteri masuk kedalam kantorku di temani oleh suara ceria milik Albert.
Ada apa? Masalah lainnya?

“Archduke Zest…. Tolong…. Tolong lakukan hal itu kepada saya juga!”

Sambil berlinang air mata, Perdana Menteri itu meletakkan tangannya di kepalanya.
Dan apa yang ada disana adalah…. Kepala berkilau, seperti yang dimiliki oleh Kappa….

Kau juga……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

 

5 Comments Add yours

  1. AA says:

    Ganggu Zest dateng malem2 cuma buat rambut, wow penting sekali :v

    Like

  2. ZEREF says:

    Berkilau seperti kappa 😂😂😂😂

    Like

  3. ko says:

    Mending buka klinik tongfang si zest

    Like

Leave a Reply to AA Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s