Stranger’s Handbook Chapter 130

Chapter 130 – Perasaan Bea

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

Aku lupa dengan ulang tahun pernikahanku.
Ketika aku masih di Jepang… aku mendengar sesuatu tentang hal ini.
Itu ketika suami lupa dengan ulang tahun pernikahan, sang istri akan membencinya, dan hubungan suami-istri akan menjadi dingin.

“Aku harus menghindari hal itu bagaimanapun caranya…. Aku harus secepatnya pergi ketempat Bea!!”

Aku menyelimuti seluruh tubuhku dengan kekuatan sihirku dan berlari dengan kecepatan penuh melalui ibukota kekaisaran dimalam hari.
Aku mendengar berbagai macam teriakan tapi aku tidak peduli.
Karena prioritas tertinggiku adalah Bea, aku mengabaikan semua itu dan bergegas menuju ruangannya.

“Selamat datang kembali, tuan. Oh? Bunga-bunga itu?”

“Suu, apakah Bea masih bangun?”

Aku tiba di ruanganku dan Suu sedang menunggu disana dengan ekspresi terkejut.
Hm? Tidak mungkin Suu tidak tahu tentang ulang tahun pernikahanku.
Apa yang terjadi?

“Madam sedang meminum sedikit teh di teras. Dia baru saja menidurkan Nona Muda Wis setelah lama menangis, jadi saya yakin dia sedang beristirahat.”

“Begitu…. Tentang ulang tahun pernikahan….”

“Ulang tahun pernikahan? Ah, dalam beberapa bulan, maka itu akan jatuh pada hari ini.”

Dalam beberapa bulan?……… Sialan kau, ibu mertua, kau menipuku!?
……. Tidak, sebenarnya dia menunjukkan perhatian.

“Baiklah. Aku ingin berduaan dengannya untuk sementara waktu.”

“Sesuai keinginan anda.”

Suu meninggalkan ruangan sambil tersenyum.
‘Anda begitu cemas dan ingin membuat madam bahagia dengan bunga-bunga itu, kan? Saya paham’, ekspresi wajahnya tampak mengatakan hal itu dan aku ingin agar dia berhenti melakukannya.

 

“Bea, ini adalah hari yang berat, bukan? Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita, kan? Tolong terima ini.”

“….. Eh?”

Bea sedang duduk di kursi yang terletak di teras dan aku mendekatinya dari belakang dan memanggilnya.
Dia berbalik dan aku melihat dia sedang menangis.

“Ap-ap-ap-ap-apa yang terjadi, Bea!? Apakah seseorang membuatmu menangis? Aku akan menghancurkan orang itu jadi katakan saja siapa dia!?”

“Zest-sama….. Zest-samaaaaaaaa!!”

Bea melompat ke arahku dan terus menangis dengan lebih keras.
Aku mengusap rambutnya dengan lembut dan menunggunya selesai menangis.

 

“Apakah kamu sudah tenang?”

“Ya… tapi, aku tidak ingin kamu melihatku seperti ini. Ini terlalu memalukan.”

Bunga-bunga itu sekarang tercecer di teras dan kami duduk di atasnya.
Sebenarnya, lebih tepatnya, Bea sedang duduk di atas pangkuanku.
Aku duduk bersila di lantai, tapi aku baik-baik saja karena sekarang bukan musim dingin.

“Apa yang membuatmu sesedih ini? Maukah kamu memberitahuku?”

“Ini bukan berarti aku bersedih. Urm, bahkan sejak sebelum aku melahirkan, Aku sering merasakan seperti ini…..”

Bea mulai berbicara, dengan ragu-ragu dan malu-malu.
Jika aku harus meringkas apa yang dia katakan, maka itu akan menjadi seperti ini.

Semua ini dimulai sejak perutnya mulai membesar.
Pada siang hari dia merasa kesal dan pada malam hari dia merasa ingin menangis.
kelihatannya, dia mengulangi siklus itu setiap hari.

“Itulah sebabnya, aku tidak ingin mengganggu Zest-sama dengan sesuatu yang sepele seperti ini…..”

Dia sadar akan hal itu, tapi dia tidak dapat menghentikannya.
Setelah persalinan, semuanya seharusnya kembali seperti semula…. Tapi dia tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, jadi Bea berbicara, sambil menangis.

“Tapi, kali ini adalah sang Bayi… tangisan Wis membangunkanku dan aku tidak dapat lagi menenangkan perasaan ini….”

Apakah aku jadi aneh? Jika aku terus berperilaku seperti ii, Zest-sama akan mulai membenciku dan dia akan membuangku.
Kelihatannya dia terus memikirkan hal itu.

“Huft…..”

Tanpa sadar, aku menghela nafas panjang.
Bea terkejut oleh reaksiku itu.

“Aku minta maaf Zest-sama, aku akan berhati-hati mulai sekarang.”

“Kamu salah, Bea. Helaan nafas ini aku tujukan untuk diriku sendiri…. Maaf, aku benar-benar minta maaf karena tidak menyadari apa yang sedang kamu lalui.”

Bea, yang ingin meminta maaf, menatapku dengan kosong dan aku kembali mengusap rambutnya dengan lembut.

‘Karena aku lebih tua, seharusnya aku lebih memperhatikanmu. Kita akan segera memilih babysitter jadi sampai saat itu tiba aku akan membantumu mengganti popok dan hal lainnya. Selain itu, sama sekali tidak aneh bagi dirimu untuk merasakan hal itu. Itu adalah hal yang normal, jadi jangan khawatir dengan hal itu. Aku tidak akan pernah membencimu.”

“Apakah itu….. normal? Tapi Ibuku tidak….”

“Bagaimanapun terdapat perbedaan pada setiap orang. Ada wanita yang tidak mengalami hal ini, tapi sebenarnya banyak wanita yang mengalaminya. Itulah sebabnya, kamu tidak perlu merasa gelisah, Bea. Kamu hanya perlu bergantung kepadaku dan biarkan aku memanjakanmu.”

“Tapi, bukankah kamu marah? Bukankah kamu membenci diriku yang sekarang?”

Dengan wajah merah dan penuh air mata, Bea menatap ke arahku.

Aku membiarkan wanita muda seperti ini mengkhawatirkan hal-hal seperti ini sendirian, aku sungguh pria yang memalukan.

“Ah, satu-satunya istriku adalah Beatrice. Aku mencintaimu, dan sejak awal…. Tidak peduli apapun yang terjadi, hal ini tidak akan pernah berubah. Sebaliknya, jika saja aku menjadi botak dan kamu mulai membenciku, aku masih akan tetap mengejarmu.”

“Ya… Ya! Ufufu, itu tidak masalah, sih. Jika Zest-sama menjadi seperti itu, aku masih akan tetap mencintaimu.”

Akhirnya Bea tersenyum dan aku memeluknya, kemudian aku menciumnya setelah sekian lama.
Di teras yang diterangi oleh cahaya bulan, kami mulai…….

 

“Tuan, permisi. Yang Mulia….”

“Suu. Seperti yang kau lihat, aku sedang berada di tengah suatu hal.”

“Suu. Bacalah situasinya.”

Kami berdua sedang mencairkan suasana tegang yang terbangun di antara kami berdua.
Kami tidak bisa berhenti di tengah jalan.

“Ya. Saya paham, tapi Yang Mulia…..”

“Jika itu adalah seorang pembawa pesan, suruh mereka menunggu. Jika itu adalah surat, letakkan itu disana.”

“Geez, kaisar itu….. aku akan meminta Toto-chan untuk menerbangkan wig-nya lagi.”

Kami memberitahu Suu saat kami terus berciuman, tapi kelihatannya bukan itu masalahnya.

 

“Urm, Yang Mulia sudah ada disini.”

‘Kalian berdua, maaf telah mengganggu… Tapi tolong, bisakah kalian berhenti menyinggung wig-ku?”

“Ara, ara, anak muda memang menakjubkan. Mereka bahkan melakukannya di tempat seperti ini.”

Yang Mulia dan sang Ratu mengintip ke teras.
Kami berdua segera berdiri dan memberi hormat kepada mereka.
Ini buruk, sangat buruk!!

“Tolong maafkan kami! Yang Mulia!”

“Ka-Kami sudah bertindak tidak sopan!”

“Tidak masalah. Bagaimanapun kamilah yang tiba-tiba berkunjung. Kan?”

“Ya, bagaimanapun ini bukan kunjungan resmi… Tolong berhenti membicarakan wig itu.”

Sang Kaisar sedang memegangi kepalanya dan sang Ratu sedang tersenyum, mukanya memerah.
Sejak kapan mereka tiba disini?

“Aku seperti baru saja melihat kejadian romantis.”

“Ya, jika mereka tidak melakukannya di teras….. semua orang yang ada diluar mendengarnya.”

“Tolong berhenti membicarakan wig itu.”

Sang Ratu dan Suu sedang meributkan hal ini.
Jika seperti ini, aku harus melakukan sesuatu agar tidak menyakiti mood sang Ratu.

“Kalian telah melihat kami dalam situasi yang memalukan….”

“Ah, saya tidak pernah membayangkan bahwa Yang Mulia dan sang Ratu akan mendengar kami….”

Kami tidak pernah menunjukkan wajah semerah saat ini, tapi sang Ratu memberitahu kami….

“Kalian tidak perlu merasa malu, tahu? Bagaimanapun itu adalah percakapan yang menakjubkan! Jika dia jadi botak, kamu akan tetap mencintainya, kan?”

“Ya, Yang Mulia Ratu. Saya akan mencintainya bahkan jika dia botak.”

“Jika aku menjadi botak, tolong rawat aku, Bea.”

 

“….. Lagi, kalian membicarakan tentang rambut…. Lagi….”

‘Yang Mulia Kaisar, anda terlihat sedikit mati.”

Suu, memperbaikinya kembali.
Dan dengan itu, tirai terangkat di atas pertemuan rahasia di tengah malam dengan Yang Mulia, sang Kaisar, dan sang Ratu.”

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

6 Comments Add yours

  1. Kuro says:

    apa elu tega…… :v

    Like

  2. soul099 says:

    Entah kenapa…aku merasa mereka udah lama nggak Nge- diganggu oleh dua kakak beradik itu….. kasihan

    Like

  3. BlueSky says:

    Lanjutkan min…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s