Stranger’s Handbook Chapter 127

Chapter 127 – Akhirnya, Aku bisa Beristirahat

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Apakah akhirnya aku bisa tidur…..?”

Setelah enam jam yang mirip seperti mimpi buruk itu berakhir. Aku akhirnya dilepaskan.
Itu adalah waktu yang mereka habiskan hanya untuk memilih nama panggilan Wisteria.
Aku menjadi merinding hanya karena memikirkan apa yang akan terjadi jika aku belum memutuskan namanya.

“Tuan, terima kasih atas kerja keras anda. Tapi, Nona Muda Wis?…… Itu adalah nama yang bagus.”

Ya, di akhir pertarungan sengit antara mereka berdua, nama panggilan Wis-lah yang dipilih.
‘Sama seperti kita memanggil Beatrice dengan Bea, mengikuti tradisi kuno untuk mengambil separuh nama pertama sebagai nama panggilan, kita juga harus melakukan hal yang sama pada Wisteria, jadi kita akan memanggilnya Wis!!’
Hal itu dikatakan oleh Ibu mertua-ku dan menjadi serangan penghabisan.

“Benar. Bagaimanapun, mereka sudah tenang sekarang…. Apakah aku memiliki jadwal hari ini?”

“Ya. Tapi ini sudah sore, jadi anda harus sedikit beristirahat.”

“Benar…. Suu, aku akan beristirahat sebentar disini. Entah kenapa, aku merasa sangat mengantuk…….”

Aku tertidur di kursi di kantorku.

 

“Tuan? Tuan! Tolong bangun, tuan!”

Aku membuka mataku karena Suu membangunkanku.
Apa? Apakah sekarang sudah pagi?

“Ada apa? Kurasa aku tidak tidur terlalu lama…..”

Diluar masih gelap gulita.
Hm? Apakah aku tidur seharian penuh??

“Ini masih malam hari. Belum banyak waktu berlalu tapi….. anda harus pergi untuk melaporkan persalinan ini kepada sang Kaisar.”

“Ah, untuk yang satu ini, aku harus kesana secara pribadi, jika tidak maka itu akan terlihat buruk.”

Memang benar bahwa Kaisar juga menunjukkan perhatian kepada masalah ini.
Oleh karena itu, aku harus menemuinya secara pribadi….
Aku menggunakan sedikit sihir penyembuh pada tubuh lelahku, lalu aku mulai berjalan menuju ke ruangan sang Kaisar.
Karena Suu membiarkanku tidur sebentar, aku merasa sedikit lebih nyaman sekarang.

 

“Maaf karena saya datang selarut ini. Anda cukup banyak membantu kami, Yang Mulia. Putri saya….. Wisteria telah lahir dengan selamat.”

“Ooh, itu bagus, Zest! Dan kamu juga telah selesai memilih namanya.”

Aku segera dapat bertemu dengan sang Kaisar, yang sedang bersantai di kediamannya.
Sang Ratu…. Tidak ada disini, huh?
Dia benar-benar memanjakannya, begitu banyak sampai-sampai hal itu dapat dianggap sebagai suatu penyakit.

“Namun, aku tidak menyangka bahwa kamu akan datang secepat ini. Aku benar-benar mengira bahwa itu akan memakan waktu tiga hari dan tiga malam lagi.”

Tiga hari dan tiga malam….. Apakah kedua orang itu juga menyeret sang Kaisar kedalam masalah memilih nama Bea?
Sang Kaisar menunjukkan senyum pahit dan aku hanya bisa meminta maaf.

“Urm, saya sangat minta maaf tentang hal itu. Frontier Count dan Ibu mertua saya telah menyebabkan masalah kepada anda…..”

“Hahaha, pada saat itu, aku merasa seperti berada di neraka. Lapangan latihan Istana menjadi area kebakaran. Kali ini, semuanya berakhir dengan cukup mudah.”

“Area kebakaran? Kedua orang itu….. mereka benar-benar…..”

“Jangan khawatir dengan hal itu. Karena ini adalah acara adat di dalam Keluarga Frontier Count. Aku menyimpan dana untuk hal ini setiap tahunnya. Lucu juga melihat orang yang selalu datang meminta maaf adalah sang putra menantu! Ini adalah tradisi! Hahahahaha!”

Sang kaisar sedang memukul-mukul kakinya sambil mengeluarkan tawa keras.
Kelihatannya, masalah pemilihan nama di Keluarga Frontier Count ini kurang lebih tak dapat dihindari.
Dan sekarang, bahkan hal itu telah menjadi hiburan bagi Keluarga Kekaisaran.

“Kaisar sebelumnya….. selama masa pemerintahan ayahku, kota ini pernah hancur sebagian, apakah kamu mengetahui hal itu? Warga biasa dan para bangsawan juga berjudi dan bertaruh usulan mana yang akan diterima, jadi sebenarnya tidak ada masalah.”

“Saya tidak tahu harus mengatakan apa…..”

Keluarga Frontier Count berada di luar nalar.
Ah. Pada akhirnya aku juga bergabung kedalam kelompok itu…. huhft….

“Yah, anggaplah itu sebagai kebiasaan keluarga dan menyerahlah. Bagaimanapun akan ada saat selanjutnya…. Aku memiliki terlalu banyak dana yang tersimpan untuk hal ini, jadi saat waktunya tiba buat itu menjadi besar dan mencolok, ok?”

Aku tidak bisa berurusan dengan kebiasaan itu.
Aku menghela nafas kecil, berhati-hati agar Kaisar yang sedang geli ini tidak menyadarinya.

 

Setelah selesai melapor kepada sang Kaisar, aku kembali ke ruanganku.
Aku berencana menyelesaikan tugas dokumen dengan cepat, lalu pergi tidur.
Memikirkan hal itu, aku melihat sebuah surat saat aku mendengar suara ketukan dipintuku.

“Ayah, ini Tsubaki!”

“Ayah, ini Mars.”

“Ah, ada apa? Kalian datang selarut ini…. Yah, duduklah.”

Aku meminta Suu untuk menyiapkan sedikit teh sambil mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh kedua orang ini.
Mereka duduk di sofa dan setelah mereka benar-benar terlihat harmonis satu sama lain, mereka kemudian mengatakan hal ini.

“”Selamat! Kami sangat senang mendengar kelahiran adik perempuan kami!””

“Haha, apa-apaan dengan sikap kalian itu. Tapi terima kasih.”

Meskipun aku mengatakan hal itu, aku merasa sangat berterima kasih kepada keduanya yang datang kemari secara pribadi untuk mengucapkan selamat kepadaku.
Adik perempuan…… jadi mereka menganggapnya seperti itu.

“Begitu, bahasa bunga, huh? Sungguh asal yang menakjubkan untuk nama yang indah! Wisteria…. Dia akan menjadi wanita yang sangat cantik di masa depan.”

“Haha. Aku harus menghancurkan semua serangga yang hendak menggodanya.”

“Hahahahahahaha!””

Aku dan pangeran tertawa dengan kompak.
Namun, Tsubaki tidak berencana membiarkannya berakhir seperti ini.

“Ayah! Aku juga menginginkan nama seperti itu!!”

Dia tidak menunjukkan senyuman yang sama dengan sebelumnya; ekspresi Tsubaki berubah sepenuhnya dan saat ini dia menunjukkan tatapan cemberut di wajahnya.
Tapi aku tidak dapat melakukan hal itu. Bagaimanapun, sang Kaisar-lah yang telah memilih namamu.

“Tapi Tsubaki adalah nama yang bagus.”

“Itu benar, Ayah.”

Kami berdua merasakan bahwa hal ini dapat berubah menjadi cukup merepotkan, jadi kami bekerja sama.
Kelihatannya pangeran ini juga memiliki kemampuan mendeteksi bahaya yang kuat.

“Tapi…… memang benar kalau namaku juga merupakan nama bunga, tapi aku tidak tahu tentang bahasa bunga! Aku benar-benar menginginkan nama yang memiliki arti, sama seperti Wisteria!!”

Ini benar-benar menjadi merepotkan.
Terlalu berbahaya untuk mengubah nama yang telah diberikan sang Kaisar kepadanya.
Disisi lain, menjelaskan hal itu kepadanya juga akan menjadi hal yang sulit…..

………. Hm? Jika ingatakanku benar, Tsubaki juga memiliki arti didalam bahasa bunga.

“Bagaimanapun itu memang ada artinya!? Arti nama Tsubaki didalam bahasa bunga.”

“”Eeeeeehhh!?”

“Dan itu adalah ‘kebanggaan / baik hati’. Ini benar-benar cocok untukmu.”

“It-itu memiliki arti seperti itu……”

“Itu menakjubkan, ayah!”

Bisakah aku melanjutkannya?

“Itu adalah nama indah yang bahkan digunakan oleh para aktris dan penari. Aku juga mengagumi namamu. Bukankah itu sempurna untukmu, Tsubaki?”

“Apakah benar begitu?……. Ufufu, itu memang sempurna!”

“Ayah, kamu melakukannya dengan baik. Menakjubkan!!”

Bagus…. Ini benar-benar bagus.
Kami berdua berhasil melewati situasi terjepit ini.
Mengabaikan Tsubaki yang sedang tersenyum, kami berdua berjabat tangan dengan kuat.

 

Pangeran Mars membawa Tsubaki yang sedang sangat gembira pergi, dan akhirnya sekarang adalah waktunya untuk tidur.
Pangeran itu, sebelum pergi, dia membuat sebuah pemberitahuan mengejutkan…..
‘Penjagaku ingin bertemu denganmu besok.’
Karena pertemuannya besok, aku tidak akan terlalu mengkhawatirkan hal itu sekarang.

Aku sudah mencapai batasku.

Aku akan mencoba yang terbaik untuk besok dan seterusnya…… Jadi aku akan pergi tidur sekarang…..
Aku roboh ke atas tempat tidurku dan langsung kehilangan kesadaran dalam sekejap.

 

“Saya minta maaf, tuan. Tolong hukum saya dengan ini.”

“………. Pagi, Suu.”

Saat aku terbangun di pagi hari…. Suu yang mengenakan pakaian tipis menyerahkan cambuk penunggang kuda kepadaku.
Dia meletakkan benda itu ketanganku dan jatuh berlutut.

Apa-apaan dengan situasi ini?
Aku sedang kebingungan, tapi dia terus menyerangku.

“Tolong! Tolong pukul saya, tuan!”

“Selamat pagi, paduka Zest. Madam sedang menuju kemari…….”

Suu dan aku melihat ke arah Albert saat dia sedang membeku di tempat.
Nasibku dapat berubah tergantung pada satu kata yang dia keluarkan….
Tolong…. Sekarang semuanya tergantung kepadamu Albert!!

 

“Madam, paduka masih tidur! Anda dapat masuk setelah dia bangun, jadi silahkan menunggunya di sofa!!”

Sempurna, Albert! Dengan ini aku dapat menipunya!!
Setelah ini aku akan menaikan jabatanmu.
Aku dan Suu terus terdiam, dan menatap satu sama lain…. Pada saat itu hati kami bisa saling memahami satu sama lain.

 

(Papa, selamat pagi!! Apakah kamu sedang bermain kuda-kudaan dengan Suu? Toto juga mau ikut!!)

“Ara, itu benar-benar permainan kuda-kudaan yang terlihat menarik dan menyenangkan! Kita mungkin perlu sedikit berbicara!”

Ya, aku tidak mungkin bisa menipunya.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

7 Comments Add yours

  1. BlueSky says:

    Istirahat dalam damai Zest..

    Like

  2. Kuruyamin says:

    Tamatlah riwayatmu, Zest :v

    Like

  3. chicken fist says:

    njir… suu ternyata M

    thx 4 chap min

    Like

  4. Trè says:

    angkat senjata!
    Tembaaaaaaaaaaakkkk!!!

    sebagai penghormatan terakhir untuk duke zest!

    Like

  5. Ko says:

    Inalillahi wa Inalillahi rajiun

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s