Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 4 Chapter 1 E

Arc 4
Chapter 01 – Kisah Dua Buah Kota E

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Larvyde

Kami pergi ke luar benteng yang mengelilingi Parnam. Kamp pengungsian terletak di dataran yang terletak sekitar satu blok dari benteng itu. Sebagian tempat itu kumuh, dengan adanya tenda dan gubuk di berbagai tempat, tapi mereka juga menanam sesuatu seperti ladang. Ada sekitar 800 pengungsi yang tinggal disini. Mereka berasal dari berbagai jenis ras, seperti manusia, elf, beastkin, dan juga dwarf, yang mencerminkan berapa banyak kota yang hancur dan berapa banyak orang yang terusir karena Wilayah Raja Iblis.

Mereka hidup setengah primitif disini, mendirikan tenda dan mencari sumber daya yang tidak diberikan oleh Kerajaan dengan cara berburu dan mengumpulkan dari alam. Biasanya, mereka akan memerlukan izin dari negara agar bisa berburu dan mengumpulkan sumber daya, tapi Raja sebelumnya, Alberto menjalankan kebijakan yang tidak mempermasalahkan hal itu. Aku juga meneruskan kebijakan itu sejak naik takhta. Aku mempunyai banyak masalah lain selain masalah pengungsi, jadi aku tidak punya pilihan lain selain membiarkan mereka dan memberikan bantuan minimum.

Itu bukanlah cara hidup yang layak, tapi itu masih bisa diterima, berkat bantuan yang mereka terima. Di benua ini, lingkungan yang keras telah menunggu para pengungsi. Hanya negara yang agak kuat dengan sedikit kekuatan nasional yang tersisa, seperti kami dan Kekaisaran, yang mampu membiarkan para pengungsi hidup sesuka mereka. Negara yang berbatasan dengan Wilayah Raja Iblis memasukkan para pengungsi kedalam pasukan mereka dengan paksa dan mengirim mereka ke garis depan, sementara negara lain akan mempekerjakan mereka seperti budak, mengirim mereka ke pertambangan atas nama suaka.

Fakta bahwa pengungsi bahkan membanjiri negara kami, yang terletak cukup jauh dari Wilayah Raja Iblis, menunjukkan betapa kurangnya tempat aman yang dimiliki oleh para pengungsi.

Kami mengikuti pemuda yang di utus oleh Tetua Suku Mythical Wolf untuk memandu kami, dan berjalan melewati kamp pengungsian. Pemandangannya adalah apa yang seharusnya menjadi pemukiman kumuh yang kami bahas tadi. Dari penampilan orang-orangnya, sudah jelas betapa buruknya keadaan kesehatan disini. Pakaian compang-camping, tubuh penuh debu….. tapi, tidak ada satu orangpun yang menunjukkan tatapan mati di mata mereka. Mereka semua memiliki sinar semangat di matanya.

“Ini adalah tempat yang kotor… tapi anehnya, mata mereka terlihat kuat.” (Hilde)

Kata Hilde, yang sedang menutup mulut dan hidungnya dengan kain karena kami hendak pergi ke ‘perkampungan’. Pemandangan itu tampaknya membuat jengkel para penggila kebersihan. Liscia dan yang lain juga kelihatan khawatir.

“Mereka datang jauh-juah kemari dari ujung utara hanya dengan kemauan hidup. Mereka mungkin lebih tangguh dari pada kita yang ada disini.” (Souma)

Orang-orang yang telah dilanda kemalangan yang tak dapat dihindari seperti perang atau bencana alam, tetapi masih mampu untuk tetap berkeinginan hidup, memiliki kekuatan aneh didalam diri mereka. Tentu saja, kekuatan itu….. memiliki bahaya. Mereka memiliki semangat kelompok untuk melewati bencana tersebut, tapi disisi lain, kesadaran untuk berkelompok itu menjadi terlalu kuat dan kesadaran individunya menjadi terlalu lemah. Jika seorang pemimpin dengan ide aneh muncul diantara mereka, dia dapat menggerakkan seluruh kelompok ke arah itu. Aku ingin menjauhkan orang-orang ini dari orang seperti bangsa Lunaria.

Saat aku sedang memikirkannya dalam-dalam, Liscia datang dan bertanya.

“Ngomong-ngomong Sou…. Kazuya. Barusan kamu mengatakan ‘bantuan’, apa yang kamu lakukan?” (Liscia)

Dia baru saja hendak memanggilku Souma, tapi mempertimbangkan waktu dan tempat saat ini, aku memintanya untuk tidak memanggil nama depanku (sebenarnya nama keluarga sih, tapi yah….)

“Tidak terlalu banyak, aku hanya memberikan kebutuhan seperti makanan dan kayu bakar, dan aku juga meminta guild petualang untuk menjaga tempat ini.” (Souma)

“Aku paham dengan makanannya, tapi untuk apa penjagaan para petualang itu?” (Liscia)

“Mereka bukan warga negara, dan sekarang negara yang seharusnya mendukung mereka telah menghilang. Jika misalnya, salah satu warga negara kita yang pergi keluar negeri dibunuh tanpa sebab yang jelas, dan pelakunya tidak dihukum, sebagai seorang Raja aku akan mengirimkan keluhan dan tergantung pada situasinya, mungkin akan memberikan sanksi kepada negara tersebut, dan sebaliknya. Dengan kata lain, itu menjadi insiden internasional. Kewaspadaan bahwa itu akan berubah menjadi insiden internasional telah menjadi pelindung bagi para warga kita agar tidak menerima kejahatan di luar negeri. Namun…..” (Souma)

Aku melihat orang-orang yang hidup di kamp ini.

“Tidak ada pelindung seperti itu bagi mereka yang telah kehilangan negaranya, dan ada kemungkinan bahwa seseorang akan mulai berpikir bahwa tidak masalah untuk melakukan apapun yang mereka mau kepada orang-orang ini karena ‘itu tidak akan menjadi insiden internasional’. Itu tidak mengubah fakta bahwa mereka dapat dihukum oleh peraturan negara meskipun itu bukan insiden internasional, tapi tetap saja masih ada beban mental di antara mereka dan melakukan kejahatan. Itulah sebabnya aku ingin agar mereka menjadi warga secepat mungkin, lihat….” (Souma)

Lalu aku dapat memperlakukan mereka sebagai seorang warga dan melindungi mereka dengan benar, meskipun aku sangat paham bahwa hal itu tidak akan sesederhana itu. Tepat pada saat itu.

Tiba-tiba, terdengar teriakan yang berasal dari dalam perkampungan itu.

Di saat bersamaan, aku mendengar suara logam yang saling beradu. Liscia mengerutkan alisnya.

“Sepertinya ada pertarungan yang melibatkan beberapa orang.” (Liscia)

“Ayo.” (Souma)

Dengan perkataanku, semua orang berlari menuju asal suara itu

***

Di tengah keributan itu, ada party yang terdiri dari beberapa petualang pria dan wanita bersama dengan beberapa orang perkampungan ini, bertarung melawan sepuluh pria yang terlihat seperti tentara bayaran. Petualang itu terdiri dari seorang swordsman muda, seorang paman yang bertarung tanpa senjata, seorang pencuri wanita yang memakai belati, dan seorang gadis penyihir muda…. Ada banyak wajah yang akrab di sini, huh.

“Ada apa dengan keributan ini!” (Souma)

“P, Pria-pria itu tiba-tiba muncul dan mencoba menculik anak-anak! Lalu mereka menebas para orang dewasa yang mencoba menghentikan mereka! Para petualang datang setelah mendengar keributan itu dan mereka mulai bertarung!” teriak seorang pria yang sedang gemetaran.

Mereka menebas orang dewasa? Aku melihat sekeliling dan melihat beberapa orang, yang terluka di sekujur tubuh mereka, yang sedang dirawat oleh seorang priest laki-laki. Aku segera memberikan perintah.

“Carla, Owen, bantu para petualang itu.” (Souma)

“Baik, tuan!” (Carla)

“Sesuai keinginan anda!” (Owen)

“Hilde, kamu pergi dan bantu priest itu. Liscia, kamu bersiagalah.” (Souma)

“…. Ya ampun, aku tidak punya pilihan lain, kan?” (Hilde)

“Ugh…. Baiklah.” (Liscia)

Carla dan Owen langsung maju tanpa jeda, Hilde pergi menuju orang yang terluka. Aku baru saja hendak mempersiapkan bonekaku hanya untuk jaga-jaga, tapi kemudian aku menyadarinya, aku tidak membawanya hari ini. Aku meninggalkannya karena kupikir itu hanya akan menjadi beban karena kami akan pergi keluar gerbang benteng. Aku mengeluarkan sebuah pedang setengah mainan yang ada di pinggangku dan mempersiapkan diriku.

“….. Jika harus bertarung, bisakah kamu melakukannya?” Liscia bertanya kepadaku.

“Aku tidak tahu. Owen telah melatihku akhir-akhir ini, tapi dia berkata bahwa aku masih berada pada level pemula yang baru menumbuhkan rambut pertamanya.” (Souma)

“Yah itu tidak meyakinkan. Kelihatannya mereka tidak hanya mengandalkan jumlah, tapi seorang pemula tidak bisa melawan mereka saat ini. Sembunyi di belakangku jika hal itu terjadi.” (Liscia)

“……….. Kurasa juga begitu, menyedihkan memang.” (Souma)

Aku tidak suka menjadi orang lemah, tapi bersikap sombong disini hanya akan menambah beban, Aku tidak boleh membiarkan diriku terluka, karena status yang kumiliki. Atau itulah yang kupikirkan……

“!” (Souma)

“Wha, Kazuya!? Apa yang kamu lakukan! Kita baru saja membicarakannya sekarang!” (Liscia)

Aku mendengar Liscia berteriak dibelakangku, tapi aku tidak berhenti. Aku melihat lurus kedepan dan melihat pencuri wanita itu secara tak sengaja tersandung tongkat yang ada di atas tanah dan terjatuh. Lalu salah seorang bandit dengan rambut mohawk langsung maju kedepan untuk menyerangnya. Sambil berlari, aku mengambil potongan pecahan papan dan berteriak.

“MERUNDUK JUNO!” (Souma)

Aku kemudian melemparkan papan itu ke arah pria itu seperti sebuah frisbee. Pencuri wanita itu menurunkan kepalanya setelah mendengar perkataanku, dan disaat bersamaan, papan yang terbang itu terpotong oleh pedang milik pria mohawk itu. Itu terjadi dalam sekejap, sih, jadi papan itu tidak terpotong sepenuhnya, tapi hanya hampir hancur berkeping-keping. Karena serpihan kayu kecil itu masuk ke mata pria mohawk itu.

“Ugh….. sialan!” (Mohawk)

Pria mohawk itu mundur sambil mengusap matanya dan mengayunkan pedangnya dengan liar, Aku memanfaatkan jeda itu untuk melangkah di antara keduanya. Pria mohawk itu akhirnya mendapatkan kembali pandangannya, dan mulai menyerang.

Tenang! Hanya satu gerakan! Satu gerakan, dan Juno akan mampu berdiri lagi! Ingat apa yang diajarkan oleh Owen! Ingat pergerakan dasarmu!

Pria mohawk itu mengangkat pedang sampai ke atas kepalanya. Dia ingin menebasku dari atas, tapi karena sekarang aku sudah menebak keinginannya, aku meletakkan kaki kiriku ke depan agak kesamping dan memegang pedangku secara horizontal di atas kepalaku dengan ujung yang sedikit miring ke tanah. Sesaat kemudian……

CLANG

Terdengar suara logam sat pedang milik pria mohawk itu tergelincir di atas pedangku dan terbelok ke sisi kanan tanganku. Aku melakukannya…. Aku benar-benar melakukannya! Aku berhasil membelokkan pedangnya, meskipun setelah itu tanganku terasa mati rasa.

“”’SERANG!’”” (Liscia) (Yuno)

Pria mohawk itu telah membenarkan postur tubuhnya, tapi pedang Liscia dan pencuri wanita itu menusuknya secara bersamaan. Pria mohawk itu terjatuh. Setelah Liscia memastikan bahwa musuh itu sudah tidak bergerak lagi, dia mencengkeram lenganku dan mendekatkan kepalanya kepadaku sambil melotot.

“Apa yang kau pikirkan, bertindak gegabah seperti itu!?” (Liscia)

Melihat matanya dari dekat, aku dapat melihat air mata terkumpul disana.

“Ah, um….. maaf….” (Souma)

“Jangan minta maaf kepadaku! Kupikir jantungku akan berhenti berdetak. Jika sesuatu terjadi kepadamu…. Aku…..” (Liscia)

“Aku sungguh minta maaf! Hanya saja saat aku melihat seseorang yang kukenal diserang, tubuhku bergerak dengan sendirinya….” (Souma)

“Oi, kau!” (Yuno)

Kali ini, kerah bajuku di tarik, dan aku menoleh kebelakang. Pencuri wanita itu sedang menatap tajam ke arahku.

“Kau, kau barusan memanggilku Juno, bukan? Bagaimana bisa kau tahu namaku?” (Yuno)

“Yah…. Urm…..” (Souma)

“Tunggu dulu Sou…. Kazuya. Siapa gadis ini?” (Liscia)

Sekarang Liscia yang cemberut dan melotot ke arahku karena alasan yang berbeda. Dia baru saja hendak memanggilku Souma tapi karena pencuri ini ada disini, dia mengubahnya ke nama samaranku ‘Kazuya’. Yap, kerja bagus, Liscia.

……. Jadi tolong berhenti menatapku seperti itu. Sayangnya aku bukanlah tipe orang yang merasa senang karena di pelototi oleh dia orang gadis manis dari kedua sisiku seperti itu.

Sebenarnya….. bagaimana aku harus menjelaskan semua ini.

Sebenarnya, party petualang ini adalah party yang sama dengan yang sering aku ikuti saat memakai Musashiboy-kun untuk mengetes batas kemampuan bonekaku. Itulah bagaimana aku bisa mengetahui nama pencuri wanita ini adalah Junoa, swordsman itu adalah Diese, petarung tangan kosong itu adalah Augas, Mage itu adalah Julia, dan sang priest adalah Febral. Karena aku mengenal orang-orang ini, aku langsung berlari pada saat kupikir Juno sedang dalam bahaya.

…… NAMUN, seperti yang diduga, aku tidak mungkin mengatakan hal itu disini saat ini. Kami saat ini sedang menyamar, dan selain fakta bahwa kami tidak boleh membiarkan identitas sebenarnya kami ketahuan. Aku tidak boleh membiarkan Junoa mengetahui bahwa aku adalah orang yang ada didalam Musashiboy-kun (sebenarnya aku berada di luarnya, sih). Sekarang aku mencoba memikirkan cara bagaimana aku dapat mengalihkan topik pembicaraan ini, tapi aku tidak bisa memikirkan ide yang bagus, jadi aku hanya berdiri sambil terdiam.

“Oi, kau dengar?” (Yuno)

“Kazuya?” (Liscia)

Tatapan mereka menusukku, tapi aku berpura-pura tidak mendengar mereka. Liscia dan Juno, keduanya menginginkan jawaban, dan aku menolak untuk menjawab. Tes kesabaran itu berlangsung selama beberapa saat.

“Apa yang kamu lakukan, Tuan!? Jangan bertindak seenaknya!!” (Carla)

“Gah hah hah ha! Aku melihatnya, anda tahu. Kelihatannya skill pedang yang saya ajarkan kepada anda berguna.” (Owen)

Carla dan Owen kembali setelah mengalahkan bandit lainnya. Menggunakan kesempatan itu untuk memecahkan suasana, aku menyelinap dari tengah-tengah Liscia dan Juno, dan bergegas pergi ke arah Carla dan Owen.

“Tunggu, Kazuya!” (Liscia)

“Oi, katakan siapa kau!” (Yuno)

Mengabaikan keluhan mereka, aku bertanya kepada Carla dan Owen.

“Kerja bagus, kalian berdua….. jadi siapa mereka?” (Souma)

“Menurut apa yang berhasil saya tarik keluar, kelihatannya mereka adalah penjual budak dan para bawahannya.” (Carla)

“Penjual budak?” (Souma)

“Tuan telah menjadikan penjual budak sebagai pegawai negeri sebelumnya, kan? Saya mendengar bahwa syarat untuk hal itu sangat ketat. Karena hal itu, para penjual budak dari luar negeri dan juga dari negara kita yang tidak memenuhi syarat, berpindah ke negara lain. Mereka adalah salah satunya.” (Carla)

Cara yang kugunakan untuk mengurangi perbudakan adalah dengan menjadikan mereka sebagai pegawai negeri, saat ini aku tidak bisa menghapus sistem perbudakan itu sendiri, tapi aku mengubah sifatnya, artinya aku mengubah perlakuan para budak dari ‘barang’ menjadi ‘pekerja buruh’. Karena hal itu, aku melakukan inspeksi dan mengeliminasi para pedagang budak yang memperlakukan budak mereka sebagai barang.

“Tapi kenapa mereka menyerang para pengungsi?” (Souma)

“Untuk mendanai pelarian mereka ke negara lain, mereka mencari wanita dan anak-anak berharga tinggi. Mereka berpikir bahwa karena pengungsi bukanlah warga negara, pihak berwenang tidak akan melakukan tindakan terhadap mereka.” (Carla)

“Tidak mungkin aku akan melakukan hal itu.” (Souma)

“Bah, bahkan jika anda mengatakan hal itu, apa yang harus saya lakukan.” (Carla)

Carla terlihat tidak senang, aku menenangkan diriku.

“……… maaf karena telah meneriakimu.” (Souma)

“Itu tidak masalah….” (Carla)

“Carla, maaf tapi bisakah kamu terbang kembali ke istana? Katakan apa semua yang terjadi disini kepada Hakuya. Orang itu mungkin dapat melakukan sesuatu pada hal ini, seperti melakukan peringatan atau sejenisnya.” (Souma)

“Baik. Saya paham.” (Carla)

Segera setelah dia mengatakan hal itu, Carla membentangkan sayap di punggungnya dan terbang ke langit. Aku secara tak sengaja melihat celana dalamnya untuk sesaat, jadi aku memalingkan wajahku. Jadi tolong, Liscia, jangan menatapku seperti itu. Segera setelah Carla pergi, Hilde kembali.

“Kami telah selesai merawat orang yang terluka. Lukanya dalam, tapi priest itu bertindak dengan cepat. Berkat itu nyawa mereka tidak berada dalam bahaya. Dia telah menutup lukanya dengan sihir cahaya.” (Hilde)

“Begitu…. Syukurlah….” (Souma)

“Tapi, apa yang akan anda lakukan? Kelihatannya ada banyak orang yang berkumpul disini.” (Hilde)

Melihat sekeliling, aku dapat mendengar keributan. Para pengungsi mulai berkumpul. Karena saat ini kami sedang menyamar, tidak akan bagus jika kami terus berdiam diri disini. Aku memanggil Liscia dan Owen.

“Ayo kita serahkan kepada para petualang untuk menyerahkan orang-orang ini. Kita harus bertemu dengan kepala desa seperti yang sudah direncanakan.” (Souma)

“Dimengerti.” (Owen)

“Sheesh….. lebih baik kamu menjelaskan semuanya setelah ini.” (Liscia)

Kami kemudian segera meninggalkan tempat itu. Menyadari hal itu, Juno-pun berteriak.

“Ah, tunggu dulu! Tunggu!” (Yuno)

Tapi kami tidak akan menunggu! Bye, so lo~ong[1]. Tunggu, dia adalah seorang pencuri disini, kan?


Catatan Penerjemah

[1] Salah satu quote terkenal dari salah satu seri pencuri di Jepang (mungkin lupin)

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

9 Comments Add yours

  1. naisu says:

    makasih senpai ~.~

    Like

  2. Semoga yg TL sehat selalu, murah rezeki dan cepet TL nya😆

    Like

  3. dia yg disana says:

    Hahahaha semngat souma

    Like

  4. BlueSky says:

    Lanjutkan…..

    Like

  5. touya says:

    Thx min
    Mudahan cepat update

    Like

  6. Ko says:

    Calon harem lagi?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s