Stranger’s Handbook Chapter 126

Chapter 126 – Pemberian Nama

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Si kampret…. Dimana si kampret itu!!?”

“Tuan, ini saya bawakan sedikit air.”

Aku roboh, mengeluarkan suara aneh, dan dibawa ke tempat tidur setelahnya.
Suu merawatku dan terlihat khawatir.
Bea harus merawat sang bayi, jadi sudah wajar bahwa dia saat ini tidak bersamaku.
……….. Tapi itu adalah hal yang bagus.

“Apakah aku…. Roboh…?”

“Apakah anda baik-baik saja? Anda terlihat seperti sedang bermimpi buruk.”

Aku meminum segelas air tanpa berhenti untuk menarik nafas dan akhirnya mulai menenang.
Untuk saat ini, bagaimana perkembangan situasinya?

“Suu, ceritakan kepadaku apa yang telah terjadi.”

“Ya, setelah tuan roboh…..”

Aku kehilangan kesadaran setelah suster kampret itu tiba.
Aku ingat sampai bagian itu.
Setelah itu, guruku Sonia menggunakan sihir pengamatannya kepadaku dan menyimpulkan bahwa semua itu terjadi karena kelelahan.
Lalu aku dipindahkan ke tempat tidur.

Suster kampret itu pergi beristirahat setelah berterima kasih kepada semua orang dan Albert menunjukkan kamar tamu kepadanya.
Suu berkata bahwa dia mencatat apa yang suster itu katakan dan bertanya apakah aku ingin membacanya, tapi aku menolak.
Bagaimanapun aku tidak akan memahami apapun selain aku berbicara dengannya secara langsung.

Setelah itu, guruku menjelaskan keadaan itu kepada Frontier Count dan Ibu mertuaku dan pertemuan keluarga itu ditunda untuk sementara waktu.
Begitu. Sekarang aku paham bahwa kami sama sekali belum sampai pada sebuah kesimpulan saat ini.

“Untuk saat ini aku akan pergi menemui Bea. Jika kami tidak memilih nama sebelum mereka datang, hal ini tidak akan pernah selesai.”

“Itu benar. Saya juga berpikir kalau itu akan menjadi hal yang terbaik.”

Tampaknya Suu juga menyetujui hal itu.
Benar, pertama-tama aku harus berbicara dengan Bea.
Aku segera berjalan menuju ruangan kami.

 

“Zest-sama, apakah kamu sudah merasa lebih baik?”

(Papa, apakah kamu baik-baik saja?)

Kedua orang itu terlihat sangat khawatir ketika mereka melihatku memasuki ruangan.
Tapi itu sudah wajar; semua orang akan merasa khawatir ketika suaminya tiba-tiba mengeluarkan suara aneh dan roboh setelahnya.

“Ya, aku baik-baik saja. Aku datang karena ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu Bea.”

“Apa itu?”

“Tentang nama itu…. Hanya bergantung pada situasi ini akan terlalu merepotkan. Kita mungkin juga harus memilih namanya terlebih dahulu?”

“Tentang itu…. mereka membuatmu sedikit kerepotan…. Tapi kamu benar, akan lebih bagus jika seperti itu.”

(Nama! Apakah kalian akan memilihnya sekarang!?)

Seperti yang diduga, Bea juga terkejut dengan seluruh situasi ini dan dia menyetujui ideku.
Mungkin dia menyimpulkan bahwa, jika kami tidak melakukannya sekarang, kondisi mentalku tidak akan bertahan lebih lama lagi.

“Sejak awal Zest-sama adalah orang yang seharusnya memilih nama itu. Aku tidak akan mengizinkan siapapun mengeluh tentang hal ini!”

(Waaai, Papa aku akan memilihnya!)

Bea terselimuti oleh kekuatan aneh; apakah dia sedang marah atau sejenisnya?
Mungkin karena keegoisan keluarganya yang ikut campur dalam masalah ini?

“Kesulitan yang membuat Zest-sama sampai roboh…. Aku juga akan membuat ibu dan kakekku merasakannya…. Ufufufufufu.”

(Ah, Toto harus makan beberapa biskuit.)

Toto melarikan diri.
Namun, aku tidak bisa melakukan hal yang sama.

“It-it-it-itu tidak masalah. Kamu terlalu mengkhawatirkannya, Bea….. tapi terima kasih karena telah mengkhawatirkanku.”

Aku mengelus kepalanya dengan lembut, dan kekuatan sihir hitam jahatnya akhirnya menenang.
Itu berbahaya…. Ini jauh membuatku lebih ketakutan.

“Tapi apakah kamu memiliki sebuah nama yang bagus?”

“Bisa dibilang…. Begitu, Bea. Apakah ada sesuatu seperti bahasa bangu yang diturunkan di dunia ini?”

“Bahasa bunga……? Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu.”

Dia menggendong sang bayi di tangannya saat dia menjawabku.
Kelihatannya dia baru saja mengganti popoknya.
Hal itu….. tidak mungkin bayi itu mengompol karena ketakutan yang disebabkan oleh kekuatan sihir Bea, kan.

“Begitu…. Jika seperti itu…..”

Aku menceritakan tentang bahasa bunga kepadanya dan tentang nama yang kupilih.
Sambil memeluk sang bayi, Bea terlihat sangat senang dengan pilihanku.

“Itu sangat bagus!! Tidak ada orang yang akan mengeluh tentang hal itu. Ufufu, itu benar-benar nama yang sempurna.”

“Kya kya.”

Bea dan sang bayi menunjukkan wajah yang penuh dengan senyuman.
……. Anak ini…. Apakah dia mengerti apa yang kami bicarakan?
Yah, itu hanya sebuah kebetulan…. Aku memutuskan untuk mempercayai hal itu dan segera pergi menuju ruang tamu dimana Frontier Count dan yang lainnya sedang menunggu.

 

 

“Semuanya, maaf telah membuat kalian khawatir. Tapi aku sudah baik-baik saja sekarang.”

Aku memasuki ruang tamu dengan bersemangat.
Frontier Count, guruku Sonia dan Ibu mertuaku Lamia melihat ke arahku.

“Oh, jadi kamu sudah baikan? Kamu tidak boleh memaksakan diri.”

“Kamu benar-benar putra menantu yang merepotkan. Kamu harus lebih bergantung kepada orang yang ada disekitarmu, kamu tahu?”

“Zest…. Aku memahami perasaanmu….. aku benar-benar memahami perasaanmu, Zest.”

Kelihatannya guru adalah satu-satunya sekutuku.
Bagaimanapun, ketika memilih nama Bea, dia bertahan dalam pertarungan selama tiga hari tiga malam……

Aku punya firasat bahwa kami bisa saling memahami hanya dengan menatap satu sama lain.

“Dan juga, tentang nama itu.”

Setelah pembicaraan biasa itu, ketika aku memecah kebuntuan dan menyinggung masalah nama, suasana di ruangan itu langsung berubah sepenuhnya.
Kalian berdua, kenapa kalian berdua bisa begitu terobsesi dengan sebuah nama?
Namun, aku tidak boleh kalah dalam pertarungan ini.
Hatiku terasa sangat tenang.

“Sebenarnya. Aku juga memiliki usulan. Aku ingin memberikan nama ini kepada putriku!”

Bagaimana dengan itu!? Aku memberitahu mereka!!
Mungkin karena perkataanku membuat mereka terkejut, kedua pembuat masalah itu menundukkan kepala mereka.
Hanya guruku yang menunjukkan ekspresi kaget.

“Oleh karena itu, aku akan menjelaskan kepada kalian tentang na….”

Aku tidak bisa melanjutkannya. Kata-kataku tidak mau keluar.
Aku merasakan tekanan yang sangat besar pada diriku.

“Itu bagus…. Jika kamu melakukannya sampai sejauh ini, kamu mungkin bisa melanjutkannya.”

“Fufu, putra menantu-dono…. Jika kamu memilih nama yang aneh…. Ufufufu.”

Ah, ini adalah pola terburuk….
Aku pada akhirnya sedikit mengompol, tapi itu hanya sedikit jadi semuanya baik-baik saja.
Setelah itu kering maka tidak akan ada masalah.

Diserang oleh kekuatan sihir yang luar biasa, aku menguatkan diriku.
Jika saja nama ini tidak pantas, tidak hal lain yang menungguku selain kematian….. Tapi!!!

Aku menyelimuti diriku dengan kekuatan sihir atribut cahaya dan menyatakannya kepada mereka.

“Apakah kalian tahu tentang bahasa bunga? Itu adalah sesuatu yang di turunkan di negara asalku, dan itu mengacu pada perasaan dan makna yang tertanam pada sebuah nama bunga.”

“Ada bahasa seperti itu?”

“Seperti yang diharapkan dari orang asing. Dan?”

“Nama anakku adalah ‘Wisteria’. Di Jepang, wisteria adalah bunga indah berwarna violet muda. Dan, didalam bahasa bunga, hal itu berarti ‘Menerima dengan senang hati / tidak akan pernah melepaskannya’. Bagaimana menurut kalian?’

“”…………..””

Bagaimana? Kalian tidak bisa mengeluhkan hal itu, kan?…… Kalian tidak akan mengeluh, kan?
Kedua orang itu menatapku dengan tajam tanpa mengatakan sepatah katapun.
Wajah guruku juga terlihat tegang…. Jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, kau akan membantuku, kan?

 

Sudah berapa lama waktu berlalu?
Kedua orang itu, yang tetap terdiam sampai saat ini, tiba-tiba mengalami reboot.

“Menakjubkan. Gaun wanita didalam Keluarga Frontier Count adalah pakaian berwarna hitam dan merah. Anak cucu menantu-dono yang beratribut cahaya akan mengenakan gaun berwarna ungu muda….. itu bagus sekali!”

“Wisteria…. Itu sempurna. Dan aku juga cukup menyukai bahasa bunga itu! Ayo kita gunakan nama itu!!”

Kelihatannya mereka berdua sangat puas dengan nama yang kupilih.
…… Syukurlah…. Aku senang karena mereka menyukainya.

“Syukurlah. Jika pilihanmu berakhir menjadi tidak pantas…. Kamu sudah menduganya, kan? Kamu sudah berada di ujung kematian, kamu tau, Zest?”

“Apalah mereka begitu terobsesi dengan sesuatu seperti…. Sebuah nama….”

Kedua orang itu sedang berada dalam suasana kegembiraan, tapi aku mengabaikan mereka. Lalu, guruku menyemangatiku dengan lembut.

“Namun, melihat keadaan mereka saat ini, semuanya tampak baik-baik saja. Ketika hal ini terjadi kepadaku, itu jauh lebih menakutkan. Baguslah karena semuanya berakhir seperti ini bagimu!”

“Be-Begitukah!? Ini akan berakhir sekarang, kan!?”

Aku akhirnya bisa bebas.
Karena kegembiraan yang kurasakan, air mata mengalir di wajahku tanpa kusadari.

Namun, kehidupanku tidak akan mengizinkan semuanya berakhir seperti itu.

“Wisteria, huh? Sekarang kita akan memilih nama panggilannya.”

“Ara, ayah. Itu sudah pasti Wis, kan.”

“Hahaha. Kukatakan kepadamu. Itu adalah Teria.”

Kelihatannya aku tidak akan dibebaskan lagi dalam waktu yang lama.
Bisakah aku hanya mengatakan…. Aku sudah mencapai garis finis??

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

6 Comments Add yours

  1. chickenxfist@gmail.com says:

    lol… dan ke esokan hari nya mendapatkan kabar seluruh penghuni istana pingsan karna gk sanggup nerima 3 kekuatan sihir frontier

    thx 4 chap

    Like

  2. tre says:

    dan terjadi lagi…
    kisah laama yang terulang… kembali :v

    jangan nyanyi vro :v

    Like

  3. gopang says:

    Plot twist,anaknya zest ternyata hasil dari reinkarnasi dunia lain 😂

    Like

  4. BlueSky says:

    Peperangan bisa saja terjadi karena sebuah nama….!!! :v

    Lanjutkan Zen-sama..

    Like

Leave a Reply to gopang Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s