Stranger’s Handbook Chapter 125

on
Chapter 125 – Nama sang Anak Perempuan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Bea, kamu melakukannya dengan baik. Bayi ini begitu menggemaskan…. Aku tidak akan menerima seseorang yang lebih lemah dariku untuk menikahi gadisku.”

“Fufu, katakan apa yang kamu inginkan tapi ini masih terlalu cepat untuk membicarakan hal itu.”

Aku pulih dari anemia dan saat ini sedang berbicara dengan Bea, saat bayi itu sedang tidur disampingnya.

Anak ini adalah putriku……

“Dia sungguh kecil.”

“Benar. Tapi sudah wajar jika seorang bayi sekecil ini.”

(Dia lebih besar dari Toto! Dia adalah adik perempuanku, tapi dia lebih besar dari Toto!)

Toto sedikit terganggu dengan fakta itu tapi dia tidak mau memisahkan diri dari adiknya karena dia terlalu manis.
Kelihatannya dia sudah benar-benar terpesona oleh bayi itu.

“Namun, aku senang karena persalinan itu berakhir dengan aman. Semua orang merasa khawatir, jadi aku akan berterima kasih kepada mereka.”

“Itu benar. Selain itu, apakah kamu juga sudah memikirkan sebuah nama.”

(Nama! Nama apa yang akan kamu berikan kepadanya!?)

……….. Sebuah nama, huh?
Bolehkah aku memilihnya?

“Bea, bolehkah aku yang memilih namanya? Apakah kamu juga memiliki ide?”

“Eh! Apa-Apakah kamu juga akan mendengarkan pendapatku!?”

“Kenapa kamu terkejut? Itu adalah hal yang wajar, kan?…… Apakah hal itu berbeda di dunia ini?”

“Ya, hanya pria yang di izinkan memilih nama untuk anak-anaknya. Aku memilih nama untuk Toto-chan, tapi gadis ini adalah anak tertua dari Keluarga Duke…..”

Begitu, di dunia ini…… itu adalah kebiasaan diantara para bangsawan.

“Aku adalah orang asing jadi aku tidak terlalu memikirkannya. Bisakah kita memikirkannya bersama-sama?”

“Ya! Aku ingin memberikan nama yang menakjubkan.”

(Toto juga! Toto juga akan memikirkan hal itu!)

Aku menghabiskan waktu bahagiaku bersama keluargaku yang baru saja bertambah.

 

“Cucu menantu-dono. Aku mendengar apa yang baru saja kamu katakan. Sungguh ide yang bagus untuk memilih nama itu bersama semua orang! Aku juga akan ikut bergabung.”

“Putra menantu-dono begitu memikirkan keluarganya. Aku juga akan ikut bergabung.”

Orang yang membuka pintu dan masuk kedalam kamar adalah Frontier Count dan Ibu mertua Lamia, wajah mereka berdua tertutupi dengan senyuman.
…… Bergabung? Memilihnya bersama semua orang?
Siapa yang membicarakan hal itu?

Kami menatap kosong ke arah mereka, tapi kedua orang itu tidak memperdulikannya.

“Aku mendengar dari para maid bahwa, meskipun sudah wajar bagi ayah untuk memilih nama anaknya… kamu ingin memilihnya bersama dengan semua orang.”

“Aku, juga, sangat tergerak dengan hal itu, ayah. Bea mempunyai suami yang menakjubkan.”

“Aku tidak menyangka bahkan aku akan hadir saat memilih nama cicitku.”

“…. Aku juga, sudah menjadi seorang nenek…. Nenek….”

Mereka berdua memiliki tatapan jauh di mata mereka, dengan alasan yang berbeda, tentu saja. Aku tidak dapat memikirkan satupun cara untuk berurusan dengan kedua orang ini.
Apa-apaan yang dikatakan oleh para maid kepada mereka….?

“Ibu mertua, bagaimana jika memanggil anakku dengan “Lamia-sama”?”

“Itu menakjubkan, Zest-sama.”

Untuk saat ini, memulihkan ibu mertuaku adalah prioritas utama.
Kelihatannya Bea mendukungku dalam hal ini jadi dia mengikuti rencanaku.

“Lamia-sama?… Kalau begitu ayo kita pilih itu.”

Cahaya kembali ke mata ibu mertuaku.
Aku tidak bisa memeriksa situasinya jika seperti ini…. Untuk saat ini, aku akan membiarkan Count sendirian.
Dia masih tenggelam dalam suatu hal dan sama sekali tidak bereaksi.

“Baiklah, bagaimana kalau sekarang kita mulai mendiskusikan namanya dengan benar!”

Sebelum Aku dan Bea dapat mengeluh kenapa keadaannya berubah menjadi seperti ini, Frontier Count kembali hidup.

“Serahkan padaku, aku punya sekitar 108 saran!!”

“Aku juga tidak akan kalah! Ketika kita memilih nama Bea…. Kita berdiskusi selama tiga hari tiga malam, sampai-sampai Sonia memohon kepada kita untuk membiarkannya tidur!”

Dan dengan itu, pertemuan keluarga yang sangat menyenangkan untuk memilih nama putriku telah dimulai.

 

“Seperti yang kubilang, kita harus memilih nama yang berhubungan dengan Bea.”

“Tidak, kita harus memilih nama bunga legendaris untuk cucuku.”

Dua jam telah berlalu sejak diskusi ini dimulai.
Intensitas pertarungan antara Count dan Ibu mertuaku terus meningkat.
Pertama kami sedang berada pada tahap memilih batasan namanya, sebelum masuk ke pemilihan nama yang sebenarnya.

“Be-Bea….. Apakah ini akan pernah selesai?”

“Aku tidak tahu…. Aku juga mulai merasa sedikit ketakutan.”

(Papa, aku ngantuk.)

Toto merangkak ke tempat tidur disebelah sang bayi dan segera tertidur.
Aku yakin Bea juga merasa lelah…. Dia mengusap matanya.

“Kelihatannya akan butuh waktu lama sampai hal ini selesai. Kamu juga harus beristirahat, Bea.”

“Baiklah. Tolong urus hal ini.”

Aku mempersiapkan futon untuknya, dan kemudian kembali ke medan perang.
Ya ampun.

 

“Lalu kita akan menggunakan nama bunga.”

“Ya, itu bagus.”

“Alhamdullilah… sungguh….”

Mereka akhirnya memilih batasan namanya, dan itu adalah nama bunga kuno dan legendaris.
Singkatnya, salah satu nama bunga yang ditinggalkan oleh orang asing dari Jepang sebelumnya.
Dengan ini, aku juga dapat ikut serta dan kupikir itu adalah ide yang bagus.
Aku tidak memiliki keluhan…. Aku benar-benar tidak memilikinya, tapi pertarungan ini berlangsung terlalu lama.

“Lalu, ayo kita usulkan beberapa nama. Nama bergaya Jepang, kan?”

“Hahaha, maksudmu nama bergaya barat, kan?”

Pertarungan selama dua jam yang lain untuk memilih apakah namanya akan bergaya barat atau bergaya Jepang dimulai.
Kelihatannya aku tidak akan bisa tidur untuk waktu yang lebih lama.

 

 

“Seperti yang kuduga, nama bergaya barat lebih baik.”

“Kamu benar, kita harus memilih nama bergaya barat.”

 

“Tuan, tolong bertahanlah. Mereka akhirnya memutuskan sesuatu.”

“Suu, aku tidak tahan lagi.”

Untuk memaksa mataku tetap terbuka, aku terus memukul kakiku; tapi itu mulai kurang efektif.
Aku sedikit menusuk diriku menggunakan pedang, lalu menggunakan sihir penyembuhan saat aku mencoba untuk bertahan dalam pertarungan panjang ini.
Aku telah melalui banyak hal beberapa jam terakhir jadi aku benar-benar ingin tidur…..

“Baiklah sekarang, akhirnya ini adalah saat yang telah kita tunggu-tunggu. Ayo usulkan namanya.”

“Hohoho, kamu pasti akan terkesan dengan jumlah usulan yang ada dipikiranku.”

Bagaimana mereka berdua bisa sesemangat itu?
Aku membenarkan posisiku yang hanya di dukung oleh kekuatan kemauan.

Namun, itu adalah saat dimana aku mengingat sesuatu.
Sebuah hal yang sangat penting……

Pintu ruangan terbuka keras dengan suara bang.
Kami semua melihat kearah pintu itu secara bersamaan dan melihat guruku sedang berdiri di depan pintu.

“Bea! Apakah Bea baik-baik saja!!??”

Itu adalah saat dimana pertemuan keluarga kami mendapatkan satu anggota baru.

“Dia sungguh menggemaskan. Gadis ini akan menjadi wanita cantik yang mirip dengan Bea.”

“………. Ya.”

“Benarkan? Ini mengingatkanku pada saat Bea baru saja lahir.”

“……….. Ya.”

“Hoho, kamu akan memiliki banyak kesulitan dimasa depan. Kamu harus menyingkirkan semua serangga yang buruk.”

“……….. Ya.”

Aku hampir tidak memiliki ingatan tentang kejadian itu.
Menurut Suu, pada saat itu aku adalah makhluk hidup yang hanya bisa menggumamkan kata ‘Ya’ dalam jangka waktu tertentu.

Ingatankan kembali tepat setelah saat itu.
Itu adalah saat dimana pintu ruangan kembali terbuka dengan suara keras.

 

 

“Maaf telah membuat anda menunggu! Saya telah membawa suster, sang gadis suci-dono!”

“Gadis Suci…. Aku bukanlah apa-apa selain anak yang sama-sama disayangi oleh tuhan. Seperti pohon yang tidak membandingkan ukurannya, seperti angin yang tidak bersaing dengan kekuatan mereka. Kita semua adalah suara air hujan yang tidak akan berhenti. Dan itu adalah kehendak tuhan!”

 

 

“AAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHH”

 

“Ad-ad-ad-ada apa, cucu menantu-dono?”

“Putra menantu-dono? Kendalikan dirimu.”

“E-eh? Ada apa, Paduka?”

“Tuan, jangan bertindak sembarangan!”

“Ap-apa yang terjadi? Zest-sama!? Apa yang sedang terjadi!?”

“Waaah…. Waaaaah……”

(Mama, Mama! Adik kecilku menangis!!)

 

Kegilaanku berlangsung selama beberapa saat.
Aku tidak bisa lagi…. menahan situasi ini……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s