Stranger’s Handbook Chapter 124

on
Chapter 124 – Persalinan yang Berisik

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Proofreader: Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Kalian! Jangan hanya berdiam diri disana, pergi rebus sedikit air atau sejenisnya sana!”

Semua orang mulai bergerak secara bersamaan ketika mereka mendengar perkataan keras yang diucapkan oleh bidan itu.
Di dunia ini bidan memiliki status yang tinggi.
Karena mereka berurusan dengan persalinan, mereka memiliki status yang kuat bahkan terhadap para bangsawan.
Sebaliknya, jika kau menyerang seorang bidan, kau akan benar-benar berada dalam masalah.

“Albert, urusi airnya. Aku dan Frontier Count akan bersiaga disini setelah kami mengumpulkan beberapa handuk bersih. Karena hanya perempuan yang boleh masuk kedalam ruangan itu, kau juga harus berada di sini, Suu, dan jika terjadi sesuatu kau harus segera memberitahuku.”

Aku berjuang untuk memberikan arahan, kepalaku masih berada dalam kondisi kacau.
Semua orang berjalan dengan terhuyung-huyung, tapi itu tidak dapat dihindari.
Kerusakan karena duduk dalam posisi seiza itu terlalu besar.
Saat aku menggunakan sedikit sihir penyembuhan kepada Frontier Count, para maid datang membawa kain dan handuk dalam jumlah banyak.
Oh, mereka sudah bersiap untuk hal ini.

“Paduka Zest, berita tentang Madam yang melahirkan telah tersebar di seluruh istana. Anda dapat merasa tenang dan menunggu disini.”

“Begitu. Itu sangat membantu. Kalau begitu aku akan mempercayakannya kepada kalian.”

Aku baru akan mengetahuinya nanti, tapi saat ini seluruh kegiatan istana di hentikan.
Sang Kaisar mengeluarkan perintah kekaisaran yang mengatakan ‘Istri Zest adalah prioritas utama kita. Jika ada orang yang mengganggu mereka akan dituduh melakukan pengkhianatan.’
…… Yang Mulia. Aku tidak akan melupakan kebaikan ini untuk sementara waktu.

Karena para maid meninggalkan pekerjaan rutin mereka dan saat ini sedang membantu kami, aku dan Frontier Count sedang tidak punya kerjaan.
Kami duduk di kursi yang telah dipersiapkan untuk kami di koridor dan menunggu.

“Fuu, persalinan, huh?….. aku tidak percaya betapa tidak bergunanya aku dalam keadaan seperti ini, benarkan, cucu menantu-dono?”

“Benar. Jika itu adalah pertempuran, aku tidak akan memiliki masalah untuk ikut ambil bagian, tapi jika itu berhubungan dengan hal ini, aku menjadi benar-benar tidak berguna.”

Kami bercakap-cakap sambil meminum teh.
Tidak peduli walaupun aku memiliki jumlah kekuatan sihir yang besar. Tetap saja itu tidak akan berguna di dalam persalinan.
Menunggu dan berdoa adalah hal yang cukup berat bagiku.

 

 

Aku dan Frontier Count menunggu selama beberapa menit.
Pintu ruangan itu terbuka keras dengan suara bang.

“Kenapa kalian malah minum teh dengan santai!? Cepat cari pengguna sihir yang dapat menggunakan sihir penyembuhan!! Ini darurat!!”

Bidan itu berteriak ke arah kami, ekspresinya terlihat menakutkan dan tubuhnya dipenuhi darah.
Apakah ini…. Adalah keadaan yang berbahaya?

“Seberapa bagus pengguna sihir yang kamu butuhkan? Atau haruskah kami membawa lebih dari satu? Mungkin beberapa mage berperingkat tinggi?”

“Seorang mage yang handal saja sudah cukup. Dia kekurangan darah, jadi saat ini dia sedang berada dalam keadaan bahaya.”

Seperti yang ku duga…..
Aku tidak terlalu mengetahui soal persalinan, tapi sebenarnya aku merasa aneh karena Bea terlalu banyak mengeluarkan darah……

“Frontier Count, siapa mage pengguna sihir penyembuhan yang paling terkenal di Kekaisaran? Ayo segera kita hubungi mereka!”

“Serahkan padaku. Seorang mantan imperial mage yang hebat….. Ah! Sonia sedang ada di wilayahku!!…. Kita juga bisa mempercayai gadis suci-dono dari Negara Suci Lilac yang banyak dirumorkan itu…..”

Guru?…… apakah dia akan sampai tepat waktu jika kami mengirim seseorang untuk menjemputnya saat ini?
Dengan kecepatan yang dimiliki para naga, dia mungkin bisa sampai tepat waktu!?

“Albert, dimana Albert!?”

“Ya pak! Ada apa, Paduka?”

“Albert, ini keadaan darurat. Pergi ke wilayah Frontier Count secepat mungkin dan culik Ayah Mertua Sonia!”

“Bawa ini bersamamu! Belati pendek ini adalah lambang Frontier Count. Jika kau menunjukkan hal ini kepada Sonia, dia akan mengikutimu dengan patuh.”

“Ya pak! Serahkan kepada saya!”

Albert menerima belati itu dan mulai berlari.
Saat ini aku hanya bisa mempercayainya.
Selanjutnya, gadis suci…. Tapi siapa dia?

“Gadis suci-dono? Siapa orang ini?”

“Kamu tidak tahu? Dia membangun gereja di wilayahmu…”

Haaa!? Si kampret itu adalah gadis suci!!!!
Me-Memang benar bahwa dia memiliki kekuatan sihir dan syarat lain yang diperlukan….. Untuk saat ini aku juga akan mengirimkan seseorang untuk menemuinya.

“Seseorang dari unit maid!?”

“Ya pak! Saya, Media, ada disini untuk anda, Paduka.”

“Media, pergi jemput si kam… suster dari wilayah duke. Jika kau menjelaskan situasinya, dia tidak akan menolakmu. Pergi!”

“Baik. Saya pasti akan membawanya bersama saya!”

Dia meloncat keluar melalui jendela dan pergi.
……… Ini adalah lantai tiga, kau tau? Tapi dia adalah Media, jadi kurasa semuanya baik-baik saja.
Karena aku mendengar suara naga yang mulai terbang, aku yakin dia masih hidup.
Tolong, jangan terlambat…..
Saat aku dan Frontier Count terus berdoa, pintu ruangan itu kembali terbuka.
Ibu Mertua Lamia berdiri disana dengan sikap mengesankan.

“Zest!! Bukankah kau adalah seorang mage yang dapat menggunakan sihir penyembuhan!? Cepat dan masuklah kedalam!!”

“”…………. Ah.””

Kami membeku….. semua orang membeku karena kebingungan…..

 

“Bidan-dono, serahkan sihir penyembuhan kepadaku! Aku akan mengaktifkannya sepanjang hari jika itu diperlukan!”

“Kesampingkan kebanggaanmu itu, cepat dan lakukan itu!! Sebelumnya cuci dulu tanganmu sampai bersih!!”

“Ah, baik.”

Setelah aku masuk kedalam ruangan itu, medan perang masuk kedalam pandanganku.
Semua kain dan handuk yang telah dipersiapkan oleh para maid saat ini benar-benar berwarna merah.
Bea terbaring ditempat tidur, wajahnya terlihat pucat.

“Bea, aku tidak akan pernah membiarkanmu mati. Kamu dapat mempercayai hal itu.”

Aku mengatakan hal itu dan mengeluarkan seluruh kekuatan sihirku.
Aku menciptakan khayalan dimana aku mengembalikan darahnya sambil memulihkan kekuatan fisiknya.
Aku harus menyelamatkan Bea tidak peduli bagaimanapun caranya…..
Aku harus menyelamatkan anakku tidak peduli bagaimanapun caranya….
Saat aku berdoa untuk keselamatan mereka, aku menggunakan seluruh kekuatan sihir yang dapat kugunakan.

“Ap-apa-apaan kekuatan sihir ini… Apakah kamu masih merasa baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja. Jika ini sudah cukup, Aku dapat menggunakan sihir seperti ini selama tiga hari berturut-turut. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Tolong rawatlah Bea.”

Aku terus menggunakan sihir penyembuhan, saat keheranan.

“Bidan-dono, anak ini memiliki jumlah kekuatan sihir yang gila, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya. Selain itu, dia adalah seorang mage yang lebih kuat dari Sonia, jadi kita bisa merasa tenang.”

“Dia lebih kuat dari Sonia-sama? Ah, jadi duke yang terkenal itu sebenarnya adalah anak ini? Jika seperti itu, kita memang bisa merasa tenang.”

Suasana tegang yang ada beberapa saat lalu saat ini sudah hilang.
Apa! Apa yang mereka bicarakan?

“Biasanya, disaat seperti ini, aku akan memberitahu kalian untuk bersiap dengan kematian sang bayi, tapi dengan jumlah kekuatan sihir sebanyak ini yang membantuku…. Tidak ada persalinan yang lebih mudah dari pada ini.”

Sama seperti yang dikatakan bidan itu, persalinan itu berjalan sangat lancar setelahnya.

 

 

 

“Waaah! Waaaaa!”

“Ooh, bayi perempuan yang sehat. Selain itu, dia mirip dengan madam, jadi dia akan menjadi wanita yang sangat cantik.”

“Bea, kau melakukan yang terbaik.”

“Dia lahir….. In-Ini adalah anakku….”

Ruangan itu bergema dengan suara tangisan bayi yang baru lahir.
Dua jam setelah aku masuk kedalam ruangan itu, persalinan itu berakhir dengan aman.

“Dia benar-benar mirip dengan Bea. Dia akan menjadi wanita yang sangat cantik di masa depan.”

“Dia begitu hangat….. Senang bertemu denganmu, bayi perempuanku yang manis.”

Bea memeluk bayi itu dengan erat di dadanya.
Ibu mertua Lamia melihat mereka dengan penuh kasih sayang.

“Ya ampun! Aku akan pergi sekarang. Selamat! Aku bersyukur karena semuanya berakhir dengan baik.”

Bidan itu meninggalkan ruangan, wajahnya terlihat agak kelelahan.

“Dia begitu manis. Aku juga ingin memiliki bayi.”

“Ini sungguh bagus, aku juga harus segera menikah.”

“Aku…. Aku… Aku sungguh iri….. dan aku juga berpikir untuk segera menikah.”

Para unit maid juga membuat keributan.
Fufu, aku bersyukur karena semuanya berakhir dengan aman.

 

“Jadi, putra menantu-dono, berapa lama kamu akan terus seperti itu? Demi dewa, kamu menderita anemia hanya karena melihat persalinan…..”

“Aku juga malu pada diriku sendiri.”

Aku berbaring di sofa dan melihat keadaan itu dari sana.
Aku benar-benar tidak dapat melihat proses itu secara langsung……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s