Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 4 Chapter 1 D

Arc 4
Chapter 01 – Kisah Dua Buah Kota D

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah [Kikkourou[1] Brewery], yang terletak didekat pusat pelatihan (lambangnya adalah kanji untuk serigala – 狼 – di tengah sebuah segi enam). Itu dikelola oleh suku Tomoe-chan, Suku Mythical Wolf, dan produk utamanya adalah shouyu, miso, dan sake. Ditempat ini, kami bertemu dengan seseorang yang ku kenal. Saat kami memasuki tempat itu, di sana ada orang gemuk yang mengenakan pakaian lengan pendek meskipun sebentar lagi akan masuk musim dingin.

“Hm? Poncho?” (Souma)

“Oh, Yang Mulia! Ini hari yang bagus, ya!” (Poncho)

Saat dia menyadari kami, Poncho membungkuk dan merendahkan kepalanya. Dia hanya membungkuk sekali, jadi dia mungkin sudah terbiasa dengan hal itu. Karena dulu, dia akan membungkuk berkali-kali.

“Poncho, apa yang kamu lakukan ditempat ini?” (Souma)

“Benar! Tolong dengar ini Yang Mulia!” (Poncho)

“Terlalu dekat, terlalu dekat! Apa yang merasukimu?” (Souma)

“Akhirnya….. Akhirnya itu telah selesai! Apa yang diinginkan oleh Yang Mulia, ‘saus’ itu!” (Poncho)

Ketika dia mengatakan hal itu, Poncho mengeluarkan sebuah botol yang berisi cairan hitam dan menunjukkannya kepadaku. ‘Saus’ yang kuinginkan?…… Ah!

“Benarkah? Apakah ‘itu’ sudah selesai!?” (Souma)

“Tolong cicipi ini, ya.” (Poncho)

“Baiklah!” (Souma)

Aku menjatuhkan beberapa tetes cairan hitam itu ke telapak tanganku dan mencoba menjilatnya. Rasa dari sayuran dan buah. Aroma rempah-rempah yang memenuhi hidungku. Rasa yang benar-benar milik saus itu. Dan juga, tidak seperti saus Worcester biasanya, rasa asam dan manisnya jauh lebih kuat, selain itu rasanya juga lebih dalam. Tidak diragukan lagi. Tidak diragukan lagi saus ini, “Saus Makanan Bertepung” ini cocok untuk yakisoba dan sejenisnya.

“Rasa saus ini…. Sungguh laki.” (Souma)

“Apa yang kamu katakan? Itu sama sekali tidak masuk akal.” (Liscia)

Saat Liscia yang terkejut mengatakan hal itu kepadaku, aku kembali tersadar.

“Err, saat aku memikirkan fakta bahwa saus ini akhirnya selesai setelah sekian lama melalui uji coba dan kegagalan, aku tergerak secara emosional.” (Souma)

“A-Apakah itu benar-benar se menakjubkan itu?” (Liscia)

“Jika kita memiliki hal ini kita dapat membuat yakisoba, okonomiyaki, monjayaki, takoyaki, dan sobameshi. Tentu saja, saus ini juga cocok untuk makanan yang digoreng kering.” (Souma)

“Aku tidak mengenali sebagian besar makanan yang baru saja kamu sebutkan…..” (Liscia)

“Aku akan membuatnya lain kali. Bahkan jika ada makanan yang tersisa, Aisha pasti akan menghabiskannya.” (Souma)

Tapi kau tahu, saus untuk makanan bertepung akhirnya telah selesai. Sudah sangat lama. Dunia ini sudah memiliki saus Worcester, tapi tidak ada saus seperti ini yang cocok untuk yakisoba. Aku berpikir bahwa mungkin entah bagaimana aku akan berhasil membuatnya dan berakhir melalui berbagai uji coba dan kegagalan. Meski begitu, karena aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang pembuatan saus, aku tidak bisa memproduksi ulang rasanya (pada akhirnya, dari pada roti yakisoba, aku malah membuat roti napolitan). Aku menyerah di tengah jalan, tapi sepertinya Poncho melanjutkan penelitiannya…..

“Tapi, kamu membuatnya dengan cukup baik. Poncho, kamu belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, kan?” (Souma)

“Perkataan Yang Mulia, “Lebih kental dari saus biasa, dengan rasa asam dan manis”, dan seperti yakisoba, disini ada hidangan dimana saus dicampur dengan mie, Naporitan. Itulah yang menjadi petunjuknya.” (Poncho)

“Naporitan?” (Souma)

“Ya, benar, ya. Naporitan itu menggunakan saus tomat, ‘Ketchup’, yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Yang Mulia. Karena saus tomat itu benar-benar cocok untuk Mie, mungkin itu juga digunakan untuk hidangan Mie yang disebut yakisoba, atau itulah yang saya pikirkan, ya.” (Poncho)

“………. AHH!” (Souma)

Begitu! Jadi, rasa asam dan manis di saus ini berasal dari saus tomat! Itu artinya, Saus Makanan Bertepung adalah saus Worcester yang dikentalkan dengan menambahkan Ketchup ke dalamnya!

“Lalu, untuk mengeluarkan rasa dari campuran saus biasa dengan saus tomat, saya menambahkan sedikit shouyu dan mirin yang diproduksi oleh Kikkourou Brewery. Jadi….. bagaimana?” (Poncho)

Saat dia ragu-ragu dengan perkataannya, aku meletakkan tanganku di atas pundak Poncho.

“Poncho…. Kerja bagus.” (Souma)

“Ap-! An-Anda memuji saya, Yang Mulia, ya!” (Poncho)

“Lalu, bisakah kamu memproduksi saus secara massal?” (Souma)

“Kikkourou Brewery dapat melakukannya.” (Poncho)

Bagus kalau begitu. Dengan ini, halaman yang baru akan ditambahkan ke daftar hidangan kerajaan. Saat aku dan Poncho merasa senang dengan saus ini, para anggota lainnya, khususnya perempuan, menunjukkan senyum masam kepadaku.

“Meskipun Souma tidak serakus itu, tapi kadang-kadang, dia menyibukkan diri dengan hal itu. Aku penasaran kenapa dia bersikap seperti itu.” (Liscia)

“Pria memang makhluk seperti itu, Putri. Mereka akan menggunakan seluruh antusiasme yang mereka miliki pada hal-hal yang tidak dipahami oleh wanita dan tidak peduli dengan apa yang disebabkan oleh hal itu. Mereka sungguh makhluk yang seperti itu.” (Hilde)

“Kelihatannya kamu sudah mengalaminya secara langsung. Apakah ada kenalan Hilde-dono yang bersikap seperti itu?” (Carla)

“Jangan terlalu banyak bertanya, dragonewt jou-chan. Apakah kamu ingin mulutmu dijahit agar kamu bisa diam?” (Hilde)

“Uu…. Ya, Ma’am. Aku tidak menanyakan apapun.” (Carla)

………….. Aku penasaran, apa yang sedang mereka lakukan disana……

***

Setelah kami berpisah dengan Poncho, kami mengadakan pertemuan dengan Tetua Suku Mythical Wolf di kantor Kepala Perusahaan. Kami duduk berhadapan dengan posisi yang sama saat berada di kantor Ginger. Tetua itu memiliki rambut berwarna putih, jenggot putih yang panjang, dan kumis tebal yang membuatnya terlihat seperti anjing Maltese. Yah, dia sebenarnya adalah orang tua, sih. Lalu, saat Tetua itu sudah duduk, dia kemudian membungkuk rendah.

“Untuk Raja terhormat yang telah melindungi kami, Suku Mythical Wolf, membangun pabrik Kikkourou, dan memberikan berbagai bantuan kepada kami, kami selalu berterimakasih kepada anda. Sebagai perwakilan dari suku kami, biarkan saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.”

“Tidak apa-apa. Tomoe-chan juga sangat membantu kami. Selain itu, itu merupakan sebuah kebetulan yang menguntungkan karena suku kalian tahu bagaimana cara menanam padi dan cara memproduksi shouyu, mirin, dan sake. Sehingga aku bisa memakan makanan yang lezat.” (Souma)

“Pujian itu terlalu berlebihan bagi kami. Lalu, Raja saya, ada urusan apa anda datang kemari hari ini?” (Tetua)

“Ah…… masalah tentang wilayah ‘luar’, kupikir aku harus segera menyelesaikannya.” (Souma)

“Wilayah ‘luar’….. Apakah maksud anda adalah kamp pengungsian?” (Tetua)

Saat Tetua menanyakan hal itu, aku mengangguk diam. Aku percaya bahwa aku harus menyelesaikan daftar masalah yang dimiliki negara ini negara ini saat aku dipanggil di dunia ini, sampai batasan tertentu. Kekurangan pangan telah terselesaikan, dan negara sudah dipersatukan. Musuh asing telah dikalahkan, sementara untuk Wilayah Raja Iblis, kami telah membuat rencana untuk melawan mereka dengan mendirikan aliansi rahasia dengan Kekaisaran, lalu masalah terakhir yang tersisa adalah masalah pengungsi ini.

Di luar benteng Ibu kota Parnam, terdapat pemukiman para pengungsi dari utara yang melarikan diri akibat kemunculan Wilayah Raja Iblis. Meskipun ada berbagai ras yang berkumpul di tempat itu, hanya Suku Mythical Wolf, karena keahlian yang mereka miliki, dapat meloloskan diri mereka dari tempat itu. Namun, itu hanyalah beberapa persen dibandingkan total keseluruhan para pengungsi. Ada banyak pengungsi yang masih tinggal di kamp pengungsian itu.

Untuk saat ini, mereka menerima jumlah makanan dan kebutuhan lainnya dalam jumlah minimal, bahkan selama masa-masa sulit. Namun, hal itu tidak bisa bertahan lama. Ada masalah sanitasi, dan jika mereka terlalu lama menerima bantuan, maka hal itu mungkin akan melahirkan pergesekan diantara para warga. Jika mungkin, aku ingin mereka memilih sendiri jalan hidup mereka sebagai warga negara ini dan hidup mandiri, sama seperti yang dilakukan Suku Mythical Wolf….. tapi sepertinya itu akan sulit. Keinginan mereka adalah [Kembali ke negara asalku]. Jika mereka menjadi warga negara ini, maka itu sama saja dengan menyerah untuk kembali ke negara asalnya.

Mengingat bahwa keinginan mereka ada untuk suatu hari kembali ke negara asalnya saat Wilayah Raja Iblis telah di usir, itu adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat mereka terima. Aku telah berkali-kali mengirim bawahanku ke kamp pengungsian dan mencoba untuk membujuk mereka, tapi mereka semua gagal mencapai kesepakatan. [Aku ingin kembali ke negaraku], [Sampai saat itu, aku ingin tinggal di tempat ini], karena sudah jelas apa yang sedang mereka pikirkan, kami tidak terlalu banyak membantah mereka.

………….. Namun, tidak ada banyak waktu yang tersisa.

“Sebentar lagi akan musim dingin. Dengan tenda dan gubuk bobrok itu, orang-orang yang lemah seperti orang tua atau anak-anak akan mati membeku. Sebelum hal itu terjadi, aku berniat mendesak mereka secara pribadi untuk segera mengambil keputusan.” (Souma)

“Yang Mulia………” (Tetua)

“Untuk alasan itu, pertama aku ingin mengirim Tetua sebagai utusanku ke kamp pengungsian. Lalu, menyampaikan bahwa aku akan berkunjung. Dengan itu, kesempatan akan terjadinya kekacauan akan berkurang.” (Souma)

“…….. Seperti yang anda inginkan.” (Tetua)

Kemudian, Tetua itu berdiri dan berlutut dilantai.

“Kami, Suku Mythical Wolf, telah diselamatkan oleh tangan Yang Mulia. Jika bisa…. Tolong selamatkan saudara-saudara kami yang lain juga.” (Tetua)

Tetua mengatakan hal itu saat dia membungkukkan kepalanya dengan sangat rendah, tapi aku menggaruk kepalaku.

“……….. Aku akan melakukan sebanyak yang kubisa.” (Souma)

“Bukankah ini adalah saat dimana kamu mengatakan, [Serahkan padaku]?” (Liscia)

Liscia mungkin berkata demikian, tapi itu hanya akan menjadi janji kosong.

“Aku akan mencoba membujuk mereka, tapi…… orang yang akan memutuskan pada akhirnya, bukanlah aku. Merekalah ang akan memutuskan masa depan mereka sendiri. Jika mereka mengikuti keputusan ini, maka aku harus memutuskan bagaimana cara untuk menangani mereka.” (Souma)

“Souma……..” (Liscia)

Apa yang kuinginkan adalah…… agar mereka membuat keputusan mereka sendiri, bukan untuk melihat [Khayalan], tapi untuk melihat [Kenyataan]……


Catatan Pengarang

[1] Kikkorou adalah sebuah parodi dari Kikkoman, produsen soysauce yang saat ini merupakan perusahaan makanan dan minuman internasional yang berpusat di Jepang.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

6 Comments Add yours

  1. poncho says:

    Kikkorou adalah sebuah parodi dari Kikkoman, produsen soysauce yang saat ini merupakan perusahaan makanan dan minuman internasional yang berpusat di Jepang. Wew baru tau gw

    Like

  2. touya says:

    Lanjutkan

    Like

  3. -VindicE- says:

    Nice tetap lanjutkan gan

    Like

  4. BlueSky says:

    Lanjutkan…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s