Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 4 Chapter 1 C

Arc 4
Chapter 01 – Kisah Dua Buah Kota C

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Sejak awal, di dunia ini, hanya ada beberapa orang yang dapat dipanggil physician dengan standar modern Jepang. Orang yang melakukan perawatan medis adalah Penyihir Beratribut Cahaya atau seorang apoteker yang menggunakan obat medis untuk mengurangi gejala pasien. Sebagian besar penyihir beratribut cahaya adalah pengikut gereja. Akibatnya, sebagian besar rumah sakit dibangung didekat gereja itu sendiri.

Itulah keadaan negara ini saat ini, tapi itu agak berbeda dengan kasus Suku Mata Tiga. Karena teknologi medis mereka yang lebih maju, sebagian besar orang sakit atau terluka akan dirawat dirumah mereka sendiri. Jika ada penyakit parah yang tidak bisa mereka obati dirumah mereka sendiri, mereka akan mencari [Physician] yang kemudian akan memberikan obat kepada mereka. Wajar saja, para physician itu adalah orang yang sangat berpengaruh di suku itu dan jumlah mereka juga sedikit.

Hilde, yang saat ini sedang menyemprotkan larutan antiseptik (mungkin limewater), memiliki ilmu medis terbaik diantara Suku Mata Tiga, dan merupakan [Physician] terbaik di suku itu….. Tapi penampilannya saat ini, tidak ada bedanya dengan petani yang sedang menyemprotkan pestisida. Hilde, yang sebelumnya tertawa dengan bersemangat, sekarang mengeluarkan suasana berat di sekitarnya dan menunjukkan senyum tertekan.

“Sialan…. Bukankah aku sudah mengatakan untuk membersihkan kotoran kucing dengan benar! Karena mereka membiarkannya ditempat terbuka, seluruh tempat ini dipenuhi oleh mikroba! Ah, hadeh! Kotor-kotor!” (Hilde)

Sambil menyemprotkan larutan antiseptik, kali ini dia menghentakkan kakinya dengan marah. Seseorang mungkin berpikir bahwa dia memiliki emosi yang tidak stabil, tapi itu adalah perilaku Hilde yang biasa. Karena dia adalah ahli farmasi terbaik di Suku Mata Tiga dan bahkan di Suku Mata Tiga yang memiliki begitu banyak penggila kebersihan, dia termasuk memiliki tendensi yang kuat. Hasilnya, seperti saat ini, dia selalu membawa desinfektan…… Melihat terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah.

“Kamu sama seperti biasa, Hilde!” (Souma)

“Hmm? Dan…. Siapa kamu?” (Hilde)

Aku melepaskan caping yang kupakai dan menunjukkan wajahku. Kemudian, tanpa keterkejutan di wajahnya, dia berkata,

“Ah, jadi sang Raja.” (Hilde)

Lalu dia segera kembali menyemprotkan larutan antiseptik itu.

“Apa itu? Sungguh tidak sopan. Aku adalah orang yang cukup terkenal, kamu tahu?” (Souma)

“Lalu, anda seharusnya mengenakan pakaian yang lebih ‘pantas’. Saya kira anda hanyalah orang biasa.” (Hilde)

Seperti biasa, Hilde memiliki mulut yang pedas. Bahkan di dunia sebelumnya, aku memiliki gambaran kalau dokter itu memiliki cara bicara yang kasar, tapi sepertinya hal yang sama juga berlaku di dunia ini. [Penyakit akan menyebabkan kebaikan dan keburukan, kekayaan dan kemiskinan, tua dan muda, dan seluruh ras itu sama. Di hadapanku, seluruh pasien memiliki derajat yang sama], itulah yang dia percayai.

“Huft… Hilde, biarkan aku memperkenalkan mereka kepadamu. Orang-orang ini adalah,” (Souma)

“Saya sudah tahu, karena mereka terkenal. Tuan Putri dan putri mantan Marsekal Angkatan Udara, kan?” (Hilde)

“Are? Lalu bagaimana dengan Owen-dono?” (Souma)

“Siapa juga yang mau berkenalan dengan Jii-san kotor seperti itu?” (Hilde)

“Apa katamu!?” (Owen)

Bahkan Owen marah saat dia dikatakan sebagai Jii-san yang kotor.

“Apa yang kau maksud dengan kotor!? Meskipun seperti ini, orang tua ini selalu memperhatikan penampilannya!” (Owen)

“Kau melakukan hal yang sia-sia, dasar daruma berotot! Apakah kau membasuh tubuhmu dengan benar!? *Pssst~*” (Hilde)

“Hei, berhenti menyemprotku dengan kabut aneh itu! Setiap pagi, aku menyiramkan air ketubuh telanjangku dan menggosoknya menggunakan handuk!” (Owen)

Uuu….. Pada akhirnya aku memikirkan hal ini. Di bawah sinar matahari pagi, seorang jii-san macho sedang mandi sambil telanjang…. Bahkan aku merasa kotor karena membayangkannya. Mungkin karena mereka membayangkan hal yang sama, bahkan Liscia dan Carla menunjukkan wajah jijik.

“Ngo-Ngomong-ngomong Hilde. Kenapa kamu berada ditempat ini hari ini?” (Souma)

Saat aku bertanya kepadanya untuk mengubah topik pembicaraan dengan paksa. Hilde menanggapinya sambil mendengus.

“Humph. Jika saya menyerahkan tempat ini kepada orang-orang itu, maka tempat ini akan menjadi tidak sehat dengan cepat. Jadi terkadang saya datang untuk memberikan arahan dan memusnahkan mikroba.” (Hilde)

“Begitu…… Ngomong-ngomong, hari ini kamu tidak bersama dengan rekanmu?” (Souma)

“Jangan menganggapnya sebagai rekan saya.” (Hilde)

Hilde membuat pernyataan itu dengan nada tidak senang.

“Bocah nakal itu pergi ‘keluar’. Katanya, “Daripada merawat babi gemuk, aku lebih ingin menyembuhkan anjing liar” atau sesuatu seperti itu.” (Hilde)

“……. Dia juga merupakan orang yang keras kepala.” (Souma)

“Bisakah Raja mengatakan sesuatu kepadanya? Orang itu selalu menyerahkan tugas mengajar para pemula kepada saya.” (Hilde)

“Be-Begitu……” (Souma)

Brad Joker. Bersama dengan Hilde, dia adalah physician lain yang merupakan salah satu sayap reformasi sistem perawatan medis. Dia adalah seorang pria dari ras manusia dan tentu saja dia memiliki kemampuan sebagai seorang physician, tapi….. kepribadiannya agak merepotkan.

“(Bagaimanapun, aku tidak bisa membayangkan bocah itu mengajari orang lain. Meskipun dia akan memberi arahan kepada para pemula dengan menunjukkan praktik langsung di lapangan, untuk tugas mengajar, tidak ada pilihan lain selain menyerahkannya kepada Hilde….)” (Souma)

“Apakah anda mendengarkan saya? R-A-J-A?” (Hilde)

“Ba-Baiklah. Aku akan mencoba berbicara dengannya.” (Souma)

Aku hanya bisa mengangguk saat dia tersenyum penuh kemarahan.

“Lalu, kenapa Raja dan kelompoknya datang ke tempat ini?” (Hilde)

“Ah….. Aku ada urusan dengan Ketua Suku Mythical Wolf. Kebetulan, aku juga ingin mengunjungi pusat pelatihan bisnis yang telah ku percayakan kepada kelompok Ginger.” (Souma)

“Ah. Untuk urusan seperti itu, bukan?” (Liscia)

Liscia menunjukkan wajah seolah-olah dia memahami sesuatu. Ngomong-ngomong, aku belum mengatakan tujuan kunjungan hari ini.

“………. Lalu akan meminta ‘koneksi’ milik ketua Suku Mythical Wolf, karena aku berencana untuk pergi ‘keluar’.” (Souma)

“Eeh~, anda ingin pergi keluar? Kalau begitu saya akan ikut dengan anda.” (Hilde)

Saat dia meminta hal itu, Hilde membuat tawa keras.

“Eh? Kenapa?” (Souma)

“Bukankah sudah jelas? Untuk mengajarkan sedikit akal sehat kepada idiot diaknostik itu.” (Hilde)

Meskipun wajahmu tertawa, matamu sama sekali tidak tertawa, Hilde-san.

“Ba-Baiklah…. Jangan terlalu berlebihan, ok?” (Souma)

Lalu, di dalam sebuah kelompok yang terdiri dari wisatawan luar negeri, gadis sekolahan, maid, dan jii-san macho, seorang dokter wanita ikut bergabung….. Hmm….. Membacanya secara harfiah membuatku merasa ada sesuatu yang masih kurang.

***

[Kikkourou Brewery] tempat dimana Suku Mythical Wolf memproduksi miso, shouyu, dan sake, dan [Sekolah Pelatihan Bisnis], yang dibuka oleh kelompok Ginger untuk warga perkampungan kumuh, terletak di tengah bekas perkampungan kumuh. Keduanya membutuhkan lokasi yang luas, tapi tidak ada tempat kosong lagi selain area ini. Tapi sekali lagi, tak perlu dikatakan bahwa pusat pelatihan bisnis menjamin penyaluran tenaga kerja untuk Kikkourou Brewery, jadi pengaturan ini tidak terlalu buruk juga. Ini adalah sesuatu yang dapat dikatakan sebagai pengaturan yang menguntungkan.

Pertama, kami mengunjungi [Sekolah Pelatihan Bisnis] yang telah dipercayakan kepada kolompok Ginger. Sekelompok bangunan yang berjajar didalam halaman, yang tertutup oleh dinding bata. Saat ini, isi pelajaran yang ditawarkan di [Sekolah Pelatihan Bisnis] hanyalah pelajaran membaca dan menghitung, tapi karena aku berencana untuk mencoba banyak hal, pada akhirnya jumlah bangunannya menjadi begitu banyak.

Saat kami melewati gerbang masuk,

“Sampai jumpa, San-sensei.” (Murid)

“Sampai jumpa~” (Murid)

Beberapa anak berlari setelah mengucapkan salam perpisahan. Sebagian besar anak-anak itu berumur 10 tahun. Pakaian mereka tidak berkualitas bagus, tapi mereka semua sangat bersemangat. Kami bisa melihat mantan budak, yang saat ini merupakan sekretaris Ginger, Sandria, melambaikan tangannya ke arah anak-anak itu.

“Sampai jumpa, semuanya. Tolong berhati-hatilah dijalan pulang.” (Sandria)

Sambil tersenyum, Sandria melihat anak-anak itu pergi. Setelah itu, dia menyadari keberadaan kami dan membungkuk dengan hormat. Dia melakukan hal itu dengan penuh percaya diri.

“Ara, Yang Mulia. Selamat datang di tempat kami.” (Sandria)

“Yo, Sandria. Apakah Ginger ada?” (Souma)

“Dia sedang berada di ruangan Kepala Sekolah. Izinkan saya mengantar anda kesana.” (Sandria)

Lalu, dengan bimbingan Sandria, kami masuk kedalam sebuah bangunan persegi yang sederhana. Interiornya sama sekali tidak memiliki hiasan dan memiliki banyak ruangan, dimana, jika ada orang Jepang modern yang melihatnya, mereka mungkin akan berpikir bahwa ini bangunan ini adalah rumah sakit atau sekolah. Kami berhenti di depan sebuah ruangan, dimana ada papan bertuliskan ‘Ruangan Kepala Sekolah’ terletak didepan pintunya. Kami memasuki ruangan itu dan Ginger, yang sedang mengerjakan dokumen, berdiri dari tempat duduknya untuk menyapa kami.

“Y-Yang Mulia. Maaf karena saya jarang melapor.” (Ginger)

Berbeda dengan Sandria, Ginger terlihat agak gugup.

“Tidak begitu terlalu formal. Karena kamilah yang memaksakan banyak hak kepadamu.” (Souma)

“Ti-Tidak….. Bahkan jika anda berkata demikian.” (Ginger)

“Bahkan sekretarismu bertindak lebih percaya diri….” (Souma)

“Itu karena kesetiaan saya hanya untuk Ginger-sama.” (Sandria)

Sambil mengatakan hal itu, Sandria pindah dan berdiri di samping Ginger. Meskipun cara bicaranya agak tidak kasar, itu memiliki kesan bahwa perkataan itu sama sekali tidak kasar. Sama seperti maid milik Liscia, Serina, atau perwakilan publik milik perusahaan Roroa, Sebastian, “Seseorang yang memutuskan untuk melayani tuannya seumur hidup mereka”, dia memiliki kesan seperti itu. Semangat yang jika itu demi tuannya, mereka tidak akan pernah menyerah, bahkan kepada Raja.

“Ginger. Biarkan ku perkenalkan kepadamu. Ini adalah tunanganku, Liscia.” (Souma)

“Apa kabar? Aku Liscia Elfrieden.” (Liscia)

“Tu-Tuan Putri!? Di-Di tempat seperti ini? Se-selamat datang! Sa-Saya….. ah, tidak, tolong izinkan saya memperkenalkan diri, saya adalah orang yang dipanggil Ginger Camus. Berkat kedermawanan yang diberikan Yang Mulia-lah, saya telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah di sini…..” (Ginger)

“Fufu, tolong tenanglah, tidak perlu segugup itu. Senang bertemu denganmu, Ginger.” (Liscia)

“Se-Senang bertemu dengan andaaaa!” (Ginger)

Dengan ekspresi gugup di wajahnya, Ginger berjabat tangan dengan Liscia.

“Entah kenapa, aku merasa bahwa sekarang kamu lebih gugup dibanding dengan saat pertama kali kita bertemu…..” (Souma)

“Bukankah itu sudah jelas? Sampai pada saat pengumuman pertunangan Liscia dengan Master, dia memiliki kepopuleran yang sama dengan Lorelei saat ini. Sebuah keberadaan yang tidak mungkin dicapai, Tuan Putri yang mirip dengan dewi saat ini sedang berdiri di hadapannya, jadi sudah wajar bahwa dia merasa gugup.” (Carla)

Carla menjelaskan hal itu kepadaku dan aku mengangguk, “Begitu”. Orang dari keluarga kerajaan….. khususnya Tuan Putri atau Ratu, sudah menjadi seperti idol bagi beberapa warga. Contohnya adalah bagaimana orang inggris yang sangat heboh dengan kelahiran Tuan Putri yang baru. Bahkan di Jepang, berita yang berhubungan dengan Keluarga Kerajaan akan menerima tingkat peliputan yang sangat tinggi.

Setelah itu, aku memperkenalkan Carla dan Owen dan kemudian adalah giliran Hilde.

“Saya sudah kenal dengan Hilde-sensei. Karena dia telah merawat anak-anak. Sungguh, saya benar-benar berhutang budi kepada anda.” (Ginger)

Sambil mengungkapkan rasa terima kasihnya, Ginger membungkukkan kepalanya kepada Hilde, yang sedang menunjukkan ekspresi canggung.

“Humph. Itu karena anak-anak itu kotor. Aku tidak tahu berapa banyak penyakit yang mereka miliki.” (Hilde)

“Bahkan setelah mengetahui hal itu, kamu masih datang dua kali seminggu. Kamu mungkin tidak mengatakannya, tapi apakah kamu menyukai anak-anak?” (Sandria)

“Sandria….. haruskah aku menjahit mulut yang mengatakan hal yang tidak perlu itu?” (Hilde)

“Kalau begitu, tolong maafkan ketidaksopanan ku.” (Sandria)

Hilde melotot sambil menunjukkan ekspresi kesal ke arah Sandia, yang meminta maaf dengan wajah tak peduli. Aku penasaran kenapa? Melihat Hilde mengingatkanku kepada Nona Tua di toko roti di lingkungan tempat tinggal lamaku. Meskipun saat anak-anak datang, dia akan mengatakan sesuatu yang kasar seperti “Gerombolan pengganggu telah datang”, tapi dia akan memberikan roti yang tak terjual kepada mereka sambil mengatakan, “Geez, dasar anak-anak yang rakus”. Saat aku memikirkan hal itu, mungkin itu adalah caranya untuk menyembunyikan rasa malunya. Hilde mendengus.

“Humph. Sampai pembicaraan ini selesai, aku akan menunggu di luar.” (Hilde)

“Anak-anak sudah pulang ke rumah, kamu tahu?” (Sandria)

“Diam Sandria! Siapa yang mau bermain dengan anak-anak itu?” (Hilde)

“Eh, tapi aku tidak mengatakan hal itu…..” (Sandria)

“Humph.” (Hilde)

Hilde keluar dan menutup pintu dengan keras, sementara kami semua melihatnya pergi dengan senyum kecut.

…… Baiklah, mari kembali ke masalah utama. Liscia, Ginger, Sandria, dan Aku berpindah ke meja yang disiapkan khusus untuk berdiskusi. Aku dan Liscia duduk bersebelahan di hadapan Ginger dan Sandria, sementara Carla dan Owen berdiri di belakangku. Lalu, Liscia mengangkat tangannya sejak awal.

“Umm, ada banyak hal yang ingin ku tanyakan, tapi….. ada yang kalian lakukan di tempat ini?” (Liscia)

“Saat ini, kami mengajarkan membaca dan menghitung kepada orang-orang yang berminat.” (Ginger)

Ginger menjawab sambil menunjukkan senyum lembut.

“Bukankah itu adalah sesuatu yang sama dengan sekolah?” (Liscia)

“Itu benar…. Tapi tempat ini bukan hanya untuk anak-anak, bahkan orang dewasa juga dapat datang untuk belajar.” (Ginger)

Negara ini juga memiliki sekolah. Seragam yang Liscia pakai berasal dari Royal Officers College. Ada juga [Royal Academy] yang lulusannya menjadi berbagai ilmuwan dan [Magician College] yang mengkhususkan diri pada penelitian sihir. Namun, orang yang menghadiri sekolah itu sebagian besar adalah anak dari Bangsawan atau Ksatria. Tidak ada sekolah dimana warga biasa dapat belajar. Ginger mengangguk.

“Kami belum berada di tingkat itu, jadi saat ini kami hanya bisa berbuat sejauh ini. Namun…… kami berencana melakukan banyak hal di masa depan. Benarkan, Yang Mulia?” (Ginger)

Saat Ginger mengatakan hal itu, aku mengangguk.

“Ya. Mulai sekarang, kalian akan lebih banyak mengajarkan hal teknis. Contohnya, aku ingin membuat sebuah tempat untuk melatih para petualang untuk menjelajahi dungeon atau mengawal orang, untuk mengajarkan seni konstruksi umum, untuk meminta ‘physician’ yang menerima pendidikan dari Hilde dan Brad untuk menciptakan para ‘physician’ yang baru, untuk meneliti perbaikan produk pertanian, kehutanan, dan kelautan….. Ah, dan juga, sebuah tempat untuk belajar memasak.” (Souma)

Sekarang kalian mungkin telah menyadarinya, tapi pusat pelatihan bisnis yang ingin kudirikan adalah sesuatu seperti [Sekolah Kejuruan] atau mungkin [Universitas] dimana berbagai [Fakultas Khusus] berkumpul. Subjek penelitian utama di dunia ini adalah penelitian yang berhubungan dengan [Sihir] atau [Monster]. Pada kenyataannya, sihir juga dapat digunakan di berbagai bidang. Ilmu pengetahuan dan kedokteran juga berhubungan dengan hal itu. Penelitian monster telah menjadi tugas prioritas utama sejak kemunculan Wilayah Raja Iblis (karena di masa lalu, monster hanya muncul dari dungeon, maka itu tidak terlalu penting). Penelitian pada material yang diperoleh dari monster dan pengembangan teknologi untuk memprosesnya juga sangat diperlukan.

Aku yakin bahwa akan ada kasus dimana hasil dari penelitian pada bidang yang menjadi prioritas dapat mendorong kemajuan bidang studi lainnya. Meski begitu, mungkin ini juga merupakan intuisi sebagai orang Jepang, tapi aku yakin bahwa diantara bidang studi yang kelihatannya tidak berguna, mungkin akan ada inovasi tak terduga yang mengintai di dalamnya. Bahkan sebuah workshop di pusat kota yang dengan sembunyi-sembunyi mengabdikan diri pada pengembangan teknologi mereka, mungkin akan menciptakan bagian yang sangat diperlukan oleh pesawat ruang angkasa[1].

Tidak peduli bidang apapun itu, jika kamu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, kamu pada akhirnya akan berada dipuncak. Dengan menjadi nomor satu, kamu akan menjadi satu-satunya. Itulah sebabnya aku ingin mendirikan sebuah tempat untuk mengajar para warga dan untuk mempelajari bidang studi yang telah diabaikan di dunia ini, seperti [Pendidikan], [Teknik], [Pertanian], [Kehutanan], [Perikanan], [Kuliner], atau [Seni].

Lalu, dengan mengujinya di pusat pelatihan ini, jika mereka memberikan hasil seperti yang kuprediksi, maka aku berencana untuk mendirikan pusat pelatihan khusus di kota-kota lain (itu mungkin sudah dapat disebut sebagai [Sekolah Kejuruan]). Pertama adalah pengujian, selanjutnya pengembangan…. Yah, untuk tujuan itu, aku harus meningkatkan standar edukasi di seluruh negara, itulah sebabnya kami memulainya dengan mengajarkan pelajaran membaca, menulis, dan menghitung tingkat sekolah dasar. Aku bertanya kepada Ginger.

“Lalu, bagaimana keadaan pusat pelatihan ini?” (Souma)

“Umm…. Kehadiran anak-anak dibawah 12 tahun sungguh luar biasa. Itu semua berkat [Sistem Pemberian Makanan] yang diusulkan oleh Yang Mulia. Ada beberapa kasus yang merepotkan, tapi untuk saat kami dapat mempertahankan siklus dimana mereka datang, mereka belajar, mereka makan siang, dan mereka pulang kerumah.” (Ginger)

“Pemberian makan siang?” (Liscia)

“Untuk anak-anak yang berumur dibawah 12 tahun, jika mereka datang ketempat ini untuk belajar, maka mereka akan mendapat makanan. Tentu saja gratis.” (Souma)

Combo layanan pendidikan + makan siang. Jika mereka datang ketempat ini, mereka bisa makan. Jika kata-kata itu tersebar, maka bahkan anak-anak dari keluarga miskin akan datang ketempat ini untuk belajar. Ada banyak orang tua yang berpikir bahwa mereka lebih baik belajar di tempat ini dan mengurangi biaya pangan dari pada menyuruh mereka bekerja untuk mendapatkan gaji yang kecil. Jika mereka belajar dengan rajin, maka dimasa depan mereka mungkin dapat melepaskan diri mereka dari jerat kemiskinan

“Hmm… sungguh sistem yang sangat bagus.” (Liscia)

“Di duniaku sebelumnya, itu adalah cara yang sering digunakan untuk membantu negara-negara miskin.” (Souma)

Namun, ekspresi Ginger menggelap.

“Memang benar kalau kehadiran anak-anak bagus. Namun demikian, kehadiran orang-orang, yang tidak tercakup dalam sistem pemberian makanan, sungguh buruk. Khususnya para orang dewasa. Kurang lebih, mereka dapat belajar di sore hari setelah pekerjaan mereka selesai, namun….. [Kami telah hidup selama ini tanpa memerlukan kemampuan membaca dan menghitung] atau kurang lebih itulah yang mereka katakan dan tidak datang ke tempat ini.” (Ginger)

“…….. Yah, karena sampai saat ini mereka tidak pernah menerima pendidikan, aku sudah menduga bahwa hal itu akan terjadi.” (Souma)

Hanya ketika seseorang menerima pendidikan, mereka akan mengetahui nilai pendidikan itu sendiri. Bahkan jika seseorang bertanya-tanya, “Kenapa aku harus belajar?] saat mereka masih kecil, ketika mereka sudah dewasa, mereka akan menyesal dan mengatakan. [Seharusnya aku belajar dengan lebih giat]. Bahkan penyesalan semacam ini mungkin terjadi karena pendidikan yang mereka terima ketika mereka masih kecil.

“Yah, sebuah kampanye kesadaran akan hal itu akan menjadi salah satu tugas kita. Aku akan memikirkan sesuatu.” (Souma)

“Tolong lakukan itu, Yang Mulia.” (Ginger)

Setelah itu, aku mengonfirmasi beberapa hal dan kemudian, sambil diantar oleh Ginger dan Sandria, kami meninggalkan pusat pelatihan itu.


Catatan Pengarang

[1] Mengacu pada Novel / J-Drama: Downtown Rocket/Shitamachi Rokketo

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. Kiritod says:

    Tq zen dono

    Like

  2. excile says:

    mantap akhirnya rilis juga :v udah kutunggu dari kemaren seri ini (y) keep update min

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s