I Kinda Came to Another World, but Where’s the Way Home? Chapter 31

Arc 3
Chapter 31 – Berburu Arachne

Penerjemah : Nightcrow
Editor : –
Sumber English : AbsurtTL

Setelah kami mencarinya di hutan, kami akhirnya bertemu dengan target kami. Benar, laba-laba besar(Arachne). Apa karena ada lebih banyak orang dari sebelumnya, atau mungkin karena berbeda dengan yang sebelumnya, yah aku tidak tahu tapi berbeda dengan pertemuan pertama kami, kali ini aku tidak takut. Karena berbeda dengan sebelumnya, sekarang kami jadi lebih kuat, aku tidak berpikir kami akan kalah. Jika sesuatu terjadi aku juga bisa mengusirnya dengan [Eerie Constitution]. Terlebih, arachne ini harusnya tidak lemah. Jadi jika kami mengalahkannya, kuyakin itu akan memberi kami banyak exp point, tidak mungkin kami akan kalah.

“Krorororo….!” (Arachne)

Sambil berteriak seperti yang kudengar sebelumnya, arachne menatap kami. Memiliki tubuh sebesar 5 meter, dengan lebar mungkin tidak kurang dari delapan meter.

“Kitsune, apa yang harus kita lakukan?” (Rishe)

“Finia-chan fokuslah untuk menyerangnya, kami akan membantumu” (Kitsune)

“Serahkan padaku!” (Finia)

“Lulu-chan, untuk sekarang bisakah kau siapkan pedangmu? Memang aku akan berusaha melindungimu, tapi karena musuh kita cukup besar, jadi untuk jaga-jaga” (Kitsune)

“Ya” (Lulu)

Yah, persiapan kami telah selesai. Untuk sekarang, aku akan fokus melihat Finia-chan yang akan mengurusi arachne. Sebaliknya, jika aku tiba-tiba mengaktifkan [Eerie Constitution], arachne itu akan segera melarikan diri.

“Kro!” (Arachne)

Arachne berteriak, dan meludahkan benang yang sangat tebal dari pantatnya.

“Dia datang!” (Kitsune)

“Menghindar!” (Rishe)

Dengan ucapan Rishe-chan, kami mulai bergerak. Menghindari benang yang mendekat, Finia-chan lalu maju menghadapi arachne. Rishe-chan bergerak mengikuti Finia-chan, dimana aku dan Lulu-chan bergerak ke belakang arachne untuk mengepungnya.

Berkebalikan dengan tubuh besarnya, dia memiliki kecerdasan yang besar. Saat kupikir untuk bergerak ke belakangnya, matanya selalu mengawasi kami.

Tapi, dia tidak bisa beralih menuju kami, kan?

Seharusnya dia tahu melalui insting, bahaya terbesar disini adalah Finia-chan yang datang dari depan.

“[Fire Arrow]!” (Finia)

Finia-chan mengucapkan mantra, diantara sihir api, itu termasuk lemah tapi dengan kekuatan sihir Finia-chan ,dia bisa menembakkan ratusan api, itulah panah api!

“Lulu-chan, bisakah kau melakukannya?” (Kitsune)

“—Aku akan berusaha…!” (Lulu)

Mata arachne terkena sekitar sepuluh panah api, terlebih dia melompat mundur. Tapi, di belakangnya, ada kami. Lulu-chan mengayun pedangnya secara horizontal ke arah arachne yang datang.

“Kro!” (Arachne)

“….!” (Lulu)

“Kita mundur, Lulu-chan” (Kitsune)

Ditebas olehnya, pikiran arachne fokus pada kami, aku mengambil jarak darinya sambil memegang Lulu-chan. Hit and run, ini juga strategi yang bagus.

Tapi, arachne-kun, bukankah berbahaya untukmu menghadap kesini?

“K…roroo!” (Arachne)

Rishe-chan memotong satu dari delapan kaki arachne dengan pedangnya. Setelah masalah dengan paman knight leader, bahkan saat dilihat oleh orang lain dia masih bisa mengayun pedangnya dengan baik. Dikombinasikan dengan statusnya, kemampuannya meningkat pesat.

“Ini dia! Semuanya, ambil jarak” (Finia)

Disana, sebelum kami menyadarinya, diatas arachne, Finia-chan yang terbang tinggi memanggil kami.

Energi sihirnya bersinar, aku merasa ada hal buruk dari itu. Seperti yang dia bilang, kami mulai mengambil jarak dari arachne. Dia sudah tamat, aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kuyakin itu adalah serangan yang sangat kuat.

“—[Meteor Strike]!!” (Finia)

Saat Finia-chan berteriak, api yang sangat besat menyebar di sekitarnya, dan langit segera berubah jadi merah karena hal itu.

Lalu, api itu bergerak memutar, dan membentuk tornado besar dengan Finia-chan sebagai pusatnya. Terlebih, dalam sekejap— Finia-chan bilang ‘terbakarlah’ dan menjatuhkan diri dengan tornado api.

“Hiyaaaa!!!” (Finia)

“Gi…aaaaa!!?” (Archne)

Bersamaan suara tercungkil, terdengar suara daging yang terbakar. Bersamaan dengan teriakan arachne, Finia-chan yang menyerang punggungnya beberapa saat yang lalu, terbang keluar dari perutnya. Membuat lubang besar di tubuh arachne, tampaknya nyawanya melayang dengan kekuatan tornado.

“Ahaha! Kita menang!” (Finia)

Setelah tornado api menghilang, Finia-chan yang keluar, segera tersenyum dan memberi tanda ‘peace’ pada kami.

Tidak tidak tidak, jangan memberiku tanda ‘peace’. Jika kau tidak peduli kami bisa saja musnah, tahu? Terlebih, menggunakan sihir api gila di dalam hutan, apa yang harus kita lakukan jika api itu membakar pohon dan menyebar? Seseorang harus tanggung jawab, tahu? Dan itu aku! Meski yang membakarnya adalah Finia-chan!

“…haa” (Finia)

Tapi, yah, karena kami menang jadi tidak masalah. Arachne berakhir dengan sangat menyedihkan, tapi, itu bagus, kan?

“Kau benar-benar hebat… Finia-chan” (Kitsune)

“Ya… kau andalan kami” (Rishe)

“Hebat” (Lulu)

“Hehe~! Peri terkuat dan cantik Finia-chan tidak terkalahkan!” (Finia)

Melihat Finia-chan yang membusungkan dadanya, kami tertawa lepas.

Tapi, diatas itu semua, karena dia sudah berusaha jadi aku harus memujinya, kan?

“Lulu-chan, kau melakukannya dengan baik” (Kitsune)

“Ah…ya” (Lulu)

Saat ini, melawan arachne, Lulu-chan bisa membuat serangan meski sedikit. Dia hanya mengikuti nasehat Rishe-chan tentang kuda-kudanya, tapi tampaknya dia bisa menerapkan bimbingan Rishe-chan menjadi latihan.

Terlebih, meski dia hanya sedikit berpartisipasi dalam pertarungan, tapi selama dia berpartisipasi dia tetap akan dapat exp point. Karena Lulu-chan masih level 1 jadi levelnya harusnya meningkat pesat.

“Status” (Kitsune)

◇Status◇

Name : Lulu Soleil

Gender : Female Lv. 8 (UP 7)

Strength : 350

Stamina : 200

Resistance : 80

Agility : 280

Magic Power : 140

Title :『Slave』

Skill :『Short Sword-Arts Lv.1 (NEW!)』

Inherent skill : ???

PT Member : Naginata Kitsune, Finia (Fairy), Trisha (Human)

Ooh, levelnya naik tujuh hanya dengan arachne. Seperti yang diduga dari laba-laba besar, itu adalah magical beast rank E. Itu berisi banyak exp point.

Status Lulu-chan mendadak menyalipku, tahu? Tapi aku tidak sedih, karena selama resistance-ku bertambah aku baik-baik saja. Levelku juga masih lebih tinggi. Aku tidak malu!

“Bagus untukmu, Lulu-chan. Levelmu sudah naik, tahu?” (Kitsune)

“Eh, benarkah itu? Ehehe… aku senang” (Lulu)

Itulah mengapa, aku memujinya sambil membelai kepalanya tanpa menunjukkan keputusasaanku. Ini adalah cara orang dewasa. Selama aku bisa melihat senyum Lulu-chan, itu aneh jika aku datang untuk berpikir bahwa hal itu tidak membantu. Yah, jika resistance-ku naik lagi aku akan datang dan berada di garis depan! Sebelum itu aku harus menahan diri, karena aku seperti kartu as disini, tahu?

“Kitsune, untuk jaga-jag, aku mengambil bukti arachne itu” (Rishe)

“Ah, maaf, terimakasih” (Kitsune)

Saat aku berkata demikian, Rishe-chan datang dan memberiku beberapa taring arachne. Di misi berburu, jika kau tidak membawa kembali bukti berburu itu tidak dihitung. Itu artinya kami tidak akan dapat hadiah. Itulah mengapa kami harus membawa bukti, seperti ini. Kali ini taring arachne.

“Ayo pulang. Sebelum gelap” (Kitsune)

“Oke” (Finia)

“Yo!” (Rishe)

“Ya” (Lulu)

Dengan ucapanku, semuanya menjawab, dan lalu kami mulai bersiap untuk kembali. Perburuan pertama kami benar-benar berhasil, karena kami dapat bukti berburu, jadi tingkat penyelesaian 100% questku tidak terpatahkan!

Membawa jasad arachne yang dibakar Finia-chan, kami mulai berjalan. Hari masih cerah, saat ini tampaknya kami tidak akan bertemu monster. Ah, terimakasih Tuhan.

“Hei, Kitsune, ada sesuatu yang membuatku sedikit penasaran” (Rishe)

“Hmm?” (Kitsune)

“Bisakah kau melihat status seseorang?” (Rishe)

Ah, ayo berpikir aku tidak bilang pada Rishe-chan tentang skillku, kan? Yah, ini baru beberapa hari setelah dia bergabung dengan partyku, jadi itu tidak membantu. Karena dia menanyakannya sendiri jadi aku hanya perlu bilang padanya.

“Ya, aku bisa melihat status seseorang” (Kitsune)

“Artinya, kau sudah melihat status ayahku?” (Rishe)

“Ya” (Kitsune)

“Begitu… kau bilang sesuatu seperti itu meski sudah melihatnya” (Rishe)

Tampaknya Rishe-chan bilang sesuatum tapi aku tidak bisa mendengarnya. Kurasa aku bisa melihat wajahnya yang memerah karena malu. Hmm? Apa aku membuat masalah disini? Aku tidak ingat sesuatu,… ah, begitu.

“Tidak masalah, tidak masalah, karena aku tidak bisa melihat tinggi ataupun berat badanmu” (Kitsune)

“Ti, tidak, bukan itu… ah… tidak, begitu, itu bagus” (Rishe)

“?” (Kitsune)

Apa dia malu jika aku bisa melihat berat badannya,? Yah, bagaimanapun melihat Rishe-chan yang risau, tampaknya aku tidak perlu memikirkannya, tapi jika dia memiliki masalah aku akan dengan senang hati mendengarnya. Jika kau merasa seperti itu aku bisa memberimu beberapa saran, tahu?

Sambil memikirkannya, kami berjalan melewati hutan. Hari ini kami pergi ke hutan tapi karena kami tidak pergi terlalu jauh harusnya kami bisa segera keluar hutan, kan?

Pohon-pohon tertiup angin, dan cahaya hangat matahari menerangi tanah melewati celah diantara pohon.

Dari yang kami dengar tentang hutan ini, tampaknya disini banyak magical beast yang hidup didalamnya, dan tampaknya pengaruh manusia tidak sampai disini. Yah, setiap magical beast berbahaya akan diburu oleh petualang, tapi magical beast biasa yang tidak meninggalkan hutan tidak akan diburu. Tapi ada beberapa pengecualian seperti eater hand.

Itulah mengapa banyak magical beast hidup disini. Ada beberapa kasus dimana beberapa magical beast saling bertarung, tapi apa karena para magical beast itu memiliki kekuatan yang setara, terlebih tanpa adanya magical beast spesial di hutan ini, tampaknya mereka bisa hidup damai di teritorial mereka. Tapi ada beberapa pengecualian seperti eater hand.

Namun, sekarang didalam hutan ada [Red Night]. Jadi kemungkinan hancurnya keseimbangan hutan tidaklah nol. Tapi ada beberapa pengecualian seperti eater hand.

“Hei, Rishe-chan” (Kitsune)

“Ada apa?” (Rishe)

“Apa kau tahu tentang [Red Night]?” (Kitsune)

“Ya… itu buruk. Jika ingatanku benar, itu adalah magical beast rank A yang sangat dekat dengan rank S, dan kedengar dia adalah monster yang sifatnya lebih mendekati magical beast daripada demon” (Rishe)

Mendekati demon lord, gila, bukankah dia bisa disebut demon lord kedua?

“Bagian paling mengerikan adalah posisinya” (Rishe)

“Posisinya?” (Kitsune)

“Ya, tampaknya [Red Night] bukanlah bawahan demon lord. Karena menurutku, dia setara demon lord, terlebih tampaknya dia tidak berniat memusnahkan manusia. Yah faktanya dia tidak melawan demon lord, tapi masih memakan manusia jadi tidak akan aneh jika dia sebenarnya adalah bawahan demon lord, namun… jika aku harus membandingkannya dengan status manusia, mungkin dia mirip dengan seseorang yang mencuri” (Rishe)

Artinya, musuh manusia yang tidak mendengarkan perintah demon lord, kan? Bukankah itu bahaya? Berbeda dengan demon lord, karena dia tidak memiliki pengikut jadi itu adalah keuntungan besar bagi manusia, tapi, setara dengan demon lord, bukankah artinya dia hanya bisa dikalahkan oleh hero?

“Yah, karena dia hanya bergerak di malam hari, jadi sekarang korbannya tidak sebesar demon lord. Karena dia hanya menyerang manusia yang ditemuinya. Terlebih, ada orang yang bilang seringkali dia akan makan daging beberapa magical beast lemah. Jadi kupikir dia tidak berniat memerangi manusia” (Rishe)

“Begitu…” (Kitsune)

Tapi, bukankah itu artinya aku masih tidak mengerti alasan mengapa aku dibiarkan hidup kan?… apakah itu bukan [Red Night]?… atau mungkin karena aku otherworlder jadi aku memiliki rasa yang buruk? Sesuatu seperti aku dibiarkan karena saat dia memakan mata kiriku, itu sangat buruk, atau ada sesuatu? Apa alasannya, itu benar-benar melukai perasaanku.

Sambil merasa putus asa, kami tetap berjalan dan akhirnya bisa melihat jalan keluar. Melihat kota, minimal kami bisa meninggalkan hutan, dan itu terjadi saat aku menyadari sesuatu.

“…ap?” (Kitsune)

“Ooh?” (Leila)

Seseorang muncul di depanku. Aku sedikit menghentikan kakiku dalam keterkejutan, tapi tampaknya itu adalah keberuntungan karena hal itu aku tidak bertabrakan dengan orang itu.

Orang yang muncul adalah, gadis yang tingginya sama denganku. Dengan rambut hitam aneh tapi mengkilat dan kulit putih, dia gadis cantik dengan taringnya sebagai cirinya. Tapi bajunya sama dengan yang biasa dipakai petualang terkenal di guild, dia bahkan menggunakan beberapa armor pelindung. Di pinggangnya, ada dua pedang pendek- sama seperti milik Lulu-chan.

“Siapa kau…?” (Kitsune)

“Ah, apakah itu kau Kitsune-san! Senang bertemu denganmu!” (Leila)

“Ah, ya, senang bertemu denganmu, …lalu, siapa kau?” (Kitsune)

“Yah, aku tersesat saat berkeliaran di sekitar hutan, kau lihat! Kau benar-benar menyelamatkanku!” (Leila)

“Ah, begitu… lalu, siapa kau?” (Kitsune)

“Apa kau tahu dimana Miniera? Jika boleh aku bisakah aku bersamamu sampai sana?” (Leila)

“Karena Miniera cukup dekat, aku tidak masalah jika kau bersama kami, …lalu, siapa kau?” (Kitsune)

“Begitu! Terimakasih!” (Leila)

Orang yang tidak mendengarkan orang lain. Dia sulit untuk diajak berunding, di masyarakat, orang yang tidak mendengar orang lain menjadi gangguan dan pembuat masalah. Terlebih, dia tampak sangat bersahabat, dia selalu tersenyum, hubungan kulitnya melampaui batas, bahkan sekarang dia merangkulku sambil berterimakasih, itu sederhana tapi ada tonjolan yang menekan tanganku, menempel lebih dekat— tidak tidak, aku tidak boleh berpikir demikian.

“Ah… umm, lalu aku ingin tahu namamu?” (Kitsune)

BTW ini kelima kalinya aku menanyakan ini.

“Ah, begitu, begitu, maaf! Namaku Leila Vermillion, aku datang dari, umm, jika tidak salah, Kera… jaan Grandile, mungkin? Aku petualang rank C!” (Leila)

Dia, Leila Vermillion dengan percaya diri berkata demikian.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. ko says:

    Lanjut min.

    Like

Leave a Reply to ko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s