Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 4 Chapter 1 B

Arc 4
Chapter 01 – Kisah Dua Buah Kota B

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

“Huh?” (Liscia)

“Apa?” (Owen)

Ketika kami tiba di bekas pemukiman kumuh, Liscia dan Owen memiringkan kepala mereka karena kebingungan secara bersamaan. Melihat mereka berdua bertingkah seperti itu, Carla bahkan juga memiringkan kepalanya.

“Apakah ada yang salah, Liscia?” (Carla)

Bahkan setelah dia jatuh kedalam perbudakan, Liscia dan Carla masih berbicara normal seperti yang biasa mereka lakukan. Di lingkungan umum hal itu mungkin akan menyebabkan masalah, tapi tidak ada banyak orang yang akan ikut campur jika itu adalah urusan pribadi.

“Eh…. Hmm. Aku tidak pernah datang ke pemukiman kumuh sebelumnya, tapi ini benar-benar berbeda dengan gambaran yang kumiliki dan membuatku sangat terkejut…..” (Liscia)

“Gambaran?” (Carla)

“Gelap, suram, lembap, bau, ketertiban umum yang buruk…. Adalah apa yang kudengar sebelumnya.” (Owen)

Owen juga membalas. Memang benar bahwa bekas pemukiman kumuh memiliki kesan seperti itu. Namun,

“Hmm?…… Mungkin ini terlihat memiliki kesan yang agak datar, tapi tempat ini terlihat cukup teratur.” (Carla)

Sama seperti yang Carla katakan, apa yang dapat kami lihat saat ini hanyalah pemandangan yang terbuat dari barisan rumah berwarna putih yang mirip dengan tahu. Untuk membuatnya lebih mudah dipahami bagi orang Jepang modern, aku ingin kalian mengingat sekelompok rumah sementara yang terjajar di wilayah bencana setelah gempa bumi. Itu mungkin terkesan agak hambar, tapi karena disini cerah, karena menerima sinar matahari yang cukup dan memiliki ventilasi yang bagus, itu tidak terlihat lembap ataupun suram. Kami dapat melihat anak kecil yang sedang bermain atau sedang menggambar di atas tanah, jadi itu tidak terlihat seperti tempat yang memiliki ketertiban umum yang buruk.

“Apakah tempat ini benar-benar pemukiman kumuh?” (Liscia)

“Yap. Bukankah tempat ini menjadi jauh lebih baik?” (Souma)

Ketika Liscia bertanya kepadaku, aku menjawabnya sambil membusungkan dada.

“Saat kita menangani masalah sanitasi kota, aku melakukan yang terbaik untuk memperbaiki tempat ini.” (Souma)

“Masalah sanitasi, maksudmu saat kamu berbicara tentang larangan kereta kuda berada diluar jalan utama dan membangun sistem saluran pembuangan? Apakah perbaikan tempat kumuh ini juga merupakan bagian dari tindakan itu?” (Liscia)

“Kamu mengingatnya dengan baik. Ya, itu benar. Sebuah tempat yang gelap, lembap, dan memiliki ventilasi yang buruk adalah tempat dimana kuman bisa menyebar dengan mudah. Selain itu, orang-orang yang tinggal di bekas pemukiman kumuh memiliki gizi yang buruk, jadi mereka akan mudah terjangkit kuman tersebut. Jika, sebagai contoh, sebuah wabah menyebar secara tidak terduga, maka pemukiman kumuh akan menjadi tempat dimana wabah itu dapat menyebar dengan cepat.” (Souma)

“Ku-kuuuman[1]?” (Liscia)

Are!? Bukankah sebelumnya aku sudah menjelaskannya?” (Souma)

….. Ah, benar juga, meskipun aku berbicara tentang penyebab penyakit, kelihatannya aku tidak menjelaskan tentang penyakit itu sendiri dan bagaimana itu bisa terjadi sejak awal.

“Umm….. Di dunia ini, ada makhluk hidup yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka ada dalam jumlah yang tak terbatas di udara, tanah, didalam tubuh, dan di berbagai macam tempat. Makhluk yang sangat kecil ini akan menguraikan membuat benda membusuk dan menyebabkan penyakit. Disisi lain, ada juga makhluk sangat kecil yang membantu proses fermentasi atau memiliki efek yang menguntungkan bagi tubuh.” (Souma)

Sambil mengumpulkan pengetahuan ilmiahku yang sedikit (bagaimanapun, aku belajar di bidang pengetahuan umum), aku menjelaskan tentang bakteria dan mikroba kepada Liscia dan yang lainnya. Aku merasa bahwa aku tidak menyampaikannya dengan baik, tapi meski begitu, ini adalah pengetahuan baru dan ketiganya hanya mengangguk, “Jika Souma berkata demikian, maka itu pasti memang ada.”, karena mereka menyadari bahwa itu melebihi pengetahuan yang ada di dunia ini.

Ilmu kedokteran dan ilmu kebersihan[2] belum dikembangkan di dunia ini. Kemungkinan besar semua itu karena adanya sihir atribut cahaya. Sihir atribut cahaya dapat meningkatkan kemampuan penyembuhan milik tubuh dan bahkan luka berat sekalipun juga dapat disembuhkan (Jika itu segera ditangani, maka tangan yang putus sekalipun dapat disambungkan lagi). Karena hal itu, ilmu kedokteran dan ilmu kebersihan tidak berkembang. Itulah sebabnya kenapa, di dunia ini, pengetahuan tentang adanya bakteria atau mikroba hanya diketahui oleh ”sebagian kecil” orang.

Karena Sihir atribut cahaya membantu meningkatkan kemampuan penyembuhan alami yang dimiliki tubuh, hal itu memiliki kelemahan—itu tidak dapat menyembuhkan penyakit menular maupun luka yang dimiliki oleh orang dengan kemampuan penyembuhan yang lemah seperti para orang tua. Oleh karena itu, untuk menyembuhkan penyakit menular, mereka menggunakan obat-obatan yang tidak diketahui atau pengobatan yang masih diragukan sampai saat ini. Saat aku sedang menangani masalah sanitasi, aku berpikir bahwa aku perlu melakukan sesuatu terhadap situasi itu secepat mungkin. Tapi sebagai langkah pertama, aku harus membuat mereka sadar akan keberadaan bakteria dan mikroba yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

“Tapi bagaimana kamu akan membuat orang-orang sadar akan sesuatu yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang?” (Liscia)

“Bahkan di dunia ini, ada orang… atau tepatnya, sebuah ras yang mengetahui tentang adanya bakteria dan mikroba. Ras itu memiliki [Mata Ketiga] dan kelihatannya mereka dapat melihat kuman yang biasanya tidak dapat dilihat. Aku telah mendapatkan kerja sama dari mereka.” (Souma)

“Mata ketiga?……… Apakah mungkin itu adalah Suku Mata Tiga?” (Liscia)

Aku mengangguk mendengar pertanyaan Liscia. Suku Mata Tiga. Sama seperti namanya, mereka adalah sekelompok orang yang memiliki tiga buah mata. Mereka tinggal di daerah utaran kerajaan yang beriklim sedang dan, selain sepasang mata normal, mereka memiliki mata ketiga di tengah dahi mereka sebagai ciri khas ras mereka. Kalian mungkin membayangkan mereka seperti Tenshinhan[3] atau Sharaku Housuke[4], tapi itu bukanlah bola mata sungguhan. Mata ketiga mereka adalah sesuatu yang mirip dengan permata yang kecil dan berwarna merah dan tertanam di dahi mereka. Liscia kemudian menghela nafas.

“Jadi kamu bahkan mendapatkan kerja sama dari mereka. Meskipun kudengar bahwa mereka adalah sebuah ras yang tidak suka berinteraksi[5] dengan ras lain.” (Liscia)

“………. Tampaknya alasan kenapa mereka menjadi orang yang tertutup adalah karena Mata Ketiga mereka.” (Souma)

Suku Mata Tiga dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh ras lain. Itulah penyebab ketertutupan mereka. Akibat Mata Ketiga mereka, mereka dengan cepat mempelajari tentang ilmu kedokteran dan ilmu kebersihan. Oleh karena itulah mereka biasanya terobsesi pada kebersihan dan mencoba sebaik mungkin untuk tidak melakukan kontak dengan ras lain.

Terlebih lagi, dengan Mata Ketiga mereka, suku Mata Tiga bahkan sadar akan keberadaan kuman. Bahkan fakta bahwa kuman dapat menyebabkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan menggunakan Sihir atribut cahaya. Namun, tidak peduli berapa kali mereka mengatakan hal itu, ras lain, yang tidak dapat melihatnya, tidak percaya kepada mereka. Di dunia dimana takhayul masih merajalela, bahkan mengatakan sesuatu dengan benar secara ilmiah hanya akan berakhir dengan anggapan sebagai pernyataan yang meragukan yang dapat mengganggu masyarakat.

Karena hal itu, suku Mata Tiga tidak suka berinteraksi dengan ras lain dan hanya mengembangkan ilmu kedokteran dan ilmu kebersihan untuk diri mereka sendiri. Penelitian mereka tentang penyakit menular sudah beberapa ratus tahun lebih maju dari pada ilmu kedokteran di dunia ini. Di dunia ini, bagi manusia atau beastfolk yang hidup sampai 60 tahun, itu sudah dianggap memiliki umur yang panjang, tapi bagi Suku Mata Tiga, yang seharusnya memiliki rentang umur yang sama, mereka dapat dengan mudah melewati umur 80 tahun.

“Jadi, aku yang sadar bahwa apa yang mereka katakan adalah kebenaran, melakukan pertemuan dengan mereka dan meminta kerja sama mereka. Selain itu, untuk membuktikan kemampuan mereka, aku membuat peralatan yang bahkan dapat membuat ras lain dapat melihat bakteria dan mikroba.” (Souma)

Dengan kata lain, sebuah mikroskop. Bagaimanapun, kaca lensa sudah ada di dunia ini (ingat bahwa kacamata sudah ada). Selanjutnya adalah aku tinggal menggambar cetak biru mikroskop dari ingatanku yang samar dan memerintahkan para pelajar dan pengerajin untuk membuatnya. Berkat mikroskop itu, kami dapat membuktikan bahwa pernyataan Suku Mata Tiga itu benar.

“Tapi Suku Mata Tiga itu benar-benar luar biasa. Siapa yang pernah mengira bahwa Suku Mata Tiga telah memproduksi antibiotik.” (Souma)

“Enteebiotik[6]?” (Liscia)

“Itu adalah zat untuk mengendalikan perkembangbiakan kuman yang aku jelaskan barusan.” (Souma)

Yang paling terkenal mungkin adalah penisilin. Bahkan jika aku adalah pelajar bidang pengetahuan umum, Aku juga mengetahui tentang (pengetahuan dari manga sih). Jika aku tidak salah, itu adalah sesuatu yang di ekstrak dari jamur biru[7]? Dalam kasus Suku Mata Tiga, antibiotik itu di ekstrak dari amoba-jeli yang bahkan dapat bertahan do lingkungan yang kotor (itu adalah subspesies dari Zelring dan memiliki bentuk seperti Liquid Slime[8]. Karena itu masih belum memiliki nama, aku menamainya dengan [Zelmedic]). Hanya dengan mendengar tentang efeknya, aku tidak memiliki keraguan lagi bahwa itu adalah antibiotik, namun, itu mungkin sesuatu yang mirip dengan penisilin.

Ngomong-ngomong, Suku Mata Tiga hanya menyebut obat itu sebagai [Obat]. Karena itu mungkin akan menyebabkan kebingungan di masa depan, dengan wewenangku sebagai seorang Raja, aku mengubah namanya menjadi, [Mitsumedine[9]]. Karena itu adalah obat yang dibuat oleh Suku Mata Tiga, maka aku menamainya Mistumedine (Aku tidak dapat mengatakan bahwa namanya tidak akan berubah). Akan lebih bagus jika obat itu berbentuk pill….. tapi, kurasa itu mungkin merupakan jenis obat yang berbeda.

“Itu….. Mitsumedine? Apa yang kamu maksud dengan, itu dapat mengontrol perkembangbiakan kuman?” (Liscia)

“Itu adalah obat ajaib untuk penyakit menular….. Yah itu juga dapat menyembuhkan wabah dan mencegah luka menjadi bernanah, jadi aku yakin itu adalah obat yang menakjubkan.” (Souma)

“Menyembuhkan wabah? Apakah itu benar-benar dapat melakukannya!?” (Liscia)

Tidak aneh jika Liscia menjadi begitu terkejut. Dalam beberapa titik, tingkat ilmu kedokteran di kerajaan ini (seperti obat regeneratif atau sejenisnya) telah melampaui ilmu kedokteran modern, tapi secara keseluruhan, pengetahuan itu setara dengan Jepang pada Periode Edo[10]. Untuk penyakit menular, mereka tidak punya metode lain selain merebus tumbuhan obat dan meminumnya untuk mengurangi gejala[11]. Namun, jika kami memiliki antibiotik, maka kami dapat menyembuhkan akar yang menyebabkan penyakit itu. Liscia menunjukkan wajah tercengang.

“Ya tuhan…. Kami sampai tidak menyadari ada obat yang menakjubkan seperti itu…..” (Liscia)

“Yah, bagi ras lain yang tidak menyadari keberadaan bakteria dan mikroba, akan sia-sia meski mereka memiliki antibiotik itu. Sebaliknya, karena Suku Mata Tiga dapat melihat kuman, mereka dapat menemukan tindakan untuk menanggulangi kuman tersebut.” (Souma)

“Lalu, dapatkan Mitsumedine itu diproduksi massal?” (Liscia)

Liscia bertanya seakan-akan dia terpikat oleh topik ini. Hmm, aku memahami perasaannya. Karena itu mirip dengan reaksiku ketika aku mendengar tentang hal ini selama negosiasi dengan Tetua Suku Mata Tiga. Carla dan Owen, yang melihat dari samping, terlihat takjub karena Liscia bertingkah seperti itu. Aku mengangguk pada pertanyaan Liscia.

“Masih ada banyak hal yang perlu dikerjakan, tapi jumlah produksinya telah meningkat sedikit demi sedikit. Selama Perang Amidonia, obat itu telah didistribusikan kepada pasukan, apakah kamu menyadarinya?” (Souma)

“Karena untungnya berakhir tidak lebih parah dari….. Ah, itu mengingatkanku, di pertempuran itu, dibandingkan dengan orang yang terluka, kupikir jumlah korbannya terlalu rendah. Apakah itu juga berkat Mitsumedine?” (Liscia)

“Mungkin. Karena jika kuman masuk kedalam luka, maka luka tersebut akan bernanah….. sesuatu seperti itu. Mitsumedine mampu mencegahnya sampai batas tertentu.” (Souma)

“Menakjubkan…..” (Liscia)

“Bagaimanapun, ini berkat kerja sama dari seluruh Suku Mata Tiga dan fakta bahwa mereka tidak menahan apapun untuk memberikan dukungan di bidang ilmu kedokteran milik Kerajaan. Hal yang menghambat ekstraksi Mitsumedine adalah sedikitnya jumlah Zelmedic yang merupakan bahan dasarnya, tapi berkat Tomoe-chan, hal itu teratasi dengan cepat.” (Souma)

Untuk organisme jeli-amoeba seperti Zelring, mereka diklasifikasikan sebagai tanaman, jadi mereka tidak memiliki kecerdasan binatang untuk melakukan percakapan, tapi meski begitu, dari tindakan mereka, dia dapat mengetahui lingkungan terbaik agar mereka bisa hidup dan syarat perkembangbiakannya. Saat ini, kami sedang meningkatkan jumlah tempat perkembangbiakan mereka.

“……….. Adik kita benar-benar membantu.” (Liscia)

“Kamu benar.” (Souma)

Saat ini, Tomoe-chan secara umum dikenal sebagai [Putri Serigala yang Bijaksana]. Kereta Rhinosaurus, Pasukan Pongo dari Van, dan Zelmedic…. Tidak salah jika mengatakan bahwa dia memang layak mendapatkan julukan itu.

“Hm, kalau begitu, saat ini negara kita sedang berada ditengah reformasi ilmu kedokteran dan ilmu kebersihan, jadi sebagai salah satu bagiannya, pemukiman kumuh ini sudah diperbaiki. Rumah lama telah dihancurkan, wilayah yang mendapatkan lebih banyak cahaya dan memiliki ventilasi yang lebih baik telah dibuat, dan secara bersamaan juga mengurangi tindakan kriminal dan obat-obatan terlarang, dan dengan ini, kita juga telah menciptakan sebuah ruang terbuka yang bagus. Para penduduk pindah ke rumah susun yang baru dibangun. Ruangannya memang sempit dan kecil, tapi pada dasarnya itu gratis. Selain itu, mereka ditugaskan untuk membersihkan sampah dikota, jadi itu merupakan bantuan bagi mereka dan juga bagian dari pengelolaan masalah sanitasi.” (Souma)

“Jadi kamu sudah melakukan banyak hal……. Bukankah kamu bekerja terlalu berat?” (Liscia)

Liscia menatapku dengan khawatir. Aku kemudian meletakkan tanganku di atas kepala Liscia.

“Memang ada beberapa masalah, tapi itu tetap menyenangkan. Karena ini adalah kota…. Negara yang dapat dengan bebas kubangun ulang sesuai dengan keinginanku. Juga, sebagai hasilnya, orang-orang bisa tersenyum, dan hal itu membuatku menjadi semakin gembira.” (Souma)

“Begitu….. baguslah kalau begitu. Tapi, jika ada sesuatu yang dapat kulakukan, tolong serahkan hal itu kepadaku.” (Liscia)

“Tentu saja. Aku akan mengandalkanmu.” (Souma)

Setelah kamu melakukan percakapan itu, kami tertawa bersama-sama. Kemudian, didalam mood yang bagus itu,

*Pssst*

Tiba-tiba terdengar suara semprotan. Sambil berpikir “Apa itu?”, aku menatap ke arah depan dan melihat seseorang membawa tangki besar dipunggungnya. Ada selang yang terhubung dengan tangki itu, yang berakhir pada sebuah silinder logam, dimana sesuatu seperti kabut menyemprot ke arah tanah. Orang itu adalah seorang wanita yang memiliki rambut pirang dan kulit yang tampak cokelat, meskipun itu tidak segelap milik para dark elf, hal itu memberikan sebuah penampilan yang tampak eksotis. Dia terlihat seperti berumur 20 tahunan. Mungkin dia adalah wanita cantik dengan penampilan yang luar biasa, tapi masker segitiga yang menutupi mulutnya dan tangki yang ada dipunggungnya benar-benar memusnahkan kesan itu. Di dahinya, terdapat ciri khas yang dimiliki oleh Suku Mata Tiga. Mata Ketiga yang berkilauan.

“Kukukuku…. Fufufufu…. Ahahahahahahaha! Kotoran akan disterilkan~!”

Sambil mengeluarkan tawa jahat, wanita itu menyemprotkan sesuatu seperti kabut ke atas tanah dan gubuk dengan rajin. Ketika mereka melihat kejadian itu, Liscia, Carla, dan Owen, mereka semua kehabisan kata-kata. Sementara bagiku, aku merasakan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang kepalaku.

“Apa yang kamu lakukan…….?” (Souma)

Namanya adalah Hilde Nouge. Suku Mata Tiga, sebagai tanda dukungan dan untuk mendapatkan kehormatan mereka kembali, mereka telah mengirimkan dirinya sebagai seorang [Physician] untuk mereformasi ilmu kedokteran.

 


[1] Liscia mengatakannya dengan hiragana びょうげんきん bukannya kanji 病原菌, yang menunjukkan bahwa dia tidak familiar dengan hal yang disebut kuman/patogen.

[2] Ilmu kebersihan merupakan bagian dari Ilmu Kesehatan Umum

[3] Tenshinhan:Karakter manga dragon ball (mungkin ada yang ngk kenal)

[4] Sharaku housuke adalah karakter utama dalam manga Osamu Tezuka.

[5] Juga bisa berarti bersentuhan secara fisik atau secara emosional

[6] Liscia mengatakannya dengan hiragana こうせいぶっしつ bukannya kanji 抗生物質, yang menunjukkan bahwa dia tidak familiar dengan apa yang disebut antibiotik

[7] Beberapa spesies Penicilium memiliki warna biru, yang biasanya tumbuh pada roti lama dan memberikan tekstur berwarna kebiruan

[8] はぐれスライム salah satu jenis slime dari game Dragon Quest

[9] ミツメディン ini adalah permainan kata berlapis. Pertama, Mitsume adalah nama Suku Mata Tiga yang ada di RAW jepang: 三つ目族 (MitsumeZoku). Mitsume (みつめ) juga memiliki arti menatap/melihat. Maka itu adalah singkatan dari みつめ dan メディスン

[10] Periode Edo atau Periode Tokugawa adalah periode antara tahun 1603 dan 1868 dalam sejarah Jepang, ketika masyarakat Jepang berada dibawah pemerintahan Tokugawa shogunate dan 300 daimyo provinsi.

[11] Ingat kawan, pesan dari dokter: Mengurangi gejala TIDAK SAMA DENGAN menyembuhkan penyakit. Dan tidak ada obat yang mampu menyembuhkan Diabetes (Dan juga kanker), tidak peduli apapun yang orang katakan herbal/obat rahasia/obat super/ obat alami/dsb. Jika obat itu benar-benar ‘efektif’, maka itu akan disebutkan didalam pedoman ADA, AACE/ACE, dan IDF. Kalian akan sembuh dari diabetes jika kalian menerima transplantasi sel pankreas, sih.

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

7 Comments Add yours

  1. fan infinite dendrogram says:

    Baik hasil terjemahan maupun bahasanya epic

    Like

  2. tonski says:

    seperti biasa banyak pengetahuan umum yg sangat berguna dari novel satu ini 🙂 mancap min ..sankyu 🙂

    Like

  3. Riceur says:

    Berharap mimin mau update secara teratur

    Like

  4. yovie says:

    Mantap min, semoga sehat selalu min!

    Like

  5. ko says:

    Cepet ya bacanya :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s