Stranger’s Handbook Chapter 114

Chapter 114 – Pengetahuan itu Penting

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“kelihatannya anda bersenang-senang tadi malam, tuan.”

Suu menyeringai saat dia menyapaku.
Kamu mengetahui hal itu?

“Berkat kakakmu, aku memiliki malam yang menyenangkan.”

“Saya senang mendengarnya. Madam tertawa saat mendengar hal ini, jadi saya pikir semuanya baik-baik saja.”

………. Bea juga mengetahui hal ini?

 

Apa-apaan tempat itu……… setelah kamu terbiasa dengannya, itu terasa agak menyenangkan.
Karena suatu alasan, pada akhirnya kami melakukan kompetisi panco dengan bapak-bapak berpakaian wanita itu. Itu memang sebuah kenangan yang bagus.

Pada akhirnya, kami tinggal disana sepanjang malam dan pulang kerumah di pagi hari…………

“Apakah kamu bisa sedikit bersantai? Sesekali melakukan hal itu adalah keputusan yang bagus, Zest-sama.”

(Papa, apakah kamu suka yang berbulu? Haruskah Toto juga menumbuhkan beberapa bulu?)

Tolong hentikan….. Toto yang berbulu adalah sebuah pemandangan horor.

“Pagi, Bea, Toto. Hal berbulu itu benar-benar tidak terduga.”

Aku tidak ingin berdebat tentang hal itu lebih lama lagi.
Tidak diragukan lagi bahwa aku merasa lelah.

“Tuan, satu-satunya jadwal yang harus anda lakukan hari ini adalah bertemu dengan para bangsawan tak berharga itu. Anda dapat menghabiskan waktu anda untuk bersantai.”

“Ara, tidak masalah kalau begitu.”

(Waai! Kita dapat menghabiskan waktu bersama Papa!)

Itu adalah cara yang kejam untuk memanggil mereka…. Bangsawan yang malang.
Yah, tidak masalah jika aku menangani mereka dengan santai
Jika semua orang berkata demikian, maka aku akan menghabiskan waktu dan bersantai!

 

Aku duduk disofa dan menyuruh Bea duduk disampingku.
Toto mengambil tempatnya yang biasa di bahuku.

“Perutmu sudah menjadi cukup besar. Apakah itu sakit?”

“Tidak. Memang benar bahwa punggungku terasa pegal…. Dan kadang terasa sakit. Tapi itu tidak menyakitkan sama sekali. Bagaimanapun anak kita akan segera lahir.”

“Bea…”

“Zest-sama…..”

(Aaaaah!)

Saat kami baru saja hendak masuk kedalam mood merah muda. Pesan telepati kuat dari Toto menghentikan kami.

“Ap…. Ada apa, Toto?”

“Toto-chan, ada apa?”

(Ini buruk! Perut Mama baru saja bergerak! Apakah ada sesuatu didalamnya!!?)

Wajah Toto menjadi pucat pasi dan dia mulai gemetaran.
Hm? Apakah dia tidak tahu tentang hal ini?

“Ada seorang bayi didalam perut Bea.”

“Bukankah kamu merasa senang karena akan menjadi seorang kakak? Ada apa, Toto-chan?”

(Tapi Suu mengatakan hal ini kepadaku! Bahwa ada seekor burung yang akan membawa bayi itu! Dan kekuatan sihir itu berkumpul di dalam perut mama!)

……… Benar, mungkin bagus untuk menjelaskannya seperti itu kepada anak-anak.

“Tuan, itulah yang saya katakan kepada Toto-sama. Karena dia masih kecil, saya pikir….”

“Kamu tidak perlu khawatir. Bagaimanapun seseorang telah mengajarkan tentang pembuatan anak kepadanya.”

“Toto-chan, itu adalah kebaikan Suu, tahu? Kali ini aku akan menjelaskannya dengan benar, ok?”

(Kebaikan? Aku tidak terlalu memahaminya tapi aku mengerti!)

Sementara Bea menjelaskan hal itu dengan benar kepada Toto, dia membelai perut mamanya.
Saat aku melihat pemandangan itu, Suu berbisik kepadaku.

“Tuan? Siapa orang bodoh yang menceritakan cerita seperti itu kepada Toto yang masih polos……”

“Kakakmu.”

Dia membuka matanya, dan saat dia terbakar oleh kemarahan, dia menggumamkan hal ini dengan suara yang sangat rendah.

“……. Haruskah saya mengakhiri dirinya?”

“Dia telah menyesali hal itu. Aku memiliki harapan yang besar kepadanya, jadi aku tidak bisa membiarkannya mati semudah itu.”

“Tuan…… saya tidak akan pernah melupakan….. perasaan tuan. Malam ini, saya akan menyiapkan sapu tangan yang baru untuk anda.”

“Lupakan tentang hal itu……….”

 

Setelah percakapan itu, waktu untuk bertemu dengan para bangsawan telah tiba.

Orang-orang yang mengusap kedua tangan mereka dan mendekatiku, orang yang dengan putus asa mencoba menarikku, orang yang meminta agar aku menerima putri mereka ke dalam keluargaku dalam rangka melatih tata-krama mereka……
Mereka semua busuk….

Aku menghindari percakapan para bangsawan ini dengan licin seperti belut.
‘Aku paham. Aku akan mempertimbangkannya.’
Itulah yang kusampaikan, dan mengirim mereka pulang. Itu adalah pekerjaan yang mudah.

Bukannya menolak mereka, aku menjawab dengan cara seperti itu untuk mengamati reaksi mereka.
Tergantung dengan tanggapan mereka, aku akan memutuskan apakah aku akan mengampuni mereka…. Atau akan melibas mereka sepenuhnya………
Aku takut untuk mengatakannya tapi aku sendiri telah menjadi seorang bangsawan sungguhan.

 

 

Saat bangsawan terakhir sudah pulang, hari sudah gelap.
Toto menerima pelajaran kesehatan dan fisik dari Bea dan dia tampaknya sudah benar-benar mengerti saat ini.

(Menakjubkan! Mama menciptakan kehidupan baru!)

Apakah Bea menjadi seorang dewa?
Aku melirik ke arahnya dan dia berpaling, wajahnya memerah.
………. Kelihatannya dia gagal memberikan penjelasan yang benar kepada Toto.

“Benar. Itulah sebabnya Toto, kamu harus melindungi Bea dengan segala cara, ok?”

“Fufu, tolong jaga aku, Toto-chan!”

(Ya! Toto pasti akan melindungi Mama!)

Lebih baik seperti ini…. Dia tidak perlu memahami prosesnya secara terperinci.

 

Setelah itu, kami akhirnya kembali menikmati makan malam sebagai seorang keluarga, lalu masuk ke kamar mandi bersama-sama.
Keluarga yang harmonis…… Kebahagiaan yang tidak dapat kutemukan di Jepang, aku menemukannya ditempat ini.

Aku bersyukur telah datang ke dunia ini.
Aku mempercayai hal itu dari lubuk hatiku yang terdalam, saat aku naik ke tempat tidur bersama dengan Bea dan Toto.

 

 

Aku sudah hendak tertidur, ketika sebuah kehadiran didepan pintu kamarku membangunkan kesadaranku.

“Suu? Ada apa?”

Suu membuka pintu dengan perlahan.

“Tuan, saya minta maaf karena telah mengganggu waktu malam anda. Tolong ikuti saya ke ruangan ini….”

Bea dan Toto juga sedang berada di tempat tidur…. Dan karena mereka telah tertidur, Suu tidak ingin membangunkan mereka.
Aku diam-diam berpindah keruangan sebelah.

“Jadi, apa yang terjadi?”

“Ya, ada dua hal. Pertama, pemberitahuan bahwa putra menantu-dono (pangeran elf) telah tiba. Kedua, pemberitahuan dari Yang Mulia Kaisar.”

“Dari Kaisar?”

Pemberitahuan dari pangeran elf sudah direncanakan.
Tapi pemberitahuan dari sang Kaisar adalah yang yang tak terduga.

 

‘Zest, aku kehabisan spirit drop. Tolong urus hal itu.’

 

……. Permintaan seperti ini ditengah malam?
Ini aneh…… pasti ada sesuatu dibalik hal ini. Pikirkan!

Namun, tidak peduli seberapa banyak aku memikirkannya, aku tidak dapat menyadari apapun.
Apakah aku melupakan sesuatu?
Sebuah pesan rahasia? Atau sesuatu seperti teka-teki?

Setelah aku menerima surat itu, aku mengkhawatirkan hal itu selama lebih dari satu jam.
Saat Suu menyiapkan teh lagi, aku akhirnya menyadarinya……

Jangan bilang……!?

 

“Suu, tumpahkan sedikit teh di surat ini.”

“Eh? Ba.. baik.”

Menumpahkan teh ke atas surat dari Kaisar biasanya akan berarti hukuman berat.
Sambil gemetaran, Suu melakukan apa yang kuperintahkan.

Setelah melakukan itu, huruf yang lain muncul di permukaan surat itu.

 

‘Negara Elf sudah hampir hancur. Sang Raja telah menghilang.’

 

Kalimat berwarna merah cerah menjadi terlihat pada surat yang menyerap cairan teh itu.
Suu pada akhirnya juga melihat hal itu…. Wajahnya menjadi pucat pasi.

Kekacauan di negara elf mungkin membuatnya mengingat dongeng itu…..

“Sebuah tanda kebangkitan raja iblis….. Perang besar lainnya…..”

Cerita tentang generasi pertama Kekaisaran, orang asing yang bertarung dahulu kala.
Raja Iblis pertama-tama mengincar negara elf, dan menyebabkan kekacauan di seluruh dunia.
Setiap ras memiliki legenda tentang pahlawan yang mengalahkan raja iblis.

“Aku terlalu memikirkan hal itu, ini hanyalah kebetulan.”

Aku mengatakan hal itu, tapi suaraku terdengar gemetar.
Kebetulan, Aku juga merupakan orang asing yang memiliki kekuatan sihir atribut cahaya.
Kebetulan, Aku mencapai spiritification.
Kebetulan, negara elf sedang berada dalam kekacauan.

….. Tiga kebetulan berturut-turut.
Ini mungkin tidak bisa lagi disebut kebetulan…..

Aku menghela nafas saat aku melihat keluar jendela.
Aku memiliki kesan bahwa bulan purnama berwarna merah cerah itu mengatakan kepadaku bahwa itu semua bukanlah kebetulan.

 

“Dan, tuan.”

“………. Apakah ada hal lain?”

“Kakak saya…. Bisakah anda memaafkannya sekarang?”

“…………….. Ah.”

 

Aku lupa bahwa aku mengikat Albert di pohon yang ada dihalaman dalam istana.
……….. Dia….. masih hidup, kan? Tidak masalah, tidak masalah.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

3 Comments Add yours

  1. ko says:

    Wkwkwk masih sempat ngelawak di saat genting

    Like

  2. Anonymous says:

    Bea…
    Zest-Sama
    😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s