Stranger’s Handbook Chapter 113

Chapter 113 – Pertemuan Study dengan Kalfa

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Paduka duke, Zest saya mengandalkan anda hari ini. Ini hadiah kecil untuk anda.”

“Kalfa, kamu tidak perlu begitu perhatian seperti ini. Suu, siapkan teh.”

“Sesuai keinginan anda.”

 

Pertemuan dengan pangeran elf masih akan ada beberapa waktu.
Untuk saat ini, saat aku masih memiliki waktu, Jadi aku memutuskan untuk melatih Kalfa.
Ini adalah sesuatu yang sama seperti pertemuan study.

“Baiklah, terakhir kali aku hanya menjelaskan dasarnya kepadamu. Hari ini kamu akan berlatih bagaimana cara menggunakannya.”

“Baik! Tolong!”

Kuncir kuda milik Tanya berayun dengan penuh semangat.
Dia lebih terlihat seperti gadis desa daripada seorang nona muda.
Dia adalah orang yang sangat ramah.

“Meskipun aku mengatakan bahwa kita akan menerapkan apa yang terakhir kali kita pelajari, sebenarnya ini tidak terlalu berbeda. Kamu akan meningkatkan akurasi dari pertanyaan standarmu dan aku akan memberikan beberapa nasehat. Cuma itu.”

“Saya paham dengan bagian pertanyaannya, tapi bagaimana dengan nasehat itu?”

“Ini tentang ‘Bagaimana cara untuk menjadi rekan sang pelanggan?’ selama percakapan.”

“Menjadi rekan pelanggan……?”

Kalfa mengedipkan mata besarnya dengan terkejut.
Kelihatannya dia tidak memahaminya.

“Benar…. Contohnya, aku ingin membeli beberapa barang. Aku menginginkan beberapa alat sihir tapi aku khawatir bahwa istriku akan memarahiku karena hal itu. Mari kita pakai kasus ini.”

“Hal seperti itu agak sering terjadi…… saya mengingatnya.”

“Bagaimana kamu akan menjual alat sihir itu kepadaku?”

“Benar….Haruskah saya menanyakan kemampuan alat sihir itu dan harganya?”

Haha, seperti yang kuduga, dia akan melakukan hal itu.
Ini adalah kesalahan yang berkali-kali kulakukan saat aku masih menjadi salesman pemula.
“Jangan menjual apapun kepada pelanggan seperti itu.”

“…… apa?”

“Seperti yang kukatakan, jangan menjual apapun kepada pelanggan seperti itu.”

“Ehh?”

Hahaha, saat ini dia mulai kebingungan, bukan?
Kalfa terlihat begitu tercengang, dia terlihat lucu.

“Jika aku mengatakannya sedikit lebih rinci, untuk saat ini kamu tidak akan menjualnya. Apakah kamu paham?”

“Saya tidak akan menjualnya untuk saat ini….. untuk saat ini?”

“Jika pelanggan itu khawatir dengan istrinya, kenapa kamu tidak mencoba membujuk sang istri bersama dengan pelanggan itu? Jika kamu mengatakan bahwa mengirimkan permata, pakaian, atau bunga kepadanya akan berhasil, dia akan setuju denganmu. Pertama, kamu akan menghilangkan kekhawatirannya.”

“………. Begitu! Dengan begini saya akan menjadi rekannya.”

Dia akhirnya paham.
Jika dia memahami kekhawatiran pelanggannya, semuanya akan menjadi lebih mudah.
‘Saya akan membantu menyelesaikan masalah anda.’
Perkataan pembunuh itu akan sangat berguna.

“Apakah kamu melakukan bisnis agar bisa menjual barang? Jika pelanggannya adalah seorang bangsawan, jika dia menyukai barangnya, kamu dapat langsung menjualnya. Apa yang harus kamu lakukan adalah masuk kedalam dompet bangsawan itu, kan?”

“Anda mengatakan bahwa saya tidak boleh tertipu oleh keuntungan langsung.”

Dia murid yang cukup bagus.
Tampaknya Kalfa menyadari apa yang dia butuhkan untuk mengelola bisnis dengan benar.

“Kamu tidak perlu menghadiahkan barangmu. Pekerjaanmu adalah untuk membuat bangsawan itu membelinya darimu.”

“Ya, paduka. Saya tidak akan melupakan hal ini.”

“Dan juga….. Suu, bisakah kamu ambilkan hal itu.”

“Baik, tuan!”

Dia menanggapi perkataanku dengan cepat dan mengambil sebuah kotak.

“Kalfa, terimalah ini. Jika kamu menemui situasi yang tanpa harapan, gunakan itu. Kamu mendengarku? Jangan ragu untuk menggunakannya, ok?”

“Baik….. paduka! Ini…..”

Benda yang ada didalam kotak.
Itu adalah sebuah belati dengan lambang Keluarga Duke.

“Kupikir semuanya akan baik-baik saja, tapi kita memerlukan sesuatu untuk jaga-jaga.”

“Tapi, sebuah belati dengan lambang keluarga anda…..”

Itu benar. Kau sudah pasti mengetahui hal itu….. Makna dibalik belati dengan lambang keluargaku.
Pemilik belati itu akan dianggap sebagai seorang afiliasi keluarga dengan menggunakan lambang itu.
Dan jika kamu ketahuan menggunakan sebuah tiruan, seluruh keluargamu akan dibantai.
Singkatnya, belati itu melambangkan hal ini: ‘Jika kamu melawan orang ini, akulah yang akan menjadi lawanmu!’

“Aku juga berencana memberikan satu kepada Tanya, jadi jangan khawatir dengan hal itu. Itulah tanda seberapa besar aku mengandalkanmu. Pegang itu dengan erat.”

“Baik!…. Dengan segala hormat saya akan menerimanya!”

Dengan tangan gemetar, dia menerima box itu sambil membungkukkan kepalanya.
Karena tidak ada orang bodoh yang terang-terangan ingin mencari ribut dengan Keluarga Duke, aku merasa lega untuk saat ini.
Yah, setelah dia menggunakannya, dia akan ketahuan bahwa dia bekerja untuk Keluarga Duke, jadi dia tidak akan bisa memberikan informasi kepadaku lebih lama lagi.
Meski begitu, aku tidak ingin mengabaikannya.

“Ini adalah kartu as milikmu. Tapi jika kamu merasa bahwa kamu sedang berada dalam bahaya, kamu harus segera menggunakannya. Lalu, datanglah ke wilayahku! Paham?”

“Saya pasti akan hidup sesuai dengan harapan paduka!”

Kalfa memegang kotak itu dengan erat dilengannya sambil menatapku dengan penuh keyakinan.

“Aku juga punya harapan, tapi karena kematianmu akan menjadi masalah bagiku, aku memberikan hal itu kepadamu. Jangan salah paham kepadaku, ok?”

“Tentu saja, paduka! Saya sangat berterimakasih atas perhatian anda.”

Setelah itu, pertemuan study kami berlanjut sampai sore, dengan aku yang mengajarkan berbagai rincian kecil kepadanya.
Kalfa kelihatannya sudah paham tentang cara kerjanya, karena dia menyerap perkataanku dengan cepat.
Jika seperti ini, akan baik-baik saja untuk menyerahkan pengumpulan informasi kepadanya.

 

 

 

Sudah lama aku tidak berbicara sebanyak itu dan aku merasa agak lelah.
Ketika aku sedang berada diwilayahku, aku sama sekali tidak menerima informasi dari ibukota kekaisaran.
Apakah aku terlalu bersemangat untuk mendapatkan orang berharga yang dapat memberikan informasi kepadaku?

Aku duduk di sofa di kantorku dan memijat bahuku.
Ah, itu sakit……bagaimanapun aku adalah seorang bapak-bapak.
Aku menggunakan sihir penyembuh sambil meminum teh.
Haruskah aku tidur lebih awal hari ini? Saat aku memikirkan hal itu, aku mendengar suara pintu terbuka

“Albert?…….. ada apa?”

“Paduka, anda kelihatan lelah. Bagaimana dengan ini? Sesekali, pergi ke kota secara rahasia adalah cara yang sempurna untuk mengubah suasana hati.”

Albert adalah komandan pengawal, jadi dia tidak perlu mengetuk pintu saat dia masuk kekantorku.
Dia juga diizinkan masuk kedalam kamar tidurku tanpa izin.
Entah bagaimana aku dapat mempercayai….. anjing ini.

“Kota, huh?…….. Apakah kamu mengetahui tempat yang bagus atau sejenisnya?”

“Ya pak! Ksatria hitam juga akan mengawal kita.”

Kami menyeringai dan bertukar tatapan.
Dia benar. Sesekali, aku juga harus memberi hadiah kepada bawahanku!

“Bagus Albert! Ini sudah lama jadi aku juga akan ikut denganmu!”

“Kalau begitu ayo kita pergi!”

 

Dan dengan itu, kami memutuskan untuk keluar malam ini dan bersenang-senang.
Bahkan para jenderal juga menggila.
Kenapa duke tidak melakukan hal itu juga.

 

Dengan demikian, ditemani oleh anjing itu, kami tiba di sebuah toko tertentu.

‘Bar Sentuh Aku – Surga Kelembutan’

Atau seperti itulah tempat ini dipanggil.

 

“Sialan kau, Albert…. Kamu memiliki selera yang cukup bagus.”

“Kah….. Zest-sama, ini adalah pertama kalinya saya datang kemari.”

“Bagaimanapun Albert aniki menyukai ‘Academy Dada Rata’.

“Ya, itu benar-benar membuatku tercengang.”

“Albert-san, kamu benar-benar menyukai sesuatu yang kecil.”

……………… Albert, kamu adalah seorang bangsawan, tau?
Bahkan jika kamu melakukan hal itu untuk mendapatkan perhatian para prajurit…. Kamu terlalu……

Albert berpaling untuk menghindari tatapanku, dan kemudian dia berkata.

“Sekarang, ayo masuk kedalam! Surga telah menunggu kita!”

Dia dengan paksa mendiamkan para ksatria hitam dan kami masuk kedalam surga kelembutan itu.

 

 

 

“Ara, sungguh pria yang tampan! Kamu adalah tipeku jadi aku akan merawatmu.”

“Kamu pendiam….. ataukah mungkin kamu sangat pemalu?”

“Ufufu, lihat, kamu dapat menyentuhku, tahu?”

 

Apa yang masuk kedalam pandanganku adalah kaki berbulu, dada berbulu… dan lengan berbulu, beberapa bapak-bapak berbulu yang mengenakan pakaian wanita…..

 

“Dimana Albert sialan itu!! Aku akan membunuhnya dengan tangan kosong!!!”

 

“Kamu berteriak….. Tapi aku tidak membencinya, kamu tahu?”

“Dia benar-benar orang yang sangat pemalu, bukan?”

“Ara, kamu harus duduk.”

 

Dan dengan itu, malam di surga berbulu di mulai…….


Reaksi Zen setelah menerjemahkan chapter ini…

so-i-heard-you-like-yao-ming_o_174332

159

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

6 Comments Add yours

  1. afaro16 says:

    fotonya bikin ngakak njir :v

    Like

  2. Kuro says:

    fak :v bulu” bertebaran

    Like

  3. Mage says:

    Sue gan punya istri tapi di jaga ketat dateng ke bar malah dapet zonk kaya gini hahahaha apes bener dah si zest

    Balik lagi ke fraksi kancut mertua aja mendingan *paling di hajar bea

    Like

  4. Trè says:

    albert sialan -_- udah fokus ehk…. sigh

    Like

  5. Kuruyamin says:

    wanjir pas baca ending nya kayak begitu.. :v

    Sekali lagi penderitaan Zest terus berlanjut :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s