Stranger’s Handbook Chapter 112

Chapter 112 – Rencana sang Pangeran

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Tuan, tolong baca ini.”

Suu mengeluarkan sebuah surat.
Aku menerimanya dan membuka surat dari keluarga kerajaan elf itu.
…… meskipun aku tidak ingin membacanya, sih.

 

‘Maafkan saya karena tiba-tiba mengirimkan sebuah surat.
Saya benar-benar ingin berbicara dengan duke Zest, salah satu pemimpin kekaisaran.
Masih ada sedikit waktu sampai saya tiba di kekaisaran, tapi setelah sampai disana saya akan menunggu kesempatan.
Pada saat ini, satu-satunya orang yang dapat saya andalkan adalah…. Pahlawan yang telah mencapai spiritification.
Tolong, saya mohon kepada anda, untuk bertemu dengan saya.’

 

Seperti yang kuduga, aku tidak ingin membaca hal ini.
Dan karena dia tidak menulis namanya, aku bahkan memiliki firasat yang lebih buruk.
Dia menulis ini dengan buru-buru dan hanya menuliskan informasi yang dibutuhkan…… Itulah kesan yang diberikan oleh surat ini.

“Tuan, haruskah kita membuangnya?”

“…… Benar. Bakar itu.”

Suu mungkin bisa menebak isi surat itu dengan melihat raut wajahku, dan dengan cepat menghancurkan surat itu.
Surat berbahaya harus dihancurkan.

Seperti yang kuduga……
Apakah dia memiliki seorang maid yang dia percayai di negara elf…. Untuk mengirimkan suratnya?

“Kelihatannya calon suami Tsubaki tidak seperti yang rumor katakan. Dia bukanlah orang bodoh…. Dia adalah orang super sangat idiot.”

“Ya ampun. Masalah tuan kembali bertambah.”

Suu mengatakan hal itu dan tersenyum.

“Kamu terlihat senang, Suu.”

“Ya. Karena dia adalah orang yang sangat idiot. Saya penasaran sampai sejauh mana keidiotannya.”

Hanya untuk memastikan, dia kelihatannya memahami fakta bahwa aku memanggilnya orang yang sangat idiot karena suatu alasan.

‘Pangeran elf bukanlah orang yang bodoh. Dia adalah orang yang sangat idiot yang berpura-pura bodoh untuk merencanakan sesuatu di negara asing…. Singkatnya, dia bukan orang biasa.’

Itulah makna dibalik perkataanku.

 

“Yah, dia adalah calon suami Tsubaki-ku yang manis. Setelah dia tiba, aku ingin melakukan pembicaraan kekeluargaan yang panjang dengannya.”

“Ya, saya akan melakukan persiapan yang diperlukan.”

Suu membungkukkan kepalanya dengan anggun dan kemudian meninggalkan ruangan.
Alasan itu harusnya bisa berhasil sebagai sikap resmi….. semuanya bergantung pada alasan kenapa dia berpura-pura bodoh.

Aku meminum semua teh yang ada dicangkirku karena itu sudah dingin.

 

 
“Ayah angkat! Lama tak jumpa. Ini Tsubaki!”

Aku akhirnya mendapatkan waktu damai, ketika pintu ruanganku terbuka dengan keras sampai-sampai aku mengira bahwa itu akan hancur.
Tsubaki memasuki ruanganku….. dia memberi salam dengan datar, seperti biasa.

“Lama tak jumpa, Tsubaki. Bisakah kita menghabiskan waktu sebagai sebuah keluarga?……… Kalian semua bisa pergi. Seseorang dari Keluarga Duke akan mengurus sisanya.”

Mendengar perkataanku, para maid yang menemani Tsubaki meninggalkan kantorku.
Suu masuk kedalam menggantikan mereka.

“Tsubaki, tidak apa-apa.”

“Ya pak! Ayah angkat, ada apa?”

“Suu, apakah sudah aman?”

“Ya, tidak ada masalah.”

Itu bukan berarti aku tidak bersiap untuk hal ini, tidak seperti sebelumnya.
Itu karena aku sudah menduga bahwa Tsubaki akan menemuiku.

“Tsubaki, bermain-main adalah hal yang bagus. Apa yang sedang kamu dan pangeran itu rencanakan?”

“………….”

“Apakah aku salah?….. Lalu, apakah pangeran itu memintamu melakukan hal ini? Dia memikirkan rencananya dan memintamu bekerja sama?”

“Ayah angkat, aku tidak paham apa yang sedang kamu bicarakan!”

“Nona muda, tidak perlu waspada terhadap saya. Saya adalah steward milik Keluarga Duke.”

Tsubaki terus terdiam saat dia secara bergantian menatapku dan Suu.

“Kamu mengenal pangeran itu bahkan sebelum bertemu denganku. Namun, kamu tidak dapat menentang perintah Yang Mulia. Itulah sebabnya kamu menerima pernikahan kita…. Atau mungkin, karena umurku, kamu tahu bahwa kita akan bertunangan terlebih dahulu…. Sejauh mana pangeran itu sudah menduganya?”

“Err… urm….”

“Karena suatu alasan, pangeran itu harus bertindak seperti orang bodoh atau jika tidak dia akan terbunuh. Kamu mengetahui hal ini dan memutuskan untuk menolongnya. Namun, aku muncul secara tak terduga….. apakah aku salah?”

“…… Ayah angkat…. Kamu mengetahui sebanyak itu…..”

“Seorang tunangan yang tak terduga….. Selain itu, menolaknya akan menyebabkan terlalu banyak resiko. Jadi, pangeran memikirkan rencana ini. Pangeran bodoh yang melamarmu dan kamu akan bertindak seperti seorang gadis yang bodoh, kan? Kamu seharusnya tidak meremehkanku, kamu tahu?”

Tsubaki tidak memberikan jawaban.
Dia gemetar, wajahnya menjadi sangat pucat.

“Tsubaki, kamu adalah putri dari Keluarga Duke. Aku ingin melindungimu sekuat tenaga. Namun, ada hal yang tidak dapat kulakukan jika aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, kan?”

“Wa, waaah”

“Aku tidak marah. Begitu, orang yang kamu cintai adalah pangeran itu, bukan? Aku akan mengabulkan permintaanmu. Kamu dapat merasa bahagia!”

“Waaaaaah, ay…. Ayaaah!”

Dengan hidung meler, Tsubaki memelukku dan mulai menangis.
Karena tangisannya yang keras, Bea juga ikut muncul.
Namun, tangisan Tsubaki terlihat seperti akan berlangsung selamanya.

 

 

“Apakah kamu sudah mendingan? Kamu benar-benar membuatku terkejut.”

(Ahaha, lihat hidung Tsubaki! Itu meler!)

Tsubaki berhenti menangis setelah sekitar satu jam.
Bea menyeka hidungnya sampai bersih dengan sebuah sapu tangan.
……. Sapu tangan sungguhan, ok?

“Aku tidak pernah mengira ayah angkat akan menyadari hal ini…. Aku akan memberitahukan semuanya kepadamu.”

Tsubaki, dengan mata merah, mulai berbicara setelah meminum sedikit teh.

Dia bertemu dengan pangeran elf itu ketika dia berumur sekitar lima tahun.
Bahkan saat itu, pangeran itu sudah terkenal sebagai seorang pangeran yang bodoh. Dia berakhir mengunjungi ibukota beberapa kali untuk melakukan berbagai macam pertukaran antara negara elf yang tertutup dan kekaisaran.

Yah, kekaisaran menghasilkan pahlawan yang agung, orang asing pertama yang dipanggil.
Mereka tidak dapat mengabaikan kekaisaran, tapi mereka juga tidak dapat mengirimkan utusan biasa.
Namun, jika itu adalah sang pangeran bodoh, dia dapat terbunuh karena kecelakaan dan tidak akan ada orang yang akan komplain….. kelihatannya keluarga kerajaan menggunakannya karena gelar yang dia miliki.

Dan dengan demikian, mereka berdua bertemu dan saling jatuh cinta.
…….. Jatuh cinta kepada seorang gadis berumur lima tahun, apakah pangeran itu sehat?
Itu juga terjadi pada orang-orang jepang….. tapi aku tidak dapat memberikan contoh karena itu terlalu tidak sopan.

Pangeran elf dan putri kekaisaran.
Tidak ada masalah dengan status sosial mereka, jadi mereka terus berhubungan melalui surat.
Pangeran bodoh itu berbeda dengan apa yang dirumorkan terhadap dirinya. Dia sangat baik dan menyayangi Tsubaki.
Ketika mereka berpikir untuk menikah…. Aku muncul.

Setelah itu, semua terjadi sesuai dengan yang kuduga. Pangeran bodoh itu menulis surat kepada Tsubaki yang berisi bagaimana dia harus bertindak…..

 

“Aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan sampai saat ini. Aku berbohong….. dan aku…..”

Tsubaki kembali menangis.

“Tidak apa-apa. Kamu mencoba melakukan yang terbaik sampai saat ini…. Itu berat, bukan? Selama ini, aku penasaran, apa sedang Yang Mulia lihat……”

Bea menyeka air matanya dengan lembut, dan kemudian memeluknya dengan erat.
Kelihatannya dia telah terjebak dalam impian cinta dan tidak memperdulikan bahwa dia sudah ditipu.
…… Tapi bagi seorang pangeran untuk jatuh cinta kepada seorang gadis kecil…. Sepertinya aku tidak dapat menyetujuinya.
Tapi, aku terlalu takut untuk melawan mereka jadi aku hanya akan menyimpannya didalam hatiku

“Zest-sama. Kita akan melakukan sesuatu tentang masalah Tsubaki, bukan!?”

“Ya!”

Aku tidak bisa melawan Bea ketika dia sedang terselimuti kekuatan sihir hitam pekat itu sambil tersenyum seperti seorang dewi.
Aku dengan refleks menjawab ‘Ya’.
 

Tsubaki kelelahan karena terlalu banyak menangis dan Bea membawanya ke tempat tidur.
Dan dia dengan putus asa bekerja keras untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang bangsawan….. dan sebagai anggota keluarga kekaisaran.

Ini tidak bisa dimaafkan….. keluarga kekaisaran itu.
Mereka membuat seorang anak kecil mengalami kesulitan seperti itu.

Aku harus mendinginkan kemarahan yang tidak dapat ku keluarkan ini dengan alkohol.
Sialan! Aku bahkan tidak dapat merasakan rasanya.

 

“Tuan, setidaknya tolong makanlah sesuatu. Jika tidak, ini akan sama seperti kemarin.”

Suu datang membawa sedikit makanan.
Dia benar…. Aku belum makan malam.

“Ya, aku akan melakukannya. Suu, temani aku untuk sementara waktu.”

“Baik, sesuai keinginan anda.”

Aku meminum wine sambil memakan sedikit keju dan kue kering.
Suu menyiapkan gelas untuk dirinya sendiri dan juga mulai minum.

“Tuan, bangsawan mempunyai tugas.”

“…… aku tahu itu.”

“Orang biasa tidak bisa hidup dengan mewah. Mereka hidup dengan tingkat keamanan rendah.”

“Ya, aku sudah tahu itu.”

“Jika seperti itu, tolong bulatkan tekad anda.”

“Aku tahu.”

Aku meminum semua wine yang ada digelasku dan kembali menuangkan wine lagi.

“Saya tahu bahwa itu berat. Itulah sebabnya saya ada disini. Tolong andalkan saya, tuan.”

Mata Suu tertuju kepadaku dan aku dapat merasakan tekadnya.
Dia benar. Kami harus melakukan yang terbaik dan mencoba semua yang dapat kami lakukan.
Bagaimanapun aku memiliki rekan yang akan membantuku.

“Terima kasih. Aku akan mengandalkanmu.”

“Itu membuat saya merasa senang. Kesetiaan saya hanya untuk anda…. Untuk selamanya.”

 

Dia berdiri dengan cepat, membungkukkan kepalanya, sedikit mengangkat roknya dan menekuk lututnya.
Stewardku yang terpercaya dan sangat berharga terus melakukan hal itu.

 

“Silahkan gunakan ini. Aromanya masih tersisa.”

 

Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan yang memiliki tiga buah lubang yang indah…….
Ah, dia sedang membicarakan hal ini?…… benar…….

Steward ini….. pada akhirnya dia mungkin tidak bagus sama sekali…….

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

7 Comments Add yours

  1. Kuro says:

    pangeran pedo

    Like

  2. Goemoon says:

    Kali ini sempak siapa 😀

    Like

  3. Kuruyamin says:

    Masih berkutat dengan sapu tangan sempak? :v

    Malangnya nasib mu zest :v

    Like

  4. Trè says:

    “Sapu tangan sungguhan, ok?”
    quote yg sungguh bagus :v

    Liked by 1 person

  5. Oyuma Kazuka says:

    Kenapa harus sempak yg keluar ? harusnya 1 pakek sekalian ama BHnya ..

    Like

  6. kosakiart says:

    Entah kenapa selama baca WN ini tsukominya Toto makin lama makin gila dan Bea makin lama makin dalam yanderenya :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s