Stranger’s Handbook Chapter 109

Chapter 109 – Percakapan Rahasia dengan Ibu Mertua

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Suu, aku akan pergi sebentar. Namun, aku masih disini. Apakah kamu mengerti?”

“……… Tentu saja!”

Suu membungkukkan kepalanya, saat aku meninggalkan ruangan dan berjalan di koridor.
Jika itu adalah dia, dia pasti akan menebak makna dibalik hal itu.
Agar tidak ada satu orangpun yang menemukanku, aku menghapus hawa keberadaanku saat aku berjalan menuju kamar ibu mertuaku.

Bea dan Toto sedang tertidur pulas, jadi semua baik-baik saja.
Aku memijat mereka dengan sambil sedikit menambahkan sihir penyembuh, jadi mereka tidak akan bangun sampai pagi.

Meskipun saat ini sudah tengah malam, in adalah bagian dalam istana.
Aku berjalan diam-diam agar dapat melewati para penjaga tanpa terlihat.
Aku tidak pernah mengira akan menggunakan sihir pendeteksi di saat seperti ini……
Aku entag bagaimana tiba di kamar ibu mertuaku dengan aman.

Aku meninggalkan koridor dan masuk ke sebuah lorong kecil.
Lorong yang tidak memiliki karpet ini adalah jalur rahasia yang digunakan oleh pekerja istana.
Aku menggunakan kunci yang diberikan maid itu kepadaku dan menyelinap kedalam kamar, mencoba untuk membuat suara sekecil mungkin.

 

“Aku telah menunggumu putra menantu-dono. Fufu, apakah Bea menyadarinya?”

“Lama tak jumpa, Ibu mertua. Urm…. Bisakah kamu memakai sesuatu?”

Mama Lamia sedang bersantai di kamarnya.
Ini sudah tengah malam…… jadi dia mengenakan pakaian malam…….
Sebuah pakaian malam yang membuat hatimu berdegup kencang.

“Ara! Kamu panik karena sesuatu seperti ini?…….. Apakah Bea tidak pernah mengenakannya?”

Dia mengeluarkan tawa nakal.
Dia memakai sebuah pakaian sederhana dengan belahan besar di bagian dada; itu adalah sebuah pemandangan yang cukup erotis…….
Perpaduan antara bahan pakaian yang kelihatan lembut dan dadanya itu terlihat menakjubkan.

Meskipun umurnya……. Aku akan berhenti disitu; aku tidak ingin mati.

Dia akhirnya mengenakan pakaian luar, sambil menyuruhku duduk di sofa.
Aku sudah merasa lelah sebelum membicarakan topik utama.

“Aku tidak bisa terlalu banyak menggodamu karena kamu terlalu pemalu. Fufufu, sudah lama aku tidak melihat pemuda menunjukkan reaksi seperti itu, jadi….. kamu tahu. Aku tidak bisa menahannya.”

Seorang pemuda?…. aku berumur tiga puluh tahun lebih, kamu tahu?
Jika aku tergolong muda, maka ibu mertua…….

“Putra menantu-dono? Kamu tidak memiliki hak untuk memikirkan hal yang tidak perlu.”

“Baik, ibu mertua.”

Meskipun kamu yang memulainya……..

“Bagus! Sekarang…… Para bangsawan sedang berencana untuk bertindak tidak sopan kepada pangeran elf dan membuat dirimu dan Bea saling bertarung. Aku ingin membunuh mereka secepat mungkin, tapi itu akan menyebabkan keributan besar…. Jika kita berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja….. tapi jika tidak.”

“Aku akan kehilangan martabatku sebagai seorang bangsawan. Mereka akan mengatakan bahwa seseorang sepertiku tidak cocok menjadi seorang duke…. Atau sesuatu seperti itu?”

“Dalam rangka untuk mempersiapkan hal itu, mereka ingin agar kamu menerima selir. Dan bukan hanya kamu, putra menantu-dono. Mereka juga ingin agar Bea….. juga memilikinya.”

“……….. Jika Bea meninggalkanku dan membuat keluarga Duke-nya sendiri, kekuatanku akan sangat berkurang…… atau sesuatu seperti ini.”

Jadi saat ini mereka belum menyerah.
Dengan diplomasi sebagai alasan, mereka ingin memecah keluarga duke milikku.
Karena bagaimanapun aku dan Bea sama-sama menerima gelar duke.
Itu tidak seperti rencana mereka adalah hal yang mustahil……

“Para bangsawan di ibukota kekaisaran terlalu meremehkanku, bukan?”

“Mereka semua adalah orang bodoh yang mengorbankan kedamaian demi kepentingan mereka sendiri. Jika kamu memiliki kesempatan, kamu dapat memotong beberapa dari mereka. Yang Mulia tidak akan komplain jika mereka memiliki peringkat lebih rendah dari viscount.”

Ini adalah pembicaraan yang cukup berbahaya, tapi bagiku, sebagai bangsawan kelas atas, ini adalah situasi yang mengerikan.
Jika aku terus membiarkan mereka meremehkanku, mereka akan mengambil keuntungan dari hal itu.
Aku harus menanamkan sedikit rasa takut kepada mereka………..

“Baiklah. Lalu ayo beri mereka sedikit peringatan.”

“Aku mendapatkan orang bodoh yang sempurna untuk hal ini. Aku membiarkannya hidup semata-mata untuk situasi seperti ini. Ambil waktumu dan lakukan apa yang kamu butuhkan.”

Kamu membuat daftar kandidat?
Kamu sungguh ibu mertua yang menakutkan.
Seperti yang diharapkan dari putri Frontier Count……..

Aku berhenti sejenak untuk bernafas, dan kemudian meminum sedikit teh hitam.
Karena tidak ada maid disekitar sini, ibu mertua-ku yang menyiapkan teh itu.

“…… Uhuk! Ack! Huek”

Aku tanpa sadar menyemburkan teh itu.
Tidak enak….. sangat sungguh tidak enak……..
Seperti yang diharapkan dari ibu Bea; sepertinya keahlian masak yang mengerikan itu adalah sesuatu yang turun-temurun.
Tapi, bagaimana bisa seseorang membuat teh yang mengerikan seperti ini?

“Ara! Putra menantu-dono, apakah kamu baik-baik saja?”

“Uhuk…. Aku…. Aku baik-baik saja.”

Aku menutupi mulutku menggunakan tanganku sehingga aku hanya menerima sedikit luka.
Aku mengeluarkan sebuah sapu tangan dan dengan cepat menyeka mulutku sampai kering.

“………. Kamu membawa sapu tangan yang cukup aneh, Putra menantu-dono.”

Dia melihatku seolah-olah seperti dia sedang melihat sampah.
Oh, ini cukup nostalgia; dia sama seperti Bea yang dulu…….
Salah, salah! Ada apa? Kenapa dia melihatku seperti itu?

Tatapan ibu mertuaku tertuju pada tanganku.
Dia menatap sapu tangan yang kugunakan untuk menyeka mulutku.

 

…………… itu adalah sebuah calana dalam.

“Putra menantu-dono? Sapu tangan itu………”

“…… Astagfirullah!? Kenapa hal seperti ini ada padaku!?”

Bahkan bagiku, itu adalah alasan yang bodoh.
Namun, ini adalah batasku.
Seorang bangsawan yang berjalan kesana-kemari sambil menyembunyikan celana dalam milik istrinya….. biasanya akan diselesaikan.
Dan yang lebih parah lagi menunjukkannya didepan ibu mertuaku; tidak ada hal lain yang dapat kulakukan selain berlutut dan meminta pengampunan.

“Itu adalah…. Pakaian dalam yang aku tinggalkan saat aku pulang kerumah, kamu tahu? Dan sekarang kamu menggunakannya tepat didepanku….. jangan bilang! Putra menantu-dono!?”

Biarkan aku membenarkannya.
Tidak ada hal lain yang dapat kulakukan selain melakukan seppuku.
Seorang putra menantu yang membawa celana dalam ibu mertuanya kesana-kemari…. Bahan tanpa memikirkannya lebih lanjut, ini berarti adalah akhir bagiku.

“Aku…. Aku adalah ibu mertuamu, kamu tahu? Ini…. Untuk Bea ini…. Aku tahu! Karena Bea sedang hamil, kamu menyerah terhadap godaan! Aku yakin, kamu tidak serius akan hal ini!”

Kebingungan dengan situasi itu, wajah ibu mertuaku mulai memerah.
Sama halnya dengan dirinya, aku juga sedang kebingungan disini.

“Tung…. Tunggu dulu! Ibu mertua! Ini berbeda! Aku menggunakan benda ini tanpa mengetahui bahwa ini adalah milikmu, jadi ini tidak masalah!”

“………… Aku tahu, hanya itulah yang dapat kamu katakan saat ini.”

“Bukan seperti itu! Aku tidak tahu, jadi itu baik-baik saja!”

“Be…. Begitu! Kamu tidak tahu, kan! Maka semuanya aman.”

Setelah itu, pembicaraan sia-sia yang membicarakan jaminan bahwa semuanya baik-baik saja, berlangsung selama dua jam.

 

Aku akhirnya kelelahan dan menyerah.
Ibu mertuaku memiliki kesan bahwa aku berbohong untuk menggodanya.
Apa yang dapat kulakukan saat ini adalah membawa Suu kemari dan menjelaskan apa yang terjadi kepadanya.

…………. Itu sendiri sudah terasa seperti neraka, tapi itu masih lebih baik dari pada dianggap sebagai pencuri celana dalam.

Dia mengambil celana dalamnya yang memiliki noda teh, dan meninggalkan tempat duduknya.
Pertemuan rahasia hari ini telah berakhir, tapi kelihatannya aku akan menerima surat lagi.
Yah, pada akhirnya kami tidak dapat melakukan percakapan yang benar…. Ya ampun!

Aku entah bagaimana berhasil melewati semua itu ketika apa yang dapat kupikirkan hanyalah bagaimana caranya untuk melarikan diri.
Itu adalah pertama kalinya aku menerima pukulan mental seperti itu.

Sesaat kemudian, ibu mertua kembali sambil membawa sebuah surat.

“Surat ini berisi daftar seluruh bangsawan yang dapat kamu bunuh tanpa menyebabkan masalah dan topik utama hari ini. Kamu harus memeriksanya setelah sampai ke kamarmu! Ok? Kamu harus segera membacanya!”

Topik utama? Apakah adalah kejadian besar lain yang terjadi?
Namun, kelihatannya ibu mertua juga menerima pukulan mental.
Wajahnya terlihat lelah……. Kesalahpahaman benar-benar hal yang menakutkan.

“Baiklah. Ibu mertua, lain kali aku akan membawa Suu.”

“?…….. Suu? Baiklah, aku paham.”

Kami berdua merasa canggung dan tidak bisa saling bertatapan mata.
Aku menyerah untuk saat ini dan memutuskan untuk kembali ke kamarku……. Aku menyapa ibu mertuaku, dan kemudian menyeret kakiku yang lelah ke kamarku.

 

 

Setelah aku sampai, aku membuka surat itu.
Saat ini aku benar-benar ingin tidur. Tapi istilah pencuri celana dalam itu masih terngiang di kepalaku.
Aku tidak mungkin bisa tertidur……… aku merasa ingin menangis.

Seperti yang dikatakan ibu mertua, lembar pertama berisi daftar para bangsawan.
Jadi, aku dapat membunuh orang-orang ini tanpa menyebabkan masalah, huh?……
Aku tidak bisa pergi dan tiba-tiba menebas mereka, sih. Pertama aku harus melibatkan mereka sebelum menebasnya.

Sementara untuk lembar kedua, itu berisi sesuatu yang membuat pikiranku yang bingung langsung menjadi jernih dalam sekejap.

 

‘Karena dia merasa hidupnya berada dalam bahaya, pangeran elf itu sudah bertindak.
Yang mulia juga curiga dengan hal ini, tapi karena dia tidak memiliki bukti yang kuat, dia tidak mengatakan hal ini kepadamu.
Pangeran sepertinya ingin berbicara denganmu secara pribadi, jadi pastikan untuk menyisihkan waktu untuk hal itu.’

 

Lagi…… masalah kembali bertambah……….
Jadi, jika dia tidak bertindak seperti orang bodoh, dia akan terbunuh?
Jika seperti itu, elf yang akan menemaninya kali ini….. orang itu mencurigakan.
Apakah tujuan mereka adalah untuk membunuh pangeran bodoh dan Menteri Luar Negeri palsu saat itu?
Dan karena mereka gagal, mereka membuat pergerakan atas keinginan mereka sendiri…….

 

Aku membakar lembar kedua surat itu.
Bagaimanapun, akan berbahaya jika ada orang lain yang melihatnya.

Aku menatap kertas yang terbakar, yang terletak di atas nampan perak itu.
Aku khawatir tentang pangeran bodoh itu, tapi pangeran itu bertindak seperti orang bodoh agar tidak terbunuh…… ini bahkan menjadi semakin merepotkan.

Aku memeriksa apakah surat itu sudah benar-benar terbakar, lalu kembali memeriksa bagian dalam amplop itu.
Setelah melakukannya, aku menemukan sebuah bungkusan kecil didalamnya.

Ada sesuatu yang lain juga didalamnya……. Tolong beri aku istirahat, ok?

Aku membuka bungkusan kecil itu.
Itu adalah sesuatu yang dibungkus menggunakan kertas, dan memiliki ukuran sebesar telapak tanganku.
Itu kecil seperti kotak rokok, tapi tidak terlalu tebal; aku membukanya.

Didalamnya adalah sebuah catatan dan sepotong kain.

 

 

‘Putra menantu-dono, ini terakhir kalinya karena ini terlalu memalukan!’

 

Ibu mertua……. Aku benar-benar tidak memerlukan celana dalammu……
Apa yang dapat kulakukan pada saat itu adalah menangis dengan keras……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

9 Comments Add yours

  1. kosakiart says:

    Makin tua makin jadi si ibu mertua
    Yang penting tetap Beatrice di hati :v

    #TeamBea

    Like

  2. chicken fist says:

    rute MILF :v
    dan di tempat lain sang ayah metua merasa ingin menghajar seseorang dan para prajurit hitam menjadi korban :v

    thx 4 chap…

    Like

  3. Kuruyamin says:

    Skandal macam apa ini? Hadeh -_-

    Kakak adek sama” stress yak :v

    Like

  4. afaro16 says:

    Dengan ini rute ibu mertua sudah terbuka!!

    #TeamIbuMertua

    Like

  5. Mage says:

    Dengan kekuatan kancut mertua hahahah

    Like

  6. BlueSky says:

    Keluarga albert tidak ada yg benar… :v

    Like

  7. Trè says:

    …!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s