Stranger’s Handbook Chapter 108

Chapter 108 – Tiba di Ibukota Kekaisaran

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Zest, aku minta maaf karena telah memintamu datang ke ibukota kekaisaran bersama dengan Beatrice yang sedang hamil.”

“Terima kasih atas perhatian anda Yang Mulia. Saya harus bertemu dengan pria itu. Bagaimanapun dia adalah calon suami Tsubaki.”

Setelah kami tiba di ibukota kekaisaran, pertemuan rahasia dengan Yang Mulia telah menungguku.
Aku meninggalkan Bea di ruangan kami.
Rencananya aku ingin mengajaknya tapi……..

“Madam pasti lelah. Sebuah pertemuan dengan Yang Mulia? Tuan sendiri sudah cukup untuk hal itu. Yang Mulia dengan Madam…. Hal itu tidak perlu di pikirkan lagi, saya akan lebih mementingkan kondisi fisik madam.”

Suu menyatakannya dengan tegas, jadi aku menghadiri pertemuan rahasia ini sendirian.
…………Yah, dia mengatakan kalimat itu sudah pasti karena dia mengkhawatirkan Bea.

“Apakah Beatrice baik-baik saja? Aku juga tidak keberatan jika dia tidak menghadiri pertemuan itu. Dia adalah seorang Duchess yang sedang hamil, tidak ada seorangpun yang akan komplain dengan hal itu.”

“Terima kasih telah mengatakan hal itu. Itu benar-benar membantu. Seperti yang saya duga, dia benar-benar kelelahan.”

Ini tidak berguna….. aku takut bahwa aku akan tertawa terbahak-bahak jika aku terus memikirkan wig milik Yang Mulia………..
Aku dengan putus asa memukul kakiku untuk melawan dorongan itu.

“Tentu saja. Maka, pertemuan besok hanya akan kamu hadiri sendirian. Setelah itu…… benar, dalam waktu sekitar dua hari, pria dari negara elf itu akan tiba. Dia tidak perlu menghadiri pesta dansa, tapi dia harus hadir ketika aku memperkenalkannya dengan para kerabat.”

“Pesta dansa?………. Saya harus mengawal Tsubaki, bukan?”

Sebuah pesta dansa, sungguh?……. oh baiklah, itu adalah hal yang penting bahkan bagi negara ini.
Itu harus dilaksanakan dengan megah, untuk menyelamatkan muka Yang Mulia……

“Kamu harus hadir disana. Kamu juga harus hati-hati pada Pangeran Bodoh itu.”

“…….. Pangeran bodoh…. Kata anda?”

Yang mulia mengerutkan dahinya.
Apa? Apakah dia sebodoh itu? Berikan aku istirahat, ok?

“Aku mohon kepadamu, jangan bunuh dia, ok? Dia seharusnya memiliki pengawal, tapi berhati-hatilah karena saat terakhir kali dia berkunjung, Menteri Luar Negeri yang ikut dengannya menjadi sangat tertekan sampai-sampai dia kehilangan berat badan……”

“……… Aku kagum karena Pangeran itu…. masih hidup.”

“Bagaimanapun dia adalah bagian dari keluarga kerajaan. Karena mereka memiliki umur yang panjang, mereka memperlakukannya seperti anak kecil meskipun dia telah berumur 20 tahun. Selain itu, Elf sangat jarang hamil….. jadi, kamu tahu.”

“Dia adalah anak yang telah lama ditunggu-tunggu…. Begitu?……….”

“Yah, para Elf selalu menutup diri dari bangsa lain. Kali ini juga, mereka datang mengunjungi kekaisaran karena spiritification.”

“Begitu…….. Menteri Luar Negeri itu benar-benar tidak beruntung.”

“”*sigh*………””

Tanpa memikirkannya, helaan nafasku dan Yang Mulia saling bersinkronisasi.
Percakapan ini memiliki banyak arti tersembunyi.

Pertama, pangeran bodoh itu.
Terlepas dari pertemuan rahasia ini, karena Yang Mulia menyebutnya pangeran bodoh, dia sudah pasti benar-benar bodoh.
Terlebih lagi, dia memintaku untuk tidak membunuhnya?
Itu berarti dia begitu bodoh sampai-sampai tidak akan ada orang yang komplain jika dia terbunuh.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri.
Negara tertutup seperti Negara Elf memiliki Menteri Luar Negeri? Itu adalah hal yang cukup lucu.
Pekerja yang tidak berguna, seorang pembawa pesan yang memiliki gelar palsu sebagai menteri……
Tugasnya adalah untuk memberitahukan kepada dunia bahwa para Elf juga merayakan terjadinya spiritification.
Tapi itu semua berakhir dengan lamaran pernikahan……….

Menteri itu mungkin akan mendapatkan penurunan jabatan atau….. mendapatkan hukuman mati, jika dia tidak beruntung.
Singkatnya, sebagai rencana balasan, kali ini seorang Elf akan menemani sang Pangeran.

Itu terlihat agak merepotkan……

“”*Sigh*………””

Aku dan Yang Mulia bertukar tatapan dan kembali menghela nafas…….

“Namun, para petinggi mereka menyetujui pernikahan ini, kan?”

“Justru karena itu. Pangeran itu dengan paksa membuat sebuah tawaran pasti, jadi mereka tidak mungkin bisa mengatakan sesuatu untuk menghentikannya, bukan?”

“……… Ya, itu tidak mungkin.”

“Benarkan?”

“Dalam kasus ini, mereka akan membuat kita menolak tawaran itu…. atau, mereka akan membuat ini terlihat seperti kesalahan kita….”

“Aku juga takut akan hal itu. Itulah sebabnya aku mempercayakan pelatihan Tsubaki kepadamu.”

“Pendidikan, Yang Mulia.”

“Itu tidak masalah. Bagaimanapun itu adalah latihan yang keras. Itu merupakan tanggung jawab kami karena dia menjadi seperti itu….. Aku telah berhutang budi padamu Zest. Tolong terimalah bahwa keluarga kekaisaran telah berhutang budi kepadamu.”

Sang Kaisar menatapku dengan tatapan serius.
Aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan menyatakan sesuatu seperti ini….. Apakah insiden wig itu terlalu efektif?
Nanti aku akan memberikan sedikit kue untuk Toto.

“Saya mengerti. Dan saya juga berpikir bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.”

“Aku tidak dapat melihatmu sebagai musuh. Aku kurang lebih memang egois, tapi aku juga ingin kamu berada di kekaisaranku.”

Sang kaisar tersenyum, dan kemudian mulai tertawa dengan sepenuh hati.

“Hahaha! Untuk sementara waktu, kamu harus beristirahat bersama dengan Beatrice. Itu adalah semua informasi yang kumiliki tentang bangsa Elf. Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu?”

Sang Kaisar meminum teh hitamnya dan aku menjawabnya, setelah sesaat memikirkannya.

“Benar… Untuk orang asing seperti saya, istri saya Bea adalah orang paling penting dalam hidup saya. Jika saya dapat memberikan kebahagiaan kepada istri saya, maka saya akan menghadapi apapun.”

“….. Aku paham. Aku tidak akan pernah melupakan perkataan itu.”

Aku membungkuk ke arah sang Kaisar yang mengangguk sambil menunjukkan ekspresi serius, lalu aku kembali ke ruanganku.

Menilai dari reaksinya, kurasa dia paham apa maksud dibalik perkataanku.
Aku berjalan dengan cepat menuju ruangan dimana Bea berada.
Itu adalah sebuah ruangan didalam istana, yang dipersiapkan khusus untuk duke.

 

 

“Selamat datang kembali, tuan.”

“Suu, bagaimana keadaan Bea?”

“Saat ini beliau sedang beristirahat. Toto-sama sedang bersama dengannya.”

“Begitu. Jika seperti itu, siapkan sedikit teh untukku.”

Aku duduk di sofa dan meminum sedikit teh yang telah dipersiapkan oleh Suu.
Aku akhirnya dapat merasa tenang.

“Tuan, bagaimana jalannya pertemuan dengan Yang Mulia?”

Karena Suu adalah stewardku, aku harus menjelaskan hal itu kepadanya sampai batas tertentu.

Dia mirip seperti sekretaris pribadi…. Dia juga membuat beberapa perbaikan pada jadwalku.

“Aku besok akan pergi menghadiri pertemuan itu sendirian. Dalam sekitar dua hari, para Elf itu akan datang. Bea hanya harus hadir ketika sesi perkenalan kerabat keluarga, jadi itu tidak masalah. Aku juga akan mengawal Tsubaki selama pesta dansa.”

“Mengerti. Lalu, saya akan membuat jadwal yang tepat. Tuan, apakah anda memiliki tugas lain yang harus dilakukan?”

“Sekarang setelah dia menanyakan hal itu, aku memikirkan hal itu, tapi aku tidak memiliki tugas khusus yang harus dilakukan.

“Tidak, tidak ada hal khusus.”

“Jika seperti itu, bagaimana dengan membelikan hadiah untuk madam? Bukankah anda menawarkan sesuatu akhir-akhir ini?”

…………….. Jika aku ingat-ingat, aku belum memberikan apapun untuknya.

“Saya mendengar bahwa kehamilan membuat seseorang merasa cemas dan jengkel. Saya yakin bahwa jika madam menerima hadiah dari Tuan, dia akan merasa sangat senang.”

“Kamu benar….. panggil beberapa pedagang. Aku akan mencari sesuatu untuk diberikan kepadanya.”

Suu….. dia benar-benar sangat perhatian.
Justru seperti inilah….. hal yang kurang di keluargaku.

“Seperti yang anda minta. Untuk pedagangnya sendiri, saya akan meminta staff milik Tanya. Kita dapat menjadikannya purveyor untuk Keluarga Duke.”

“Aku tidak keberatan. Aku akan menyerahkannya kepadamu.”

Suu membungkukkan kepalanya dengan anggun dan meninggalkan ruangan.
Dia sungguh menakjubkan….. apakah tidak masalah jika aku bersantai seperti ini?………..
Apa yang kulakukan sampai saat ini?
Jika aku tahu bahwa seorang steward akan begitu memudahkan bagiku, seharusnya aku lebih cepat mencarinya.

Aku meminum teh sambil memuji Suu yang menakjubkan.
Karena aku tidak bisa pergi berbelanja ke kota, aku harus memanggil para pedagang itu kemari.
Memiliki status sosial yang tinggi terasa agak mengganggu.
Kurasa sesekali aku harus pergi menyelinap dan bersenang-senang.

Aku memakan beberapa kue saat aku memikirkan hal itu.
Saat ini aku memiliki waktu luang karena Bea dan Toto sudah tertidur.

 

“Paduka, duke Zest. Saya membawa pesan dari Lamia-sama.”

Waktu luangku yang berharga telah berakhir.
Mengikuti suara ketukan pintu, aku dapat mendengar suara seorang wanita.

“Masuk.”

“Permisi.”

Maid itu memasuki ruangan, membungkukkan kepalanya, dan kemudian memberitahuku.

 

“Lamia-sama mempercayakan sebuah surat kepada saya untuk diberikan kepada paduka. Ini dia suratnya.”

Aku menerima surat itu dari maid dan memeriksa segel yang ada dibelakangnya.
Tanpa diragukan lagi, ini berasal dari Ibu mertua-ku.

“Aku akan segera membacanya. Tolong tunggu diluar ruangan.”

Aku menunggu maid itu meninggalkan ruangan dan kemudian membuka surat itu.
Aku membacanya dan isi surat itu membuat kepalaku terasa sakit.

 

‘Putra menantu-dono.
Lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?
Aku menulis surat ini dengan terburu-buru jadi aku akan mengakhiri salamnya sampai disini.

Ada bebera bangsawan yang membuat rencana rahasia untuk menghancurkan pernikahan Tsubaki, dalam rangka untuk melemahkanmu.
Aku sudah menghancurkan beberapa dari mereka, tapi aku tidak dapat menyingkirkan semua orang yang terlibat.
Kamu harus segera menemuiku secepat mungkin…. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.
Malam ini kamu harus datang menemuiku diruanganku, sendirian. Kamu tidak ingin membuat Bea merasa khawatir, bukan?
Kamu harus datang larut malam, ok? Dan berhati-hatilah agar tidak ketahuan orang lain!

Aku dapat mempercayai maid itu jadi kamu dapat merasa tenang. Jika kamu tidak dapat menemuiku malam ini, katakan kepadanya bahwa kamu akan mengirim surat kepadaku setelahnya.
Jika kamu bisa datang, maka katakan kepadanya bahwa kamu paham.

Lalu, aku akan mengandalkanmu!

Ibu mertuamu yang baik’

 

…….. baik?…… aku akan mengabaikan hal itu.

 

Aku memanggil maid yang menunggu diluar ruangan dan mengatakan balasanku kepadanya.

“Tolong katakan kepadanya bahwa aku mengerti.”

“Seperti yang anda minta. Lalu, tolong terima ini.”

 

Apa yang dia serahkan kepadaku adalah sebuah kunci sebuah kamar.
……….. Ibu mertua, kamu ingin agar aku menyelinap kedalam kamar seorang wanita di tengah malam menggunakan kunci ini?

Situasi ini mungkin saja dapat menyebabkan berbagai masalah……….

Aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi…………..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

6 Comments Add yours

  1. afaro16 says:

    #TeamIbuMertua :v

    Like

  2. Mage says:

    Gg ada bea emak nya pun jadi hahahaha bahaya ini

    Like

  3. Trè says:

    skill “masalah dimasa depan”. kayanya cheat yg dikasih dewa ke zest… ckckck…

    Like

  4. BlueSky says:

    Bahaya kalo sampe ketahuan Bea, berduaan ama ibu mertua tengah malam…..

    Mungkin chapter selanjutnya Zest ngompol….. :v

    Like

Leave a Reply to BlueSky Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s