I Kinda Came to Another World, but Where’s the Way Home? Chapter 30

Arc 3
Chapter 30 – Ancaman Eater Hand

Penerjemah : Nightcrow
Editor : –
Sumber English : AbsurtTL

Yah, mungkin tiga hari berlalu sejak Rishe-chan bergabung dengan party kami? Kami mengambil quest paling sesuai untuk memoles keahlian masing-masing. Rishe-chan yang baru saja mendaftar sebagai petualang juga segera naik ke rank F, jadi kami berniat untuk mengambil quest berburu beberapa magical beast kecil.

Sejujurnya, dengan Finia-chan sebagai kekuatan utama kami, kupikir kami harusnya bisa mengalahkan magical beast rank E.

Yah, yang akan bertarung adalah Finia-chan, namun, mempertimbangkan fakta bahwa dia bisa melakukan instant kill pada magical beast jenis serigala yang kami temui di dalam hutan, bukankah kemampuan bertarungnya cukup hebat? Kekuatan sihirnya, setara dengan ayah Rishe-chan.

Dan juga, status kami sekarang seperti ini.

◇Status◇

Name : Naginata Kitsune

Gender : Male Lv. 10 (↑ UP 4)

Strength : 40

Stamina : 180

Resistance : 350

Agility : 210

Magic Power : 100

Title :『Other worlder』

Skill : 『Pain Nullification Lv.2』 『Eerie Constitution』 『Other World Language』 『Status Appraisal』 『Persistence』 『Overpower』 『Other worlder』 『Near Death Experience』

Innate skill : ???

PT Member : Finia (Fairy), Lulu (Beastman), Trisha (Human)

 

◇Status◇

Name : Finia

Gender : Female Lv. 21 (↑ UP 5)

Strength : 320

Stamina : 820

Resistance : 150

Agility : 740

Magic Power : 6000

Title :『Fairy of Unrequited Love』

Skill : 『Light Magic Lv.4』 『Magic Recovery LV.4』 『Recovery Magic Lv.3』 『Fire Magic Lv.5』 『Body Reinforcement Lv.2』

Innate skill : ???

PT Member : Naginata Kitsune (Human), Lulu (Beastman), Trisha (Human)

◇Status◇

Name : Trisha Rumiela

Gender : Female Lv. 25 (↑ UP 2)

Strength : 450

Stamina : 600

Resistance : 90

Agility : 580

Magic Power : 130

Title :『Adventurer』『Demon Eye Holder』

Skill : 『Sword Art Lv.2』 『Demon Eye of Foresight Lv.1』 『Body Reinforcement Lv.2』 『Swift』

Innate skill : 『Demon Eye of Foresight』

PT Member : Naginata Kitsune (Human), Finia (Fairy), Lulu (Beastman)

Seperti itulah, pertambahan status Finia-chan memang tidak normal, tapi resistance-ku juga bertambah pesat. BTW, karena tampaknya Lulu-chan masih takut untuk bertarung, levelnya tidak bertambah. Apa dia berpikir karena tidak melakukan apapun, akhir-akhir ini dia mulai menjagaku.

Bahkan sejak hari kuberikan pedangku padanya, dia selalu berlatih mengayunkannya, tapi seperti yang diduga dia masih butuh keberanian yang besar untuk bertarung.

Tapi, bahkan sejak Rishe-chan bergabung dengan party kami, tampaknya Lulu-chan menerima bimbingan tentang bagaimana mengayun pedang darinya, dan membuat kemampuan berpedangnya jadi terasah. Meski levelnya tidak bertambah, tampaknya ada peningkatan pada dirinya.

“Selamat pagi, Mia-chan” (Kitsune)

“Selamat pagi, Kitsune-sama” (Mia)

Setelah ini dan itu, sekarang kami datang ke guild. Pertama, setelah kami mendengar bahwa tampaknya perlakuan budak di Kerajaan Grandille lebih kasar daripada disini, kupikir aku akan membiarkan Lulu-chan untuk melawan magical beast.

BTW, aku tetap melakukan quest tugas harian. Karena jika aku melakukannya sendiri aku tidak akan bisa mengalahkan magical beast, jadi aku meminta Rishe-chan dan Finia-chan untuk mengambil quest berburu, saat aku dan Lulu-chan mengambil quest tugas harian.

Karena itulah, orang-orang di negara ini cukup dekat dengan kami. Seperti yang diduga, jika kami mengambil quest yang membuat kami berhubungan dengan orang lain, tampaknya kami secara alami akan berhubungan baik dengan mereka. Aku bahkan selalu berbasa-basi dengan Milia-chan, yang memberi quest mencari peliharaan, kapanpun saat kami bertemu di kota.

“Hari ini, ada urusan apa kau disini?” (Mia)

“Sama seperti biasa, tapi karena sekarang kami bersama Finia-chan dan Rishe-chan, aku berniat untuk mengambil quest berburu” (Kitsune)

Aku dan Lulu-chan adalah rank H, tapi karena kami bersama petualang rank F jadi kami bisa mengambil quest berburu. Yah, kebanyakan petualang rank F tidak akan repot-repot membawa serta beberapa petualang rank H. Seperti kami, kami punya dua rank F, dan dua rank H, jadi kami bisa mengambilnya.

“Begitu… BTW, kudengar kau memiliki beberapa masalah kecil dengan Vaiz si Knight Leader beberapa hari yang lalu, tapi… apa yang kau lakukan?” (Mia)

“Dia hanya marah karena aku bilang tolong berikan putrimu padaku” (Kitsune)

“Itu bukanlah hal yang lucu meski sebagai lelucon….” (Mia)

Setelah tiga hari berlalu, tampaknya masalah tentangku dan Knight Leader telah menyebar ke seluruh negeri. Bahkan Mia-chan menatap tajam padaku. Ditatap oleh gadis cantik, karena itu sesuai dengannya jadi itu cukup menyenangkan bukan? Jika aku yang melakukannya kuyakin mereka akan bilang jangan menatapku dengan tatapan kotormu itu, atau yang demikian itu.

“Eh, tapi aku mendapat putrinya, tahu?” (Kitsune)

“Tidak mungkin!?” (Mia)

Saat aku menunjuk Rishe-chan, Mia-chan bereaksi dengan ekspresi terkejut. Melihatnya seperti itu, cukup menghibur.

“Yah, sebagai anggota partyku” (Kitsune)

“Ah… begitu” (Mia)

Dengan sadar, Mia-chan kembali ke gayanya yang biasa. Benarkan? Dia bingung karena aku punya gadis yang seolah-olah jadi pacarku, bukankah begitu? Apakah Mia-chan ada rasa denganku? Jika itu benar, disukai oleh gadis cantik, bukankah aku tampak seperti pemenang yang sesungguhnya disini?

Yah, tidak mungkin itu benar, bukankah begitu? Sejujurnya, kurasa tidak ada satupun bagian diriku yang akan membuatnya jatuh cinta padaku. Lihatlah kebenarannya, aku adalah orang yang menyebutnya gadis berdada besar saat pertama bertemu, tahu? Aku bahkan memintanya untuk memperbolehkanku meremas dadanya, tahu? Jadi itu hanyalah mimpi. Mataku jadi berair.

“Kitsune-san! Aku ingin mengambil quest ini!” (Rishe)

“Yang mana? Ah, seperti yang kupikirkan aku tidak bisa membacanya” (Kitsune)

“Yang mana? Umm… eh, tunggu, ini….” (Rishe)

“Apa? Ada apa Rishe-chan, quest macam apa itu?” (Kitsune)

“Ah, umm… berburu [Arachne] yang tinggal dalam hutan” (Rishe)

Arachne… laba-laba itu, huh!

Memang, Finia-chan yang sekarang harusnya bisa mengalahkannya, bukankah begitu? Bagi kami ini merupakan musuh tujuan kami, tapi sejujurnya aku sedikit enggan memasuki hutan itu.

Didalam hutan… [Red Night] ada disana.

Terlebih, jika kupikir tentang itu, kami bertemu dengannya saat cukup dekat dengan negara ini. Karena sudah seminggu sejak hari itu jadi tidak aneh jika dia menghilang, tapi ada kemungkinan bahwa dia masih berkeliaran di sekitar sini.

Dari investigasi, kedengar [Red Night] akan melahap siapa saja yang bertemu dengannya tanpa menyisakan satupun tulang, aku pengecualian karena ditinggalkan setelah diambil mata kiriku, tapi fakta bahwa aku sudah mati tidaklah berubah… sejujurnya aku tidak ingin bertemu dia. Dia menjadi satu-satunya traumaku.

“Bagaimana, Finia-chan—“ (Kitsune)

“Kami akan mengambilnya!” (Finia)

“Baiklah, aku akan mengesahkannya” (Mia)

“….” (Kitsune)

Saat aku memikirkannya, Finia-chan seenaknya mengambil quest ini. Tunggu, kau harusnya bisa mengerti dengan memikirkannya sedikit, mungkin monster itu masih disini, tahu? Kau tahu? Mungkin lain kali itu tidak akan selesai hanya dengan mata kananku tahu? Bagaimana kalau kita mendiskusikannya lagi.

“Tidak masalah, Kitsune-san!” (Finia)

“Apanya yang tidak masalah?” (Kitsune)

“Karena aku akan melindungi Kitsune-san” (Finia)

—jangan mengatakan hal itu dengan senyum seperti itu, tapi, jika dia bilang begitu bukankah aku tampak seperti penakut disini?

Bagus, itu tidak membantu… baiklah, baiklah, aku hanya perlu kesana, kan? Sambil berharap tidak bertemu monster itu, untuk sekarang ayo percaya senyum cerahnya itu.

“…Baiklah, tapi kita tidak akan bertarung selain dengan laba-laba, kau dengar?” (Kitsune)

“Baiklah!” (Finia)

“Yah, Mia-chan, kami akan pergi” (Kitsune)
“…tolong berhati-hati” (Mia)

Sejak aku bercerita pada Mia-chan tentang monster itu, dia tampak sedikit khawatir, itu memang benar, kan? Bahkan aku juga takut untuk bertemu monster itu lagi.

Tapi… Finia-chan kuat, sekarang ayo percaya saja padanya.

◇ ◇ ◇

Mengambil quest, kami secepatnya pergi ke hutan. [Red Night] adalah nokturnal, jadi aku ingin menjalankan quest ini saat langit masih cerah. Batas waktunya dua minggu, kami masih memiliki banyak waktu tapi sejujurnya aku ingin menahan diriku dari memasuki hutan terlalu sering. Kuharap kami bisa menyelesaikannya hari ini.

“Katakan Kitsune, mengapa kau tidak membawa satupun senjata?” (Rishe)

“Aku memberikannya pada Lulu-chan, karena aku tidak bisa menggunakannya” (Kitsune)

“Memasuki hutan tanpa senjata… yah, karena kau adalah pimpinan party ini jadi aku tidak berniat menyuruhmu melakukannya, tapi… kupikir lebih baik jika kau membawa senjata” (Rishe)

“Kau benar… hmm” (Kitsune)

Apa yang dikatakan Rishe-chan sangat benar. Aku memang tampak seperti orang bodoh karena sering bertarung dengan magical beast tanpa senjata. Bahkan jika resistance-ku tinggi, mungkin itu tidak bisa bertahan dari serangan mahluk dengan kekuatan lebih dari 300, bukankah begitu? Itu artinya, aku tidak bisa bertahan dari serangan petualang diatas rank F. Benar, aku juga tidak bisa bertarung selain dengan magical beast rendahan.

BTW, magical beast rendahan tidak memiliki rank. Sejatinya, itu hanyalah mahluk rendahan. Jika menurut kekuatannya, itu adalah magical beast rank H, sama sepertiku.

“Aku baik-baik saja dengan ini” (Kitsune)

Mengambil dahan pohon yang jatuh disekitarku, aku dengan mudah mengayunkannya. Dahan itu ringan, dan karena itu adalah item yang dapat dibuang jadi tidak masalah jika aku kehilangannya. Dengan kekuatanku aku tidak akan bisa menggunakan senjata asli, dan juga tidak ada tanda kekuatanku akan meningkat.

“…yah, terserah” (Rishe)

Dia tampak masih memiliki hal yang ingin dibicarakan, tapi mungkin dia pikir bahkan jika dia berkata lebih dari ini akan sia-sia, jadi Rishe-chan menjaga ucapannya.

“Kitsune-sama… i, itu” (Lulu)

“Hmm, ada apa Lulu-chan— ah… sudah cukup lama, bukan begitu” (Kitsune)

Saat aku memutar mataku menuju arah ucapan Lulu-chan, disana ada mahluk yang pernah sekali mengancam hidupku… itu juga mahluk yang menarik keluar kekuatanku.

—lebah.

Sekitar sepuluh lebah seukuran kepala manusia. Di pantatnya, ada jarum kecil yang bisa ditembakkan seperti peluru, dan sayap mereka yang bergetar menghasilkan suara yang sangat berisik.

Tapi, yang mengejutkan aku tidak tampak takut. Apa karena aku pernah mengalahkannya sekali atau karena aku tumbuh lebih kuat, aku tak tahu.

“Apa yang harus kita lakukan, Kitsune… ada racun pelumpuh di jarum lebah itu” (Rishe)

“Yap, yah aku tahu itu. Tapi tidak masalah, karena kita akan mengabaikan semua magical beast selain laba-laba” (Kitsune)

“Bagaimana….” (Rishe)

Aku banyak berterimakasih pada lebah-lebah itu, tapi meski demikian, tujuan akhir hari ini adalah laba-laba. Itulah mengapa, aku akan membuat mereka hilang untuk sekarang.

Aku mengaktifkan [Eerie Constitution]. Lalu lebah-lebah itu secepatnya menghilang dari pandangan kami dengan kecepatan tinggi. Skill ini bukan untuk menakuti, tapi skill ini benar-benar nyaman. Karena dengan ini semua yang lemah jadi pergi menjauh.

Secara pribadi aku tidak berniat untuk melawan mereka, jadi aku tidak akan mengejar mereka jika mereka lari.

“Aku penasaran dengan ini sejak masalah dengan ayahku, tapi, apa yang kau lakukan?” (Rishe)

“Aku hanya mengalahkan mereka sedikit” (Kitsune)

Skill milikku tidak memberi tekanan pada lawanku, karena ini hanya mengubah pemikiran lawanku jadi orang sekitarku tidak akan tahu apa yang sudah kulakukan. Karena [Overpower] adalah skill yang memberi tekanan pada sekitarnya, itu mudah untuk dimengerti. Dalam hal ini skill ini benar-benar nyaman.

“Yah, ayo lanjutkan” (Kitsune)

Berkata demikian, kami menuju bagian terdalam dari hutan.

“Kitsune-san! Kitsune-san! Tangan!” (Finia)

“Apa maksudmu?” (Kitsune)

Saat kami berjalan melewati hutan, Finia-chan dengan gembira menunjuk pada sesuatu. Jarinya menunjuk tanah, saat aku melihatnya, ada beberapa magical beast yang kukenali.

Itu adalah tangan.

Bentuknya hanyalah tangan kanan, tapi ada mulut manusia di sekujurnya sampai pergelangan. Itu adalah monster yang kami temui saat kami keluar dari hutan. Jika kuingat benar, namanya [Eater Hand], kami mengabaikannya sebelumnya, karena kupikir itu hanyalah monster slime.

Saat aku berpikir begitu,

“E, eater hand…!? Mengapa magical beast ini…!?” (Rishe)

Reaksi Rishe-chan tidak berkata demikian. Ekspresinya seperti dia melihat akhir dunia, ada apa? Sambil kulihat statusnya, statusnya lemah semua dengan 1 poin selain kekuatannya, bahkan tampaknya tidak ada skill spesial. Kupikir tidak perlu khawatir tentang itu.

“Ki, Kitsune… jangan pernah menyentuhnya, hilangkan pikiran untuk melawannya” (Rishe)

“Eh? Kenapa?” (Kitsune)

“Itu— magical beast rank S yang sangat berbahaya….!” (Rishe)

“!?” (Kitsune)

Saat aku mendengarnya, aku melangkah mundur dari tangan itu. Aku tidak pernah berpikir magical beast itu akan seberbahaya ini, karena tampaknya tidak ada skill spesial. Apa artinya ini?

“Apa maksudmu? Rishe-chan….” (Kitsune)

“Namanya [Eater Hand], sebagai magical beast, itu adalah monster berbahaya dengan ancaman setara demon lord. Secara pribadi itu tidak seberbahaya itu, tapi yang hebat adalah jumlahnya” (Rishe)

“Jumlahnya?” (Kitsune)

“Itu adalah magical beast yang hidup di dunia ini, dipastikan sekitar enam milyar” (Rishe)

Enam milyar!? Bukankah itu sama dengan jumlah manusia di duniaku, aku tidak pernah berpikir bahwa mahluk tangan itu memiliki jumlah sebanyak itu…!

“Karena tampaknya semua pikiran mereka terhubung satu sama lain, jadi jika kamu membunuh satu dari mereka, semuanya akan datang untuk membunuhmu. Jadi itu artinya, saat kau menemukan satu darinya, pikirkan bahwa kau menghadapi ancaman dari enam milyar mahluk itu…!” (Rishe)

Oioioi, kau bercanda, kan?… Monster tangan di depan kita, menyerang dengan jumlah enam milyar, itu mengerikan, bukankah begitu. Memang, bahkan bagi demon lord, melawan sebanyak itu benar-benar ancaman, bukankah begitu?

“Yah, itu tidak akan menyerang orang yang tidak menyerangnya, jadi saat kau menghadapinya kau harus lewat tanpa menyerangnya” (Rishe)

“Baiklah….” (Kitsune)

“Itu adalah magical beast dengan ancaman setara demon lord, bahkan secara pribadi itu adalah yang terlemah, tapi di alam, itu adalah magical beast terkuat” (Rishe)

Bahaya sekali~, terimakasih Tuhan aku mengabaikannya saat bertemu sebelumnya. Jika kita menyerangnya lalu kita akan mati, kan? Bahkan meski kau hanyalah tangan, jumlahmu terlalu banyak, bukankah begitu? Bahkan meski kau hanyalah tangan!

Jadi mungkin saja, kupikir dengan jumlah sebanyak itu kami seharusnya bisa dengan mudah menemukannya saat kita mencariny, tapi aku tidak melihat tangan lain selain yang satu itu.

“Dengan jumlah sebanyak itu, kupikir kita dengan mudah bisa menemukan eater hand lain, tapi….” (Kitsune)

“Ah, tampaknya mereka tinggal di bawah tanah, yang di permukaan hanya sekitar sepuluh ribu dari enam milyar” (Rishe)

“Ah, begitu” (Kitsune)

Hidup di bawah tanah, itu artinya saat kami membunuhnya, tidak aneh jika banyak eater hand yang langsung muncul dari tanah, huh… menakutkan. Tapi bisa mengetahui hal itu, artinya ada seseorang yang sebelumnya sudah melakukannya, kan? Apa yang terjadi saat itu?

“Hei Rishe-chan” (Kitsune)

“Ada apa?” (Rishe)

“Apa ada seseorang yang pernah membunuh eater hand?” (Kitsune)

“Ah… di masa lalu itu menjadi cerita terbesar, cerita tentang Kerajaan Chevalier… saat mereka berburu beberapa eater hand, kerajaan itu lalu dihancurkan oleh enama milyar eater hand….” (Rishe)

Waah…. Aku berduka cita, pada negara itu.

Begitu, jadi dari situ diputuskan bahwa mereka harusnya tidak ikut campur atau bertempur melawan eater hand, huh, jika mereka rasa begitu bukankah eater hand harusnya bisa menguasai dunia?

Yah, fakta bahwa mereka hanyalah magical beast pasif adalah satu-satunya fakta yang melegakan.

“…pergi, hand” (Rishe)

“Pergi! Hand!” (Finia)

Mengatakan kesan sama sperti sebelumnya, kami membiarkan lewat ancaman di depan kami. Karena Lulu-chan pucat, kuharap kami tidak bertemu dengan monster itu lagi.

Jika yang dikatakan Rishe-chan benar lalu tidak ada mahluk yang bisa membunuh eater hand, kan. Karena bahkan demon lord tidak bisa membunuhnya.

“Mereka memang yang terkuat, kan, eater hand ini….” (Kitsune)

“Ya… ada rumor bahwa ada beberapa yang selamat setelah melawan eater hand… yah, mungkin itu hanya rumor” (Rishe)

“Ada apa dengan monster seperti itu” (Kitsune)

Tidak ada asap tanpa api, mungkin itu memang ada. Jika begitu aku benar-benar ingin menemui mereka. Jika mereka manusia.

Sambil bicara seperti itu, kami mulai mencari lagi dimana laba-laba itu berada.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. neikat says:

    Mantab lnjt mn

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s