Stranger’s Handbook Chapter 107

Chapter 107 – Berurusan dengan Suu

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

*TN: Sudut pandang Zest

“Suu, aku ingin mempekerjakanmu secara langsung didalam keluargaku. Tapi pertama-tama, aku harus mengkonfirmasi sesuatu.”

“Ya, apa saja.”

Setelah keributan itu, kami bertiga sekarang sedang mengadakan wawancara di ruangan yang dipersiapkan untuk kami.
Dengan memperkerjakannya secara langsung, dia akan melayani keluargaku.

“Apakah kamu ingin menikah?…….. Jangan membuat ekspresi seperti itu, Bea! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.”

“……… Apakah kamu menginginkan Suu menjadi selirmu?”

Bahkan Bea yang ini, yang sedang mengerutkan kening kepadaku, terlihat cukup menggemaskan.
Tapi bukan itu.

“Tidak, ini berbeda. Aku ingin agar Suu menjadi seorang steward.”

“Ah, jika begitu aku setuju.”

“S… steward!? Anda ingin saya menjadi seorang steward?”

Suu sangat terkejut mendengar persetujuan Bea.
Dia menunjukkan ekspresi campur aduk di wajahnya.

“Guru berkata…. Maksudku, aku mendengar dari ayah mertuaku. Bahwa Suu akan menjadi steward yang sempurna.”

“Jika itu adalah apa yang ayah katakan, maka aku hanya dapat menyetujuinya.”

“Tunggu, bukan itu! Saya adalah seorang wanita kemonobito, anda tahu? Seseorang seperti saya menjadi seorang steward……”

Steward didalam keluarga duke haruslah berasal dari bangsawan kelas tinggi.
Saat aku sedang tidak ada, dia mungkin harus berurusan dengan politik.
Singkatnya, dia akan menjadi kepala dari seluruh pelayan yang ada di keluarga duke, dan dia akan bertanggung jawab mengelola asetku.
Akan lebih mudah dipahami jika aku menjelaskannya seperti itu.

“Hm? Apakah ada masalah dengan wanita yang menjadi seorang steward?”

“Tidak, tidak ada peraturan seperti itu.”

“Dan? Bea, kamu juga akan merasa aman jika dia menjadi steward kita, kan”

“Ya, keluarga duke kita telah menjadi seperti sebuah keluarga besar.”

“Urm…. Saya adalah wanita kemonobito, anda tahu?”

Benar, dia terlalu keras kepada dirinya sendiri karena merupakan seorang kemonobito!
Itu tidak masalah. Kamu akan bekerja di wilayah yang membebaskan semua kemonobito.
Aku bahkan tidak akan membiarkan Yang Mulia keberatan akan hal ini.
Dan ini juga demi stabilitas.

“Ini adalah rumahku. Kamu dapat merasa tenang karena aku tidak akan membiarkan siapapun keberatan akan hal itu. Namun, seorang steward tidak akan bisa menikah…. Itulah sebabnya aku menanyakan hal yang barusan.”

“Itu benar…… Bukankah itu akan sia-sia karena Suu masih begitu muda?”

“Tidak, itu tidak benar. Ini adalah tugas besar…. Saya akan menerimanya dengan senang hati. Bagaimanapun, Kemonobito dapat hamil sampai usia tua. Sampai saat itu, saya akan mengabdikan diri saya untuk membesarkan seorang penerus yang luar biasa.”

Suu mengatakan hal itu dan membungkukkan kepalanya.
Dia sedikit mengangkat roknya dan menekuk lututnya; dia memiliki bentuk tubuh yang sempurna.
Aku paham kenapa para maid elite yang ada di Keluarga Frontier Count mengatakan bahwa ‘Suu hanya kekurangan pengalaman dan seorang suami’.

Aku tidak memiliki satupun pelayan yang dapat kupercaya di mansionku.
Tapi Suu adalah seseorang yang tidak akan pernah mengkhianatiku.
Dia dapat mempelajari pekerjaannya sebagai seorang steward sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah fakta bahwa dia tidak akan mengkhianatiku.

“Bagus. Maka semuanya sudah diputuskan.”

Aku merasa lega saat aku memberitahu mereka, tapi Suu memintaku untuk menunggu sebentar.

“Ada sesuatu yang pertama-tama harus saya tolak.”

Dia masih membungkuk saat dia mengatakan hal itu.

 

“Aku tidak keberatan. Katakan apa itu.”

“Prioritas utama saya adalah Zest-sama. Setelah itu adalah anaknya dan terakhir adalah Madam. Jika anda menyetujui hal itu, maka saya akan menerima pekejaan ini.”

……… Hentikan! Bea mengeluakan aura kegelapan.

“….. Apa yang kau maksud dari hal itu?”

“Ya. Madam adalah sesuatu yang dapat digantikan. Namun, Zest-sama tidak dapat digantikan. Dan hal yang sama juga berlaku untuk anak anda.”

“Singkatnya, jika kami berada dalam bahaya……”

“Zest-sama akan menjadi prioritas utama saya. Jika saya dapat menyelamatkan Zest-sama dengan mengorbankan madam, saya akan melakukannya.”

Ruangan itu menjadi sunyi; aku merasa bahwa hanya suara tubuhku yang gemetaranlah yang dapat terdengar.
Suu-chan, penalaranmu itu agak terlalu ekstrim……
Bea, apa maksud dari kekuatan sihir itu?………..
Terlalu….. menakutkan! Mereka berdua terlalu menakutkan!!

Keheningan itu terus berlanjut seakan seperti akan berlangsung selamanya, sampai Bea memecahnya.

“Aku akan menanyakannya sekali lagi. Zest-sama adalah prioritas utamamu tidak peduli apapun yang terjadi, kan?”

“Ya, itu tidak salah.”

“………. Zest-sama?”

“Ya Ma’am!”

Mau bagaimana lagi kalau aku menjadi sedikit terkejut.
Dia mengejutkanku.

“Ayo jadikan Suu sebagai steward kita. Aku tidak akan membiarkan satu orangpun keberatan dengan hal ini.”

Bea mengatakan hal itu dan tersenyum, dan aku hanya dapat mengangguk setuju.
Dia menerimanya! Apakah kamu yakin dengan hal itu? Apakah kamu benar-benar yakin dengan hal itu?
Ini sempuna!….. ini sempurna, kan?

 

 

Kami mengakhiri wawancara itu dan mulai bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke ibukota kekaisaran.
Aku menulis surat kepada Katalina, dan mempersiapkan beberapa dokumen Keluarga Duke untuk Suu.
Sudah cukup lama sejak terakhir kali aku melakukan pekejaan kantor.

Frontier Count dan guruku merasa sangat lega setelah mendengar bahwa Suu akan menjadi stewardku.

“Suu yang merupakan seorang kemonobito menjadi seorang steward…. Wilayah Cucu menantu-dono benar-benar damai. Tidak akan ada orang yang akan menentang paduka Duke saat dia sangat baik kepada para kemonobito.”

“Apakah kamu berencana melakukan pemberontakan atau sejenisnya, karena kamu membuat benteng seperti itu? Pahlawan kaum kemonobito-dono?”

Mereka mengatakan hal itu kepadaku sambil mengeluarkan tawa gelap.
……… Kalian berdua terlalu mendalami hal ini.

“Akankah kalian mempercayaiku jika aku berkata bahwa aku memperkerjakannya karena dia adalah adik Albert?”

“Hoho, sungguh lelucon yang lucu. Karena itu adalah kamu, Cucu menantu-dono, itu adalah hal yang tidak mungkin.”

“Itu karena Putra menantu-dono sangat waspada. Aku yakin dia memperhitungkan stabilitas wilayahnya dan sifat-sifat kemonobito sebelum memutuskan hal ini. Selain itu, dia telah memerintahkan unit intelijennya untuk menyelidiki Suu dan menemukan jika dia menyembunyikan sesuatu, kan?”

“………………”

“Aku memujimu, cucu menantu-dono.”

“Kamu menjadi bangsawan yang cukup bagus.”

Mereka berdua tersenyum dengan senang.
Keluarga Frontier Count yang tidak pernah berhenti tersenyum….. kelihatannya hubungan kami akan terus berlangsung lebih lama lagi.

 

Aku mengingat percakapan itu saat aku menyelesaikan pekerjaan kantorku.
Dan dengan ini, besok kami akan berangkat menuju ibukota kekaisaran.

Namun, apakah Suu akan baik-baik saja?
Aku mengerti kenapa dia ingin memprioitaskan diriku….. bagaimanapun aku adalah kepala keluarga.
Jika aku harus mengatakannya, itu adalah hal yang benar-benar tidak dapat dihindari, tapi anehnya….. setelah itu, Bea mulai menjadi akrab dengan Suu.

Aku tidak dapat memahami apa yang wanita pikirkan……
Atau mungkin. Aku tidak dapat memahami apa yang para bangsawan pikirkan.

Yah, memiliki seorang steward yang tidak akan mengkhianatimu adalah sebuah hal yang penting.
Para bawahan juga penting, tapi aku juga harus melindungi rumahku.
Aku sudah merasa kasihan kepada anak-anakku, mereka akan melalui banyak kesulitan.

Aku menyusun dokumen yang kubuat dan bersandar kekursi.
Anakku, huh?……… Aku akan memiliki anak di dunia lain.
Mereka akan mengalami banyak masalah karena terlahir sebagai seorang bangsawan, tapi setidaknya mereka tidak akan mati tanpa alasan yang jelas seperti yang tejadi pada orang biasa.
Sampai anak-anakku tumbuh dewasa, aku akan mendirikan sebuah keluarga yang tak tergoyahkan dan menyerahkannya kepada mereka.

Aku meminum sedikit teh saat aku membulatkan tekadku, sendirian.
Itu agak dingin…… aku membunyikan lonceng dan memanggil seorang maid.
Dan ternyata Suu yang menjawab panggilanku.

“Apakah anda memanggil, Tuan?”

“Ya. Siapkan sedikit teh.”

Dia membungkukkan kepalanya dengan lembut. Dia kemudian dengan cepat menyelesaikan persiapannya.

“Mengenai perjalanan ke Ibukota Kekaisaran besok. Bagaimana dengan rencana kita?”

“Ya. Saya mempersiapkan zabuton tebal untuk madam. Saya pikir itu akan lebih nyaman baginya.”

“Begitu, aku menyerahkan perawatannya kepadamu.”

“Sesuai keinginan anda.”

Suu mempesiapkan teh didepan mataku dan hendak meninggalkan ruangan.
Namun, dia berhenti tepat didepan pintu dan berbalik.

“Apakah kamu melupakan sesuatu?”

“Tidak…. Tuan, tentang masalah dengan madam di malam sebelumnya……..”

“Bisakah aku melakukannya sedikit saja!?”

Aku memotong perkataan Suu.
Mau bagaimana lagi, bukan? Aku harus menahan hasratku untuk waktu lama.

 

 

“Tuan, tolong gunakan ini.”

 

Dia mengatakan hal itu dan meninggalkan ruangan sambil merasa senang pada dirinya sendiri.

Dia meninggalkan calana dalam milik Bea di atas mejaku.
………… singkatnya, dia ingin aku mengurus diriku sendiri, sendirian.

………… Begitukah?
Mungkin menjadikannya sebagai stewardku adalah pilihan yang salah…..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

8 Comments Add yours

  1. Gingga penguasa kegelapan says:

    Lol Zest bakalan kena grebek Bea lagi karena kesalapaham lagi lol.

    Like

  2. Trè says:

    klo di ubah ke indonesia jadi tukang cuci piring :v anak hotel….
    di dunia itu gak ada sabun… sialnya kau zest…

    Like

  3. ice slasher says:

    njay ngeyolo pake semvak

    Like

  4. BlueSky says:

    Ngakak anzing…..
    Jadi solo player… :v

    Di tunggu lanjutannya min….

    Like

  5. afaro16 says:

    Ciee.. main solo :v

    Like

  6. Kuruyamin says:

    disuruh mas***asi tuh? Hadeh :v

    Like

Leave a Reply to Gingga penguasa kegelapan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s