Stranger’s Handbook Chapter 104

Chapter 104 – Pulang ke Rumah

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Gahaha…. Terimakasih untuk yang kemarin, Zest.”

“Zest, kamu tidak usah menyembuhkannya jika dia melakukannya lagi,….”

 

“….. Err, cobalah untuk lebih menahan diri…. Ayah.”

“Hmm…. Jaga dirimu sendiri?, ayah mertua.”

(Papa tidak apa-apa karena dia sangat fleksibel.)

 

Toto, hentikan.

Wajah Bea benar-benar menjadi merah, jadi tolong hentikan.

 

 

Aku menyelesaikan sarapan yang canggung itu dengan cepat, lalu mulai melakukan persiapan untuk pergi ke tempat Frontier Count, saat seorang maid memanggilku.

Aku ingin berbicara dengan Frontier Count tentang permintaan para Iblis, namun apakah itu merepotkan baginya?

 

“Tuan Muda, merchant Tanya meminta bertemu dengan anda. Apa yang akan anda lakukan?”

“Tanya? Aku sudah lama tak berjumpa dengannya. Bawa dia ke ruang tamu.”

 

“Sesuai keinginan anda!”

 

Maid itu pergi setelah membungkukkan kepalanya. Namun, aku menjadi sedikit tertarik.

Karena seorang pedagang memutuskan untuk menemuiku secara pribadi, itu pasti lebih dari sekedar sapaan biasa.

Untuk jaga-jaga, mungkin aku akan meminta Bea dan Toto untuk hadir juga……

 

 

Aku membawa Bea dan Toto bersamaku dan berjalan menuju ruang tamu, dimana seorang wanita paruh baya sudah menunggu disana.

 

“Paduka, duke Zest, duchess Beatrice, lama tak jumpa. Toto-sama juga kelihatan sehat-sehat saja.”

 

Seperti biasa, wanita ini memiliki aura yang lembut.

Seperti yang diharapkan dari seorang pedagang, hanya dengan senyumnya saja dapat membuatku merasa nyaman….. Dia cukup berbakat.

 

“Ya, Tanya, lama tak jumpa. Apakah kamu sehat-sehat saja?”

“Terimakasih karena telah mengkhawatirkan saya. Berkat anda, keadaan bisnis sangat lancar, dan saya adalah cerminan dari kesehatan itu sendiri.”

 

Kami duduk dan mulai bercakap-cakap.

Aku harus melakukannya setiap saat tapi mau bagaimana lagi…… jika aku melewati langkah ini, bangsawan yang lain akan tidak setuju dan aku akan menjadi target kecaman mereka.

 

“Sekarang….. kalau dipikir-pikir, paduka Zest. Ada rumor yang mengatakan bahwa…. Anda membuat benda yang sangat menakjubkan.”

 

Dia tidak memiliki aura lembut lagi, melainkan mata yang bersinar cerah.

Jadi, inilah tujuannya.

 

“Membuat?…. Ah, apakah yang kamu maksud adalah bra itu?”

“Ya, itu dia, paduka. Saya sudah pasti juga ingin ikut ambil bagian dalam hal itu……”

 

Begitu….. yah, ini tidak seperti aku ingin menyembunyikan sesuatu.

Dan aku juga tidak mau memonopolinya, karena rasa cemburu milik orang lain dapat sangat menakutkan.

 

“Permintaan itu datang bukan lain dari Tanya, oleh karena itu, aku tidak dapat menolaknya. Benarkan, Bea?”

“Seperti yang diharapkan dari Zest-sama. Itu adalah pertimbangan yang baik hati.”

(Papa benar-benar baik! Kepada wanita, maksudnya!)

 

……. Toto? Lihat baik-baik, Tanya adalah seorang wanita tua, bukan?

Selain itu, aku juga baik terhadap para pria….. mungkin.

 

“Terimakasih banyak, paduka. Saya membawakan beberapa hadiah kecil……..”

 

Tanya mengeluarkan beberapa bahan pakaian dan permata.

Dia cukup licik……….

Tapi itu hanyalah sebuah hadiah kecil, jadi itu tidak masalah.

 

“Begitu. Maka aku akan menerimanya. Aku akan menyuruh asistenku Katalina untuk mengirimkan seorang pengerajin dan mengurus rinciannya. Aku akan menuliskan beberapa kata untuknya, jadi kamu dapat merasa tenang.”

“Katalina-sama, kan? Baiklah, saya tidak sabar menantinya. Terima kasih.”

 

“Ini hanyalah perkataan untuk diriku sendiri, tapi sebuah produk uji coba pakaian dalam yang baru sedang dikembangkan. Kami sekarang sedang sangat sibuk dan tidak punya cukup pekerja.”

“Untuk menerima pertimbangan yang luar biasa lagi……..”

 

“Tanya, aku hanya berbicara kepada diriku sendiri. Jadi kamu tidak perlu berterimakasih.”

“Ara, apa yang telah saya lakukan?”

 

Hahahaha… Ohohohohoh….

Kami berdua tertawa.

 

‘Ini masih rahasia, tapi aku akan merilis produk baru. Jika kamu mengirimkan beberapa orang dan menangani pembayarannya, aku akan membiarkanmu ikut ambil bagian dalam hal ini.’

‘Itu akan menjadi pesta yang besar.’

Itu adalah terjemahan bebas dari percakapan sebelumnya.

 

Aku tidak akan memonopoli proses produksinya, melainkan aku akan membuat Tanya dan Frontier Count ikut ambil bagian untuk mengurangi resiko yang ada.

Aku berdiri terlalu tinggi akhir-akhir ini…. Jika aku tidak mengurangi keuntungan yang kudapat, itu akan berubah menjadi sangat buruk.

Aku harus mengurangi resikonya sebesar mungkin.

 

 

Setelah itu, aku mempersiapkan sebuah surat untuk dikirim kepada Katalina, dan masalah itupun selesai.

Aku yakin Tanya akan menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli hadiah kecil yang dia berikan kepadaku saat ini, tapi dia meninggalkan tempat ini dengan wajah yang sangat berseri.

 

Yah, setelah dia menghitung keuntungan yang akan dia dapat, dia pasti sudah menyadari bahwa dia akan berada disisi pemenang.

Bagaimanapun pedagang memiliki indra penciuman yang tajam.

 

Itu memang cukup terlambat, tapi kami, pergi ke mansion Frontier Count.

Kami pergi tepat setelah kami selesai makan siang.

Aku masih punya cukup waktu, jadi aku akan bersantai dan berkonsultasi dengan Frontier Count sampai malam.

 

“Selamat datang, Bea. Bagaimana kabarmu? Apakah kamu sakit? Benar, cepat dan masuklah kedalam. Toto, kamu tampak manis seperti biasa. Aku seperti melihat Bea saat masih kecil…… Ah, putra menantu-dono. Kamu terlihat sehat juga. Itu bagus.”

 

“Lama tak jumpa, guru. Maksudku, Ayah mertua.”

“Lama tak jumpa, Ayah.”

(Apakah aku manis? Dia berkata kalau aku manis!)

 

Aku adalah satu-satunya orang yang diperlakukan dengan agak buruk oleh guru, tapi aku tetap mengikutinya masuk kedalam mansion.

Akhir-akhir ini, perut Bea semakin membesar, dan hal itu membuat guruku menjadi orang tua yang lebih ketat.

 

“Nona Muda menunjukkan senyum ramah……”

“Ah, aku tak pernah membayangkan bahwa akan datang hari dimana aku dapat melihat anak nona muda!”

“Sungguh menakutkan… maksudku, aku bersyukur nona muda akan menjadi seorang ibu!”

 

Aku mendengar para maid saling berbisik.

Kalian telah melalui banyak kesulitan…… Seperti buku harian tukar dan sejenisnya…….

 

Bea benar-benar merasa senang karena akhirnya dia dapat pulang ke rumah masa kecilnya.

Para maid sedang memanjakan Toto, jadi dia sedang tersenyum lebar.

 

“Hei, cucu menantu-dono, kelihatannya kamu memiliki sesuatu untuk di diskusikan denganku.”

 

Kenapa aku sendirian bersama dengan Frontier Count di ruangan lain…..?

Aku tahu bahwa dia bukanlah orang jahat, tapi meski begitu dia sangat menakutkan.

 

“Benar. Aku ingin berkonsultasi tentang masalah yang diminta oleh kepala ras iblis, Neebel-dono kepadaku.”

“Neebel-dono? Apakah itu tentang teknologi?”

 

Seperti yang kuduga, dia tahu soal hal itu.

 

“Ya. Kenapa mereka menolak tenologi…. Maksudku, melakukan pengawasan terhadapnya? Aku ingin mengetahui alasan dibalik hal itu.”

“Begitu……. Tapi, cucu menantu-dono, kamu tidak harus terburu-buru. Aku yakin Neebel-dono akan mengatakan semuanya kepadamu ketika waktunya telah tiba. Kamu harus berhenti menyelidiki masalah itu sampai saat itu tiba.”

 

Frontier Count mengatakan hal itu sambil menatapku lekat-lekat.

 

“Sudah sewajarnya jika cucu menantu-dono ingin tahu lebih banyak tentang hal itu. Namun, kamu harus bersabar. Kamu harus menunggu sedikit lebih lama…. Tolong…..”

“Ap!? Tolong hentikan!”

 

Aku tidak pernah menyangka bahwa Frontier Count akan menundukkan kepalanya dan memohon kepadaku….. aku tidak bisa menolak permintaannya.

Pasti ada alasan yang bagus di balik semua ini.

 

“Aku paham. Aku akan menunggu sampai Neebel-dono menjelasannya dengan benar kepadaku.”

“Kamu Mau melakukannya. Dengan ini aku juga dapat merasa tenang.”

 

Frontier Count tersenyum seolah-oleh dia merasa benar-benar lega.

 

“Sekarang karena kamu sudah merasa lega. Bisakah kita melakukan reuni dengan Bea dan yang lainnya? Bagaimanapun, dia sedang mengunjungi rumahnya setelah sekian lama.”

“Hoho, kamu benar. Bea akan segera melahirkan seorang anak… aku benar-benar sudah menjadi tua.”

 

Aku dan Frontier Count berjalan menuju ruangan guruku.

Kurasa Bea dan yang lainnya sudah berada di tengah pesta minum teh.

 

Frontier Count sedang menunjukkan senyum lembut seperti biasa saat dia membuka pintu menuju ruangan guruku.

Apa yang masuk kedalam pandanganku pada saat itu adalah sebuah medan perang…. Maksudku, neraka.

 

 

“Kamu bilang…. Zest-sama melamarmu?”

(Mama, apa maksud dari melamar itu? Apakah itu adalah benih bunga atau sejenisnya?)

 

“Ya, nona muda Beatrice… maksud saya, duchess Beatrice. Itu benar.”

 

 

Guruku dan Albert sedang duduk dilantai dalam posisi seiza.

Bea sedang terselimuti oleh kekuatan sihir kegelapan yang memancarkan hawa dingin.

Seorang maid kemonobito sedang gemetaran didepannya.

 

Lalu……….

 

“Cucu menantu-dono….. apakah yang mereka maksud tentang lamaran pernikahan?”

 

Frontier Count menunjukkan senyum gelap.

 

Sudah lama aku tidak berada di situasi terjepit seperti ini, dan pada akhirnya aku melakukan penandaan* lagi.
*TN: Mengacu pada chapter 11, baca sana…..

Ini…… mungkin akan menjadi hal yang buruk.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

8 Comments Add yours

  1. anonimous says:

    muahaha :v si maid itu salah paham ternyata :v kasian si zest sama nandain lagi 3:)

    Like

  2. Nanda says:

    Lanjut seri ini dong min

    Like

  3. GoeMooN says:

    Mampuuus :v

    Like

  4. Trè says:

    untung ada yg copas… :v
    tadinya mau baca ulang… :v

    Like

  5. Oyuma Kazuka says:

    Apa frount – guru – zest lupa pas pertama kali sih zest berhadapan dengan frount dia bilang saudara albert (perempuan) itu seekor kucing padahal dia seekor anjing .. jadi albert mengira bahwa zest sedang merayu saudaranya mungkin mendekati melamar … (Chapter 11)

    Like

  6. BlueSky says:

    Wah….
    Ngompol juga akhirnya….. 😀😀😀

    Selamat menikmati liburan Zen-sama…. 😇😇😇

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s