Stranger’s Handbook Chapter 102

Chapter 102 – Lama tak Jumpa, Orang Tuaku

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Gahahaha, lama tak jumpa, Zest! Bagaimana keadaanmu?”

 

“Lama tak jumpa, Ayah.”

“Ayah mertua, lama tak jumpa.”

(Papanya papa! Lama tak jumpa!)

 

Satu minggu setelah keributan yang disebabkan oleh insiden pernikahan suster kampret itu, kami berkunjung ke mansion ayahku, di wilayah Frontier Count.

Kami sebentar lagi harus pergi ke Ibukota Kekaisaran untuk bertemu dengan Pangeran Bodoh itu, dan aku juga ingin mengucapkan selamat kepada Ibu Angkatku yang telah melahirkan.

 

 

“Oh, Nona Muda Beatrice…. Bea, kelihatannya kamu juga baik-baik saja. Jaga anak yang ada di kandunganmu, ok?”

“Terimakasih, ayah mertua.”

 

Meskipun memukul bahuku dengan kekuatan penuh, ayah angkatku terlihat sangat lembut terhadap Bea.

Diskriminasi! Bukankah ini adalah diskriminasi?

Aku menyembuhkan bahuku menggunakan sihir penyembuh, tapi dia terus saja menyerangnya.

 

“Pertama-tama, masuklah kedalam! Kita dapat berbincang-bincang setelah itu, Gahahaha.”

 

Aku terus menerima serangannya saat kami memasuki mension.

Bahkan lantai batu yang ada di bawah kakiku mulai retak, tapi para pelayan tidak lagi terkejut.

 

(Papa benar-benar tangguh! Dia lebih keras daripada batu! Menakjubkan!)

 

Aku membelai Toto-chan yang berkata jujur saat kami memasuki rumah dan berjalan menuju ruang tamu.

 

 

Disana, senyum yang sangat kurindukan telah menungguku.

Ini benar-benar sudah lama…. Secara refleks, aku juga tersenyum melihatnya.

 

“Lama tak jumpa, Zest. Bagaimana keadaanmu? Kamu tidak sakit selama ini, kan?”

 

Dia memelukku dengan erat.

Ah….. aroma lembut milik Ibuku….. sekarang aku merasa benar-benar pulang kerumah.

 

Namun, ayah angkatku mulai menunjukkan niat membunuh. Tolong hentikan itu!

Seperti biasa, dia sangat jatuh cinta kepada Mama Celica.

 

“Lama tak jumpa, Ibu. Apakah kamu kehilangan sedikit berat badan? Bagaimana dengan kondisi fisikmu?”

“Fufu, aku baik-baik saja. Tapi karena aku tidak cukup tidur, aku juga tidak memiliki nafsu makan…….”

 

Dia mengatakan hal itu dan tertawa, tapi dia terlihat agak kurang enak badan.

Aku menggunakan sihir penyembuhku kepadanya sambil membantunya duduk di atas sofa.

 

“Terimakasih, Zest. Aku merasa jauh lebih baik.”

“Ibu mertua, lama tak jumpa. Setelah ini, tolong tunjukkan bayi anda kepadaku.”

(Mamanya Papa! Lama tak jumpa, Kamu memiliki aroma yang harum!)

 

“Ara, Bea, Perutmu akan segera membesar…… aku tidak sabar menantikannya.”

Dengan semangat para wanita itu, pesta minum teh kami yang menyenangkan dimulai.

Aku menjauhkan diri dari mereka dengan cara yang santai karena aku ingin menikmati situasi ini.

 

“Zest, kamu akan menginap malam ini, kan? Habiskan waktumu dan bersantailah.”

“Terimakasih, ayah. Aku akan melakukannya.”

 

Apakah kamu marah karena tadi Ibu memelukku?

Kekuatan yang dia gunakan untuk memukul bahuku sekarang lima kali lebih kuat dari sebelumnya.

 

“Selain itu, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu…. Jadi tolong dengarkan aku.”

 

Ayah angkatku memberitahukan hal itu kepadaku sambil menunjukkan wajah serius.

………….. Seperti yang kuduga, ini bukan sekedar menginap.

 

 

Aku akhirnya dapat bertemu dengan orang tua angkatku lagi, tapi ada yang lebih penting dari kunjungan ini daripada bersantai dan bersenang-senang.

Setelah kami selesai makan malam, aku dipanggil keruangan ayahku.

 

Bea dan Toto sedang bersama dengan Ibu angkatku dan berbincang-bincang di ruangannya.

Akulah satu-satunya orang yang dipanggil.

Singkatnya, dia ingin berbicara denganku secara rahasia…. Dia pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan kepadaku.

 

 

“Ayah, ini Zest. Apa yang ingin kamu bicarakan?”

 

Aku duduk disofa didepannya.

Ayah angkatku menunjukkan ekspresi merenung seperti biasa…. Ini pasti cukup serius.

 

“Ah, kamu mungkin sudah mengetahui hal ini, tapi kamu tidak boleh mengatakan hal ini kepada siapapun, ok?”

“Aku tahu, ayah.”

 

Dia meminum segelas wine dan kembali berbicara.

 

“Sebenarnya, ini tentang Celica………”

“Tentang ibu? Apa yang terjadi?”

 

“Ya…. Benar. Setelah melahirkan, kondisi fisiknya tidak terlalu bagus. Kamu menolong kami hari ini, Zest. Aku berterimakasih kepadamu.”

“Tolong hentikan. Tidak berterimakasih untuk hal itu.”

 

“……… ya. Kamu memang benar. Jadi, tentang Celica………..”

 

Setelah berkata sebanyak itu, dia berhenti.

Aku menunggu dia melanjutkan perkataannya dengan sabar.

Aku menduga ini adalah sesuatu yang sulit untuk di bicarakan.

 

Aku penasaran sudah berapa lama waktu berlalu?…… akhirnya, ayah angkatku membuka mulutnya untuk berbicara.

 

 

“Celica, saat dia akhirnya….. akhirnya…. Dapat melakukan hal itu, aku menjadi sedikir kasar, dengan tidak sadar, dan semuanya berubah menjadi kekacauan….. saat ini dia tidak memperbolehkanku untuk menyentuhnya!…………”

 

 

 

………………..?

Eh? Itu pertengkaran rumah tangga, kan?

 

“Dia bahkan tidak memperbolehkanku tidur di sampingnya saat ini….. aku tidak tahu apa yang harus kulakukan!”

 

Aku menatap ayah angkatku yang gemetaran dan menangis jantan.

Berhenti menangis, Ayah….. selain itu, ada batasan tertentu, kau tau?

Memangnya siapa kamu? Seorang anak muda?……….

 

Namun, aku memahami perasaannya.

Jika Bea menjadi seperti itu….. Hanya membayangkannya membuat perutku terasa sakit.

 

“Ayah, kerja bagus karena mengatakannya kepadaku. Sebagai seorang pria aku benar-benar memahami hal itu!”

“Zest….. kamu memahamiku?……….”

 

“Tentu saja. Jika saja…. Aku dan bea menjadi seperti itu, aku akan benar-benar menghancurkan satu atau dua negara untuk melampiaskan kemarahan.”

“Itulah anakku…. Aku juga sama. Aku merasa ingin mendeklarasikan perang saat ini juga!”

 

Itu adalah sebuah metafora. Itu hanyalah sebuah ungkapan metafora.

 

“Ayah, apakah kamu mau mencoba belajar memijat? Kamu dapat memijat ibu dan membuat tubuh dan pikirannya menjadi lebih santai!”

“……….. Apa itu memijat? Apakah itu adalah sesuatu yang dapat kulakukan?…….”

 

Ya, pemijatan belum dikenal di dunia ini.

Karena alasan itu, hal ini harusnya efektif

Aku memegang tangan ayahku yang sedang khawatir dan mulai menjelaskan.

 

“Tidak masalah. Pemijatan adalah sebuah tekhnik untuk membuat seseorang merasa tenang dengan cara mengusap tubuhnya dengan lembut. Semua orang dapat melakukannya setelah berlatih!”

“Hanya dengan latihan, huh?…….. Tapi, aku memiliki terlalu banyak kekuatan. Aku tidak tahu apakah aku bisa menahannya……”

 

Begitu. Dia punya kesadaran diri.

Jika seperti itu, tolong sedikit lebih lembut kepadaku juga, ayah.

Tapi awalnya dia harus latihan…… bagus.

 

“Albert! Kau dimana Albert!?”

 

Setelah itu, teriakan Albert terus terdengar sepanjang malam.

Ayah angkatku akan menghancurkannya, dan aku akan menyembuhkannya menggunakan sihir.

Saat fajar, mata Albert telah kehilangan cahayanya, tapi seorang tukang pijat profesional baru saja terlahir.

 

Ayah angkatku yang sedang sangat bersemangat menyerbu kamar ibuku tepat di pagi hari.

 

“……….. Zest-sama, apakah saya membantu?”

“Ya, Albert. Kamu melakukannya dengan baik…….. silahkan beristirahat.”

 

“………. Baiklah”

 

Aku meminum sedikit teh saat melihat Albert kehabisan tenaga dan pingsan.

Diluar terlihat semakin dan semakin terang.

………. Apa yang telah aku lakukan sepanjang malam ini?

 

Aku mengusap air mataku saat aku kembali ke kamarku. Bea dan Toto sedang tidur bersebelahan.

Aku naik ke atas tempat tidur dengan perlahan. Agar tidak membangunkan mereka berdua, dan tidur sejenak.

 

 

Aku terbangun saat siang hari. Bea dan Toto menungguku bangun, lalu kami berjalan bersama-sama menuju ruang makan.

 

‘Zest-sama, apakah kamu baik-baik saja? Kamu terlambat tadi malam, jadi aku merasa khawatir.”

(Ayo kita tidur bersama-sama hari ini!”

 

“Ya, aku baik-baik saja. Terimakasih. Ayo tidur selama mungkin.”

 

Orang tuaku telah menunggu kami di ruang makan.

Mereka terlihat cerah….. apakah mereka menikmatinya?

Yah, baguslah kalau mereka sudah berdamai……..

 

Mereka tersenyum dan saling menggoda satu sama lain, dan aku memutuskan untuk mengabaikan mereka saat aku selesai makan.

Aku sedang meminum teh saat ayahku berbisik kepadaku.

 

 

 

“Oh, ngomong-ngomong, boss para iblis akan datang kemari sore nanti.”

Dia mengatakannya dengan santai, seakan-akan dia mengatakan bahwa dia akan pergi ke minimarket.

Tubuhku menjadi kaku.

 

……………. Kau harusnya memberitahukan hal ini terlebih dahulu kepadaku, bukannya pertengkaran rumah tangga kalian.

Aku memiliki perasaan buruk tentang hal ini.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

5 Comments Add yours

  1. Monokorobo says:

    Regarding the story of my wife, medusa..kapan update-nya, min

    Like

  2. Ko says:

    Masalah rumah tangga itu lebih penting daripada urusan negara

    Like

  3. BlueSky says:

    Makasih Zen-sama….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s