Stranger’s Handbook Chapter 101

Chapter 101 – Gaya milik Keluarga Duke

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Dimana si bodoh Albert itu!?”

“Diruang tamu-nya, Paduka!”

“Ufufu, hati-hati, sayangku.”

 

Setelah aku berjanji kepada Katalina bahwa aku akan membelikannya sebuah baju yang mahal, dan mengusap rambut Bea dengan semua yang kumiliki, aku bergegas menuju koridor.

Toto sedang duduk di bahuku….. dia berperan sebagai pengawas.

Tapi itu tidak seperti aku akan menggoda suster kampret itu, bukan…..?

 

 

“Albert, dasar bodoh, apa yang kau……”

 

Saat aku melangkah kedalam ruang tamu, sebuah pemandangan yang cukup kacau memasuki pandanganku.

 

“Suster, aku akan bertanggung jawab. Biarkan saya menikahimu dan menjagamu!”

“Tuhan…. Memisahkan diri dari tuhan. Tapi semuanya sudah seperti ini, aku akan kembali menghidupkan api menggunakan air! Dan kemudian, hujan akan berubah menjadi arus yang berlumpur dan kembali ke laut. Aku harus menerima perlindungan suci dari tuhan tidak peduli apapun yang terjadi! Kita tidak harus menuggu!”

 

………… Aku tidak mengerti apapun.

 

Aku mencoba untuk mengamati situasinya.

Suster itu sedang duduk di sofa dengan pakaian berantakan; dia menyembunyikan dadanya yang terbuka.
Albert sedang berlutut di depannya, sambil melamarnya.

 

…………… Terlepas dari semua itu, aku masih tidak memahami situasinya.

 

“Albert…… tolong jelaskan…….”

 

Seorang maid membawakan beberapa baju dan aku menyuruh suster itu berganti pakaian.

Sudah sewajarnya, aku tidak dapat membiarkan wanita yang setengah telanjang begitu saja. Selain itu, jika Bea melihatnya, masalah yang tidak diperlukan akan terjadi.

 

“Ya, Paduka…… Suster datang untuk menemui anda. Dia membawa surat untuk Paduka.”

“Ok, sampai di situ semuanya baik-baik saja.”

 

“Namun, karena suster itu sangat memperhatikan dadanya, Saya meminta penjelasan. Saya menanyakan tentang apa yang dia sembunyikan disana.”

“………… Lalu?”

 

“Suster itu tidak melakukan apapun selain menggumamkan kata yang tidak dapat saya pahami……. Seperti, seorang suster yang berbicara atas nama tuhan tidak akan pernah menipu pria!…….”

“Apa yang kamu lakukan selanjutnya?”

 

“Saya melepaskan pakaiannya dengan tiba-tiba untuk memeriksa apakah dia….. sedang menyembunyikan sesuatu………”

“………….. begitu……………”

 

Ini memang masalah yang merepotkan………….

 

Kemungkinan besar….. suster itu menyimpan sesuatu di dadanya, dan Albert ingin tahu apa itu.

Dia menjelaskan dengan bahasanya sendiri tapi Albert salah paham kepadanya.

‘Perkataan tuhan’ milik suster itu mungkin adalah pilihan yang buruk.

Albert memperlihatkan tubuh suci dan polos milik suster yang terobsesi dengan tuhan ini ke dunia…….. atau sesuatu seperti itu.

 

 

“Setelah kamu menelanjanginya, kamu merasa bertanggung jawab…. Kan? Sudah sewajarnya kamu mencurigainya. Tapi dia adalah seorang suster, kamu tahu….. aku yakin dia tidak berencana melakukan hal yang buruk.”

“Saya tidak tahu harus menjawab bagaimana.”

 

“Kamu tahu, ketelitian yang kamu miliki adalah hal yang bagus, tapi kamu harus belajar memilih metode yang kamu gunakan berdasarkan lawanmu. Kamu adalah seorang bangsawan, kamu harus belajar bagaimana cara menggunakan orang lain, ok?”

“………. Ya.”

 

“Kenapa kamu tidak menggunakan unit maid?”

“………. Tolong maafkan saya karena telah bertindak ceroboh.”

 

Albert menekankan kepalanya ke atas lantai.

……… Ya ampun! Dia sungguh pria yang mengecewakan.

 

“Serahkan sisanya kepadaku. Kamu harus melaporkan rinciannya kepada Bea, dan katakan kepadanya untuk datang kemari.”

“Tapi.”

 

“Tidak masalah, jadi pergilah. Aku akan melakukan sesuatu tentang hal ini. Jika kamu merasa bertanggung jawab, balas saja hal itu di medan perang.”

“………. Sesuai keinginan anda!”

 

Aku melihat Albert pergi dan meminum sedikit teh.

………. Apa yang harus kulakukan?………. aku tidak dapat menemukan sebuah solusi……..

 

Aku mencoba menyembunyikan perutku yang sakit dengan meminum teh, sambil menunggu suster itu kembali.

 

 

“Zest-sama, aku telah mendengar semuanya dari Albert. Apa yang akan kamu lakukan?”

“Aku tidak benar-benar bisa menyalahkan Albert atas hal ini……. Aku harus memikirkan rencana berkompromi dengan cerdas…….”

Bea datang ke arahku dan menunjukkan ekspresi khawatir.

Memang benar saat Albert merasa curiga kepada suster itu, dia tidak melakukan tindakan yang salah.

Dia tidak salah, tapi itu juga tidak tepat. Ini merepotkan.

 

Namun, Albert adalah bawahanku yang manis dan terpercaya….. aku ingin menyelamatkannya.

Tapi suster itu adalah paus selanjutnya, jadi akan merepotkan jika dia tidak menyetujui suatu hal……

 

Aku terus mengkhawatirkan hal itu, ketika suster itu memasuki ruangan, dia telah berganti baju.

Kelihatannya dia mengenakan pakaian milik Bea…. Dadanya tampak longgar, tapi aku tidak di izinkan untuk melihat hal itu.

 

 

“Paduka, terima kasih atas kebaikan anda.”

“Jangan mengatakan hal itu. Akulah yang harus meminta maaf kepadamu. Suster…. Apakah aku terlalu sombong jika aku ingin hidup dengan kebaikan tuhan?”

 

Suster itu duduk di sofa dan, setelah dia membenarkan posisinya, dia memberitahuku

 

“Hidup dengan kebaikan tuhan bukanlah hal yang jahat. Seperti pohon yang membutuhkan bumi, dan air yang mengejar laut. Tidak mengatakan hal yang akan mengkhawatirkan tetangga anda dan mengharapkan berkah bagi orang lain, itu sejalan dengan kehendak tuhan.”

(Papa, apakah kemampuan berbicara si kampret ini terganggu?)

 

Suster kampret itu tersenyum dengan manis.

………… Begitu Aku ternyata benar-benar tidak memahaminya, tapi kelihatannya itu berhasil

 

“Insiden dengan Albert, benar-benar dia lakukan karena kepeduliannya kepadaku. Singkatnya, seperti yang kamu katakan, suster, ‘Tindakan untuk mengharapkan kebaikan untuk orang lain’. Akankah tuhan memaafkan hal ini?”

“Fufufu, Tuhan akan memaafkannya Saya kurang memiliki pengalaman dan tidak sempurna. Dan karena saya tidak sempurna, meminta orang lain untuk menjadi sempurna akan menjadi pemikiran yang salah bagi saya.”

(!? Papa, aku akhirnya paham dengan apa yang coba si kampret ini katakan!)

 

………. Ini adalah pertama kalinya aku mengangguminya sebagai seorang suster.

Kamu adalah orang yang menakjubkan, bukan, suster! Meskipun perkataanmu seperti sampah, sih.

Selain itu, Toto, bisakah kamu sedikit diam? Papa sedang berusaha untuk tidak tertawa disini.

 

“Untuk kebaikanmu, suster….. dan untuk pembelajaran dari tuhan, aku mengucapkan terimakasih dan memberikan penghormatan dengan tulus.”

“Suster, aku juga mengucapkan terimakasih dan memberikan penghormatan dengan tulus…..”

 

Kami menundukkan kepala kami dan suster itu menanggapinya dengan senyum lembut.

 

“Tidak, saya belum bisa mengendalikan diri dengan baik dan berakhir dengan berkata atas nama Tuhan… Tolong maafkan kurangnya pengalaman yang saya miliki.”

Suster itu melakukan pose berdoa, menempatkan kedua tangannya di depan dadanya yang tak memiliki ukuran.

Aku melihat kearah itu karena ketidaksengajaan tapi Bea masih mencubitku.

…………… Wanita ternyata memang memahami tatapan lelaki.

 

(Papa, apakah kamu menyukai dadanya? Apakah kamu suka dada yang longgar?)

 

Hentikan itu! Bea sedang menatapku dengan tatapan mengerikan, jadi tolong hentikan itu!

 

Setelah itu, aku menyelesaikan masalah itu dengan cukup murah; aku hanya perlu memberinya bra buatan khusus dan beberapa pakaian pendeta sebagai hadiah untuk suster itu.

Jika dia menikahi Albert, aku akan dianggap melakukan pemberontakan dan perang mungkin akan dimulai……

 

Aku melihat suster itu pergi dia kelihatan sangat senang pada dirinya sendiri.

Dia pada akhirnya menerima bra buatan khusus, itu bukan barang yang di produksi secara massal….. aku merasa agak bersalah kepada para dwarf, tapi mau bagaimana lagi.

 

Aku kembali ke ruanganku untuk sedikit beristirahat, dan kemudian melihat albert ada dilantai, menungguku dalam posisi berlutut.

 

“Dasar bodoh! Berapa lama kau akan melakukan hal itu? Jangan mengkhawatirkan masa lalu. Dan jangan melakukannya lagi. Hanya itulah yang harus kau lakukan.”

“Dia benar. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Lain kali lakukanlah dengan lebih baik.”

 

“Saya tidak akan pernah melupakan perkataan baik anda!”

 

Ya, ini bagus….. aku adalah seorang tuan yang cukup baik.

Albert menangis sambil menundukkan kepalanya sampai Bea berkata kepadanya, Dan sambil menunjukkan senyum lembut..

 

 

“Albert, kamu memiliki dua kesempatan yang tersisa!”

(Dua kali lagi! Aku tidak sabar menantikannya!)

 

 

……… Dua kesempatan lagi?

Aku dan Albert menatap kosong kearah dua gadis itu, kami benar-benar mendengarkan mereka mengatakan hal itu.

 

 

 

“Keluarga kami hanya mengizinkan tiga kesalahan. Itulah sebabnya kamu tinggal memiliki dua kesempatan kan?”

 

 

“”Apa yang terjadi jika….. kami melakukan yang keempat?””

 

Aku dan Albert berkata secara bersamaan dan Bea memberitahu kami sambil menunjukkan senyum ala Frontier Count.

 

 

 

“Kali keempat, kalian akan berjalan ketempat yang saaaaangat jauuuh dan tinggiiii. Itulah peraturan di Keluarga Frontier Count…. Apakah kamu tidak setuju Zest-sama?”

(Woaaa, itu tampaknya menyenangkan  Mama!)

 

 

Ini tidak bagus…….. Albert memohon kepadaku menggunakan matanya untuk menolak proposal Bea.

 

 

“Itu adalah ide yang benar-benar menakjubkan!! Ayo lakukan hal yang sama di Keluarga Duke.”

“…….. seperti yang anda……….. inginkan, paduka………”

 

 

Tidak buruk karena dia berhasil mengatakan hal itu, sementara kakinya gemetar dengan hebat………. Aku tidak bisa menentang Bea kau tau.

Maaf Albert…. Dan berjuanglah…….

 

Dibandingkan beberapa saat lalu, tangisan tiada akhir yang Albert lakukan memiliki makna yang berbeda saat ini.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

4 Comments Add yours

  1. AA says:

    Hahaha tempat yang sangat jauh dan tinggi = heaven :p

    Like

  2. Ko says:

    Mantab bea

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s