Stranger’s Handbook Chapter 100

Chapter 100 – Satu Hal setelah Hal Lainnya

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Kamu sungguh orang yang pencemburu. Tidak mungkin aku akan melakukan hal seperti itu dengan putra menantu-dono..”

“Hahaha, ibu mertua. Tolong maafkan dia.”

“……….. Aku sungguh minta maaf.”

(Mama, wajahmu merah cerah!)

 

Kami berjalan-jalan sebentar untuk melakukan diskusi fisik kami apa yang terlihat selama jalan-jalan itu adalah kembang api dan sungai yang indah.

Berkat berlian merah muda itu, kesalahpahaman itu berhasil diselesaikan tapi, saat kami kembali, ibu mertua mulai mengejek kami.

 

“Bea, kamu tidak perlu khawatir. Aku hanya mencintaimu.”

“…….. Zest-sama, aku sungguh wanita yang buruk. Karena aku tidak mempercayai suamiku.”

“Sifat pencemburumu juga agak manis, jadi itu tidak masalah.”

“Zest-samaaaa!”

 

“Hei,, Toto-chan, apakah mereka berdua tidak melihat kalau aku juga ada disini?”

(Mama Lamia, saat mereka sudah seperti itu, itu adalah hal yang mustahil!)

 

Aku dan Bea pada akhirnya malah saling menggoda di dunia kami sendiri, tapi karena sebuah perkataan ceroboh, dunia itu telah berubah menjadi medan perang.

 

“Tapi, kamu tidak pernah menggunakan sihirmu kepadaku, untuk membuat rambutku lembut dan berkilau…… Kenapa hanya ibu?”

“Bea, rambutmu selalu lembut dan berkilau.”

 

“Ara….. begitukah?”

“Ya, itu benar. Itu sangat indah, dan dipenuhi dengan gairah mud……”

“Ya ampun! Kau mengatakannya, karena aku tua, jadi rambutku sudah layu?”

 

Otot-otot muncul di sisi dahi ibu mertuaku

Dia masih disini?….. Ini buruk. Ini dapat berubah menjadi benar-benar buruk.

 

“Ibu mertua, apa yang kamu bicarakan? Bahkan aku, yang hanya setia kepada Bea, menjadi tercengang karena daya tarikmu………”

“Zest-sama? Apakah ibuku membuatmu tercengang?”

Kekuatan sihir kegelapan yang dingin mulai keluar dari tubuh Bea.

Ini, aku telah menerima serangan ini beberapa saat yang lalu, aku tidak membutuhkannya lagi.

 

“Hahaha, saat kamu menjadi lebih dewasa, kamu juga akan memiliki daya tarik seperti itu. Aku tidak sabar ingin melihat akan menjadi wanita seperti apa Bea-ku yang manis ini.”

“Kamu selalu memperlakukanku seperti anak kecil…. Aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, kamu tahu?”

“Itulah sebabnya.. Karena masih ada sedikit waktu, aku ingin menggunakannya untuk menyimpan Bea yang manis ini kedalam ingatanku.”

“Zest-samaaaa. Mau bagaimana lagi kalau begitu.”

Aku mengusap rambutnya dengan lembut, lalu kami saling berpelukan sambil tersenyum.

Bagus! Ini berhasil!

 

 

“Putra menantu-dono? Apakah mungkin, kamu menyangka bahwa kamu telah berhasil menipu kami?”

 

Aku mengangkat kepalaku dan melihat senyum ala Frontier Count di wajah ibu mertua-ku, saat dia mulai mempersiapkan kipas besinya.

Ini tidak bagus……. Inilah sebabnya aku tidak dapat menangani wanita tu….. wanita muda dengan terlalu baik.

 

 

Dia memaafkanku setelah aku berjanji bahwa aku akan memberikan sebuah bra untuknya sebagai souvenir, lalu akhirnya aku kembali ke kamarku sendiri.

Ya ampun…… aku yakin sebenarnya, Ibu mertua hanya menginginkan bra itu.

 

Sekarang, sebagai salah satu tugas ibu mertua-ku, dia akan membawa Tsubaki bersamanya dan kembali ke Ibu kota kekaisaran besok pagi.

Tahap pertama telah selesai…….

Aku meminum sedikit teh hitam dan melihat ke arah tempat tidur. Bea tertidur setelah aku mengusap rambutnya dengan semua sihir yang kumiliki.

Toto juga tertidur…… mereka benar-benar terlihat seperti ibu dan anak, bukan?

 

Aku juga ingin tidur, jadi aku berdiri dan meringkuk di atas kasur.

Aku merasa hangat dan merasa senang karena hari ini akhirnya telah berakhir………

 

“Zest-sama, apakah kamu sudah tidur?”

“Bea, apakah aku membangunkanmu?”

 

“kupikir aku haru melakukan sesuatu sebagau permintaan maaf kepadamu.”

“Apa yang akan kamu lakukan untukku?”

 

Aku memeluk Bea dengan lembut, dan baru saja akan menciumnya ketika…..

(Papa, kamar mandi, pipis.)

 

……….. kami masih tidak dapat melakukannya.

 

 

 

 

Pagi hari berikutnya, aku berganti pakaian dengan cepat dan berjalan menuju kantorku.

Toto menghalangi jalanku tadi malam jadi aku sedikit kesal, tapi itu tidak dapat dihindari.

Aku akan meminta Bea untuk melakukannya lain kali.

 

Aku tersenyum saat aku menunggu ibu mertua-ku didalam kantor.

Setelah itu kemudian Ibu mertua dan Tsubaki muncul.

 

“Ayah, Tsubaki kesini untuk menyapamu!”

“Ya, Mama Lamia akan membawamu ke ibu kota kekaisaran bersamanya. Sapa dia.”

 

Tsubaki memalingkan wajahnya ke arah ibu mertua-ku dan menyapanya dengan datar.

 

 “Bibi Lamia…….”

“Ara ara, Lamia saja sudah cukup, kamu tahu? Jika kamu memanggilku lebih dari itu, aku….. tidak tahu apa yang akan aku lakukan.”

“Lamia-sama,, tolong jaga saya!”

 

Ya, memanggilnya Bibi adalah hal yang sangat buruk.

Kerja bagus Tsubaki, kamu menyadarinya.

 

“Tsubaki-chan, Bea juga sering mengatakan hal itu, kamu tahu?”

“Suatu kehormatan bagiku karena telah di bandingkan dengan ibu!”

 

Ibu mertua mengangguk setuju….. apakah ini benar-benar tidak masalah……?

Yah, jika seperti itu, maka itu bagus.

Selain itu, apakah Bea juga pernah seperti ini?

 

“Kamu melatih….. mengajarinya dengan baik, putra menantu-dono. Baiklah, bisakah kita berangkat, Tsubaki-chan?”

“Ya ma’am! Ayah, terima kasih untuk semuanya, aku akan berangkat sekarang.”

 

“Ya, hati-hati….. ayo bertemu lagi di ibukota kekaisaran.”

 

Tsubaki berangkat bersama ibu mertuaku dia menjadi semakin dan semakin jauh.

Yah, dia harus pergi ke ibukota kekaisaran sebelum menikah.

…………… aku benar-benar berharap bahwa dia tidak akan kembali menjadi gadis muda bodoh seperti dulu lagi.

 

 

Mereka berangkat dengan kereta penuh souvenir, dan akhirnya aku dapat bersantai.

 

Ada sebuah pertemuan dengan pangeran elf di ibu kota kekaisaran bulan depan, jadi, sampai saat itu, aku akan menghabiskan waktuku untuk mengerjakan dokumen.

Mungkin aku akan mulai dengan mengerjakan dokumen yang telah menumpuk selama bulan maduku?

 

Sudah lama aku tidak mengerjakan dokumen, jadi aku menyelesaikannya dengan cepat kali ini.

Setelah perjalanan yang menyenangkan itu, aku harus langsung bekerja.

 

Aku melakukannya dengan baik, di malam hari, aku telah berhasil menyelesaikan dokumen dua kali lipat dari yang kurencanakan.

Jika aku terus seperti ini, aku akan menyelesaikan pekerjaan ini dalam dua minggu…. Mungkin kami akan pergi ke pantai atau sesuatu yang lain setelah itu.

Saat aku memikirkan rencana itu, aku menerima pemberitahuan yang sangat menyedihkan.

 

 

“Paduka! Ini sangat buruk-nya!”

 

 

Katalina melompat masuk kedalam kantor, wajahnya terlihat pucat.

Kelihatannya ukuran dadanya telah menurun ke B-cup.

 

“Katalina, kamu saat ini juga merupakan seorang bangsawan. Jadilah lebih tenang, ok? Aku sudah lelah dengan unit maid dan ksatria hitam karena hal yang sama.”

 

Aku meminum sedikit teh.

Yang satu ini punya rasa yang bagus….. ini adalah teh berkualitas tinggi yang kuminum hari ini.

 

 

“Paduka! Albert-dono mengatakan bahwa dia akan menikahi suster itu-nya!”

 

 

Aku berakhir dengan menyemburkan teh yang ada di mulutku.

Albert? Menikah dengan suster itu?

 

Bagaimana mereka bisa sampai pada hal itu………..? Insiden merepotkan lainnya?

Aku sudah benar-benar bingung saat kemalangan yang lain datang kepadaku.

 

 

“Zest-sama…… apa yang akan kamu lakukan kepada Katalina………..?”

(Woaa,, mbak Katalina benar-benar terbuka!)

 

Karena teh yang aku semburkan, pakaiannya menjadi basah dan menjadi benar-benar transparan.

Dan diatas semua itu, Katalina sedang gemetaran, dan matanya penuh dengan air mata….. Situasi ini………

 

 

Mungkin aku harus membicarakannya….. lagi………

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

3 Comments Add yours

  1. afaro16 says:

    hahaha :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s