Stranger’s Handbook Chapter 98

Chapter 98 – Pemberitahuan dari Rumah

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Paduka Zest, sebuah surat datang dari Katalina-dono untuk anda.”

 

Karena pertemuan dengan kedua orang Jepang itu telah selesai, aku kembali membawa Bea ke onsen dalam rangka untuk menikmati bulan madu kami, tapi saat kami tiba disana, surat itu telah menungguku.

Kali ini aku telah memastikan untuk membuat reservasi, dan sedang berada didalam kamar yang telah kupesan saat aku membuka surat itu; aku punya firasat buruk tentang hal ini.

 

 

‘Paduka Zest, saya minta maaf karena telah mengganggu liburan anda.

Saya berpikir bahwa sekarang sudah saatnya anda kembali, jadi saya menulis pemberitahuan ini hanya untuk mengingatkan.’

 

…….. Dia secara tidak langsung menyuruhku untuk pulang.

 

‘Imperial Mage, Lamia-sama telah datang berkunjung untuk melihat pelatihan seni rumah tangga Nona Tsubaki.

“Bagaimana dengan Bea? Aku ingin segera melihatnya.”

Itulah yang dia katakan.

 

“Bea, kelihatannya Ibu Lamia datang berkunjung ke tempat kita.”

“Ibuku?”

(Mama Lamia! Aku sudah lama tak bertemu dengannya!)

 

Haha, sudah lama sejak terakhir kali dia melihat ibunya.

Bea terlihat benar-benar senang, dan karena Toto telah lengket kepadanya saat terakhir kali kami bertemu, dia kelihatannya juga cukup bahagia.

Namun, dia datang untuk memeriksa Tsubaki…… yah, itu adalah alasan yang sah.

Tapi aku yakin bahwa niatnya yang sebenarnya adalah untuk bersenang-senang selama kunjungannya,

 

Mari kita lihat lanjutannya, aku kembali membaca surat itu.

 

‘Itulah sebabnya, tolong cepatlah kembali.

Dia sudah tahu bahwa anda sedang melakukan bulan madu.

“Aku tidak menginginkan souvenir apapun…. Aku penasaran apakah ada pakaian yang bagus di negara itu?”

Itulah yang dia katakan.’

 

Baik, baik. Bahan pakaian…… aku akan membeli beberapa untuknya.

Yah, karena aku baru saja melihat surat ini….. mungkin kami akan pulang besok atau besok lusa.

 

‘Tentang pelatihan… ehem, pembelajaran yang dijalani Nona Muda Tsubaki. Tidak ada masalah tentang hal itu, jadi anda dapat merasa tenang.

Saya menunggu kepulangan anda.’

 

Berhenti menyebutnya pelatihan*, dia bukan seekor kuda.
*TN: Kata yang digunakan disini adalah choukyou dan secara literal diartikan sebagai melatih binatang.

…………… Yah, dia adalah anak tomboy yang keras kepala, jadi mungkin tidak masalah untuk mengatakannya seperti itu.

 

“Bea, haruskah kita kembali besok atau lusa? Kita harus membeli souvenir untuk Ibu Mertua.”

“Ya! Ibu akan merasa senang jika kita membelikan beberapa bahan pakaian.”

(Aku merasa sangat bersemangat! Ini sudah cukup lama!)

 

Aku selesai membaca surat itu dan berbicara dengan kedua gadis itu.

Kami tidak perlu terburu-buru.

 

Kami berencana untuk menikmati onsen selama sehari, lalu pergi menyapa Paus Garbera lalu kemudian pulang, tapi…….

 

“Kalian sudah mau pulang? Aku akan merasa sangat kesepian……….”

 

Dia mengeluarkan air saat menempel kepada kami sambil menangis, jadi pada akhirnya kami tinggal semalam lagi.

Seperti yang diharapkan dari dunia lain, dia tidak mengalami korsleting meskipun dia terendam didalam air.

 

 

Kami mengucapkan perpisahan kepada kulkas itu, dan mengatakan bahwa kami akan berkunjung kembali di lain waktu, lalu kami naik ke kereta.

 

“Kalian dapat berkunjung kapan saja. Kalian dapat menganggap Negara Suci Lilac sebagai rumah kalian sendiri.”

 

Nenek tua itu…. ehem, kulkas yang berubah bentuk menjadi manusia itu mengantar kepergian kami; dengan ini, bulan madu kami telah berakhir.

 

 

 

“Rivalku tercinta, mari kita bertemu lagi.”

“”Baiklah, aku akan berdoa agar itu tidak berada di medan perang.”

 

“Lain kali kita bertemu, aku akan memotong tanganmu! Ingat itu, ok?”

“Eeh? Aku akan mengalahkanmu di permainanmu sendiri, kau tau.”

“…………… Aku pasti akan mengejarmu!”

“Aku tidak sabar menantikan hal itu. Aku juga bisa menjadi lebih kuat lagi.”

 

 

Itu adalah kata-kata perpisahan yang cukup panas. Tapi itu tidak lebih dari percakapan antara wanita.

 

Di perbatasan, unit maid dan kesatuan ksatria suci mengucapkan perpisahan.

Beberapa dari mereka mulai bertarung, tapi aku benar-benar mengabaikan mereka.

 

“Wanita benar-benar menakutkan.”

“Mereka liar.”

“Kenapa mereka tidak bisa menjadi lebih pintar?”

 

………… Pada akhirnya ksatria hitam juga mulai membicarakan omong kosong, tapi aku juga mengabaikan mereka.

Bagaimanapun kalian semua sama-sama memiliki otak otot.

 

 

Di perjalanan pulang, kami beberapa kali bertemu dengan bandit, tapi ksatria hitam yang pintar dan unit maid yang sangat feminim membuat mereka takut.

 

Semua bandit yang datang ke hadapan kami mengatakan hal yang sama.

 

“Gya….. itu adalah ksa….. ksatria hitam dan Unit Hades*…….”
*TN: Unit Maid dan Unit Hades memiliki pengucapan kata yang sama dalam bahasa jepang

 

Pada saat mereka melihat kami, mereka mulai berteriak dan lari ke segala arah.

……….. kenapa mereka tidak berhenti saja menjadi bandit?

 

“Zest-sama? Bolehkah kami?”

“(Papa, bolehkah kami?)

 

Bea dan Toto sama-sama memiringkan kepala mereka kesamping dengan manis.

Haha, mereka benar-benar menggemaskan………

 

“Kalian menggemaskan tapi kalian tidak di izinkan memburu para bandit, tahu?”

 

Bea mempersiapkan bardichenya dengan gaya manis, sementara Toto mempersiapkan gergajinya, serta mengeluarkan kekuatan sihir hitam, dengan cara yang manis juga.

 

“……. Mau bagaimana lagi, habisi mereka.”

“Baiklah.”

(Ok.)

 

Saat aku mendengar teriakan bandit di kejauhan, aku menatap ke arah langit.

Sebelum aku menyadarinya, kedua gadis itu telah menjadi penggila perang.

Yah, meski begitu, aku tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu………

 

…………… Aku akan membicarakan masalah ini dengan Ibu mertua nanti.

 

Menatap ke arah langit, aku menyadari bahwa saat ini sedang hujan.

Ini adalah hujan……. Itu sudah pasti bukanlah air mataku.

 

Setelah kejadian serupa mewarnai perjalanan kami, akhirnya kami tiba di mansionku

Melihat rumahku sendiri membuatku merasa tenang.

Orang yang menyambut kami adalah Katalina.

 

 

“Selamat datang, Paduka. Lamia-sama telah sampai-nya.”

“Katalina, terima kasih atas kerja kerasmu. Dia sudah tiba disini?”

 

“Ya-nya. Saya memiliki pesan pribadi darinya untuk paduka-nya.”

 

Dia mengatakan hal itu lalu menyerahkan sepucuk surat, dimana tertulis perkataan seperti ini.

 

‘Aku memiliki sesuatu yang ingin kubicarakan secara pribadi denganmu, rahasiakan ini dari Bea. Aku akan menunggumu di kantor, putra menantu-dono….. jika kamu tidak bergegas…… mungkin aku akan memberitahu Bea tentang kejadian di kamar mandi waktu itu?’

 

 

 

 

Waktu itu?

…………………. Saat sedang bersamanya didalam kamar mandi pada waktu itu?

Aku membakar surat itu dengan kekuatan sihirku dan bergegas masuk kedalam rumah.

 

 

Perutku terasa sangat sakit sampai-sampai aku tidak bisa bernafas………..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

3 Comments Add yours

  1. afaro16 says:

    *ehmm berduaan dengan ibu mertua di kantor? *ehmm IYWIM ( ͡° ͜ʖ ͡°)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s