Stranger’s Handbook Chapter 95

Chapter 95 – Pemimpin Ras Iblis

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Saya senang bertemu dengan anda, spirit-sama, kalian berdua, aku adalah Neebel. Pemimpin ras iblis.”

 

Didalam Grand Cathedral, aku bertemu dengan pemimpin ras iblis.

Kulkas itu juga ada di sini, tapi dia mengatakan bahwa dia akan diam saja kali ini.

………. Saat ini dia hanyalah sebuah kulkas.

 

Pria itu tinggi dan memiliki rambut berwarna perak; dia terlihat muda.

Dia juga terlihat agak kekar, dan memberikan kesan seorang prajurit.

Dia mengikat rambutnya kebelakang, namun dia tidak memberikan kesan lemah sedikitpun.

 

“Baiklah, pertama aku harus meminta maaf kepadamu, Zest-dono, aku sangat minta maaf……”

“Tidak, akulah yang harus meminta maaf…… aku minta maaf karena perbuatan buruk yang dilakukan teman senegaraku.”

 

Setelah kami berdua meminta maaf, kami melakukan percakapan ringan.

Tanpa itu, kami tidak dapat membahas topik utama….. yah, dalam hal ini adalah untuk membicarakan persiapan itu.

 

“Jadi, Zest-dono, apakah kamu ingin bertemu dengan mereka?”

“Itulah rencananya, aku ingin mengkonfirmasi kondisi mereka…. Juga, aku merasa bahwa itu adalah tugasku…….”

 

Wajah Neebel berubah menjadi kaku dalam sekejap.

 

“Kamu mengkhawatirkan kondisi mereka? Tugas? Kamu merasa bersalah?……. Atau, apakah kamu berencana untuk mengembalikan mereka ke Jepang?”
………. Dia mengatakan itu dengan terus terang.

 

“Jepang adalah negara konstitusional, kamu memiliki hak untuk berpikir demikian. Itu adalah dunia yang indah dimana etnik merupakan prioritas. Namun, dunia ini berbeda. Jika kamu tidak memiliki kekuatan, kamu tidak dapat hidup. Kekuatan, kekayaan, kekuasaan….. jika kamu tidak memiliki hal itu, apa yang dapat kamu lakukan hanyalah patuh. Itulah bagaimana dunia ini bekerja.”

 

Dia benar…. Ini adalah masyarakat bangsawan.

Neebel kembali berbicara setelah meminum sedikit teh miliknya.

 

“Mereka tidak beruntung karena terpanggil kemari, tapi itu tidak ada hubungannya dengan kami. Kami menawarkan perlindungan dengan senang hati, tapi kami tidak mau menerima kritik. Apakah aku salah?”

“……….. Kamu tidak salah.”

 

“Kamu juga. Bagi mereka kamu itu siapa? Pelindung mereka? Orang tua mereka? Boss mereka?……. kamu hanyalah oran asing.”

“Itu memang benar bahwa,,,, aku hanyalah orang asing bagi mereka.”

 

Dia menghiburku.

Kamu tidak melakukan hal yang salah, atau sejenisnya…. Sudah sewajarnya kamu mementingkan dirimu sendiri.

 

 

“Haha, dunia itu tampaknya cukup nyaman. Negara yang di sebut Jepang itu.”

 

Dibandingkan dengan sebelumnya, ekspresinya saat ini sudah agak lebih santai.

 

“Kebaikan tampaknya dipandang sebagai kebajikan disana, tapi kadang-kadang hal itu dapat dilihat sebagai kelemahan. Tolong berhati-hatilah.”

“Aku berterimakasih atas nasehatmu.”

 

“Tidak, bagaimanapun kamu sudah mengetahuinya…. Aku akan melakukan persiapan agar kamu dapat bertemu dengan orang Jepang lainnya. Pertama aku harus memastikan alasanmu, jadi aku minta maaf karena membuatnya menjadi selama ini. Juga, aku membutuhkan sedikit waktu lagi. Jika berita ini bocor, itu akan menjadi benar-benar berbahaya.”

Dia menawarku…. Yah, baik.

Dia bahkan mengetahui semua kekhawatiranku.

 

 

Setelah itu, diputuskan bahwa aku akan menemui orang Jepang yang lain seminggu lagi.

Sementara untuk tempatnya, kami memutuskan untuk melakukannya di kantor ini, didalam Grand Cathedral.

 

Mereka akan menyamar sebagai peziarah.

Dia benar-benar sangat berhati-hati….. aku penasaran apakah mereka yang datang kesini dari dunia lain benar-benar berada di posisi yang sangat berbahaya?

 

“Zest-dono, aku hanya akan mengatakan ini. Kami tidak berniat melawanmu. Tugas kami adalah…… Tidak, aku akan mengatakan hal ini kepadamu nanti………”

 

 

Apa yang dikatakan Neebel sebelum dia pergi, memancing rasa penasaranku.

Tugas?…….. Pasti ada rahasia di balik hal itu……..

 

Namun, saat ini aku tidak perlu memaksanya untuk mengatakan hal itu, aku yakin dia nanti akan menjelaskannya kepadaku.

Jika dia tidak dapat melakukannya sekarang, maka itu artinya ada alasan untuk hal itu.

 

Dan dengan begitu, wawancara dengan Pemimpin ras iblis, Neebel, berakhir.

 

Sebagai makhluk iblis, dia sangat berbeda dari apa yang kubayangkan, dan kelihatannya kami akan menjadi cukup akrab.

Untuk jaga-jaga, aku masih harus waspada saat berada di dekatnya, tapi aku yakin semuanya akan baik-baik saja; dia mengatakan bahwa dia adalah kawan.

…….. aku merasa lega.

 

 

 

 

“Selamat datang, Zest-sama.”

(Selamat datang, Papa! Aku memakan tiga puding!)

 

“Ah, terimakasih. Toto, perutmu akan meledak, kau tau?”

 

Aku kembali ke kamarku dan beristirahat.

Aku meletakkan Toto di bahuku lalu mengusap rambutnya.

 

“Jangan terlalu memikirkan hal itu. Untuk saat ini, kupikir kamu hanya harus melakukan apa yang kamu bisa.”

“Ah, Neebel-dono juga mengatakan hal yang sama. Aku seharusnya sudah mengetahui hal ini.”

“Ayolah! Bukan seharusnya, kamu memang sudah mengetahuinya!”

 

Bea berkali-kali memukul dadaku, lalu aku mengusap rambutnya dengan lembut.

Dia juga merupakan orang yang sangat mengkhawatirkanku…….

Para iblis kelihatannya juga merupakan sekutu, jadi aku merasa jauh lebih baik sekarang.

 

“Kamu benar. Aku baik-baik saja sekarang. Maaf karena telah membuatmu khawatir.”

“………. Lalu, aku akan memaafkanmu.”

(Ah~, Toto merasa ngantuk~ Aku akan tidur sekarang.)

 

Toto mengatakan hal itu dengan nada datar, lalu menghilang ke tempat tidur. Aku mencium Bea dan dengan perlahan menindihnya di atas sofa.

 

 

 

…………. Bagus, Albert tidak akan datang kali ini.

Untuk jaga-jaga, aku telah mengikatnya dan meninggalkannya di kamar mandi, jadi semuanya aman.

 

 

 

“Urm….. apakah kamu mau itu…. disini?”

“Apakah itu buruk, Bea?”

 

“Bukan begitu…… itu tidak buruk, aku hanya merasa malu.”

 

Aku melepaskan baju Bea secara perlahan dengan sengaja, sehingga wajahnya semakin memerah…….

 

 

 

 

(Papa! Mama! Ini buruk! Ini benar-benar buruk!)

 

 

 

 

Kami setengah telanjang dan baru saja ingin memasuki bagian yang bagus, saat Toto terbang sambil memakai pakaian dalam.

Apa yang terjadi? Ada apa?
Aku menyembunyikan bagian pentingku dan menjadi sangat terkejut.

……….. Sayangnya, Bea melakukan hal yang sama.

 

 

“Ap….. apa yang terjadi, Toto-chan?”

“Ada apa? Apakah ada musuh yang menyerang?”

 

Toto menunjukkan wajahnya sambil menangis dan memberitahukannya kepada kami.

 

 

 

(Aku punya bayi….. Toto hamil!)

 

 

 

“”Toto, kamu terlalu banyak makan!””

 

Toto kelihatannya tidak setuju dengan hal itu dan terus mengusap perutnya, dan dia menangis dan menangis…. Yang kelihatannya akan berlangsung selamanya……..

 

 

 

 

Tentu saja, itu telah menghancurkan hari ini juga……. Rasanya Aku juga ingin menangis.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

10 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Ngakak :v
    Min klo boleh saran, pas percakapan kasih nama , siapa yg ngomong nya biar mudah d pahami 😀 ty

    Like

  2. chicken fist says:

    agak aneh gw pas bagian ras iblis masuk katedral >.<
    thx 4 chap

    Like

  3. GoeMooN says:

    Jgn bilang kulkas yg ngamilin 😀 isi kulkas maksudnya :v

    Like

  4. miller says:

    Toto hamiiiiillll ..😂😂😂😂

    Like

  5. putraeka01 says:

    selalu ada halangan saat bagian bagus T_T

    Like

  6. Ko says:

    Bulan madu yang gagal

    Like

  7. BlueSky says:

    Jangan patah semangat Zest….
    Mungkin yang ke tiga kalinya akan berhasil…

    Like

  8. Mage says:

    Nasib nasib kaga albert kaga toto keduanya ganggu kesenangan mulu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s