Stranger’s Handbook Chapter 94

Chapter 94 – Pemberitahuan Mendadak

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Baiklah, Garbera, katakan lagi apa yang kamu inginkan dariku?”

“Itu…. itu memalukan….”

 

“Itu tidak memalukan. Kamu sangat basah di bawah sini…….”

“!? Itu!…… Jangan sentuh aku disana……”

“Ayo, katakanlah dengan kuat.”

“……. Aku ingin kamu.”

 

“Kamu ingin aku melakukan apa?”
“………… Defro…….”

 

“Defro?”

 

 

“Aku ingin agar kamu mendefrostku!!”
*TN: Proses mencairkan es yang menumpuk di kulkas

 

 

Garbera kelihatan marah saat sedang membuka dan menutup pintunya dengn kuat.

Dia belum di defrost selama 5 tahun terakhir, jadi pasti ada banyak es yang menumpuk didalamnya.

 

Karena melihat kulkas yang malu-malu adalah hal yang langka, aku cukup puas dan memutuskan untuk membantu mendefrostnya.

 

“Oh, kamu sangat terampil. Itu terasa enak.”

 

Merasa keenakan. Garbera membuat kompresornya berdengung.

Aku mulai memahami perasaannya dengan lebih baik hanya dengan mendengarkan suara yang dia keluarkan.

…………. Meskipun, mengatakan bahwa aku mulai memahami sebuah kulkas membuat kepalaku terasa sakit.

 

 

“Baiklah. Aku telah selesai. Paus….. Garbera.”

“Begitu. Kamu harus memanggilku Garbera saat kita sedang sendirian! Dan terimakasih, aku terasa lebih ringan.”
Saat ini kulkas itu sedang berada dalam mood yang bagus dan kami mulai meminum teh didalam kantornya.

Dia memanggilku kemari, dan mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu yang harus dibicarakan denganku sendirian, tapi sebenarnya urusannya denganku adalah untuk mendefrostnya……..

 

Aku sedang beristirahat sambil meminum teh yang dituangkan untukku.

Ini adalah pertama kalinya aku mendefrost kulkas dan, entah kenapa, aku merasa kelelahan.

 

“Oh benar, aku harus memberitahumu kenapa aku memanggilmu kemari!”

“………. Bukankah itu tentang defrosting tadi?”

 

“Salah! Aku memiliki pesan dari semuanya!……… Seluruh orang jepang yang terpanggil kemari telah ditawari perlindungan, jadi kamu tidak perlu khawatir. Namun, sayangnya, diantara tujuh orang, empat di antaranya tidak akan pernah bisa kembali. Itu sangat disayangkan……”
“………. Eh?”

 

 

Pesan dari semua orang? Orang Jepang lainnya….?

Sama sekali tidak memperdulikan kebingunganku,, Garbera kembali berbicara.

 

“Err…. Ini surat yang akan menjelaskan segalanya. Juga, orang Jepang lainnya berada dalam keadan sehat, jadi semuanya baik-baik saja.”

 

Kulkas itu kelihatannya mengatakan sesuatu, tapi aku sama sekali tidak bisa memahaminya.

 

“Maaf. Aku butuh istirahat.”

 

Aku entah bagaimana berhasil mengatakan hal itu, kemudian mengambil surat itu dan kembali ke kamarku.

 

 

Sesaat setelah aku sampai di kamarku, aku memeriksa surat itu.

 

‘Pertama, saya minta maaf karena telah membiarkan empat teman senegaramu meninggal.

Saya minta maaf……. Saya tidak berpikir bahwa permintaan maaf akan menyelesaikan segalanya, tapi saya ingin mengatakan kepadamu alasan kenapa hal itu terjadi.

 

Kami, ras iblis, menyambut orang Jepang dengan senang hati, saat Frontier Count Razatonia mengirimkan mereka kepada kami.

Tentu saja, kami menawarkan perlindungan kepada mereka.

Kami pikir karena kami sudah terbiasa dengan kebiasaan orang Jepang, maka tidak akan ada masalah.

Namun, empat dari mereka….. dua wanita dan dua pria, tidak mau menerima bahwa ini adalah dunia lain dan pada akhirnya menyandera anak-anak dan para wanita.

Itulah sebabnya kami membunuh mereka.

 

Sementara untuk tiga orang lainnya, mereka menerima bahwa mereka telah datang ke dunia lain dan saat ini sedang hidup dengan damai.

Mereka tinggal di kamar pribadi yang cerah dan sama sekali tidak memiliki keluhan, saat menyangkut tentang kebutuhan sehari-hari mereka.

Tentu saja, saya menjamin bahwa tidak ada tindak kekerasan atau diskriminasi yang dilakukan terhadap mereka.

Bagaimanapun, kami tidak memiliki niat untuk berselisih.

 

Terakhir, jika anda ingin menemui mereka, saya akan mengabulkan hal itu.

Katakan saja kepada Garbera dan saya akan segera melakukan persiapan.

 

Pemimpin ras iblis, Neebel……… kepada pendatang dari dunia lain.

 

 

………. Jadi, empat orang Jepang yang lain telah mati.

Sisanya…… aku dapat menemui mereka jika aku menginginkannya.

 

 

Aku penasaran sudah berapa lama aku berada dalam posisi ini.

Tanpa kusadari, aku telah meremas surat itu dan terduduk, kemudian Aku merasakan seseorang mengguncang bahuku.

“Zest-sama!? Zest-sama!”
“Bea?”

 

Dengan air mata mengalir di wajahnya, Bea sedang mengguncang bahuku dengan putus asa.

 

“Apa yang terjadi?”

“Jangan menanyakan hal itu kepadaku! Zest-sama, apakah kamu baik-baik saja? Kenapa kamu menunjukkaan ekspresi seperti itu sambil menangis!?”

 

………… Menangis? Apakah aku menangis?

Karena guncangan itu, aku menjatuhkan surat tadi ke atas lantai.

Bea mengambilnya dan ekspresinya berubah.

 

“Jadi, inilah alasannya……”

“……….. Ya.”

 

 

Aku membiarkan mereka mati.

Tepat setelah aku datang kedunia ini, prioritas utamaku adalah bertahan hidup.

Memang benar bahwa mereka tidak lain hanyalah orang asing yang terpanggil bersama denganku…… Dan Mereka tidak ada hubungannya denganku.

 

Namun, aku benar-benar melupakan mereka dan terus hidup sesuka hatiku.

Menemui mereka selambat ini? Bagaimana aku bisa menghadapi mereka?

‘Kenapa kamu begitu lambat datang kesini?’

Aku yakin itulah yang akan mereka katakan……

 

 

Aku tidak tahu apakah tubuhku yang gemetar hebat ini disebabkan oleh rasa takut atau rasa bersalah.

Namun, aku tidak dapat menghentikannya.

 

 

Tiba-tiba, kegelapan menyelimuti pandanganku.

 

“Zest-sama, ada apa? Mungkinkah kamu merasa bertanggung jawab terhadap mereka?”

“…………. Mungkin begitu. Aku takut, Bea.”

 

Dia memelukku dan berbisik.

 

“Fufu, bahkan ada sesuatu yang membuat Zest-sama merasa takut. Kenapa kamu merasa begitu bersalah? Apakah kamu mengenal mereka?”

“Aku tidak mengenal mereka secara pribadi….. Namun, aku membiarkan mereka mati……..”

 

“Kamu salah. Kehidupanmu saat ini adalah hasil dari kerja keras dan kemenanganmu. Selain itu, mengandalkan seseorang akan membuat orang lain menjadi manja. Akan menjadi hal yang tidak masuk akal jika mereka menuntut hal seperti itu kepadamu.”

“…………”

 

“Jika kamu benar-benar merasa terganggu, kamu harus menemui mereka lalu kita akan membicarakannya bersama-sama setelah itu, ok?”

“………. Maaf Bea. Kamu memiliki suami yang menyedihkan seperti ini……”

 

Aku memeluk tubuhnya sambil menangis lalu dia mulai mengusap rambutku untuk membuatku merasa nyaman, seakan aku adalah seorang anak kecil.

 

“Bagiku, kamulah yang terpenting. Bahkan jika seluruh benua menentangmu, aku akan menjadi sekutumu.”

 

Dia mengatakan hal itu dan tersenyum, sampai saat ini aku dengan memalukan telah melamparkan diriku kedalam cinta kasihnya.

Aku terus menangis didalam pelukannya…. Yang terlihat seperti akan berlangsung selamanya……

 

 

 

 

“Bea, aku akan menemui mereka……”

“Ya, dan aku akan menemanimu. Kemanapun kamu akan pergi.”

 

 

 

Aku akhirnya berhenti menangis saat hari sudah malam; Bea terus mengusap rambutku sepanjang waktu itu.

Dia menerimaku meskipun aku adalah orang yang menyedihkan.

Itu membuatku memikirkannya lagi…. Apa yang kubutuhkan hanyalah Bea.

Sekarang aku dapat mengatakan kepada mereka dengan jelas, bahwa aku membuang mereka demi mendapatkan gadis ini.

Demi Bea, aku juga akan membuat seluruh benua menjadi musuhku…… Jika orang-orang Jepang itu menjadi halangan……

 

 

Kami duduk di sofa berduaan sambil menatap langit malam melalui jendela.

Bulan purnama merah itu bersinar seakan mendukung tekadku.

 

 

 

 

(Papa, Mama, Apakah kalian sudah selesai melakukan permainan bayi-bayian itu? Toto mau pergi ke toilet……..)

 

 

“”Toto, siapa yang mengajarkan hal itu kepadamu?””

 

 

Sesekali, aku ingin menyelesaikan hal ini dengan keren.

Tapi keinginanku itu runtuh dalam sekejap…………..

 

Sejak awal semuanya memang sudah kacau!!

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

3 Comments Add yours

  1. Ko says:

    Pertamax

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s