Stranger’s Handbook Chapter 93

Chapter 93 – Latih Tanding yang Menyenangkan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

Mereka mulai melakukan latih tanding…. Itulah yang kami dengar, jadi kami bergegas ke lapangan latihan, hanya untuk melihat hal ini……

 

 

“Hahaha, unit maid benar-benar kuat! Kalian mendapatkan rasa hormatku.”

“Ksatria suci juga, Kalian menangkis serang itu dengan menakjubkan.”

“Ah, aku menyiapkan camilan lagi.”
“Hei! Itu punyaku, kau tau”

“Menakjubkan! Bra ini menakjubkan!”

 

 

Para wanita sedang melakukan sebuah pertemuan yang menyenangkan.

 

“……… Hei kalian. Bagaimana dengan pertarungannya?”

 

Media berbalik dengan bersemangat dan hendak berdiri, tapi aku menghentikannya dengan ayunan tanganku.

 

“Paduka, sebenarnya…….”

 

Dengan tatapan meminta maaf, Media mengirimkan tatapan malu-malu ke arahku.

Hentikan itu, dasar bodoh aku tidak suka saat seorang pria melakukan hal itu kepadaku.

 

“Kesatuan ksatria suci menggoda unit maid karena penampilan mereka… atau sesuatu seperti itu.”
“……… Singkatnya, ksatria suci meminta unit maid untuk melakukan tugasnya dan kalian melawan. Pertengkaran itu berubah menjadi sebuah pertarungan dan pesta yang menyenangkan setelahnya?”

 

Media menunjukkan senyum lebar di wajahnya.

 

“Ya! Seperti yang diharapkan dari Paduka, anda sangat cerdas!”

“……………”

 

Itu agak menjengkelkan, tapi aku tidak bisa memarahinya……

Jika itu adalah sebuah duel atau pertarungan asli, aku pasti akan memarahinya, tapi aku tidak dapat melakukan hal itu untuk sebuah latih tanding.

Unit maid mengurus kebutuhanku sehari-hari…. Singkatnya, mereka menemaniku saat ini sebagai maid.

Mereka bukan pengawal, seperti ksatria hitam, jadi jika mereka memiliki waktu luang, mereka bebas melakukan apapun.

 

 

“………. Bagus. Tidak ada salahnya melakukan pertarungan untuk memperdalam hubungan pertemanan, kan?”
“Anda benar, Paduka.”
Terlihat lega, Media meletakkan kedua tangannya di depan dada dan membungkuk berkali-kali.

……………. Aku penasaran kenapa aku merasa begitu kesal?
Haruskah aku sedikit menghukumnya?
“Lalu, aku juga akan bergabung dengan kalian. Ini demi hubungan persahabatan, kan”
Haha, Media…… aku sudah lama tidak menghajarnya.

 

“!? Yeey! Silahkan, Paduka!”
………….. Huh?

Para maid, bersama dengan Media, mulai melakukan persiapan, dan terlihat benar-benar merasa senang.

Eh? Kenapa mereka tidak menentangnya? Kupikir aku terlalu berlebihan.

 

“Zest-sama, itu memiliki efek sebaliknya.”

(Papa, itu lebih seperti hadiah dari pada hukuman.)

 

“Karena kalian akan melawan Paduka, bertarunglah dengan niat membunuh.”

“Jangan mati, ok? Aku bisa menyembuhkan kalian, asalkan kalian tidak mati.”
“Aku sangat bersyukur karena telah bergabung ke unit maid.”
“Latih tanding dengan Paduka….. Ahaha…. Latih tanding dengan Paduka……”

 

 

 

Apa yang ingin kujadikan sebagai hukuman ringan, telah berubah menjadi hadiah yang besar bagi mereka.

 

Kesatuan ksatria suci juga ikut bergabung dengan bergembira.

Karena suatu alasan, para suster sedang mengantre sambil berlatih mengayunkan Mace* milik mereka…….
*TN: Mace adalah sejenis senjata mirip gada.

 

“Ini adalah tradisi di sekte kami.”

 

Seorang suster memberitahuku saat aku sedang menonton latihan mereka dengan tercengang.

Tradisi mereka? Begitukah?

 

Dengan agak enggan, aku berjalan ke tengah lapangan latihan dengan perlahan.

 

 

 

 

“Aah…. Aku sangat lelah……”

“Kamu harus beristirahat, Zest-sama.”
(Papa! Media terbang begitu tinggi, itu sangat lucu!)

 

Latihan itu selesai setelah sekitar 3 jam saat ini aku sedang beristirahat didalam ruangan yang telah dipersiapkan untuk kami.

Para suster, dengan pakaian pendeta milik mereka, datang menyerangku dengan rok tergulung ke atas dan itu bukanlah sebuah mimpi.

 

Itu adalah pertama kalinya aku tidak merasa bahagia saat melihat celana dalam………..

 

Aku hendak meminum sedikit teh ketika Bea menghentikan tanganku dan tersenyum.

 

“Ara, apakah kamu mengingat para suster itu? Ahaha……”

(Kami dapat melihat celana dalam mereka dengan jelas!)

 

“………… Begitukah? Aku bahkan tidak menyadarinya.”

 

Kenapa aku mengatakan hal itu!?…….

 

“Apakah kamu menyukai pakaian pendeta milik mereka? Apakah para suster itu membuatmu merasa senang?”

(Ah~! Toto harus tidur sekarang. Selamat malam.)

 

Toto! Tolong jangan pergi sekarang!

 

“Apa yang kamu katakan? Satu-satunya orang yang membuatku merasa senang adalah Bea.”

“………… Begitukah?……… Apakah itu benar?”

 

Aku mengusap kepalanya saat dia semakin mendekat ke arahku.

 

“Itu benar…… Dan tentang para suster itu, aku hanya terkejut saat membandingkan gaya bertarung milik mereka dengan gaya bertarung yang biasa.”
“….. Tapi tetap saja, karena aku hamil…. Kamu tahu….. tentang itu…. Zest-sama tidak cukup terpuaskan?”

 

Jadi itulah yang dia khawatirkan?………

Jujur untuk saat ini, Bea adalah satu-satunya untukku, jadi dia seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

 

“Kamu khawatir tentang hal itu?”
“…… Tinggalkan aku sendirian!”

 

Wajahnya berubah menjadi merah cerah saat dia mulai memukul ku berulang kali.

Aku tidak bisa menahannya…. Ya, aku benar-benar tidak bisa.

“Apakah kamu tahu? Setelah kehamilan memasuki masa stabil…. Tidak masalah jika kita melakukannya sesekali.”

“……….. Aku bertanya…. Kepada para maid tentang hal itu. Itulah sebabnya……”

 

 

Mata Bea sedikit berair saat aku menciumnya.

Aku dengan perlahan menekannya ke bawah di atas sofa, berhati-hati untuk tidak membebani tubuhnya………….

 

 

 

 

“Paduka! Kenapa anda tidak mengundang kami untuk bergabung dalam latih tanding itu!?”

 

 

 

Bea membenarkan pakaiannya saat dia berdiri dengan perlahan, sambil memegang bardiche kesayangannya.

Aku, juga, menarik pedangku saat aku menyelimuti tubuhku dengan sihir penguat.

 

 

“”Albert, kemarilah sebentar!””

 

 

Setelah itu, Grand Cathedral bergema dengan suara jeritan kesakitan milik seekor anjing sepanjang malam.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. soul099 says:

    Njer albert… Greget banget….rasanya gua mau gua picel kepalanya…

    Penjaga:Seberapa greget lo…
    Albert : seberapa greget saya? Kemarin saya gak ikut latihan tanding sama pak paduka, lalu saya mau nanya paduka malamnya…
    Penjaga:terus!
    Albert: saat dia lagi malam jumatan sama istrinya

    Like

  2. chicken fist says:

    anjing itu kata nya pengertian dan cerdas… tapi kalo di fusion ama ma manusia jadi lah albert >.<
    thx 4 chap

    Like

  3. ko says:

    Wkwkwkwk

    Like

  4. GoeMooN says:

    Tugas Albert kyaknya memang buat dihajar… XD

    Like

  5. Kuro says:

    Fak albert :v gang orang ena ena aja :3

    Like

  6. BlueSky says:

    Dasar Albert anjing….
    Ganggu orang mau ena-ena’an….😠😠😠

    Like

  7. Oyuma Kazuka says:

    Sih anjeng albert -_- eh albert emang anjing gua harus ngatain apaan dong ? -_-

    Like

  8. Mage says:

    Asu itu albert [eh emang beneran anjing deh] lagi panas panasnya malah ganggu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s