Stranger’s Handbook Chapter 91

Chapter 91 – Negara Suci Lilac

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Selamat datang, Paduka, Duke Zest! Kami, satuan ksatria suci, akan menjadi pengawal dan pemandu anda saat sedang berada disini.”

 

Ksatria wanita yang terlihat berani menginformasikan dan memberi hormat kepada kami.

 

“Begitu, aku sangat berterimakasih pada perhatian sang Paus.”

“Ya pak! Lalu, kami akan segera membawa anda kesana!”

 

Ksatria wanita itu mulai mempersiapkan kuda, sementara aku menunggu didalam kereta.

 

“Meskipun mereka wanita, kesatuan ksatria suci cukup terkenal.”

(Mereka juga sangat putih dan berkilauan!)

 

Mereka adalah kesatuan ksatria suci yang dibanggakan oleh Negara Suci Lilac.

Itu adalah sebuah unit yang hanya terdiri dari prajurit wanita elite….. Aku tak menyangka mereka akan bertindak sebagai pemandu dan pengawal untuk sepasang wisatawan asing dan bahkan datang ke perbatasan untuk menyambut kami.

Apakah mereka benar-benar menganggapku sebagai orang penting?…….. Atau……

 

“Lihat dada yang dimiliki unit maid…….”

“Unit maid dari Pasukan Duke…. Kita tidak boleh kalah dari mereka!”

“Mereka tidak gemetar bahkan saat menunggang kuda…. Benarkah?”

“Sungguh aura kehadiran yang hebat!”

 

Hal yang sangat di hargai disini adalah bra……..

Aku memperkuat pendengaranku dengan sihir dan mendengarkan percakapan mereka, tapi kemudian aku memutuskan untuk bermesraan dengan Bea.

Aku seperti orang bodoh karena merasa waspada.

 

 

Untuk perjalanan kali ini, aku membuat Albert memimpin ksatria hitam dan unit maid.

Aku membawa lebih sedikit orang dari pada yang kuduga sebagai seorang Duke, itu sekitar 50 orang.

Perjalanan itu tidak bisa dikatakan sangat nyaman, tapi itulah situasinya.

 

Sekarang ada sekitar 50 ksatria suci yang bergabung dengan kami, sehingga unit kami saat ini berjumlah 100 orang…… itu agak mengintimidasi.

Namun, perjalananku berlanjut tanpa ada satupun masalah.

 

 

 

“Paduka, Duke Zest, kami menyambut anda. Sang Paus telah menunggu anda. Silahkan, jika anda berkenan…..”

 

Kami hendak memasuki Grand Cathedral saat kami diberitahu hal itu.

‘Melihat-lihat? Bra yang lebih penting. Cepat! Cepat!’

Atau begitulah kelihatannya.

 

Kami saat ini sedang berada didalam Katedral, tapi kami tidak dapat melihat sekeliling dan menikmatinya.

Kami dengan patuh mengikuti pemandu kami.

 

(Mama, ada lukisan di langit-langit kaca! Wooooaa……)

 

Toto kelihatannya telah tenggelam dalam kesenangannya sendiri dan Bea membalasnya dengan senyuman.

Benar, kaca berwarna itu benar-benar indah dan berkilauan.

Itu adalah daya tarik utama di bangunan putih ini dan itu memiliki kecantikan suci.

 

Aku tidak ingin terlihat seperti orang bodoh yang melihat sekeliling dengan gelisah, jadi aku menahannya dan mengikuti pemandu itu. Dia berhenti sesaat kemudian.

“Yang Mulia, Paduka Duke Zest telah tiba.”

“Masuk.”

 

Apakah ruangan ini adalah sebuah kantor? Rak buku menghiasi dinding, sementara ada sebuah meja kerja di bagian depan. Seorang wanita tua yang mengenakan pakaian pendeta duduk di belakang meja itu.

“Saya adalah Garbera, sang Paus, terima kasih sudah berkunjung kemari.”

 

“Saya Zest Gaiyus-Tarminal dari Kekaisaran Grun. Suatu kehormatan dapat bertemu dengan anda, Yang Mulia.”

“Saya Beatrice Gaiyus-Tarminal, Yang Mulia.”

(Aku Toto! Aku suka kue!)

 

“Tidak ada orang lain disini. Kalian berdua tidak perlu terlalu kaku. Jadi, Toto suka kue?….. Aku akan segera mempersiapkannya.”

 

 

…….. Apa?

Mata Bea juga terbuka lebar karena terkejut.

 

“Ada apa? Ah, apakah kalian terkejut karena aku dapat mendengar pesan telepati milik Toto?”

 

Paus Garbera kembali berbicara sambil menunjukkan senyum lebar di wajahnya.

 

“Bocah Razatonia itu tidak memberitahukan apapun kepadamu?”

 

……… Bocah Razatonia?

Kami tercengang, tapi dia terus menggoda kami, sambil menyiapkan beberapa kue untuk Toto.

 

“Well, well, jadi dia memaksakan hal ini kepadaku…. Dasar bocah nakal. Kupikir itu sangat sulit bagimu, Beatrice-dono, karena memiliki kakek seperti itu.”

“Apa, apakah anda mengenal kakek?”

 

“Ya, aku sangat mengenalnya. Bahkan kelemahan bocah itu. Haha…… dia sudah seperti cucu bagiku. Ah, anggap saja ini rumah sendiri.”

 

Kami duduk, dan tubuh kami gemetar.

Kelihatannya ini tidak akan hanya menjadi perjalanan biasa…….

 

“Baiklah…… tentang kenapa aku dapat mendengar pesan Toto dan bagaimana aku bisa mengenal bocah Razatonia itu……. Apakah aku benar bahwa itulah yang ingin kalian dengar?”

“Ya, jika anda mau memberitahukannya kepada kami.”

“Saya ingin mendengarnya.”

 

Paus itu mengusap rambut Toto dan tersenyum.

 

“Kalian berdua, santailah sedikit, aku ini semacam saudara bagi kalian.”

“….. Y, ya.”
“Saudara……?”

 

Siapa nenek ini?……. Apa yang coba dia katakan?

 

 

“Bocah Razatonia dan Galef adalah pelindung generasi ini….. aku mengenal mereka dengan baik.”

 

 

…………… Pelindung?………… Frontier Count dan Ayah Angkatku?

Apa yang dia bicarakan?

 

 

“Dan untuk kenapa aku dapat mendengar pesan telepati milik Toto, itu karena diriku juga merupakan seorang spirit. Kalian tidak menyadarinya?”

(Ufufu, aku langsung mengetahuinya! Karena Garbera memiliki bau yang lembut!)

 

 

Paus Garbera adalah….. seorang spirit…….

 

Aku terlalu terkejut sampai tidak dapat mengatakan apapun.

Bea benar-benar membeku……

 

“Aku akan menjelaskan segalanya kepada kalian…… tentang pelindung….. dan tentang diriku…… kalian adalah tuan dari spirit, kalian berhak untuk mengetahuinya.”

 

Paus itu meletakkan Toto di bahunya dan tersenyum.
“Kita memiliki banyak waktu, jadi kita tidak perlu terburu-buru……. Selain itu……..”

 

 

Dia membiarkan Toto dan berbalik untuk menatap kami dengan ekspresi serius.

Aku menelan ludah dan menatap Paus itu dengan kaku.

 

 

“Jika aku terlebih dahulu tidak menerima bra itu, aku akan terlalu khawatir untuk menceritakannya kepada kalian.”

 

 

Seorang nenek peyot sedang meraba dadanya sambil menunjukkan ekspresi serius diwajahnya.

 

……………. Bukankah itu…….. sedikit terlalu terlambat?

 

Aku menahan diriku untuk tidak mengatakan hal itu, dan menghela nafas panjang.

Mata Bea benar-benar menjadi putih bagaimanapun itu tak dapat dihindari……. Aku akan membiarkannya sendirian untuk saat ini.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

6 Comments Add yours

  1. Rawing says:

    Emak emak juga gak mau kalah pake bra wkwk

    Like

  2. GoeMooN says:

    Wkwkwk.. Kapan ni lepas dr bra, jd mikir macem2 mulu dibuatnya 😀

    Like

  3. Biru says:

    Dasar nenek tua :v

    Like

  4. BlueSky says:

    Makasih bang min….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s