Stranger’s Handbook Chapter 86

Chapter 86 – Gaya Seorang Nona

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Nona Muda Tsubaki, jangan lupakan semangat juang anda!”
“Dengan tekad seperti itu anda tidak akan menjadi Nona yang baik.”
“Anda masih punya 500 kali lagi! Anda harus latihan mengayunkan pedang sebanyak 500 kali lagi!”
“Huuh haaah, oooorya ah ah!”

…………..

“Katalina…. Kenapa di luar ribut sekali?”
“Ah, unit maid sedang melatih Nona Tsubaki agar dapat menjadi Nona yang baik-nya.”

“…… Begitu.”

Apakah nona pada masa ini benar-benar terlihat seperti itu saat sedang berlatih mengayunkan pedang?!
Yah, para wanita itu sangat kuat, jadi tidak ada gunanya berdebat dengan mereka.
Melawan mereka akan sangat merepotkan, jadi aku akan menyerahkannya kepada mereka.

 

Aku sedang mengerjakan dokumen di kantorku sambil mendengarkan teriakan juang milik Tsubaki.
Guruku kembali ke wilayah Frontier Count, dan tinggal aku dan Katalina yang mengerjakan pekerjaan itu saat ini……
Apakah ini…… sebuah kesempatan?

“Katalina….. ini adalah saatnya…… melakukan itu.”

Dia terkejut.
Dia berhenti sejenak dari pekerjaannya dan menatapku dengan penuh kebencian.

“………….. Apakah kita akan melakukan hal itu lagi-nya? Saya… urm…..”

Wajahnya benar-benar memerah saat aku mendekatinya dan berkata kepadanya dengan selembut mungkin.

“Kamu juga tidak membencinya, Katalina. Apakah aku benar?”
“….. uh! Itu tidak adil-nya.”

Aku dan Katalina berpindah ke ruangan yang terletak di sebelah kantor.
Kami memastikan tidak ada yang melihat kami……….

 

Namun, Albert melihat sesuatu.
Dia dengan jelas melihat kami yang sedang masuk keruangan itu sendirian.
Dan kemudian, dia berlari untuk melaporkan hal itu.

“Beatrice-sama! Paduka Zest masuk kedalam sebuah kamar bersama dengan Katalina.”
“….. Yah, mungkin mereka sedang bekerja?”

“Urm….. mereka mengatakan sesuatu tentang melakukan hal itu dan masuk ke kamar itu. Saya dapat mencium bau keringat dan mendengar suara nafas yang cepat dari dalam……”

Penciuman Albert yang terlalu sensitif adalah hal yang benar-benar dapat kamu percaya.
Meskipun kadang-kadang dia bertindak mesum seperti saat dia mengendus bau suster itu, indra penciumannya adalah sesuatu yang dapat kau percaya.

Beatrice segera berlari sambil membawa bardiche* favoritnya dengan satu tangan.
Bardichenya terbuat dari material hitam legam yang sama dengan armor para ksatria hitam, dan orang-orang mulai menyebutnya ‘Kapak Grim Reaper’; senjata itu adalah partner terbaiknya.
*TN: https://en.wikipedia.org/wiki/Bardiche

 

Dia mengendalikan kemarahannya yang mendidih dan menghapus hawa keberadaannya saat dia mendekati kamar yang bersangkutan.
Jika dia terburu-buru, dia mungkin tidak akan mendapatkan barang bukti.

“Katalina….. kita akan bergerak lebih cepat sekarang.”
Nya!? Saya…… saya tidak bisa bergerak lebih cepat lagi…. Itu tidak mungkin…. Nya.”

Mendengar suara seperti itu datang dari dalam kamar, kekuatan sihir milik Bea meningkat.
Ini dia.
Dia menghancurkan pintu itu menggunakan bardichenya dan melompat kedalam kamar dalam sekejap.

 

 

Beatrice menunjukkan kuda-kuda bertarung, seluruh tubuhnya diselimuti kekuatan sihir, tapi apa yang dia lihat berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
Apa yang dia lihat adalah Zest dan katalina yang sedang berpegangan tangan satu sama lain dengan ramah.

“…. Apa…. Yang kalian lakukan?”

“”Kami sedang latihan berdansa (nya).””

“””……………………”””

 

“Aku ingin segera menganugerahkan gelar bangsawan kepada Katalina, tapi aku tidak mungkin bisa melakukannya jika dia tidak dapat berdansa denga benar, kan?”
“Paduka sedang mengajari saya-nya, bagian yang cepat benar-benar sulit-nya.”

“……………….Berdansa…………….”

“Bea….. ada apa?”
“Apa yang Beatrice-sama…. Ingin lakukan dengan bardiche itu-nya?”

 

“Aku…. Aku sedang berlatih untuk menjadi….. nona yang baik.”

 

Bea melarikan diri, wajahnya benar-benar merah. Aku melihatnya pergi dan kemudian mendengar suara teriakan Albert dari suatu tempat di koridor bawah.
Apakah dia benar-benar berlatih menjadi Nona yang baik?
Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan kembali melanjutkan latihan dansa kami.

 

“Kurasa ini sudah waktunya berhenti.”
“Te… terima kasih banyak-nya……”

Aku merasa cukup lelah jadi aku mengakhiri latihan kami hari ini.
Kaki Katalina juga tampak sakit.
Itu akan selalu seperti itu sampai kau terbiasa dengannya…. Itu terasa cukup nostalgia.

“Aku tahu ini sulit untukmu, tapi dansa adalah hal yang sangat penting. Bertahanlah sedikit lebih lama lagi, ok?”
“Y…. ya pak-nya.”

Aku meninggalkan Katalina yan sedang kelelahan dan kembali ke kamarku.

Albert sedang berlutut dalam posisi seiza di koridor dengan selembar kertas menempel ditubuhnya yang bertuliskan: ‘Sesalilah’, aku bahkan tidak melihat ke arahnya.
Itu karena aku sadar bahwa itu adalah tulisan tangan Bea.
Aku tidak ingin terlibat, kau tahu? Dia menakutkan saat sedang seperti itu.

 

Aku masuk ke kamar mandi bersama dengan Bea dan Toto.
Mendapati punggungku di cuci sampai bersih oleh Bea benar-benar pelayanan yang hebat….
Kami meninggalkan kamar mandi, dan setelah selesai makan malam, Bea terus menempel kepadaku.

 

(Mama, apakah hari ini adalah musim kawin?)
“”……… Albert, kan?””

(Ya!)

Itu adalah saat ketika hukuman Albert terus berlanjut sampai pagi.
kelihatannya dia kembali mengajarkan sesuatu yang tidak perlu kepada Toto.
Setelah aku mengajari Toto dengan benar, aku menidurkannya.
Anjing itu, dia membuatku melakukan hal yang tidak perlu…….

 

 

Setelah itu, Aku dan Bea menikmati satu sama lain dan setelah itu tertidur.
Besok, aku juga akan melakukan yang terbaik.
Aku berpikir demikian, saat aku dengan lembut mengusap rambut Bea yang sudah tertidur, dan kemudian aku juga ikut tertidur.

 

 

Di pagi hari, aku bangun, disambut oleh Bea dan Toto, berpakaian dan bersiap untuk bekerja.
Aku memotivasi diriku untuk berjalan ke kantorku dan setelah menyelesaikan pekerjaanku, aku harus melakukan latihan dansa dengan Katalina.
Dan di malam hari, setelah melakukannya dengan Bea, aku kembali tertidur.

 

Hari demi hari berlalu dengan damai. Namun, suatu hari terjadi hal yang tak terduga.

 

 

 

 

“Zest-sama, kita melakukannya…. Atau kelihatannya begitu.”
(Mama akan menjadi seorang mama! Itu sangat bagus!)

………….. Kelihatannya aku akan menjadi seorang ayah.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

3 Comments Add yours

  1. yuu shion says:

    Selamat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s