Stranger’s Handbook Chapter 83

Chapter 83 – Relaksasi

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Aku tahu! Ayo kita pergi ke laut!”

 

Itu adalah ide yang muncul di kepala lelahku setelah kembali dari Ibukota Kekaisaran.

“Paduka, tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan saat ini, jadi sekarang adalah waktu yang bagus-nya.”
“Paduka, para ksatria hitam juga telah siap untuk melindungi anda.”
“Putra menantu-dono, aku juga tidak punya kerjaan.”

 

“Guru, kamu tidak boleh ikut……”

Ini seharusnya akan menjadi liburan untukku, Bea dan Toto….. Sekarang, orang ini akan datang juga.
Guru, jangan menatapku seperti itu, aku tetap tidak akan mengajakmu.

 

Kereta itu berguncang saat sedang dalam perjalanan menuju perkampungan nelayan.
Aku juga ingin melihat cara Herman bekerja.
Sesekali, kamu harus beristirahat atau itu akan merusak tubuhmu… itulah yang mereka katakan..

 

Bagaimanapun, saat aku berada di Ibukota Kekaisaran, aku melihat sisi gelap yang dimiliki oleh Keluarga Kekaisaran……

Tidak, hentikan!….. Saat aku memikirkan hal itu, kepalaku mulai terasa sakit…..
Aku juga ingin melupakan tentang Tuan Putri Tsubaki.

Dia… yah, dia benar-benar mengejutkan…..
Jika dia benar-benar menjadi istriku, perutku akan penuh dengan lubang…..

 

“Ada apa? Apakah kamu baik-baik saja, Zest-sama?”
(Papa, jika kamu lelah kenapa kamu tidak tidur saja)

Mereka menatapku, ekspresi mereka dipenuhi oleh kekhawatiran.

“Terimakasih tapi aku baik-baik saja.”

Mereka berdua benar-benar baik, terlalu baik sampai-sampai hatiku yang sedang kesulitan mulai tersembuhkan.
Aku dengan bangga mengusap kepala mereka.

 

“Perampok!!!”
“Kepung mereka!!”
“Lakukan! Bunuh mereka semua!!”

……. Unit Maid selalu penuh semangat seperti biasa…..
Sebagian besar dari mereka sudah diputuskan akan menikah…. Dengan para ksatria hitam.

Kelihatannya hanya akan ada anak yang memiliki otak otot yang terlahir di antara mereka.
Apakah wilayahku akan baik-baik saja?

Aku juga harus menemukan pejabat sipil lainnya, karena aku tidak bisa membiarkan Katalina melakukan segalanya.

 

 

Kami tiba di perkampungan nelayan, dan aku takjub melihat perubahan yang telah terjadi.

Ada pagar kokoh yang mengelilingi desa, dan rumah-rumahnya juga terlihat sempurna.
Pantainya sudah memiliki dermaga, dan itu semua tampak seperti pelabuhan yang menjanjikan.
Kelihatannya Herman mengalami banyak kesulitan untuk melakukan semua ini.

 

“Paduka, Duke Zest, lama tak jumpa.”
“Hei Herman, kamu melakukannya dengan baik disini. Itu terlihat menakjubkan.”

 

Herman merasa bangga, tapi dia juga tetap tenang.
Dia melakukan hal yang luar biasa dalam waktu singkat….. Dengan ini, pemasukan kami akan tumbuh semakin besar.
Cepat atau lambat aku mungkin juga harus memberikan gelar bangsawan kepada Herman……

 

“Kemarilah, kami telah membuat persiapan untuk pesta penyambutan.”

Aula pesta di persiapkan di alun-alun desa.
Itu tidak terlihat mewah, tapi mereka memasak banyak hidangan seafood untuk kami. Semuanya dipenuhi oleh perasaan.

 

“Aku sangat senang karena kalian semua melakukan hal ini. Hari ini, ayo kita berpesta dengan sepenuh hati!”

 

 

Aku memberikan sapaan dan pesta itu dimulai.

 

“Katalina? Lama tak jumpa!”
Nya? Semuanya!? Lama tak jumpa-nya!”
“Baiklah, lihatlah trik yang kumiliki…….”
“Ha ha ha, aku juga ingin mencobanya!”

 

Aku mendengarkan keceriaan yang dibuat oleh para prajurit sambil minum.
Seperti yang diharapkan, seorang duke seharusnya tidak boleh berisik seperti mereka.

 

(Papa, kamu tahu….. Haha)
“Hm?? Ada apa, Toto?”

Dia duduk di bahuku dan tersenyum kepadaku.

(Papa, kamu marah pada paman Yang Mulia itu, kan?)
“…… Kamu benar. Pertemuan kami tidak terlalu menarik.”

Aku tidak dapat menyembunyikan apapun darinya, kelihatannya…..

(Itulah sebabnya, kamu tahu, aku telah menerbangkannya!)

 

…………… Eh?

“Tototototo, Toto? Apa yang kamu lakukan?”
(Aku menerbangkan rambut milik paman itu!!)

 

Kau menerbangkan…….. rambutnya?

(Paman itu memiliki beberapa rambut yang diletakkan diatas kepalanya, kamu tahu? Itulah sebabnya aku menerbangkannya!)

 

Yang Mulia…. Sebenarnya adalah orang botak…. Meskipun dia masih muda……

“Toto, ini rahasia, ok? Apakah kamu paham?”
(Ya! Aku janji, Papa!)

Dia mengatakan hal itu dan mengikutiku dengan bersemangat.
Aku tahu sekarang, dia sebenarnya botak…..

……… Jika tidak ada bukti yang tersisa maka itu tidak masalah.
Namun, wig sangat berharga di dunia ini, jadi aku bertaruh bahwa itu membuatnya kesulitan
…………. Toto, kamu melakukan hal yang benar-benar menakjubkan!

 

“Ara! Kamu berbicara dengan Toto, Zest-sama.”
“Hei Bea, apakah kamu bersenang-senang?”

Dia datang menghampiriku, sambil di kawal oleh Unit Maid.
Pesta ini sangat tidak biasa baginya, karena dia tidak pernah menghadiri pesta terbuka seperti ini sebelumnya.
Dia terus-menerus melihat sekelilingnya.

 

“Katalina terlihat sangat senang. Dia bertemu dengan temanya lagi, setelah sekian lama.”
“Itu bagus…. Bagaimanapun, Aku membuatnya melakukan hal yang mustahil. Aku sebenarnya ingin agar dia bisa bertemu dengan teman-temannya.”

“Zest-sama, kamu juga sama….. melakukan hal yang tidak mungkin!”

Ekspresi Bea menjadi cemberut.
Toto kelihatannya menyadari sesuatu, jadi dia meninggalkan kami sendirian.

“Hanya dengan melihat wajahmu, aku memahami semuanya….. Aku sudah tahu, bahwa sesuatu telah terjadi.”
“Begitu………”

“Apakah kamu melakukannya… demi diriku?”
“Itu adalah salah satu alasannya,,, tapi sejujurnya, aku melakukannya untuk diriku sendiri. Aku tidak membutuhkan orang lain selain dirimu, Bea…. Aku melakukannya karena aku adalah seorang bangsawan.”

“…….. Ayahku sering mengatakan kepadaku: ‘karena kamu adalah seorang bangsawan’…
“…………….”

“Namun, setidaknya aku mengkhawatirkan dirimu…. Bagaimanapun, aku adalah… is…. Istrimu….”
“Kamu benar. Terimakasih, Bea.”

Aku mengusap rambutnya dengan lembut saat aku mulai memberitahukan hal itu kepadanya.

 

“Aku mendapatkan pesan dari Frontier Count.”
“Dari Kakek?”

 

“Tuan Putri Tsubaki akan segera tiba di kastil kakekmu. Frontier Count akan bertindak sebagai penjaganya untuk mengawalnya kemari. Aku malu untuk mengatakannya, tapi dia akan masuk kedalam Keluarga Duke kita sebagai anak angkat……….”
“Zest-sama.”

“…………. Ya.”

“Dia memerlukan bimbingan, ok? Aku akan mengajarkan seni urusan rumah tangga kepadanya….. Ahaha…… AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.”

(Tsubaki!? Dia datang!? Bagus sekali! Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya!)

 

 

 

 

 

Mereka berdua terselimuti oleh aura hitam pekat dan tidak mungkin aku bisa melawan mereka.
Apa yang dapat kukatakan hanyalah ‘Ya’ atau ‘Mengerti’.

 

Hari itu, ada ribuan ikan yang mati dan terdampar di pantai; mereka dapat ditemukan diseluruh pelabuhan perkampunan nelayan……..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

9 Comments Add yours

  1. Afaro16 says:

    hm. kerja bagus toto! hm.

    Like

  2. iceslasher says:

    super duper warbiasa yandere mode :v

    Like

  3. Oyuma Kazuka says:

    Penasaran ama kelanjtannya wkkwkw

    Like

  4. ko says:

    Wkwkwk beracun ngga tuh ikan?

    Like

    1. Zen Quarta says:

      Jangan coba2 :v

      Like

  5. GoeMooN says:

    Rip Tsubaki-Chan 😀

    Like

  6. BlueSky says:

    Hohoho… Setelah prajurit., sekarang yang menjadi korban adalah para ikan…

    Like

Leave a Reply to ko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s