Stranger’s Handbook Chapter 80

Chapter 80 – Sasaran Kemarahannya

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Saat itu adalah tengah malam. Aku sedang berada didalam kantorku, saat aku selesai melakukan pembersihan……
Aku tidak dapat menyelesaikannya dengan begitu cepat jika aku sendirian.

“Paduka, kami tidak melikat apapun. Paduka, juga, tidak melihat apapun.”

Orang yang mengatakan itu adalah anggota Unit Intelijen, yang juga nampak basah di bagian tertentunya….. Seperti yang kupikirkan, benda itu benar-benar menakutkan…..
Aku tetap diam, saat aku mengangguk kepadanya dan kembali melakukan pembersihan.

 

“Kenapa kamu begitu ribut di tengah malam seperti ini, putra menantu-dono?”

Guruku datang tepat setelah aku selesai melakukan pembersihan. Dia datang di waktu yang sangat tepat.
Saat dia melihat benda yang ada di mejaku, ekspresinya berubah dan dia menawarkan bantuan.
Aku sangat berterimakasih kepadanya….. Dia benar-benar ayah yang penyayang. Jika itu menyangkut soal Bea, dia selalu dapat diandalkan.

 

Untuk saat ini, aku akan menyerahkannya kepada guruku.
Jika aku tidak tahu masalahnya, aku tidak dapat memikirkan solusinya.
Aku sudah pasti sedang tidak berada dalam kondisi mental untuk dapat tertidur, tapi, tetap saja, aku pergi ke tempat tidur dan menutup mataku dengan paksa.

Setelah beberapa jam yang penuh keraguan itu berlalu, jam dimana aku tidak tahu apakah aku tertidur atau tidak, cahaya dapat terlihat dari celah jendela.
Mungkin aku tertidur sebentar……
Saat aku bangun, aku menyadari bahwa seorang maid sedang menungguku sambil membawa nampan perak di tangannya.

Wajahnya sangat pucat saat dia mengantarkan nampan dengan sebuah surat di atasnya itu. Aku mengambil surat itu.
…………….. Ini adalah tulisan tangan milik guru.
Aku membukanya dengan jariku yang gemetar.

 

‘Tidak mungkin, mustahil…….. ini mustahil.’

 

 

“Ah! Panggil Albert!!”

Diantar oleh maid itu, Albert datang dalam sekejap.

“Albert, ini adalah misi yang sangat penting.”
“Ya pak! Saya akan melakukan apapun, silahkan berikan perintah anda kepada saya!”

……. Hm? Dia baru saja mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun, kan?

“Bawa prajurit terkuatmu diantara para Ksatria Hitam dan Unit Maid untuk menemui Bea dan mengawalnya kemari! Kamu akan menggunakan Unit Pengintai untuk memberitahuku semua rinciannya, tanpa kesalahan!”
“………… Ya pak! Saya akan melakukannya dengan segenap kemampuan saya dan menyelesaikan misi ini!”

Dia memberi hormat kepadaku sambil tersenyum dan kemudian meninggalkan ruangan itu.
Dia mungkin berpikir bahwa aku terlalu protektif kepada Bea dan mengirimnya untuk mengawalnya karena aku merasa khawatir.
………….. Aku tidak akan pernah melupakan pengorbananmu.

 

 

Hari berlalu dengan perlahan; itu adalah hari dimana bahkan tidak ada makanan yang berhasil melewati tenggorokanku.
Aku bahkan tidak mampu berkonsentrasi pada pekerjaanku.
Unit maid sedang sangat berisik, terus menerus mengatakan bahwa aku berperilaku seperti itu karena aku merindukan istriku.
Tapi masalahnya tidak sesederhana itu.

 

Aku memaksa diriku untuk memakan sedikit sup untuk makan malam dan kemudian kembali ke kantorku dan gemetaran saat seorang pembawa pesan telah tiba.

“Pe…. Pesan darurat! Maafkan ketidaksopanan saya!”
“Tidak masalah. Bicaralah!”

Pembawa pesan itu terjatuh.
Dalam situasi seperti ini, kesopanan adalah sesuatu yang tidak diperlukan.

“Beatrice-sama akan segera sampai! Selain itu, kami tidak dapat mendekati keretanya. Saya berdoa untuk keselamatan anda Paduka…. Itu saja……”

Dan kemudian pembawa pesan itu pingsan.

“……… Kamu bekerja dengan baik………. Dia dapat beristirahat untuk saat ini. Saat Bea sampai disini, tunjukan ruangan pribadiku kepadanya…..”

Aku memberikan perintah itu kepada seorang maid yang berdiri dengan perlahan dan berjalan meninggalkan kantorku……..
Aku harus melakukan persiapan……..

 

 

Aku sedang menunggu didalam ruangan pribadiku.
Aku memakai sebuah penutup mata untuk menutup mataku dan menyuruh anggota Unit Intelijen untuk mengikat kedua tanganku, dan kemudian aku duduk di lantai dalam posisi seiza.

…… Aku memperlakukan diriku seperti seorang pendosa.
Aku tidak tahu kenapa dia begitu marah, tapi aku memiliki sebuah dugaan samar.
Aku meninggalkan istri baruku sendirian selama setahun penuh, jadi tidak mungkin dia akan berada dalam suasana hati yang bagus.

Jika aku mencoba membujuknya bawa itu hanya terjadi karena pekerjaanku, hal itu akan menjadi kerumitan yang tidak diinginkan.
Ini adalah sesuatu yang kupelajari dari seorang pelanggan saat aku masih bekerja untuk perusahaan Jepangku.

 

Pintu ruangan terbuka dan seseorang memasuki ruangan.
Itu pasti Bea, karena mereka tidak mengetuk pintu.
…….. Aku mempersiapkan diriku untuk kemungkinan terburuk.

 

 

“……. Zest-sama? Apa yang kamu lakukan?”
(Papa, permainan seperti apa yang kamu lakukan? Toto juga ingin ikut bermain!)

 

………… Hmm?
Karena suatu alasan, suaranya terdengar lembut.

 

“Zest-sama, kita sudah lama tidak berjumpa. Aku benar-benar merindukanmu.”
(Lama tak jumpa, Papa!)

Bea melepaskan ikatan dan penutup mataku sambil tersenyum.
Toto, juga, menunjukkan senyum lebar di wajahnya saat dia memeluk kepalaku.

“Baiklah, jangan duduk dilantai. Mari kita pergi ke sofa.”
(Lihat, Papa. Aku membawakan oleh-oleh untukmu!)

 

……….. Dia sama sekali tidak marah…
Apa yang terjadi? Aku tidak dapat memahami apa-apa lagi.

 

Pikiranku sedang berada dalam kekacauan, saat mereka menolongku untuk berjalan menuju sofa. Saat aku sampai disana, Bea dan Toto memelukku dengan erat.

“Zest-sama…. Aku sangat kesepian……”
(Ya…. Aku rindu dengan bau milik Papa!)

Aku kebingungan, tapi aku mengelus kepala mereka berdua. Aku mulai berpikir tentang keseluruhan situasi ini.
Apa yang terjadi?…… Bukankah dia marah kepadaku?
Lalu bagaimana dengan surat itu? Bagaimana dengan surat yang ditulis guru?
Bagaimana dengan pembawa pesan yang dikirimkan oleh Albert?

Kepalaku terasa berputar.
Tidak mungkin aku dapat memperkirakan maupun memahami hal itu.

 

Bea hendak meminum teh yang dipersiapkan oleh maid untuk kami, saat aku bertanya kepadanya.
Aku tidak dapat hidup tenang tanpa mengetahui hal itu.

“Bea….. bukankah kamu marah padaku?”
“Marah padamu? Kenapa kamu berpikir seperti itu?”

“Meskipun baru saja menikah, kita berpisah selama setahun penuh….. Aku yakin kamu marah kepadaku karena hal itu…..”
“Yah, aku juga merupakan seorang bangsawan, dan aku bangga pada suamiku, yang pergi berperang demi kepentingan kekaisaran, jadi aku tidak akan marah sama sekali karena hal seperti itu.”

Dia sedang berada dalam mood yang sangat bagus saat dia mengatakan hal itu, wajahnya tertutupi dengan senyuman…… Itu adalah perasaannya yang sesungguhnya.
Toto juga tersenyum dengan gembira, saat dia duduk di bahuku dan memakan beberapa kue.

………….. Lalu…

 

“Jika seperti itu, kenapa kamu marah?”

 

Pada saat itu, seluruh dunia membeku.

 

Dia mulai terselimuti oleh kekuatan sihir kegelapan yang hanya bisa dideskripsikan sebagai hitam pekat.
Toto, juga, melepaskan kekuatan sihir luar biasa, yang bercampur dengan kemarahan dan niat membunuh.
…………… Ah! Aku pada akhirnya sedikit mengompol.

 

 

 

“Tuan Putri Tsubaki menerima lamaran pernikahan yang datang dari pangeran negara Elf……”
(Tsubaki mengkhianati Papaku……. Aku ingin menenggelamkannya dalam kegelapan!)

 

 

……………………………
Aku mengerahkan seluruh kekuatan sihirku untuk melindungi tubuhku, saat aku menyaksikan dinding batu dan lantai di ruangan pribadiku yang mulai retak dengan seksama.
‘Syukurlah itu bukan diriku!’
Aku memikirkan hal itu dengan sepenuh hati…….

 

 

Tuan Putri Tsubaki….. mungkin akan mati…..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

5 Comments Add yours

  1. luffy ace says:

    ini chapter bikin ketawa terus bacanya wkwkkw

    Like

  2. Afaro16 says:

    oh, ternyata bukan zest :v

    Like

  3. Ko says:

    Ngeri dah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s