I Kinda Came to Another World, but Where’s the Way Home? Chapter 23

Arc 2
Chapter 23 – Keluarga

Penerjemah : Nightcrow
Editor : Zen Quarta
Sumber English : AbsurtTL

“Hal itu… hal itu tidak bagus-desu…!” (Lulu)

Secara kasar, Lulu-chan berteriak seperti itu. Meski berteriak, namun suaranya kecil, dan tidak ada kekuatannya, tapi bagiku, ketika aku memikirkannya aku merasa ada keseriusan pada nada bicaranya.

Bahkan sejak aku membelinya, aku sudah tahu kalau Lulu-chan memikirkan sesuatu. Meski begitu, aku pikir akan bagus jika kami mengakrabkan diri sedikit demi sedikit, tapi tampaknya perhitunganku salah.

“…itu, apa yang tidak bagus?” (Kitsune)

Memegang erat baju yang dia terima dari Ayla-san, pundaknya gemetaran.

Bagaimana perasaanmu, bagaimana anggapanmu? Sebisa mungkin aku tidak ingin memperlakukanmu seperti budak, namun apa itu buruk bagimu?

Lalu, Lulu-chan melihatku dengan marah seperti saat dia meneriaki pemuda di guild. Tiba-tiba, aku tanpa sadar melangkah mundur. Aku, yang setelah bertemu [Red Night] aku pikir tidak ada yang akan menakutiku. Aku dikalahkan oleh gadis duabelas tahun.

“Kitsune-sama… terlalu baik-desu!!!” (Lulu)

“Eh….” (Kitsune)

“Mengapa anda tidak pernah memarahiku…! Budak adalah keberadaan yang disiksa oleh tuannya-desu… memegang tanganku, membelai kepalaku… itu mimpi buruk-desu! Normalnya kami menerima makian, dan menyentuh tuannya termasuk perbuatan kriminal-desu…! Normalnya, jika budak bangun setelah tuannya, mereka akan dimarahi-desu! Bahkan makanan, tidak aneh bagi kami untuk tidak menerimanya-desu…! Bahkan pakaian, tidak aneh bagi kami untuk memakai pakaian lusuh-desu!” (Lulu)

Memperlakukannya dengan baik itu, aneh.

Itu memang hal yang jelas untuk budak, mimpi mereka tidak pernah menjadi nyata. Kebahagiaan yang dia dapat saat lahir, dan dia kehilangannya saat jadi budak.

Lulu-chan, dari penampilannya, dia belum dewasa dan anak polos. Meski begitu,hal tersebut tertanam dalam hatinya. Dia adalah keberadaan yang harusnya tidak menerima kebaikan, dan tidak dapat dipisahkan dari siksaan hidup.

Namun, perbuatanku diluar hal tersebut.

“Tidak hanya itu-desu…! Mematuhi tuannya adalah jalan hidup budak… tapi mengapa anda tidak pernah memberiku perintah…!? Jika anda mengatakan untuk melakukannya aku akan melakukannya… aku bahkan bisa anda serang, aku bahkan bisa anda jadikan tempat meluapkan perasaan anda, aku tidak memiliki pengalaman… tapi aku bahkan bisa anda jadikan pelayan malam anda…! Namun, mengapa Kitsune-sama tidak pernah mengatakannya…! Pada aku yang menentang perintah anda… mengapa anda memaafkanku…!!” (Lulu)

Itu adalah, semua perasaannya.

Sama seperti Lulu-chan, anak lain yang menjadi budak sedari kecil, mereka juga takut untuk hidup tanpa disiksa. Budak yang bertujuan disiksa seumur hidupnya, mereka percaya bahwa menerima kebaikan untuk kedua kalinya itu tidak mungkin.

Namun, karena kemarin aku memegang tangannya, membelai kepalanya, memujinya, memperlakukannya dengan baik, itu adalah hal yang dia pikir mustahil terjadi terus-menerus.

Untuk Lulu-chan, itu hal yang mustahil. Karena itu menakutkan. Dan membuatnya tidak nyaman.

Berpikir tidak disiksa itu menakutkan… bagaimanapun dia menyedihkan.

“…Lulu-chan” (Kitsune)

“…Itu benar… anda harus menindas budak penentang sepertiku… tolong pukul aku, tolong siksa aku… itulah nilai keberadaanku-desu….” (Lulu)

Dia ingin dipukul, dia ingin disiksa, ucapannya mengandung perasaannya. Ketika mengucapkannya padaku, pundaknya gemetaran dan dia mengalihkan matanya, penampilannya menyedihkan untuk dilihat.

“Aku tidak akan memukulmu, juga tidak akan menyiksamu. Aku juga tidak akan melampiaskan hasrat seksualku padamu, aku tidak akan memberimu perintah, dan aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyiksamu. Hal yang ingin kulakukan adalah memegang tanganmu, membelai kepalamu, memujimu, makan bersama, tidur bersama, aku hanya ingin memperlakukanmu dengan baik” (Kitsune)

“…Anda tetap tidak mengerti? Aku adalah budak-desu!!” (Lulu)

“Kau memang budak, tapi kau juga sahabatku, keluargaku” (Kitsune)

“Ap….” (Lulu)

Benar, kau memang budakku. Namun, kau juga sahabatku, temanku, keluargaku. Itulan alasan aku memperlakukanmu dengan baik.

Dan aku tidak punya hobi menyiksa gadis.

“…mengapa….” (Lulu)

“Dengar baik-baik, Lulu-chan, kau memang budakku. Tapi karena aku telah membelimu kau harus mengikuti pemikiranku” (Kitsune)

“….” (Lulu)

“Kau memang budak. Tapi tidak masalah bagimu untuk diperlakukan dengan baik. Aku tidak akan menanyakan alasanmu menjadi budak, dan mungkin orang yang memperlakukanmu dengan baik sudah pergi jauh. Tapi mulai sekarang berbeda, dari sini aku akan memperlakukanmu dengan baik, aku juga tidak akan memaafkan orang yang menyiksamu” (Kitsune)

Sama seperti Shiori-chan yang memperlakukanku dengan baik, sekarang giliranku untuk memperlakukan Lulu-chan dengan baik. Aku tahu rasa sakit karena disiksa, dan aku tahu bahagianya diperlakukan dengan baik.

Itulah mengapa, Lulu-chan, aku akan menghancurkan pemikiranmu itu. Hatimu milikku, aku akan melindungimu dengan egoku.

“Kau adalah keluargaku, bukankah itu bagus?” (Kitsune)

“Apa,… itulah… sebabnya anda tidak memasang kalung itu?” (Lulu)

“Tidak ada yang akan memasang kalung tersebut pada keluarganya kan?” (Kitsune)

“Itulah mengapa… anda memperlakukanku dengan baik?” (Lulu)

“Itu benar” (Kitsune)

Lulu-chan menundukkan kepalanya, tubuhnya gemetaran. Apa dia marah? Sebagai budak itu hal yang tidak bisa dia terima, mungkin?

Yah, karena aku tuannya jadi aku tidak berniat mundur dari sini.

“…lalu” (Lulu)

“Eh?” (Kitsune)

“Lalu… rambutku, tolong potong rambutku. Karena ini sudah panjang” (Lulu)

“Eh?” (Kitsune)

“Kita… keluarga, kan? Jadi tolong, dengarkan permintaan egoku” (Lulu)

Lulu-chan mengatakannya dengan sedikit gelisah. Karena kami keluarga, paling tidak mereka dapat mengatakan egonya. Begitu, apakah dia tahu niatku untuk membuang pandangannya tentang budak, dan dia mencoba untuk membuktikan apa yang kukatakan padanya.

Aku tidak punya pengalaman memotong rambut seseorang, tapi karena Lulu-chan mencoba untuk setuju denganku…. aku harus mencobanya juga.

“Oke, baik. Saat kita kembali ke penginapan, aku akan memotong rambutmu dengan baik” (Kitsune)

“…Terimakasih banyak” (Lulu)

Ekspresinya ketika mengucapkan hal itu, aku dapat melihat kegembiraan darinya. Meski sedikit, aku punya firasat bahwa hubungan kami semakin erat.

“Itu bagus~, Kitsune-san” (Finia)

“Ya” (Kitsune)

“BTW sekarang aku hanya menjadi pengiring saja, aku juga ingin kau mendengar egoku!” (Finia)

“Ya, maaf, Finia-chan. Maafkan aku, aku tidak lupa tentangmu, tolong maafkan aku, tolong jangan melihatku dengan wajah menakutkan itu” (Kitsune)

Aku senang hubunganku dengan Lulu-chan jadi erat, tapi apa yang harus kulakukan untuk memadamkan kemarahan Finia-chan. Energi sihirnya terpancar keluar, senyumnya sama seperti Mia-chan saat dia bete. Matanya tidak ramah. Itu menakutkan, maafkan aku.

“…haha” (Lulu)

Ah, Lulu-chan tertawa.

◇ ◇ ◇

Setelah aku bisa memadamkan kemarahan Finia-chan, kami kembali ke guild. Serangan sihir dari amukan Finia-chan, yang menembak sambil menghindari keterlibatan Lulu-chan, benar-benar bencana. Beberapa peluru membunuh beberapa monster.

Yah, bahkan aku jadi tercabik-cabik, kami kembali ke guild sambil membawa tanaman obat yang telah dikumpulkan Lulu-chan. Mia-chan terkejut melihat kondisiku, tapi saat aku mendatangi mejanya dengan senyumku biasanya, dia juga tersenyum seperti biasa.

“Kau compang-camping lagi, apa kau menghadapi monster kuat lagi?” (Mia)

Karena yang dibicarakan adalah [Red Night], aku tidak bisa tertawa. Namun, aku membalasnya dengan senyum dingin.

“Lulu-chan” (Kitsune)

“Ya” (Lulu)

Ketika aku menoleh pada Lulu-chan, dia menaruh tanaman obat ke counter. Karena dia pendek, tinggi counternya sama seperti kepalanya. Itulah mengapa dia tidak bisa melihat tanaman obatnya, Mia-chan lalu mengeluarkan surat misi untuk menandai misi yang kami ambil.

“Misinya telah selesai. Dengan batas seminggu, bukankah bagus mengerjakannya dengan lebih santai?” (Mia)

“Umm, yah, itu memang benar… karena kami punya batas seminggu jadi mungkin tidak masalah” (Kitsune)

Aku mengatakannya sambil membelai kepala Lulu-chan. Ekspresinya –karena dia merasa nyaman dan menutup matanya- dia lebih manis dari kemarin. Apa itu karena dia merasa bahwa dia tidak perlu minta untuk dibelai?

Hal itu juga menyebabkan Mia-chan memancarkan senyum keramahan. Seperti yang diduga, senyum gadis cantik benar-benar menyenangkan.

Setelah itu, Mia-chan dengan cekatan menyelesaikan proses penyeleasaian misi, dan memberiku hadiah. Hadiahnya satu koin perak, yah, berbicara tentang hadiah, karena aku dapat sebagian dari tiga koin emas jadi ini hadiah yang bagus.

“Kitsune-sama” (Mia)

“Ada apa, Mia-chan” (Kitsune)

“Apa yang Kitsune-sama pikir tentang tes kenaikan peringkat?” (Mia)

Kenaikan peringkat… hmm.

Aku pikir akan ada orang yang akan berbicara dan mengusulkanku tentang hal itu, tapi aku tidak menyangka Mia-chan adalah orangnya.

Tapi, sekarang aku tidak berniat menaikan peringkat dari rank H. Atau akau merasa aku tidak akan bisa. Strength milikku hanya 40 tahu? Terlebih itu adalah batasku. Itu benar-benar mustahil, bahkan jika dia budak, aku yakin bahwa aku akan kalah melawan Lulu-chan. Kekuatannya lebih tinggi dariku. Terlebih dia tak sadar telah mempelajari ball crusher*, aku benar-benar tidak ingin melawannya.
*TL Note: Jurus yang paling ditakuti semua lelaki :v xD

“Aku harus menolaknya, aku lemah” (Kitsune)

“…Begitu” (Mia)

“Ah, tapi sebagai gantinya bisakah Finia-chan dan Lulu-chan terdaftar sebagai petualang?” (Kitsune)

“Eh?” (Mia)

Aku menyadarinya, tapi jika Finia-chan dia harusnya bisa naik ke peringkat yang lebih tinggi. Bahkan kualitas Lulu-chan tidak cukup buruk, dengan kemampuan demi-humannya dia harusnya bisa naik ke peringkat yang lebih tinggi. Saat aku mendaftar, aku hanya mendaftarkan diriku karena aku tidak punya uang, tapi sekarang aku juga bisa mendaftarkan Finia-chan dan Lulu-chan.

Bukankah boleh jika yang melakukan kenaikan peringkat bukan aku? Bersama Finia-chan dan Lulu-chan, kami harusnya bisa mengambil misi mengalahkan monster, dengan itu level kami akan naik, dan pendapatan kami juga akan naik. Seperti membunuh dua burung dengan sebuah batu.

“Apa kau yakin? Kitsune-san” (Finia)

“Aku mengatakannya Finia-chan, aku ingin kau menjadi kuat. Jadi, kau dapat melindungiku” (Kitsune)

“…Ya! Baiklah!” (Finia)

“…baik, Finia-sama dan… Lulu, benarkan? Aku akan membawa prosedur registrasi petualang” (Mia)

“Ya” (Kitsune)

Sedikit demi sedikit, kami menjadi kuat. Kami harus menaikkan level kami. Sedikit lagi, waktuku untuk mencari jalan kembali ke duniaku akan tiba. Setelah itu, aku bisa memenuhi janjiku dengan Shiori-chan.

Tapi, saat itu tiba… apa yang harus kulakukan dengan Finia-chan dan Lulu-chan—

◇ ◇ ◇

Menyelesaikan pendaftaran, aku dan Lulu-chan kembali ke penginapan. Setelah meneyelesaikan pendaftaran, tampaknya Finia-chan mengambil tes promosi. Yah, dengan kemampuannya, paling tidak dia bisa dapat rank F dengan mudah. Karena Lulu-chan level 1, dan dia juga tidak punya pengalaman bertarung, jadi untuk sekarang dia hanya mendaftar.

“Yah, Lulu-chan” (Kitsune)

“Ya” (Lulu)

“Karena kau menjadi petualang, mulai sekarang aku ingin kau melawan monster” (Kitsune)

“…ya” (Lulu)

“Itu sedikit sulit karena berusan aku mengatakan bahwa kita adalah keluarga, tapi sebagai permulaan karena aku dan Finia-chan akan bersama denganmu jadi tidak akan ada masalah, aku janji bahwa tidak ada yang akan melukaimu” (Kitsune)

Lulu-chan…, atau orang biasa akan takut melawan monster. Karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan jadi mereka tahu bahwa mereka akan mat jika melawan.

Tapi, bersama denganku sudah jelas mereka tidak punya pilihan selain melawan bersamaku. Seperti yang kupikirkan, kekuatan yang besar sangat dibutuhkan.

“Aku mengerti” (Lulu)

“Ya, dan… aku akan memberimu ini” (Kitsune)

“Pedang pendek?” (Lulu)

“Ya, menurut penjual senjata, bahkan gadis sekalipun bisa menggunakannya, jadi mungkin Lulu-chan bisa menggunakannya juga” (Kitsune)

Dia punya kekuatan yang lebih besar dariku.

“Ta, tapi… ini senjata Kitsune-sama….” (Lulu)

“Sebenarnya, aku pikir aku tidak bisa menggunakannya, menurut kekuatan lebih baik Lulu-chan yang menggunakannya” (Kitsune)

“…jika begitu, aku dengan senang hati menerimanya” (Lulu)

“Ya. Ah, kita harus memotong rambutmu! Bisakah aku pinjam pedang pendek itu sebentar?” (Kitsune)

“Ah, ya” (Lulu)

Mengingat janjiku, aku meminjam pedangnya. Lalu aku berdiri dibelakang Lulu-chan yang duduk. Rambutnya panjang hingga bisa menyentuh tanah saat dia duduk, rambutnya acak-acakan tapi saat aku menyentuhnya, terasa selembut sutera.

Mengangkat pedang, aku mulai memotong rambut di sekitar pundaknya. Karena aku tidak punya pengalaman mencukur, aku melakukannya dengan hati-hati. Lalu, setelah aku selesai mencukur poninya dan bagian lain, Lulu-chan menjadi lebih manis.

Rambutnya yang acak-acakan sedikit rapi, dengan penampilan demi-humannya, dan dengan kekuatannya yang berangsur-angsur pulih, dia tampak rapi. Karena kekuatannya yang pulih dengan cepat dibanding saat aku membelinya, dipasangkan dengan pakaian yang manis, tidak ada orang yang akan berpikir bahwa dia sebenarnya adalah budak.

“Ya ya, seperti itu. Sudah cukup, terimakasih” (Lulu)

Mengembalikan pedang kepada Lulu-chan, aku mengumpulkan rambut yang terpotong dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu, aku menemukan sesuatu didalam tempat sampah. Benda yang kuterima dari penjual budak, [Slave Choker]. Saat itu, apa aku membuangnya ke tempat sampah saat kami kembali ke penginapan?

“Itu….” (Lulu)

“Ah, ya [Slave Choker]. Tidak masalah, aku tidak akan memasangnya padamu” (Kitsune)

“…tidak, tolong pasang itu” (Lulu)

“Eh?” (Kitsune)

Eh, apa? Apa Lulu-chan punya fetish tersendiri? Tampaknya tidak seperti itu. Dia melihatku dengan serius. Ini bukan candaan.what?

“…mengapa?” (Kitsune)

“Kitsune-sama mengatakan kita adalah keluarga… aku benar-benar senang mendengarnya-desu, tapi… akhirnya aku adalah budak-desu. Aku seharusnya tidak melupakan itu… itulah mengapa, jika Kitsune-sama benar-benar menganggapku sebagai keluarga… tolong pasang kalung itu padaku” (Lulu)

“…bukan sebagai budak, tapi kau ingin aku memasangkan kalung ini sebagai tanda kau adalah keluargaku?” (Kitsune)

“…jika Kitsune-sama tidak ingin melakukannya aku juga tidak keberatan… tapi, aku menginginkannya-desu” (Lulu)

Budak, tampaknya hal itu tidak mudah dihilangkan. Meski mereka dipanggil keluarga, budak tetaplah budak, seperti titlenya di status, hal itu tidak berubah.

Jika begitu, tanpa melupakan posisinya sebagai budak, dia menjadi keluargaku. Kalung yang membuat Lulu-chan jadi keluargaku.

“…jika begitu, aku akan mengikuti egomu” (Kitsune)

Dengan memasang kalung ini, kontrak budak-tuan akan terbentuk. Tapi, selama tuan tidak mengatakan suatu perintah, itu tidak akan menjadi perintah. Terlebih, hubungan yang akan hancur dengan sebuah kalung, tidak mungkin mereka menyebutnya keluarga.

Aku memasang kalung pada Lulu-chan. Lalu, aku meninjau kembali perintahku padanya.

“Lulu-chan, kau adalah keluargaku. Jika kau pikir tidak ingin melakukannya kau boleh menentang perintahku. Jika ada yang tidak kau bisa, aku akan mengajarimu, aku tidak berniat memintamu melakukan hal yang tidak bisa kau lakukan. Ini perintah” (Kitsune)

“—ya, Kitsune-sama” (Lulu)

Dengan ini, tuan (aku) dan budak (Lulu) menjadi keluarga.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. david says:

    Damn, disappointed. Pdhl gw berharapnya sang author kg makein kalung perbdkn. Mantab TL..lnjtkn sllu mnti.

    Like

  2. ko says:

    Yap akhirnya dipasang juga. Kenapa ngga pake alasan agar si lulu tidak diculik dan dijual lagi dipasar budak itu lebih logis daripada alasan keluarga :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s