Stranger’s Handbook Chapter 79

Chapter 79 – Reuni dengan Keluargaku

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“………… Jadi, kalian boleh membawa keluarga kalian kesini. Akan ada banyak imigran selain keluarga kalian, jadi mereka akan sampai dalam sebulan. Kalian pasti sudah tidak sabar, kan?”

 

Mansion milik Duke di bangun di beka wilayah kerajaan.
Pengumuman itu di lakukan di alun-alun besar yang ada di depan mansion, dan para prajurit yang mendengar hal itu mulai berteriak dengan penuh suka cita.

 

“Akhirnya, aku dapat melihat keluargaku lagi.”
“Anakku pasti sudah tumbuh sedikit lebih besar.”
“Jika…. Jika istriku tidak bergegas, aku akan……”
“….. Keluargaku….. keluargaku.”

 

 

Satu tahun telah berlalu sejak peperangan kami melawan Kerajaan Tarminal.
Kami menyerang negara musuh, lalu memerintahnya….. Aku tidak mungkin dapat lari dari hal ini.
Karena aku diberikan wilayah baru, aku harus mendeklarasikan bahwa ini adalah wilayah kekaisaran dan menetapkan hukum yang baru; aku juga harus mengangkat pejabat pemerintahan yang baru, memperbaiki kerusakan yang terjadi di bekas ibukota, dan juga mempertahankannya.
Semua penguasa tetangga telah menyerah, tapi mereka tidak pernah meninggalkan wilayah mereka, jadi aku harus memanggil mereka dan mengundang mereka untuk menemuiku dan sebagainya.

 

Tapi sekarang akhirnya sudah aman untuk membawa keluarga kami kemari. Kami telah mempersiapkan prosedur resminya.
Faktanya, aku dapat memanggil Bea untuk bergabung denganku lebih awal, tapi……

“Aku tidak bisa menjadi satu-satunya orang yang membawa istriku kemari, ketika aku memaksa seluruh bawahanku untuk bertahan dari ketidakhadiran orang yang mereka cintai. Bangsawan dan rakyat jelata juga sama-sama sangat mencintai keluarga mereka, jadi kita akan menunggu dan membawa mereka secara bersamaan.”

 

Mataku terlihat cukup tidak ramah saat mengatakan hal itu, yang sebenarnya menyebabkan keributan di antara para prajurit.
Oleh karena itu mansionku selesai dalam sekejap.

Setelah itu, bekas ibukota kerajaan kurang lebih sudah benar-benar pulih.
Faktanya, mantan penduduk berkata bahwa ibukota menjadi lebih sibuk daripada sebelumnya, dan semua orang merasa senang karena hal itu.

 

………… Jadi, kami akhirnya sampai di sini……..

 

“Paduka, papan yang bertuliskan nama dari kota yang baru telah selesai. Tolong lakukan upacara pengesahan.”
“………. Ya.”

Albert melaporkan hal itu sambil menunjukkan senyum lebar di wajahnya.

“Bagus-nya. Saya sangat cemburu-nya.”
“Kan? Saya juga sangat cemburu.”

Katalina dan Media mengatakan hal itu kepadaku dengan senyum lebar di wajah mereka.
Karena Tasel sedang dalam masa cuti kehamilan, Media memiliki banyak waktu luang, jadi dia menghabiskannya di kantorku, dan bertindak seperti pengawalku.
Karena hal itu, dia menjadi berteman baik dengan Katalina.

 

“Apakah aku harus….. benar-benar mengadakan upacara itu?”
“Ya, anda harus melakukannya.”
“Ya, itu adalah sebuah keharusan.”
“Anda harus melakukannya-nya.”

 

 

Aku menyerah…… aku tidak mungkin dapat melarikan diri dari hal ini…….

Pada hari upacara, aku menaikan pandanganku untuk menatap langit.
Awan yang kelam…. Suara burung yang sangat berisik biarpun masih sangat pagi…… Dan salah satu tali sepatuku putus.
Perasaan tidak enak memenuhi hatiku.

“Paduka, tolong lakukan sapaan.”

Saat aku mengikuti Albert, kami tiba di lapangan dimana upacara akan dilaksanakan.
Alun-alun luas yang terletak di depan mansionku dipenuhi oleh ribuan penduduk.

 

“Paduka, Duke Zest.”
“Oh, suster…… ah aku minta maaf, kamu saat ini adalah seorang pendeta, kan?”

Aku sudah lama tidak melihat suster kampret ini, tapi saat ini dia memanggilku.

 

“Tidak masalah, panggil saja saya suster. Itu karena saya adalah sebuah gunung yang diwarnai dengan berbagai macam tunas.”
“………… Sungguh perkataan yang sederhana.”

“Haha, itu seperti seekor burung yang memandang ketinggian yang jauh. Tapi saya bukan seekor burung, saya sebenarnya ingin menjadi ikan yang berenang di sungai kecil di pegunungan. Itu adalah panduan dari tuhan!”
“…………… Kita hanya bisa mengagumi perhatian milik tuhan.”

“Ahaha.”
“Ha ha ha.”

………………… Aku benci ini. Aku sama sekali tidak memahami apapun yang dia katakan.

 

Katalina terlihat benar-benar heran melihat pemandangan itu…. maukah kau berhenti mengayunkan ekormu?
Albert, jangan tarik pedangmu, dasar bodoh!

“Ini adalah sebuah jimat kayu yang saya buat demi kemakmuran kota ini. Tolong terima ini.”
“Aku dengan senang hati akan menerima kebaikanmu.”

 

Mendengar hal itu, dia mengeluarkan sebuah jimat kayu dari suatu tempat di area dadanya, dan kemudian berbalik untuk pergi.
Kenapa suster ini selalu mengeluarkan benda-benda dari area dadanya!?…….
Aku memberikan jimat kayu itu kepada Albert, dan bersiap untuk memulai upacara.

 

“Ini masih…… hangat…..?”

 

Albert mengatakan hal itu dan mulai mengendus jimat kayu itu, perbuatan itu membuat Katalina menjauh darinya secepat mungkin.

Eh? Bukankah dia hanya memastikan bahwa jimat itu tidak diracuni?
Tidak, tidak, aku sudah tahu kalau Albert adalah orang yang sangat serius.
Uh-huh, aku percaya padanya, aku benar-benar percaya padanya…..

Aku mengabaikan Albert yang tampak sedih, dan pergi menuju ke atas panggung.
Aku tidak mau orang-orang berpikir bahwa aku sama dengannya.

 

“Terimakasih karena kalian semua telah berkumpul disini. Aku telah menyiapkan sebuah pesta untuk merayakan pembukaan dari kota baru ini. Hari ini, aku akan membayar semua tagihan alkohol; aku mentraktir kalian semua. Minum sebanyak yang kalian mau dan bersenang-senanglah!”

 

“””””Yeeeeeeeeeeeeaaaaaahhhh!”””””

“Oi, ini adalah alkohol gratis, kau dengar itu?”
“Paduka, Duke Zest benar-benar pengertian.”
“Sebelumnya hal ini tidak akan pernah terjadi.”

 

Seluruh penduduk bubar; mereka sedang mencari bar dengan bersemangat.
semua berjalan sesuai rencana…. Dengan ini, tidak akan ada banyak orang yang akan memperhatikan nama kota baru ini.

 

“Paduka Zest, tolong tenanglah. Saya memberikan perintah kepada setiap bar dan tempat minum agar mengumumkan bahwa siapa saja yang meneriakkan nama kota baru ini dengan keras akan mendapatkan minuman gratis.”
“Anda dapat merasa tenang saat ini-nya. Albert-dono, anda benar-benar menakjubkan-nya.”

Albert bahkan tidak menyadari bahwa Katalina sedang mengolok-oloknya.
Anjing bodoh ini, dia terus tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan Katalina…… Kau benar-benar melakukan sesuatu yang tidak perlu, sialan!

 

Pada hari itu, nama dari kota yang baru terdengar berkali-kali dari semua bar dan tempat minum di sekitar kota.

‘Mari kita bersulang untuk kota yang sangat di cintai oleh Duke Zest! Mari bersulang untuk <Beatrice>!’

Kota itu dinamai berdasarkan nama istri sah yang sangat dia cintai.
Diharapkan agar dia akan mencintai kota ini selamanya; tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Para penduduk terus berpesta sampai pagi berikutnya.

 

 

“Kenapa?……. Kenapa itu berubah menjadi seperti ini?……………”

 

 

Aku sebenarnya sedang dalam keadaan ngelantur saat aku secara tidak sengaja memutuskan untuk menamai kota ini ‘Beatrice’…….
Dan karena hal itu, rumor bahkan telah tersebar di bekas ibukota yang mengatakan ‘Ada seorang duke yang menamai kotanya berdasarkan nama istrinya’…….
Aku juga menerima surat dari Tuan Putri Tsubaki, yang mengatakan ‘Dimana kamu akan menggunakan namaku?’, jadi aku cukup kesulitan karena hal itu…….

 

Sekarang, saat aku bertemu dengan para bangsawan, mereka tidak pernah lupa menambahkan hal ini pada sapaan mereka:
‘Seperti yang diharapkan dari Paduka, tidak ada seorangpun yang dapat meniru cara anda menamai kota ini berdasarkan nama istri sah anda. Ha ha ha’

 

Aku benar-benar menjadi sebuah mainan, yang dimainkan oleh orang-orang itu…… Bahkan rasa malu juga ada batasnya.

Saat aku sedang meminum sake di kantorku dalam keputusasaan, seorang maid datang dan memberikan sebuah surat.
Dia membawakan hal itu kepadaku meskipun ini sudah larut malam, jadi itu adalah sesuatu yang mendesak.
Aku melihat maid yang meninggalkan ruangan dengan ketakutan itu dan membuka surat itu.
Itu adalah sebuah surat aneh yang tidak memiliki nama dan alamat pengirim maupun penerima.

 

 

 

 

‘AKU LAGI OTW, BEA’

 

 

 

 

Aku melihat sebuah surat berwarna merah kehitaman yang terlihat mirip dengan darah, dan merasa benar-benar ketakutan setelah sekian lama; aku bahkan sedikit mengompol.

Ini….. mungkin berarti kematian……..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

11 Comments Add yours

  1. BlueSky says:

    Ikut2 “AKU LAGI OTW” di bikin ngakak ama chapter ini…
    Kangen momen waktu Zest ama Bea….

    Like

  2. ko says:

    Si albert kampret juga :v

    Like

  3. Trè says:

    kutipan chapter ini adalah!!!!

    “Ini masih…… hangat…..?”

    Like

  4. Mage says:

    Top dah zen-sama Translate”AKU LAGI OTW” bikin komedinya dapet hahahhaha

    Like

  5. GoeMooN says:

    Jiiir, ini pasti salah paham, bea gx mungkin marah 😀
    Chapter selanjutnya bakal lebih konyol nih….

    Like

  6. Oyuma Kazuka says:

    Wwkkwkwk yang terakhir … OTW .. harusnya kalau yg bener “Aku Dalam Perjalanan KeBeatrice, Bea”

    Like

    1. Zen Quarta says:

      Aslinya ‘I AM ON MY WAY BEA’ sih xD
      Tapi kalau ku artikan kayak gitu, kesan marahnya nanti jadi hilang :v

      Like

      1. Oyuma Kazuka says:

        Yandere is the best .. tapi gua bingung bea itu Tsundere atau Yandere

        Like

Leave a Reply to Trè Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s