Stranger’s Handbook Chapter 78

Chapter 78 – Hadiah Penting

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Putra menantu-dono….. jika kamu tidak memperhatikan wanita dengan lebih baik, kamu tidak akan dapat hidup lama, kamu tahu?”
“Paduka, saya telah membawakan permata yang anda minta!”
“Paduka, karena tempat ini terkenal dengan parfumnya, bukankah itu akan menjadi hadiah yang bagus-nya?”
“Ara! Kelihatannya Paduka sedang sibuk. Dan saya datang kemari untuk memberitahukan bahwa kehamilan saya berjalan dengan baik.”

Media, keluar dari sini!

 

Kantorku saat ini berubah menjadi medan pertempuran, dan semua orang terus berbicara kepadaku saat aku sedang mencoba menulis surat itu dengan putus asa.
Terimakasih semuanya….. Tapi aku harus segera menyelesaikan surat ini, jadi kalian harus menunggu……

 

“Woooa, sungguh permata yang indah-nya? Apakah dia akan sadar jika aku mengambil satu untuk diriku sendiri-nya?”
“Katalina-dono…… Itu adalah ide yang buruk……”

“Eh? Albert-dono, kenapa kamu berkata seperti itu-nya? Kenapa kamu yakin dengan hal itu……”
“Katalina-dono, mungkin jika kamu hanya mengambil satu, dia akan menganggap hal itu sebagai sebuah kecelakaan atau sejenisnya, jadi itu mungkin akan baik-baik saja.”
“Kalian berdua, putra menantu-dono mungkin dapat mendengar kalian berdua, jadi jangan terlalu berlebihan, ok?”

 

………. Jangan terlalu berlebihan? Tidak, guru, kau harus menghentikan mereka.

 

 

Yah, aku tidak dapat mengatakan apapun, karena kali ini aku adalah orang yang salah.
Aku benar-benar lupa berhubungan dengan Tuan Putri Tsubaki.
Tapi karena semua orang bekerja sama, aku dapat menangani hal itu dengan cepat; meskipun ada beberapa penyelewengan dan suara yang tidak perlu, aku memutuskan untuk mengabaikan mereka.

 

Saat aku sedang mendengarkan kekacauan dan suara berisik yang ada di sekitarku, menulis surat itu dengan panik.
‘Setelah peran, aku sama sekali tidak dapat bersantai.’
Tapi sekarang aku dapat beristirahat untuk sejenak, dan aku segera menulis surat untukmu.
Aku akan sangat senang jika kamu menyukai hadiah yang kuberikan.
Aku ingin segera melihatmu.’

Aku menulis surat itu sesuai dengan apa yang akan di tulis para bangsawan.

“Albert, cepat dan kirimkan hal ini, aku tidak akan mengizinkan satu kesalahanpun.”

Anjing itu tersenyum dan memberi hormat, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Dia berani menertawakan orang lain yang sedang kesulitan…. Apakah aku harus memotong gajinya?
Yah, itu tidak masalah. Aku terlalu lelah untuk memikirkan hal itu.

Aku berdiri dan sedikit merenggangkan badanku.

Tangan kanan dan bahuku kesemutan.
Aku memutuskan untuk beristirahat dan meminum teh hitam yang di siapkan oleh unit maid untukku.

 

“………. Ngomong-ngomong, putra menantu-dono, kamu sudah menulis surat untuk Bea, bukan?”
“……………………”

“Apakah kamu lelah? Apakah kamu mendengarkanku……….”
“…………………………”
“Sonia-sama, Paduka sedang menangis-nya.”
“…………. Jangan bilang…”

“Aku belum……… menulis surat untuknya…….”
“”……………………….””

 

Itu adalah pengumuman bahwa pertempuran yang kedua akan segera berlangsung.

 

 

Pada hari itu, larut malam, aku akhirnya berhasil menyelesaikan surat untuk Bea, tapi kami merasa sangat kelelahan.

 

“………. Putra menantu-dono, kamu tidak akan melupakan hal seperti ini lagi, kan?”
“……….. Paduka, saya akan meminta uang lembut-nya.”
“Paduka! Jika anda benar-benar kelelahan, bagaimana kalau kita melakukan latih tanding?”

“Guru, terima kasih. Katalina, kamu akan mendapatkan uang lembur…. Aku juga akan berpura-pura tidak melihat insiden permata itu.”

Albert…. Jangan menatapku dengan mata berkilat seperti itu.
Tidak mungkin aku dapat melakukan latih tanding saat ini.

 

“Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Terimakasih banyak, semuanya. Kalian benar-benar menolongku.”

Aku berdiri dan membungkukkan kepalaku.
Pada saat itu, di kantorku hanya ada orang yang dapat kupercaya, jadi tidak masalah bagiku untuk membungkuk pada mereka, meskipun aku adalah seorang bangsawan.

Bagaimapaun, aku juga mempercayai Katalina.
Untuk jaga-jaga, aku memeriksa masa lalunya untuk melihat apakah dia memiliki niat tersembunyi atau sejenisnya.
Aku bukan orang naif yang dapat dengan mudah mempercayai orang di sekelilingku.

 

“Hentikan, putra menantu-dono.”
“Tolong hentikan-nya!”
Tolong hentikan, Paduka, anda tidak perlu berterimakasih kepada bawahan anda.”

Itulah yang mereka katakan sambil menunjukkan senyum pahit di wajah mereka.
Haha, aku diberkahi oleh guru yang sempurna dan bawahan yang menakjubkan.

 

Kami semua pergi untuk memakan sesuatu yang ringan dan mendiskusikan rencana kami selanjutnya.
Tidak terlalu bijak bagiku untuk memperlakukan bawahanku dengan begitu akrab, tapi guru adalah bagian dari keluargaku dan dua yang lain adalah teman yang dapat dipercaya. Itulah sebabnya aku kurang lebih dapat melakukan hal itu.

 

Karena Katalina bergabung dengan kami, efisiensi pekerjaan kantor cukup banyak meningkat.
Penduduk yang ada di ibukota lama telah menenang, dan mereka mulai membicarakan tentang apa yang akan dilakukan tentang istananya: Membangun yang baru atau memperbaiki yang lama!?

 

“Jadi? Apakah kamu akan memperbaiki istana yang lama, putra menantu-dono?”

Guru bertanya kepadaku dengan ekspresi serius, seakan dia sedang mencoba mengujiku.
………. Ya ampun!

 

“Aku tidak akan melakukannya. Jika aku menggunakan sebuah istana, ibukota kekaisaran akan membuat sebuah keributan besar tentang hal itu…. Oleh karena itu, aku akan membangun sebuah mansion di bekas wilayahh istana kerajaan dan menggunakannya sebagai rumahku.”
“……. Tapi jika seperti itu, kamu tidak akan dapat melindunginya jika saja serangan, kamu tahu?”

“Ada sebuah pepatah di kampung halamanku yang mengatakan ‘Manusia adalah kastil, manusia adalah dinding batu, manusia adalah parit; kasih sayang adalah sekutuku, dendam adalah musuhku’ atau sesuatu seperti itu.”

Itu adalah sebuah perkataan dari daimyou terkenal dari masa peperangan….. Atau apakah dia adalah seorang strategist?
Mendengar hal itu, guru diam membisu…. Namun, dia tersenyum.

“Aku memiliki Albert untuk memimpin para ksatria dan Katalina untuk memikirkan strategi. Aku tidak membutuhkan istana, karena aku merasa aman dengan para bawahan yang dekat denganku.”

Mereka berdua terdiam dan menatapku.

“Bagaimanapun, Aku tidak memiliki ambisi yang besar. Aku benar-benar tidak ingin membangun sebuah istana dan dicurigai melakukan makar.”

Ya, karena aku saat ini memiliki wilayah yang sangat luas, ada kemungkinan bahwa ibukota kekaisaran akan mencurigaiku.
Aku harus sangat berhati-hati agar mereka tidak terlalu waspada, jika tidak maka itu akan berbahaya.
Guru sudah memahami hal itu, jadi dia ingin memastikan bahwa aku juga memahami hal itu.

 

“Aku tidak akan mengatakan apapun, putra menantu-dono ku yang menakjubkan.”

Guru mengatakan hal itu dan mulai tertawa.
Kelihatannya aku berhasil melewati ujian itu.

“Namun……… kamu sedikit terlalu menakjubkan……..”

……………. Eh?

 

“Paduka, Duke Zest!! Apakah anda benar-benar…. Apakah anda benar-benar mempercayai kami sampai sejauh itu!!?”
“Woooa-nya! Ini pertama kalinya-nya…….. ini pertama kalinya ada orang yang benar-benar mengakui saya-nya! Saya selalu diejek karena merupakan seorang kemonobito yang kotor-nya!”
“Bagi kami, Unit Intelijen, perkataan itu sangat kami hargai….. Kami bersedia mati demi kapan saja demi Paduka.”
“Kami, Unit Maid, bersumpah setia kepada Paduka sampai akhir hayat!”

Apakah mereka memperbanyak diri dengan suatu cara?
Ah! Unit Intelijen selalu berada di sekitarku….. Dan Unit Maid selalu bersiap untuk melayani kami.
…………. Kenapa semua orang menangis?

 

“……………. Putra menantu-dono, tidak ada penguasa feodal yang tidak memiliki istana, kamu tahu? Mereka menangis karena kamu mengatakan perkataan mematikan itu dengan wajah serius; kamu tidak memerlukan istana saat kamu memiliki bawahan yang menakjubkan…. Sungguh, jangan menyebabkan sebuah pemberontakan atau sejenisnya, ok? Jika kamu menyerahkan hal itu kepada anak-anak ini,, Ibukota Kekaisaran akan jatuh dalam waktu kurang dari tiga hari, kamu tahu?”

Guru menepuk bahuku saat dia mengatakan hal itu dengan suara rendah.
Itu juga merupakan peringatan bagiku untuk terus mengendalikan tempat yang kacau ini.

 

 

“……….. Kalian semua adalah istanaku dan juga merupakan tangan dan kakiku. Aku memiliki harapan yang besar pada kalian!”

 

“””””Paduka….!”””””

 

Saat aku melihat para bawahanku yang sedang menangis, aku juga ikut menangis.
……….. Aku gagal…. Untuk mengendalikan mereka……

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

4 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Terhura:’)

    Like

  2. Afaro16 says:

    njer terharu :’)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s