Stranger’s Handbook Chapter 77

Chapter 77 – Dalam Hati • Harapan Zest

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

‘……………… jadi ini dia.’

 

 

Bagus, aku akhirnya bisa sampai sejauh ini.
Masih banyak yang harus kutulis, sih……….

 

*tok tok*

 

“Permisi, Master. Sebentar lagi waktunya beristirahat.”

 

Seorang gadis, yang berpakaian seperti maid, masuk kedalam ruangan dan menyiapkan teh.
Aku meminum sedikit teh yang dia siapkan lalu mulai berbicara dengan tenang.

 

“Au akhirnya dapat menulis sampai sejauh ini. Sekarang kurang lebih aku sudah dapat membayangkan endingnya.”

 

‘Ending’…… Dia mungkin bereaksi karena kata itu, karena wajahnya menjadi murung.
Apakah buku panduan itu yang akan selesai?
Apakah kehidupan Masternya yang akan selesai?

Dia mungkin ingin menanyakan hal itu, tapi dia tetap diam dan berdiri di sampingku.

 

“Karena kita sudah sampai sejauh ini, maukah kamu sedikit membacanya? Bagaimanapun mungkin aku haru melakukan perbaikan”

Aku tersenyum dan menyerahkan buku panduan yang belum selesai itu. Meskipun dia terlihat sedikit ragu, dia tetap mengambil buku itu dan mulai membacanya.

 

 

 

 

“Bagaimana menurutmu?”

 

Dia akhirnya mengalihkan pandangannya dari buku itu dan tersenyum.
Mungkin dia sedang mengingat neneknya, orang yang sangat dia rindukan.

 

“Haha, nenek sering melakukan hal seperti itu.”

 

Dia mengatakan hal itu dan kemudian tertawa. Di situasi seperti ini dia terlihat sangat mirip dengan neneknya.
Wanita yang tidak dapat kutemui lagi……………

 

 

“Ini menarik! Saya tidak terbiasa membaca cerita, jadi saya merasa sedikit khawatir karena mungkin saya tidak akan memahaminya, tapi ini sangat mudah untuk di baca.”

“Begitu. Aku senang kamu menyukainya. Kamu tahu….. buku panduan ini……. Aku akan mengirimkannya kepada orang yang tinggal di kampung halamanku.”

 

Aku mengelus rambutnya dengan ringan, sesuatu yang sudah lama tak kulakukan.
Dia terlihat sedih….. dan malu…… Mereka benar-benar mirip.

 

“Di kampung halamanku, ada sebuah tempat dimana banyak orang membaca buku cerita, kamu tahu?……. Dalam rangka untuk terhubung dengan tempat itu, aku menggunakan seluruh kekuatan sihirku……..”

 

Sudah 100 tahun sejak aku datang kemari.
Banyak hal yang telah terjadi……..

 

“Saat rekan senegaraku membaca buku ini, mereka akan dapat sedikit memahami dunia ini. Dan jika saja ada seseorang yang dipanggil kemari, mereka akan tahu lebih banyak dan tidak akan di gunakan oleh para bangsawan….. mereka akan berhati-hati agar tidak terlibat dengan konflik…… mereka setidaknya dapat tersenyum dan hidup dengan damai.”

 

Gadis itu menatapku, pupilnya menatap tepat ke pupilku.
Jangan membuat ekspresi seperti itu…. aku tidak akan segera mati.

 

“Oleh karena itu, aku ingin agar buku panduan ini di baca oleh banyak orang….. Orang yang biasanya tidak membaca novel, mungkin juga akan di panggil kemari.”

“………. Begitu? Jadi itulah sebabnya isi buku ini dibuat untuk terlihat lucu dan menarik?”

“Ha ha ha, tepat. Jika aku menulis buku petunjuk atau sejenisnya, tidak akan ada orang yang membacanya. Akan ada makna bahkan jika kamu hanya melihatnya, tahu?”

 

 

 

Aku berdoa agar………

Buku ini akan menangkap perhatian orang sebanyak mungkin. Aku berdoa agar buku ini tersebar.

Aku berdoa agar buku ini dapat sampai ke kampung halamanku, dimana rekan senegaraku tinggal.

 

“Ini adalah sebuah buku yang tidak dapat dibuat seperti buku petunjuk….. Lalu, bagaimana jika membuatnya menjadi sebuah cerita? Pilihan ini tidak bagus, karena ada banyak cerita yang mirip seperti ini di duniaku……”

Ada banyak light novel dan novel fantasi di duniaku.
Dan tidak mungkin aku dapat menulis sebuah cerita yang benar-benar berbeda dari mereka… Tapi meski begitu…….

 

“Itulah sebabnya aku memilih gaya menulis seperti ini……. Tolong, rekan senegaraku, tolong sadari…… ini adalah pemberitahuan yang kutulis dengan segenap kemampuanku……..”

 

Gadis itu mendengarkanku dalam diam.

 

Cahaya bulan terlihat pucat.
Dan cahaya pucat itu menerangi ruanganku, saat aku terus berdoa.

 

 

Tolong tuhan….. seharusnya tidak masalah bagiku untuk menuntun mereka sampai sejauh ini, kan?
Tolong, pastikan agar buku ini sampai di Jepang………

 

 

*TN: Sang penulis (Takkurun) mencoba membuat kita beranggapan bahwa Zest-lah yang menulis buku ini dan dengan menggunakan kekuatan sihirnya, dia mengupload ceritanya ke ncode.syousetsu agar semua orang jepang dapat membacanya (Ini hanya pendapatku sih xD )

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

9 Comments Add yours

  1. chicken fist says:

    wew gw hampir lupa ama zest yg ini… tapi toto kmn ya? kan dia spirit jadi pasti umur panjang atau dia mati pas bea mati karna toto di ciptain mreka berdua?

    Like

  2. Michiko says:

    Saat gw baca chapter ini. Gw kira udah tamat!
    Eh, ternyata cuma selingan toh?

    Like

  3. BlueSky says:

    Gak ngeh …

    Like

    1. Zen Quarta says:

      chapter ini adalah cerita selingan yang menceritakan Zest 100 tahun di masa depan, di mana dia sedang menulis buku panduan…
      Dan judul novel ini adalah stranger handbook (panduan orang asing)..
      jadi bisa disimpulkan bahwa yang kita baca sampai saat ini adalah buku panduan yang di buat zest (dengan kata lain kita sedang membaca masa lalu zest)

      Like

      1. BlueSky says:

        Makasih bang min penjelasannya..

        Like

  4. GoeMooN says:

    thank min…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s