Stranger’s Handbook Chapter 73

Chapter 73 – Diberkati dengan Masa Damai

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

20 hari telah berlalu sejak insiden ‘Bea telanjang’.

Para ksatria hitam tahu bagaimana aku berlari di sekitar kota dengan panik pada malam itu, jadi mereka menertawakanku, tapi aku merawat dan melatih mereka dengan benar.. Selain itu, kami hidup dimasa damai, pergi minum bersama Herman dan bawahannya, mengejek Albert dan perkataan bijaknya ‘Aku memang kemonobito, tapi aku herbivora’, dimana orang biasanya akan tertawa begitu keras sampai kehabisan nafas setelah mendengar hal itu.

 

Semua urusan berjalan dengan mulus, dengan semua penguasa wilayah kerajaan yang menyerah satu per satu.
Tasel dan Media sedang memburu sisa-sisa menteri dengan liar.
Sementara aku, aku akhirnya dapat membuat para prajurit melakukan tugas secara bergiliran dan melakukan latihan lagi.
Hari ini, Albert sedang bertugas untuk melatih prajurit dari Pasukan Utama.

 

Hari ini aku tidak memiliki dokumen yang harus di kerjakan, jadi aku sedang duduk dengan santai di kantorku saat seorang maid datang memasuki ruangan.

“Paduka, surat dari Yang Mulia telah sampai.”

Akhirnya, aku butuh arah tentang bagaimana aku harus menangani situasi ini mulai dari sekarang, jika tidak itu akan menjadi agak buruk.
Aku dengan cepat membuka surat itu.
‘Aku menyerahkannya kepadamu’

 

…………… Aku melihat halaman selanjutnya, tapi aku tidak dapat menemukan kalimat lainnya.
Apakah dia benar-benar menyerahkan semuanya kepadaku!? Aku akan membuat sang Kaisar tidak bisa menikmati spirit drop lagi.
Dia baru saja mengatakan semuanya terserah kepadaku……

Aku sedang sedikit kesulitan saat maid itu mulai berbicara lagi.

“Dan ini adalah surat dari Negara Suci Lilac.”

 

Aku benar-benar berharap surat itu tidak hanya berisi ‘Mengerti’ atau sejenisnya.
Aku membuka surat itu dengan cemas.

 

‘Bimbingan Tuhan sama bagi semua orang. Dan Hubungannya dengan para utusannya……’

 

Apakah ini adalah sebuah kitab suci? Aku benar-benar tidak mengerti apapun……
Ini seharusnya adalah sebuah surat yang mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’………..

Negara Suci benar-benar menakutkan.

 

Dengan bingung, aku kembali membaca surat suci itu lagi.
Itu mulai terlihat semakin dan semakin mirip dengan kitab suci dalam bentuk sebuah surat.

Aku sedang panik saat Media masuk kedalam kantor.

Aku bahkan tidak menyadarinya…..
Aku berbalik untuk menghadapnya, dan melihat Media sedang menunjukkan senyum lebar, sambil menepuk perutnya.

 

“Paduka, saya akan memiliki anak!”
“Begitu. Begitu. Selamat. Kamu dapat libur dari pasukan dan menjaga tubuhmu.”
“Ya. Terimakasih banyak. Permisi.”

Dia mengatakan hal itu dan pergi.

 

Begitu, jadi Media akan menjadi seorang ibu.
Haha…. Mereka lebih cepat dari pada aku….
Yah, lagi pula kami juga tidak perlu terburu-buru. Aku dan Bea akan melakukannya dengan cara kami sendiri.

 

Aku berjalan menuju jendela dan melihat ke arah halaman.
Tasel sedang melakukan latih tanding dengan bersemangat.
Lawannya adalah Albert. Pertarungan itu sangat sengit dan itu terlihat cukup mengesankan.

 

 

………….?
……………………..!?

 

Aku membuka jendela dan berteriak.

“Wanita hamil tidak di izinkan melakukan latih tanding! Bawa si bodoh Media itu kesini!!”

 

Aku hampir saja tertipu……

 

 

Aku menceramahi Media selama hampir dua jam, saat seorang maid datang ke kantorku.

………. Ada surat lagi?

 

“Paduka, seorang utusan dari Negara Suci Lilac telah tiba.”

“………… Paham. Suruh mereka untuk menunggu di ruang tamu.”

 

 

Setelah Media pergi, aku kembali membaca surat suci itu lagi.
……. Seperti yang kuduga, aku benar-benar tidak dapat memahaminya.

 

 

Aku menyerah dan berjalan menuju ruang tamu dimana seorang biarawati berambut coklat sedang menungguku.

“Aku sudah membuatmu menunggu. Aku adalah Zest, kepala komandan dari bekas Kerajaan Tarminal.”

Dia tidak memiliki ciri yang mencolok…. Tapi itulah ciri khasnya sendiri. Dia tersenyum dan mulai berbicara.

 

“Saya senang bertemu dengan anda. Saya adalah seorang suster dari Negara Suci Lilac. Saya tidak mempunyai nama karena saya telah di baptis. Saya harap anda dapat memahaminya.”

 

Dia menekuk lututnya dan meletakkan kedua tangannya di depan dada.
Itu pasti adalah adat di dunia ini.
Seperti yang kuduga, ada sedikit campuran jejepangan pada perilaku di dunia ini.

 

“Aku paham. Baiklah, suster, ada urusan apa kamu datang kemari?”

 

Dia tersenyum dan matanya berbinar saat dia kembali mulai berbicara.

 

“Terlepas dari apakah saya memiliki urusan dengan anda atau tidak, kita seharusnya tidak pernah memberikan berkah kita kepada sesuatu yang melawan kehendak Tuhan. Air yang mengalir, akan selalu berakhir di laut. Jika anda bertanya kenapa, jawabannya adalah bimbingan tuhan.”

 

 

Huh!?

Suster itu tidak lagi tersenyum dan membusungkan dada dengan bangga.

 

 

 

 

Urm…………..

Bimbingan tuhan….. adalah satu-satunya kata yang dapat kupahami……. Bukan!?

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s