Stranger’s Handbook Chapter 72

Chapter 72 – Pembagian Peran

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Herman mengantarkan kami ke ibu kota kerajaan…. Urm, bekas ibu kota kerajaan.

 

Namun, kota itu sama sekali tidak terlihat seperti ibu kota.

Jalan utama masih terlihat bersih, tapi setelah kami memasuki gang-gang, kamu akan menemui neraka.
Penduduk yang kelelahan dan pasukan pemberontak yang tidak dapat lagi di sebut sebagai pasukan.

Mereka adalah sekelompok orang kelelahan yang hampir tidak memiliki senjata.
Itulah kesan yang mereka berikan.

 

Pertama, kami menyita gedung yang awalnya di gunakan sebagai markas Devisi Ksatria.
Karena istananya terbakar, tempat itu tidak ada gunanya saat ini, jadi kami mempersiapkan bekas markas Divisi Ksatria untuk di gunakan sebagai markas sementara kami.
Kelihatannya kami akan berakhir tinggal di sini untuk sementara waktu……

Aku ingin kembali ke pada Bea secepatnya, tapi aku harus menyelesaikan hal yang harus kulakukan terlebih dahulu.

 

“Razia-dono, kamu adalah komandan tertinggi di perang ini, tapi situasinya telah berubah. Aku akan menjelaskan rinciannya kepadamu, dan jika kamu memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya kepadaku.”

“Saya mengerti.”

“Pertama, tentang pasukan pemberontak. Aku akan menjadikan Albert sebagai koresponden dengan mereka. Selanjutnya, tentang sisa-sisa prajurit dari pasukan kerajaan, kamu akan bertugas menekan mereka. Aku akan tinggal di sini dan mengurus pemeliharaan, dan juga untuk memahami keadaan urusan dalam negeri di negara ini. Lalu…..”

Aku memandang ke arah Raiza.
Dia setuju sampai saat ini.

“Lalu, aku ingin mengurus hubungan diplomasi secepat mungkin.”

“Hubungan diplomasi? Maksud anda, mengumumkan pengambil alihan bekas wilayah Kerajaan Tarminal……..”

Yah, biasanya kamu akan berpikir begitu.

“Itu tidak bagus. Para tetangga adalah sekumpulan orang-orang merepotkan…. Mereka mungkin akan memulai perang suci dalam rangka untuk menyelamatkan negara yang di jajah… atau sejenisnya.”

 

Negara Suci Lilac, sebuah negara keagamaan, berbagai perbatasan dengan bekas Kerajaan Tarminal.
Itu benar-benar akan menjadi merepotkan jika mereka membuat pergerakan saat ini.

“Begitu. Kita harus mencapai sebuah persetujuan sebelum melakukan hal itu……”

Raiza mengangguk dengan kagum.
………… Dia seharusnya adalah komandan tertinggi, jadi aku ingin agar dia ikut terlibat.

 

Raiza menyetujui proposalku dan mulai bekerja tanpa penundaan.
Aku harus segera mengatur beberapa hal, jadi aku berencana membuat sebuah jadwal.

Para prajurit bekerja dengan mengagumkan, jadi aku tidak memiliki satupun keluhan. Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun.

 

Jadi, aku mulai bekerja juga……

 

Pekerjaanku adalah….. menulis surat.

 

……….. Mau bagaimana lagi; aku harus menulis banyak hal itu.

Aku menulis kepada Yang Mulia untuk meminta izin untuk bertindak seperti komandan sementara di bekas ibukota kerajaan.
Aku menulis kepada Negara Suci Lilac dalam rangka untuk memberitahu mereka bahwa kami akan berpatroli di perbatasan untuk menjaga ketertiban umum.
Aku menulis kepada berbagai penguasa lainnya yang saat ini belum menyerah, dan menyarankan kepada mereka untuk segera menyerah.
Aku menulis sebuah buku panduan untuk penanganan barang-barang di ibukota.

Dan lain sebagainya…….

Kepalaku mulai terasa sakit………..
Khususnya saat aku mulai menulis surat yang di tujukan kepada para bangsawan, bahkan aku, sang penulis, tidak dapat lagi memahami apa yang sedang kutulis.
Pemilihan kata itu benar-benar menjengkelkan.
Aku mengurung diriku didalam kantor yang kotor, sampai aku menyelesaikan semua dokumennya.

Inilah semua yang kulakukan…. Aku tidak pernah menyangka bahwa semangat juang dan keberanian sangat diperlukan untuk mengatasi pekerjaan ini; ini adalah musuh terburukku.

 

Pertarungan yang kumulai di pagi hari baru selesai setelah larut malam.
Aku melakukannya…. Aku akhirnya menyelesaikannya.

Aku diam-diam menangis didalam ruangan itu.
Para prajurit penjaga menyiapkan beberapa pencahayaan, jadi didalam markas itu tidak terlalu gelap.

 

Aku pergi ke halaman untuk menghirup udara segar sambil meregangkan bahuku.
Aku menggunakan sedikit sihir penyembuhan, tapi entah kenapa perasaan tidak nyaman masih tersisa di tubuhku.

 

Aku melakukan sedikit latihan ringan lalu kembali ke kantor.
Ini benar-benar bukan waktu untuk menyiapkan beberapa ruangan untuk diriku pribadi.
Aku memanggil unit maid, dan menyerahkan surat-surat itu kepada mereka.

Dengan ini, semuanya selesai saat ini…. Besok, para pengintai akan membawa beberapa informasi baru yang harus aku susun………

 

Saat aku sedang memikirkan tentang rencanaku di hari berikutnya, aku mendengar suara keributan dari luar.
Aku berjalan menuju pintu masuk utama, dan melihat 10 orang yang kelihatannya merupakan penduduk. Mereka sedang dikelilingi oleh para prajurit.

 

“Ada apa dengan keributan ini?”
“Ya pak! Orang-orang ini menyusup dan mencoba mencuri makanan kita.”

Begitu.

“Aku yakin telah membagikan makanan tadi siang. Apakah kalian tidak menerimanya?”
“Haaa? Apakah kau benar-benar berpikir itu akan cukup? Aku tau kau punya banyak didalam sana. Bagaimanapun, bangsawan-sama bahkan membawa maid ke medan pertempuran.”

 

Apakah semua orang ini seperti dirinya?
Dia menunjukkan senyum lebar saat dia mempermainkanku.

“Kami adalah prajurit resmi kekaisaran. Ayolah, kau tidak bisa hanya mengabaikan kami…. Para bangsawan juga menyebabkan banyak masalah kepadamu, kan?”

 

……… Ah! Orang-orang ini muncul di tengah malam, mengatakan omong kosong seakan mereka adalah orang penting…… Dan mereka bahkan tidak berpikir bahwa aku adalah seorang bangsawan!
Prajurit dari pasukan utama yang bertugas sebagai penjaga malam jelas-jelas mengatakan bahwa mereka adalah warga biasa. Tapi mereka sebenarnya adalah mantan prajurit kekaisaran……

“Apakah sebelumnya kalian adalah bagian dari Pasukan Frontier Count?”

“Tidak, kami adalah prajurit dari pasukan utama, tapi…..”
“Ah! Itu sudah cukup…..”

Saat aku memotong ceritanya dengan tiba-tiba, wajah pria itu tampak tidak senang.
Tapi setelah aku tahu bahwa mereka berasal dari pasukan utama, aku telah memiliki keputusan.

“Orang-orang ini kemungkinan besar adalah para pembelot. Serahkan mereka kepada Razia-dono besok pagi, dia akan merasa sangat senang.”

Itu terjadi setiap tahun.
Kasus dimana ada prajurit yang mencuri equipment pasukan dan meninggalkan negara.

Orang-orang ini kemungkinan besar adalah salah satunya.

Selain itu, orang-orang bodoh ini mulai sangat berisik setelah mereka terikat.
Namun, pada akhirnya mereka ingin bernegosiasi dan mengatakan bahwa mereka memiliki sebuah informasi yang bagus.

 

“Jika kalian memiliki beberapa informasi yang menarik, Aku akan membelinya dari kalian. Sekarang bicaralah.”

Aku berkata dengan kasar.
Pria yang kelihatannya bertindak sebagai pemimpin tersenyum lebar dan kemudian membuka mulutnya.

 

 

“Baiklah….. Apakah kau tau bahwa Frontier Count memiliki seorang cucu yang di panggil Beatrice? Seberapa banyak kau mau membayar…. Untuk item sihir yang berisi sebuah gambar tubuh telanjangnya?”
“Situasi telah berubah. Masukkan mereka kedalam penjara. Aku akan membuat mereka mengatakan semuanya saat aku menyiksa mereka.”

Aku ingin mendapatkan benda itu.
Aku harus mendapatkan benda itu dan menyimpannya…..urm, memusnahkannya!

 

Aku terbakar oleh rasa tanggung jawab saat aku berlari di sekitar kota di pagi hari buta.

 

 

 

 

Item sihir yang kutemukan memang berisi gambar Bea.
Telanjang?………… Dia sedang memegang sebuah boneka telanjang, saat kelihatannya dia sedang mengganti pakaian boneka itu…………….

Untuk benda ini……. Aku berlari sepanjang malam untuk mencari benda ini….. ini………..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

6 Comments Add yours

  1. chicken fist says:

    njir fetish nya ama boneka XD

    Like

  2. BlueSky says:

    Lanjut min…

    Like

  3. GoeMooN says:

    Wkwkwk.. Boneka telanjang XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s