Stranger’s Handbook Chapter 71

Chapter 71 – Pembicaraan dengan Pasukan Pemberontak

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Paduka, Duke Zest, terimakasih karena telah bersusah payah menemui saya disini.”

Didalam tenda pasukan utama, seorang pria yang terlalu serius sedang menundukkan kepalanya.

“Raiza-dono, jangan mengkhawatirkan hal itu….. Baiklah, kamu bilang kamu adalah pembawa pesan?”

Orang itu bergegas kemari setelah aku mengatakan hal itu……
Jika kamu tidak bergerak cepat selama pemberontakan, hal itu akan menjadi benar-benar merepotkan.

 

“Saya sangat senang bertemu dengan anda. Saya adalah Herman, perwakilan ibukota saat ini.”

 

Dia memberitahu hal itu dan mengangkat kepalanya. Dia memang seorang kemonobito.
Telinganya mirip dengan Albert, dan dia terlihat seperti kemonobito yang tinggi, ramping, dan tak kenal takut.
Pertama, aku diam-diam menggunakan sihir pengamatanku…. Dia terlihat seperti tipe orang yang akan menunjukkan sejenis reaksi saat berbohong.

 

“Perwakilan saat ini?…. Jadi pada akhirnya ini adalah sebuah pemberontakan?”
“Ya. Keluarga Kerajaan Tarminal telah di musnahkan.”

 

Seperti yang kuduga.
Namun, bisa saja ada Keluarga Kerajaan yang melarikan diri tanpa pria ini sadari.
Aku benar-benar harus memahami situasi yang terjadi di sini…..

“Albert, panggil Tasel kemari.”
“Ya pak.”

“Maaf, kamu dapat melanjutkannya.”

Tatapannya terus mengikuti Albert yang meninggalkan ruangan dan kemudian kembali berbicara.

 

“Seperti yang mungkin anda telah ketahui……….”

 

 

Dan dengan begitu, dia menceritakannya.

 

 

Situasi disini ternyata lebih buruk dari pada yang kuduga sebelumnya……

 

Pertama, Kerajaan Tarminal memiliki doktrin yang mengukuhkan supremasi ras manusia.
Ras manusia…. Sama seperti di Jepang, dimana orang berpikir bahwa manusia adalah ras yang paling unggul dan semua ras selain mereka dianggap ras rendahan.

Kerajaan ini menindas Kemonobito, dwarf, elf, dan mengubah mereka menjadi budak.
Saat mereka menentang manusia, orang-orang dari ras dan keluarga mereka akan di eksekusi mati. Jadi mereka berhenti menentang manusia.

 

 

Saat dia menceritakan hal itu, pria itu mulai menangis…….

 

Namun, bahkan dalam situasi seperti itu, mereka tidak memulai perang.

Alasan Kerajaan Tarminal menetapkan kebijakan seperti itu adalah karena kekurangan pangan yang sedang mereka hadapi.

Wilayah mereka memiliki banyak lahan basah dan sungai besar.
Berpikir tentang hal itu, tanah mereka seharusnya sangat subur.

Namun, kenyataannya, itu adalah bencana……

Karena pemerintahan yang despotisme, para penduduk tidak memiliki cukup makanan.
Apa yang harus dilakukan? Solusinya adalah membuang anak-anak dan orang tua.

Tapi jika mereka terus melakukan itu, jumlah pekerja akan berkurang dan hasil panen akan menurun.
Selain itu, suplai makanan tidak akan cukup untuk memberi makan seluruh penduduk.

Oleh karena itu…….

 

 

“Kerajaan mengorbankan para royal mage miliknya untuk memanggil orang dari dunia lain.”

 

 

….. jadi itu adalah negara ini?
……. Begitu. Itu adalah negara ini!

Aku dengan putus asa mencoba untuk menahan kekuatan sihirku agar tidak menunjukkan kegelisahanku.
…… itu tidak berguna. Cukup banyak kekuatan sihirku yang merembes keluar.

Wajah Herman berubah menjadi pucat dalam sekejap, dan dia mencoba membuka mulutnya untuk berbicara, tapi tidak ada suara yang keluar.

“Paduka, saya telah membawa Tasel.”

Albert kembali dengan timing yang sangat sempurna.

“Terimakasih. Mendekatlah, Tasel.”
Dia mendekat dan aku memberikan perintah kepadanya dengan suara rendah.
‘Prioritas tertinggimu adalah waspada dengan sekelilingmu saat melakukan penyelidikan tentang situasi yang ada disini.. Kamu juga dapat menggunakan para ksatria. Pergi sekarang.’

“Baiklah! Permisi.”

Aku memberikan perintah itu kepada Tasel dan kemudian kembali melanjutkan pembicaraan kami.

“Aku membuatmu menunggu. Apa yang terjadi pada orang itu…. yang datang dari dunia lain?”

 

“…… Y… ya.

 

Dia menceritakan hal itu kepadaku secara singkat.

Pemanggilannya sendiri berhasil, tapi lokasi tujuan…. Singkatnya, orang itu tidak pernah muncul di dalam formasi sihir yang di atur di suatu tempat di Kerajaan Tarminal.
Apa yang membuat mereka yakin bahwa pemanggilan itu berhasil adalah cara formasi sihir itu bersinar, serta keadaan tubuh para penyihirnya. Semuanya sama seperti yang ada di buku.

 

Mereka sungguh bodoh…..

 

Setelah itu, Kerajaan Tarminal berada dalam posisi tanpa orang asing yang terpanggil dan seluruh royal mage miliknya yang musnah.
Itu adalah situasi terburuk bagi mereka.
Pemerintahan menjadi semakin dan semakin dispotisme…. Itu adalah pada saat seseorang di Kekaisaran Grun mencapai spiritification.

Ya, itu adalah aku.

Setelah mereka menyelidiki kejadian itu, mereka menemukan bahwa aku adalah orang yang terpanggil.
Orang asing… namun, mereka tidak memiliki satupun bukti yang memastikan bahwa aku memang orang yang coba mereka panggil.

 

Kerajaan menjadi terpojok………

 

“Jadi mereka memutuskan…. Untuk memulai perang?………”

 

Tenda itu menjadi sunyi seperti di kuburan.

 

Dia tidak berbohong….. aku bertukar tatapan dengan Raiza dan memberikan tanda kepadanya bahwa pria ini tidak berbohong. Raiza mengangguk sebagai balasannya.

 

“Jadi, kenapa kalian menyerah dengan syarat?”

Wajah Herman terlihat depresi saat dia menundukkan kepalanya, tapi perkataanku membangunkannya dari keadaan itu, dan dia menegakkan bahunya.

 

“Meskipun adalah seorang Kemonobito, Albert-sama adalah Komandan Ksatria di pasukan milik Duke Zest, sang Pedang Kekaisaran! Dia menjadi idola dari seluruh kemonobito! Dia adalah harapan! Jika itu adalah orang itu, kami berpikir bahwa kami tidak akan di aniaya…….”

 

 

 

Huh? Pedang Kekaisaran? Siapa orang bodoh yang menjulukiku seperti itu…..?
Kepalaku sakit. Nama julukan itu benar-benar memalukan…. Beraninya mereka……

 

Namun, aku memahami situasinya….. Orang-orang ini diperlakukan dengan sangat buruk disini.
Mereka tampaknya merasa trauma pada manusia.
Tapi itu tidak bagus.

 

 

 

“Aku paham….. Tapi itu tidak bagus. Kalian tidak berada di posisi yang dapat menambahkan kondisi dalam penyerahan diri kalian, bukan? Aku tidak mungkin salah, jika tidak, kenapa orang yang bertanggung jawab, datang kesini secara pribadi?”

 

Aku menghela nafas.

Tubuh Herman gemetar dan wajahnya terlihat pahit, tapi aku kembali berbicara dengan tak acuh.

 

 

“Aku tidak akan mengizinkanmu menambahkan syarat dalam penyerahan diri kalian. Namun, jika kalian menyerah, aku akan menunjuk Albert sebagai koresponden kami, dan aku bersumpah atas nama Kekaisaran Grun bahwa kalian tidak akan diperlakukan dengan buruk oleh kami.”

 

 

 

Kekaisaran tidak akan pernah mengizinkan pasukan pemberontak untuk menambahkan syarat dalam penyerahan diri mereka.
Jika hal itu terjadi, itu akan menjadi bahan tertawaan; sebuah kekaisaran dengan sebuah pasukan yang tidak dapat mengalahkan beberapa pemberontak.

Namun, jika Kekaisaran menerima orang-orang Kerajaan yang menyedihkan, kekaisaran mungkin juga akan dilihat sebagai negara yang toleran.

Itu menyesatkan, tapi mau bagaimana lagi…. Itu semua demi kehormatan para bangsawan dan negara.

 

 

Herman menundukkan kepalanya setekah akhirnya memahami perkataanku.

“Tolong, tolong, jaga kami! Kami akan berada didalam perawatan anda!”

 

 

“Herman, jangan khawatir dengan hal itu. Aku berjanji atas kebanggaanku sebagai seorang kemonobito bahwa Paduka adalah orang yang dapat dipercaya. Disamping itu, Paduka adalah orang asing yang dipanggil dari dunia lain….. Dia tidak berpikir buruk tentang kita, para kemononito. Bukankah itu benar, Paduka?”

 

Sambil terus membicarakan hal bodoh, Albert memandang ke arahku.
……. Haha, Albert menjadi banyak bicara lagi.

 

Aku mulai berbicara sambil menunjukkan senyum yang memenuhi wajahku.

 

 

 

“Dia benar. Aku bahkan memaafkannya setelah dia mencoba merayu istriku di jalanan ibukota kekaisaran. Bahkan saat dia ingin menikah dan memohon kepadaku sambil menangis, aku menolongnya. Ah! Dan saat itu di bar yang penuh dengan wanita cantik…..”
“Paduka! Saya sangat minta maaf! Saya terbawa suasana, tolong maafkan saya!”

 

 

Herman tercengang saat menyaksikan kami yang sedang saling bercanda, tapi, sebelum seorangpun mengetahuinya, dia mulai tersenyum…. Sambil meneteskan air mata……

“Kami sepenuhnya menyerah kepada Kekaisaran Grun.”

Dia mengatakan hal itu kepada kami dengan riang.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. Zero says:

    Terima kasih udah terjemahin……..
    pas ngak bisa di buka gue kira ini situs mau tutup :<

    Like

  2. BlueSky says:

    Makasih bang min…
    Di tunggu lanjutannya…

    Like

  3. aldzdiv says:

    Hohou…
    Lapaknya sudah buka pak :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s