Stranger’s Handbook Chapter 66

Chapter 66 – Akhir

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Hari berikutnya, kami memutuskan untuk melakukan pertempuran defensif, dalam rangka untuk memulihkan kekuatan sihir kami.

Pasukan Kerajaan Tarminal mulai mendekati kami saat matahari mulai terbit.

Karena kemarin aku menggunakan sihir yang mencolok, mereka pasti berpikir aku tidak dapat menggunakan sihir lagi.

Aku akan mengambil keuntungan dari kesalahpahaman itu.

Pertarungan sengit yang dimulai pada pagi hari tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
Kau dapat mendengar teriakan kemarahan dari pasukan musuh yang menyerang begitu juga dengan teriakan penyemangat dari rekan-rekanmu, yang mendukung dan bertarung di sampingmu.

Saat ini sudah siang hari.

Frontier Count dan guruku saat ini sedang menyerang balik musuh dengan mantra sihir yang tidak rumit, jadi itu tidak terdengar seperti mereka menembakkan sesuatu yang besar.
Mereka mungkin sedang bersabar.

Dengan sedikit waktu yang mereka ciptakan itu, kami mengistirahatkan tubuh kami. Kami juga memiliki rekan-rekan yang dapat menggantikan kami.

“Paduka, tandanya.”

Albert memberitahuku.

“Ayo pergi! Tujuan kita adalah untuk menangkap bendera merah yang mencolok itu! Jangan terlalu memperhatikan hal lainnya!”

“Ikuti Paduka!”
“””””Oooooooooooo!!”””””

Pintu gerbang terbuka dan kami memacu kuda kami secara bersamaan.

“Kami yang akan memimpin, Paduka!”

Aku diberitahu hal itu, dan ‘geng’ itu mendahuluiku dan dengan bersemangat berlari menuju target.

“Hahahaha, berlari menggunakan kuda di medan pertempuran dan mengambil alih pimpinan! Ah! Aku tidak pernah menyangka hari ini akan datang! Ayo semuanya, serang!!”

Mereka mengayunkan tombak mereka dan menyerang musuh.
‘Geng’ itu menerobos musuh dengan cukup mudah dan bergerak dengan cepat.

“Albert, mereka sedang sangat bersemangat, bukan?”

“……. Ya.”

Apa yang dapat kami dengar hanyalah teriakan dari prajurit musuh, saat ‘geng’ itu terus maju, seperti mereka sedang berlari di sebuah tanah kosong.
Menghadapi serangan terang-terangan seperti itu, prajurit musuh tidak dapat melakukan apapun, selain berjatuhan ketanah dengan tubuh penuh lubang akibat serangan tombak.

“…… Para maid juga melakukan yang terbaik.”
“Mereka menakutkan, para maid itu menakutkan.”
“…… Apa-apaan dengan para maid itu?”

Para ksatria hitam saling berbisik satu sama lain, tapi aku memutuskan untuk mengabaikannya.

“Kalian semua, apakah kalian benar-benar rela para maid mendapatkan semua kebanggaan itu? Jika mereka memintaku untuk mencarikan suami sebagai hadiah untuk jasa mereka, aku tidak akan bisa menolaknya, kau tau?”

“Jangan sampai kalah dengan mereka, sialan!”
“Oi! Sebelah sini, serang!”
“Para maid itu akan memakan kita! Cepat dan majulah!”

……………….. kelihatannya mereka mendapatkan motivasi, jadi itu tidak masalah.

Dan dengan demikian, kami akhirnya sampai pada target kami.
Bendera merah yang mencolok, bendera keluarga kerajaan….. saat ini kami berada tepat di bawahnya.

Markas itu dilindungi oleh banyak ksatria berequipment lengkap, tapi hal itu tidak akan menghentikan kami.

“Hahahaha, aku menemukan beberapa ksatria! Ini adalah pencapaianku! Aku menginginkan imbalan dari hal ini!”
“Apakah beberapa saat lalu, kita berhasil meninggalkan para maid!?”
“Jangan mengkhayal, bodoh! Cepat dan seranglah!”
“Aku tidak ingin di permainkan oleh para maid itu! Mereka akan memakan kita hidup-hidup!”

Saat aku sedang menunggu, aku juga menangani seluruh musuh yang datang ke arahku.
Kami sudah menang saat ini.
Kemarin, kami membunuh seluruh prajurit elite mereka dalam serbuan mantra sihir ledakan itu.
Jumlah mereka berkurang cukup banyak dan kelihatannya sebagian besar prajurit musuh pada akhirnya melarikan diri…..

Saat aku berhasil mengalahkan musuh lainnya, aku mendengar seseorang berteriak.

“Komandan musuh, keluarga kerajaan telah di jatuhkan!!”

“”””””OOOOOOOOO!!!!””””””

Aku menembakkan sebuah mantra sihir sebagai signal.

Bagus, benteng juga telah mengirimkan signal.

“Untuk saat ini, kita akan memulai pembersihan! Sesuai rencana, kalian akan mengikuti Albert!”

Aku memberi perintah kepada mereka, kemudian membawa beberapa prajurit bersamaku dan kembali ke benteng.
Apa yang tersisa hanyalah mengejar prajurit musuh yang melarikan diri untuk sesaat; setelah itu perang ini akan berakhir.

“Paduka, orang yang telah membunuh keluarga kerajaan ada disini.”

“Aku penasaran siapa yang melakukannya.”

Seorang prajurit, menunggangi kuda dan membawa sebuah tombak di punggungnya, dengan sebuah kepala tertancap di ujung tombak itu, mendekatiku.
Seluruh prajurit mengeluarkan sorakan kegembiraan…… dan teriakan.

“Paduka, saya telah menjatuhkan keluarga kerajaan musuh. Saya juga membawa belati miliknya sebagai bukti.”

“….. Kamu melakukannya dengan baik. Kamu melakukan jasa terbesar dalam perang ini. Mari kita kembali ke benteng bersama-sama.”

“Ya pak, terima kasih banyak!”

Seorang maid cantik tersenyum manis sambil berterima kasih kepadaku…..
Orang yang membunuh boss musuh adalah komandan dari unit maid.

Mengenakan seragam maid yang tertutupi darah dan membawa tombak di bahunya, maid manis ini adalah tokoh utama dalam perang ini. Jadi dia melakukan jasa terbesar, huh?………
Akan jadi seperti apa pasukanku nantinya?

Aku merasa sedikit pusing, saat kami memasuki benteng dan menghadap keruang pertemuan.

“Semuanya, kami telah kembali.”
“Per….. permisi.”

Yang ada didalam ruangan itu adalah orang yang sama.

“Oh, Zest-dono, seperti yang diharapkan dari maid petarungmu yang sering dirumorkan. Bukankah mereka membanggakan!?”

“Ya, aku benar-benar berpikir bahwa mereka adalah anak bangsawan yang sejak kecil dilatih dalam hal seni peperangan.”

“Gahaha, haruskah kita juga menambahkan unit seperti itu ke Pasukan Frontier Count?”

Anggota keluarga tua yang sama………

“Dia adalah Media, komandan unit maid dan orang yang telah membunuh keluarga kerajaan musuh.”

Dia membungkukkan kepalanya dan kemudian mengeluarkan kepala yang terpenggal dan sebuah belati.

“Ya benar, lambang keluarga itu tak diragukan adalah milik keluarga Kerajaan Tarminal. Apakah kamu mengetahui namanya?”

“Saya tidak tahu. Dia tidak mau mengatakannya kepada saya.”

“Begitu. Baiklah. Kamu melakukannya dengan sangat baik.. Kamu dapat menghabiskan waktumu dan beristirahat sekarang.”

Setelah itu, Media meninggalkan ruang pertemuan.

“Nah sekarang, strategi kita berjalan dengan cukup baik, cucu menantu-dono. Yang tersisa sekarang adalah beristirahat sejenak. Untuk saat ini kita memenangkan pertempuran pertama. Bagaimanapun, akan butuh sedikit waktu lagi sebelum pasukan utama Kekaisaran tiba disini.”

“Gahaha, kami akan mengurus rincian kecil dan penyelesaian pertempuran ini, jadi kamu dapat pergi beristirahat.”

“Mereka benar. Bagaimanapun, Kamu menembakkan sihir besar secara terus menerus. Silahkan bersantai, putra menantu-dono.”

“….. Baiklah. Aku paham. Seperti yang diduga, aku benar-benar lelah…. Sekarang aku akan sedikit beristirahat. Permisi.”

Aku membungkuk dan kembali ke kamarku.

Aku melepaskan armorku dan roboh ke tempat tidur.

Aku memang mengusulkan strategi serangan kejutan dan bawahanku melakukannya dengan sangat baik.

Kami telah memiliki kesempatan untuk memenangkan pertempuran ini bahkan sebelum perang dimulai, jadi kami dapat melakukannya.
Jika mereka menjadi waspada dengan serangan sihirku dan mulai menyerang kami setiap hari dalam waktu yang lama, kami akan kelelahan dan itu akan menjadi benar-benar berbahaya.
Aku bersyukur kami dapat menang dengan strategi serangan kejutan itu.

Tidak masalah jika bukan aku sendiri yang menjatuhkan komandan musuh. Bagaimanapun yang melakukannya adalah bawahanku.

Aku benar-benar berpikir bahwa seluruh rekanku menjauhiku karena serangan sihir gilaku di hari sebelumnya, tapi selama serangan kejutan itu, unit maid benar-benar membuktikan dirinya, dan terlebih lagi, mereka terus mengirimkan tatapan aneh ke arahku……itu benar-benar menenangkanku.

Hanya hal-hal baik yang telah terjadi…. Namun…..

“Paduka, saya ingin anda mencarikan saya seorang suami sebagai hadiah! Saya adalah putri satu-satunya jadi saya membutuhkan seorang suami untuk masuk kedalam keluarga saya, kan?!”

Aku benar-benar bingung mendengar permintaan hadiah yang Media ajukan.

……… Siapa yang harus aku korbankan?……..

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

10 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Kasih aja mimin zen, kyk nya masih jomblo zest-sama :v

    Like

  2. Bloodthirsty says:

    hadiah suami wkwk…

    Like

  3. GoeMooN says:

    Jiiir, siapa yg bakal jd tumbal buat maid sadis 😀

    Like

  4. Rawing says:

    Terimakis min translet nya hehe

    Like

  5. Trè says:

    kali ini kutipannya adalah ” siapa yang harus aku korbankan”. kah( )’3′)

    Like

  6. BlueSky says:

    Di tunggu pengorbanannya min…. :v

    Like

Leave a Reply to Musthofa Ayyasy Nuryaman Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s