Commanding Wind and Cloud Chapter 29

Chapter 29 – Kecantikan Sesungguhnya

Penerjemah : Beonovel
Editor : –
Sumber English : Qidian International

Banyak teman sekelas yang berkumpul di kamar Rollin dan Qian Jin untuk pesta dan ngobrol. Ketika laki-laki berkumpul, topik yang biasanya muncul selain pertarungan dan pelatihan adalah tentang perempuan. Remaja 15-16 tahun itu sudah tahu apa yang akan terjadi.

Nama Julius adalah nama gadis yang paling sering disebutkan. Menurut Rollin, “Gadis yang paling di populer di akademi adalah gadis yang paling sering disebut oleh para cowok. Jika para cowok memilih pasangan fantasi seksual paling ideal, Julius mungkin akan menang dengan mudah.”

Dari apa yang Qian Jin dengar, kesannya terhadap Julius adalah adalah dia berasal dari keluarga yang kaya dan sombong, serta menggunakan laki-laki sebagai pesuruhnya.

“Aku mendengar kalau kau menghancurkan aturanmu sendiri yang tidak berpartisipasi dalam persaingan peringkat 10 teratas demi diriku kemarin kan? Dan juga kau mengalahkan seseorang yang memiliki peringkat lebih tinggi darimu?” Julius melipat lengannya dan menekan dadanya ke atas. Matanya melirik ke sekitar dan kepala agak mendongak, seolah-olah dia sedang menyatakan pesonanya dengan cara yang penuh kebanggaan. “Bagus, aku bersedia untuk pergi kencan denganmu. Setelah kau selesai dengan kelasmu hari ini, kau bisa datang menemuiku…”

Qian Jin memicingkan mata ke Julius dan orang-orang di sekitarnya bisa tahu dari ekspresi Qian Jin bahwa dia sangat lelah. Dia perlahan mengangkat tangannya dan meraih bahu Julius. Orang-orang mulai menahan nafas. “Si Qian Jin ini biasanya tidak ingin menonjol, tapi dia sangat berani hari ini. Dia menyentuh Julius di depan umum? Orang ini…” Pikir orang-orang.

“Permisi… kau menghalangi jalan.” Qian Jin mengeluarkan sedikit kekuatannya dan mendorong Julius ke samping. Qian Jin mulai berlari setelah melihat teman-teman sekelasnya mulai bergerak. “Aku tidak punya waktu, jadi silakan cari orang lain yang bisa bermain denganmu,” kata Qian Jin kepada Julius bahkan tanpa melihat ke arahnya.

Kerumunan orang di belakangnya bahkan belum mulai berlari karena terkejut melihat apa yang Qian Jin lakukan.

Apa yang baru saja dilakukan Qian Jin? Dia menolak Julius? Dia menolak gadis paling populer di akademi dan dia secara langsung mendorong Julius karena menghalangi jalan?

Mulut Julius terbuka lebar saat menatap punggung Qian Jin.

“Orang ini… Qian Jin berani menolakku? Dia… dia…” Julius memegang erat tangannya dan bergetar karena marah. Matanya terkunci ke Qian Jin.

 

“Oh? Rodriguez, anak yang selalu kau perhatikan itu sangat menarik.”

“Pak kepala, ini sebabnya aku sangat menghargai dia. Ketika melihatnya di akademi, dia tidak pernah memperhatikan gadis-gadis cantik, dia memperlakukan mereka seperti angin. Aku bisa katakan kalau dia tidak berpura-pura menjadi keren untuk menarik perhatian mereka. Mental seperti ini sangat jarang terlihat pada murid lain seusianya.”

 

“Julius yang cantik…” Rollin menggosok-gosok tangannya dan berkata, “Aku teman baik Qian Jin. Aku dengan senang hati akan menggantikannya karena dia sedang tidak tersedia…”

“Humph!” Julius memotong Rollin dan berbalik ke panggung meditasi untuk murid mage.

“Rollin, cepat!” Qian Jin berbalik dan berteriak ke Rollin yang masih dalam keadaan terobsesi. “Apa kau ingin pantatmu dipukuli oleh Instruktur Rodriguez?”

Rollin merinding mendengar teriakan itu. Dia dengan enggan mengalihkan pandangannya dari Julius dan mulai berlari mengejar Qian Jin.

Qian Jin melihat lemak Rollin yang bergetar saat Rollin berlari. Dia bingung, si gendut ini selalu mengikuti latihan pagi dan latihan warrior, tapi kenapa lemaknya tidak berkurang?

Rollin akhirnya bisa mengejar Qian Jin yang sengaja melambat untuk menunggunya. Mereka mulai berlari mengelilingi lapangan berdamping. Rollin sedikit bingun ketika mereka melewati panggung meditasi. “Ekspresi iri yang sama lagi. Kenapa Qian Jin sangat ingin menjadi mage? Sehebat apa sih menjadi seorang mage?” Pikirnya.

“Eh?” Qian Jin merasakan tatapan dari temannya, jadi dia bertanya, “Apa yang kau lihat?”

“Tidak ada. Aku sedang memikirkan respon epik yang kau berikan ke Julius. Apa kau menyerah karena kau tahu bahwa aku menyukainya? Bro, aku benar-benar tersentuh dengan pengorbanan dirimu.” Kata Rollin. Dia tumbuh di keluarga pedagang , karena itu, dia sangat sensitif. Dia bisa tahu bahwa bukan hanya rasa iri, tapi juga ada rasa kesepian di mata Qian Jin. Dia tahu bahwa itu mungkin sesuatu yang tidak ingin diingat lagi oleh Qian Jin.

“Bro, aku senang melihatmu seperti ini. Tapi sebagai teman sekamarmu, aku harus mengingatkanmu bahwa standarmu cukup rendah. Sekarang aku benar-benar meragukan penampilan adikmu.”

“Hei bro, apa kau pikir ada perempuan yang lebih cantik dari Julius di akademi ini? Aku pikir kau… huh… kau…” Rollin terengah-engah ketika mereka melewati panggung meditasi lagi. “Aku tahu kau tidak bisa menangkap hati Julius, jadi kau mengatakan seperti itu. Jika tidak, buktikan kepadaku seseorang yang lebih cantik darinya.”

“Ini terlalu mudah.” Qian Jin mendongak ke panggung meditasi dan melirik semua murid mage perempuan yang merasa terganggu sampai membuka mata kerena mendengar percakapan yang keras dari Qian Jin dan Rollin. “Contohnya…”

Qian Jin tiba-tiba melihat seseorang yang familiar sedang duduk di sudut panggung, hampir tidak terlihat. Gadis ini menggenakan jubah mage hitam besar dan topi mage besar di kepalanya. “Contohnya, Gabriella lebih cantik dari Julius.”

Puluhan murid mage yang sedang bermeditasi hampir membenturkan kepala ke lantai dan murid-murid warrior di belakang Qian Jin merasakan kaki mereka melemah. Suara tawa pecah dari panggung meditasi dan lapangan, dan Gabriella yang duduk di sudut, lebih menundukkan kepala dan menyusut ke dalam jubahnya.

“Bro, aku merasa sedih denganmu sekarang, kecantikan di matamu benar-benar berbeda. Sepertinya aku harus memperkenalkan adikku kepadamu agar kau tahu seperti apa kecantikan sesungguhan.” Rollin menyeka keringat di dahinya dan berbicara sambil terengah-engah. “Kau bilang Gabriella itu, gadis paling biasa yang pernah sejak Akademi Oakland didirikan, adalah gadis yang cantik?”

“Eh?” Qian Jin menatap heran ke Rollin. “Kau tahu Gabriella juga?”

Rollin menghela nafas 3x berturut-turut. Dia menatap kecewa ke teman sekamarnya yang tidak pernah memperhatikan gadis-gadis seksi sambil berdehem dan berbisik, “Bro, di akademi, Gabriella adalah salah satu gadis paling terkenal juga; ketenarannya sebanding dengan Julius. Namun itu bukan karena wajahnya yang menakjubkan. Dia terkenal karena bakatnya dalam merapal mantra sebagai mage. Kau bisa mengatakan kalau dia memiliki bakat terburuk di akademi; itu belum pernah terjadi sebelumnya.”

“Dia sekarang di Tingkat Kedua di Cabang Mage, tapi kekuatan spiritual dan sihirnya sama seperti ketika masuk ke akademi. Dia nyaris dikeluarkan. Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi pasangannya saat ujian.” Rollin menarik nafas dalam-dalam dan menjelaskan semuanya ke Qian Jin.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. danar433 says:

    semangat mimin & beonovel-san

    Like

  2. ko says:

    Novel china susah ditebak main heroinenya :3

    Like

  3. Bloodthirsty says:

    sip kyknya gabriela yg jadi main heroinenya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s