Stranger’s Handbook Chapter 63

Chapter 63 – Pertempuran di Perbatasan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Apakah unit pengintai sudah berangkat? Bagaimana dengan susunan pemasokan?”
“Ya pak, senjata dan armor telah selesai diangkut dari kastil Frontier Count.”

Aku sedang menaiki kuda dengan kecepatan penuh, sambil memakan daging kering.

“Apakah ada pembelot?”
“Tidak ada. Masih ada 1100 prajurit yang berkuda, sama seperti yang di rencanakan. Tidak ada satupun pembelot.”

Aku meminum sedikit air dari kantung air.

 

Dua hari berlalu sejak keberangkatan kami.

Kami memasuki wilayah Frontier Count dan sedang bergegas menuju kamp pasokan barang.
Awalnya kami berencana untuk berhenti terlebih dahulu di kastil Frontier Count dan kemudian pergi menuju perbatasan, tapi kami menemukan lebih banyak prajurit berada di dalam kastil dari pada yang kami duga.

Para prajurit itu tinggal disana untuk mengirimkan barang yang dibutuhkan dari kastil ke medan pertempuran secepat mungkin.
Dari sana akan membutuhkan waktu dua hari lagi….. atau mungkin, kami akan tiba di perbatasan besok.

 

Setelah perjalanan panjang, tanpa tidur sama sekali, biasanya orang akan berjatuhan.
Namun, para prajurit yang mengikutiku adalah mereka yang berhasil bertahan dari pelatihan keras milik Frontier Count.

 

Kami mendirikan kemah untuk semalam di tempat pertemuan, karena jika lebih dari sini medan pertempuran akan terlalu dekat.

“Paduka Zest, pengintai telah kembali.”

Seorang ksatria hitam membawa seorang mantan petualang bersamanya.

“Saya akan mulai melapor: Pasukan Frontier Count berada dalam keadaan bagus. Mereka bersembunyi di Benteng Perbatasan, menahan pasukan musuh yang mengepung mereka.”

Untuk saat ini aku bisa merasa lega…. Tidak masalah, aku dapat datang tepat waktu.
Saat ini mereka belum jatuh, kami masih bisa melakukannya.

“Pasukan Kerajaan Tarminal berjumlah sekitar 20.000 prajurit. Bendera keluarga kerajaan berkibar di atas markas mereka.”

……… Keluarga kerajaan? Haruskah kami menangkap mereka?

Dalam kasus terburuk aku harus membunuh mereka… Tapi aku lebih ingin menjadikan mereka sebagai tahanan perang, jika memungkinkan….
Itu tidak berguna. Aku tidak bisa berpikir dengan benar.

“Kamu melakukan kerja yang bagus. Apakah ada tanda-tanda musuh di sekitar sini?”
“Tidak ada. Garis pertahanannya terawat dengan baik.”

“Baiklah. Pergi dan beristirahatlah.”

 

Setelah pengintai itu pergi, aku memanggil Albert.

“Albert, biarkan para Unit Maid tidur terlebih dahulu. Jika saja ada prajurit yang menyelinap ke tempat para maid tidur, bunuh dia.”
“Ya pak!”

“Sementara untuk formasinya, pada bagian tengah akan menjadi perkemahan, dikelilingi oleh para maid, para ksatria hitam dan prajurit reguler dengan urutan seperti ini. Para mantan petualang akan tidur di luar lingkaran ini, karena mereka sudah terbiasa berkemah di malam hari dan menghadapi serangan musuh.”
“Bagaimana dengan Pasukan Frontier Count?”

“Mereka akan bersiap-siap. Kita tidak dapat membawa mereka ke medan pertempuran bersama kita jadi aku akan membuat mereka bekerja keras di sini. Kamu juga harus segera tidur. Bagaimapun besok adalah pertempuran penentuan.”
“Ya pak! Dimengerti!”

 

Albert meninggalkan tenda dengan cepat.

 

 

Aku berbaring dan segera tertidur…. Aku tidak tahu apakah aku bisa tidur lagi selama pertempuran ini.

 

Pasukan Frontier Count mempersiapkan makanan hangat untuk kami, jadi kami menerimanya dan berangkat.

Aku tidak bisa mengatakan kelelahanku sudah hilang sepenuhnya.
Tapi aku sudah cukup pulih agar dapat bertarung tanpa masalah.

 

Kami tiba pada sore hari.
Dan apa yang kami lihat adalah Pasukan Frontier Count yang mempertahankan diri didalam benteng dan Pasukan Kerajaan Tarminal yang berbaris di medan pertempuran sejauh mata memandang.

 

“Saya akan melapor: Pasukan Frontier Count memiliki 3000 prajurit, semangat mereka sangat tinggi. Mereka juga tidak memiliki masalah persediaan. Mereka dapat mempertahankan benteng itu selama satu bulan dengan 10.000 pasukan yang menyerangnya.”

Begitu. Kami tidak perlu menerobos dengan ceroboh.

“Baiklah. Tuan dan Nona! Kita akan masuk kedalam bentang.”

Para prajurit tidak memahami perkataan itu, jadi mereka terkejut.
Para ksatria hitam mulai tersenyum lebar…. Kelihatannya mereka memahaminya.

 

“Tuan dan Nona! Sekarang kita akan menyerang pasukan musuh dari belakang dan ,menerobos menuju benteng. Jangan khawatir, para ksatria hitam dan aku akan berada di garis depan, jadi kalian hanya tinggal mengikuti kami. Mudah, kan?”

“Seperti yang kuduga.”
“Ya…. Kelihatannya begitu.”
“Aku sangat bersemangat…. Kita akan melompat ke tengah-tengah musuh dan memecah menghancuran barisan mereka.”

Para ksatria hitam dengan bersemangat bersiap untuk bertempur.

 

“Bagus. Jangan berbicara untuk saat ini. Kita sekarang akan menendang pantat orang-orang bodoh itu… Namun, kita akan menerobos menuju benteng, ok? Jika kalian terpisah, kalian mungkin akan terkena anak panah sendiri, jadi berhati-hatilah.”

 

 

Kami diam-diam maju melalui hutan.
Itu adalah sore hari, waktu yang tepat untuk melakukan serangan kejutan dan mundur dengan cepat selama perang.

 

Dalam diam, aku melambaikan tanganku untuk memberi tanda kepada para prajurit untuk tetap menunggang kuda mereka.
Albert dan para ksatria hitam akan mengikuti dari belakangku.

 

Ada sekitar 200 meter lagi sebelum kami sampai di garis belakang musuh… Saat ini mereka belum menyadari keberadaan kami.
Aku mengeluarkan seluruh kekuatan sihirku dan menembakkan 100 panah cahaya ke langit, lalu membuat mereka berjatuhan ke medan pertempuran.

 

 

“Apa….. ada sihir di belakang kita……! Mu…. Musuh menyerang! Musuh menyerang!”

Beberapa prajurit menyadari apa yang sedang terjadi dan mencoba memperingatkan kawan mereka, tapi itu sudah terlalu terlambat.
Aku kembali menembakkan 100 anak panah.

“Bagus. Mereka kocar-kacir! Kita akan berlari menerobos mereka sekaligus!”

“”””””Yeaaaaaaaaaah!!!””””””

 

Aku berada di barisan depan, menunggang kudaku dan terus menerus menembakkan panah cahaya ke berbagai arah.
Aku memiliki kekuatan sihir yang besar dan menembakkan begitu banyak panah sehingga musuh mulai mengincarku.

Saat panah cahayaku menyentuh tanah, mereka mengenai tubuh para prajurit, sementara separuh dari mereka mengenai armor mereka.
Panah itu tidak bisa menembusnya?…. Lalu bagaimana dengan ini?

Aku mengontrol anak panah untuk jatuh secara diagonal dari jarak sejauh mungkin.
Setiap kali aku mengerahkan kekuatan sihirku, 100 panah cahaa berjatuhan dari langit.
Aku bahkan tidak ingat sudah berapa kali aku menembakkan mereka pada saat itu.

 

Pada saat aku mulai bernafas dengan cepat, aku melihat panah dan mantra sihir datang dari arah benteng dan melindungi garis pertahanan kami.
Haha. Kakek, kau sangat memahamiku.

“Langit! Benteng telah melakukan serangan bantuan! Kalian akan terbunuh jika kalian terpisah, jadi ikuti aku!!”

Karena serangan kejutanku dan serangan bantuan yang dilakukan oleh benteng, Pasukan Kerajaan Tarminal sama sekali tidak bisa mengoordinasikan diri mereka.
Aku sedang menunggangi kudaku, menembakkan panah cahaya ketempat dimana ada pasukan musuh yang bergerombol.

 

 

Tinggal sedikit lagi.
Kami hampir tiba di benteng…..

 

 

Kami mendengar teriakan bahagia datang dari depan.
500 lagi sampai kami mencapai benteng.

 

“Ayo!”
“Berjuanglah! Tinggal sedikit lagi!”
“Oii, siapkan panah kita!”

 

Untuk menjawab teriakan dan dukungan dari rekan-rekannya, para ksatria hitam mengayunkan senjata mereka dengan ganas, membersihkan daerah sekitar kami.

Kami akan segera mencapainya.

Pintu gerbang benteng telah dibuka.

Oi, itu masih terlalu cepat! Musuh akan masuk kedalam……

 

 

“Gahahahahaha! Aku hanya menyambut anakku! Kalian semua silahkan pergi dan bermain-main!”

“Ikuti Komandan Ksatria!!”
“”””Yeaaaah!!!””””

 

Ayah angkatku, Galef, mulai mengayunkan tombaknya dan menyerang para musuh.

……….. Aku bersyukur karena kamu tidak terluka, ayah.

 

 

Sesaat setelah ayah angkatku, di ikuti oleh para ksatria hitam, melancarkan serangan kepada pasukan musuh, kami akhirnya mencapai benteng.
Aku merasa lega. Aku tidak menyangka mereka akan menyerang musuh.
Kamu benar-benar menolong, ayah.

………… itu terlalu memalukan, jadi aku tidak mengatakannya kepadanya.

 

 

Kami memasuki benteng dan disambut oleh sorakan dari rekan-rekan kami.
Karena benteng ini tidak terlalu luas, aku melihat sekelilingku dan melihat bahwa ada banyak prajurit yang sedang memandangku…….
Yah, aku haru melakukannya…. Aku benar-benar harus melakukannya…..

Ayah angkatku menuntunku menuju balkon.
Ini adalah saatnya komandan pasukan bantuan memberikan pidato.

Dalam rangka untuk meningkatka semangat prajurit, aku harus mengatakan beberapa perkataan yang masuk akal dan cerdas.
…… Aku menghela nafas…. Mau bagaimana lagi, huh?

Aku mundur dan memotivasi diriku sendiri, lalu mulai berbicara dengan cara yang mengesankan.

 

 

 

“Waktu yang kalian semua tunggu telah tiba. Dalam rangka untuk mencegah kematian yang tidak perlu dari para pemberani kita, dalam rangka untuk sekali memperjuangkan cita-cita Kekaisaran Grun, dalam rangka untuk mempertahankan wilayah Frontier Count! Rekan-rekan sekalian, aku telah kembali!”

 

Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh!!!

 

 

Itu sukses besar….
Dan ya, Aku…. Pada akhirnya aku hanya memberikan pidato pujian untuk diriku sendiri. Jadi maaf tentang hal itu.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. GoeMooN says:

    Keren, perangnya bener2 gx seru xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s