Commanding Wind and Cloud Chapter 27

Chapter 27 – Air Panas Ajaib

Penerjemah : Beonovel
Editor : –
Sumber English : Qidian International

Blake membuka penjepit dan melepaskan bongkahan besi. Saat sepotong bongkahan besi ini melompat di udara karena tekanan dari pukulan, Blake meraih potongan bongkahan besi panas lainnya dan meletakkan ke atas paron. Pada saat bongkahan besi yang terbang tadi terjatuh ke atas bongkahan besi baru, palu mendarat ke keduanya.

Dua potongan besi panas memantul seakan-akan saling mendorong satu sama lain, tapi serangan tanpa ampun menekan keduanya.

Qian Jin berkedip berulang kali saat menyaksikan itu. Skill baru ini terlihat lebih sulit dibandingkan skill yang dipelajarinya kemarin. Kali ini, dia mengayunkan palu dengan sempurna dan memprediksi di mana kedua bongkahan besi itu akan bertemu. Setelah merasakan, dia memukul kedua bongkahan besi tepat pada saat keduanya bersentuhan.

“Ini bagian dari blacksmith?” Qian Jin terperangah. Di merasa seperti sedang menyaksikan seorang Great Warrior mengajarinya bagaimana cara bertarung dan membunuh musuh.

Palu diangkat dan dihempaskan ke bongkahan besi setelah diayunkan dalam lingkaran penuh…

Palu diangkat dan dihempaskan ke bongkahan besi setelah diayunkan dalam lingkaran penuh…

Palu diangkat dan dihempaskan ke bongkahan besi setelah diayunkan dalam lingkaran penuh…

Dua potongan besi berubah menjadi satu potong besi dan sepotong besi berubah menjadi mata tombak; rasa panas dari mahakarya itu membombardir wajah Qian Jin, dan dia berkeringat. Sama seperti sebelumnya, Blake mengambil hasil kerjanya dengan penjepit dan melemparkannya ke dalam seembar air. Logam panas bertemu dengan air dingin, dan suara seperti jeritan terdengar saat uap seperti awan mulai naik terus menerus.

Setelah menyelesaikan itu, Blake meletakkan palunya dan menyalakan pipanya lagi. Dia menunjuk ke paron dan bongkahan besi di lantai dengan pipa dan memerintahkan, “Lakukan apa yang baru saja kulakukan.”

“Tunggu.” Kata Blake sambil melihat ke Qian Jin sekali lagi. Dia kemudian menunjuk ke halaman belakang dan berkata, “Kau mandi dulu.”

“Mandi?” Qian Jin tidak yakin kenapa blacksmith tua itu menginginkannya melakukan itu, tapi dia menyeret tubuh lelahnya itu ke halaman belakang.

Dia belum beristirahat di sepanjang hari itu. Setelah menyelesaikan pekerjaan blacksmith sebelumnya, dia mencuci barang-barangnya, ikut kompetisi adu panco, melakukan pekerjaan sambilan sebagai blacksmith, and akhirnya bertarung dengan Revolver-Skyblade sebelum kembali ke Endless World; tubuhnya tidak mendapatkan istirahat.

Setelah menanggalkan pakaian, dia melompat ke dalam kolam air panas yang beruap. Segera, dia merasakan kehangatan berputar-putar di sekitar tubuhnya. Rasa lelah ditubuhnya perlahan-lahan hilang saat rasa hangat menguasai tubuhnya.

“Enak!” Qian Jin menutup matanya. Itu bukan seperti dia belum pernah mandi dengan air panas sebelumnya, tapi dia tidak pernah merasakan yang seenak ini. Rasa lelah ditubuhnya benar-benar hilang. “Ini ajaib.”

Qian Jin mengangkat tangannya dan membuka telapak tangannya. Dalam beberapa menit, rasa sakit dan nyeri di otot-ototnya telah hilang. Dia menatap air panas tersebut dan air itu entah bagaimana begitu berawan; itu tidak sebersih saat dia baru saja masuk ke dalamnya.

“Merasa lebih baik?” Suara serak Blake terdengar dari dalam ruang kerja. “Jika kau tidak lelah lagi, keluar dan mulailah bekerja.”

Qian Jin melompat dari kolam air panas, mengeringkan dirinya dengan canggung, dan berpakaian. Dia kembali ke ruang kerja sambil terus menatap ke kolam air panas.

“Itu…” Blake memecahkan keheningan, “Itu kolam air panas anti-lelah. Kau bisa menggunakan secara cuma-cuma sebanyak 3 kali dalam sehari. Setelah 3 kali, air akan berubah menjadi kehijauan dan kehilangan efek anti-lelah. Jika kau ingin mengembalikan efeknya, kau harus membeli bubuk obat dari toko potion mistik dan meletakkannya ke dalam kolam.”

“Jadi aku perlu uang?” Qian Jin melewati pintu dan menatap ke jalan. Tidak ada apa-apa kecuali toko di desa kecil itu; dia bahkan tidak melihat penduduk sejauh ini. Di mana dia bisa menemukan kesempatan untuk menghasilkan uang?

“Endless World sangat luas.” Blake mengetuk pintu dengan pipanya sambil bersandar di dinding. “Setiap harinya. kau bisa 3 kali menggunakan secara gratis, jadi gunakan itu dengan bijak. Sekarang, mulai bekerja…”

Setelah melihat Blake menutup matanya dan mengisap pipa, Qian Jin tahu bahwa dia tidak bisa mendapatkan informasi lebih banyak dari blacksmith tua itu. Dia fokus ke bongkahan besi panas yang ada di tungku.

“Ini akan menantang.” Qian Jin menarik nafas dalam-dalam dan meletakkan sepotong bongkahan besi ke atas paron dengan penjepit. Dia mengangkat palu 300 pon ke atas kepalanya dengan sekuat tenaga dan mengayunkan dalam lingkaran penuh sebelum memukul ke bawah.

Tink! Percikan bunga api terbang ke segala arah; suara dari logam yang berbenturan memecah keheningan di dalam toko kecil itu sekali lagi.

Mata Blake yang tertutup menjadi terbuka dan dia menyipitkan matanya ke arah Qian Jin. Cahaya apresiatif terlintas di wajahnya. Dia tersenyum dan mengangguk tanpa sadar.

Qian Jin tidak lagi memperhatikan Blake. Satu-satunya yang ada di matanya adalah bongkahan besi panas. Seolah-olah dia sedang menghadapi musuh terbesarnya, palu besar di tangannya terus menerus menghantam logam.

Ada 2 potongan bongkahan besi. Itu tidak semudah memukul dan mengayunkan palu dua kali di saat yang bersamaan. Begitu Qian Jin memukul 2 potong logam, dia tahu bahwa dia juga membutuhkan usaha 2 kali lipat.

Hanya suara monoton, berulang-ulang dan menusuk telinga dari logam yang berbenturan yang bergema di dalam toko blacksmith. Keringat meluncur dari dari dahi Qian Jin dan pakaian telah dibasahi keringat sejak tadi. Terkadang, keringat masuk ke dalam matanya, tapi dia hanya mengedipkan matanya secara refleks; dia tidak berhenti memukul.

Lengan kanannya telah lelah dan tidak bisa lagi mengayunkan palu.

Lengan kirinya mengambil alih dan mulai memukul.

Setelah lengan kirinya lelah, dia mengembalikan ke tangan kanannya. Kelelahan mulai timbul di lengan kanannya lagi.

Lengan kiri…

“Profisiensi Forging anda meningkat. Strength anda meningkat 1 poin.”

“Profisiensi Forging anda meningkat. Strength anda meningkat 1 poin.”

“Profisiensi Forging anda meningkat. Strength anda meningkat 1 poin.”

Terakhir kali, Qian Jin butuh waktu hingga malam hari untuk menyelesaikan 1000 pukulan. Kali ini, dia butuh 300 pukulan.

Setelah menggunakan semua energi warrior tingkat 4 dan tubuhnya hampir kehabisan tenaga, akhinya dia berhasil menyelesaikan 300 pukulan.

Setelah melakukan pukulan terakhir, suara bergema yang teredam terdengar; itu adalah suara logam mengenai lantai. Itu adalah palu yang jatuh dari tangan Qian Jin. Dia tidak lagi memiliki tenaga setelah menyelesaikan 300 pukulan palu 300 pon. Dia jatuh ke lantai. Dia berbaring dengan lengan dan kaki yang direntangkan sambil terengah-engah.

Kali ini, Qian Jin merasakan bukan hanya bagian kanan tubuhnya yang menjerit kesakitan, tapi semua otot di tubuhnya juga menjerit. Bahkan ketika dia membuka mulutnya dan bernafas, dia merasakan otot di mulut dan wajahnya menjadi kaku. Dia bahkan tidak memiliki tenaga untuk mengerakkan satu jari.

Blake membuka matanya. Dia mengusap kotoran kering dari sudut matanya sambil melihat melihat ke langit dari pintu untuk mengetahui waktu. Dia akhirnya melihat ke Qian Jin dan berkata, “Kerja bagus hari ini. Sepertinya masih ada sedikit waktu yang tersisa. Tidak banyak potongan besi yang tersisa di sini. Ada tambang di sisi timur desa. Pergi ke sana dan ambil beberapa bijih logam kemudian kembali ke sini.”

Blake tidak memberikan Qian Jin kesempatan untuk mengatakan tidak. Dia menyerahkan sekop ke Qian Jin dan meraih beberapa potongan logam untuk menunjukkan apa yang dia cari. “Perhatikan baik-baik. Yang hijau adalah [Bijih Perunggu] dan yang hitam keabu-abuan adalah [Bijih Besi] . Yang merah tua adalah [Tembaga wind-fire]; tapi mungkin kau tidak bisa menggalinya. Oke, kau sudah bisa berangkat.”

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Michiko says:

    Coooollllll!!!!
    Keduax!

    Like

  2. Syra says:

    Pertamaax

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s