Stranger’s Handbook Chapter 62

Chapter 62 – Pembawa Pesan dari Negara Tetangga

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

 

“Terima kasih telah datang, Zest. Aku lihat Bea juga melakukan yang terbaik.”

Yang Mulia mengatakan hal itu dan tertawa.
Dia datang mengunjungi kami beberapa kali, dan akhir-akhir ini dia mulai bertindak seperti seorang kerabat yang datang sesekali.

Aku adalah seorang duke dan akan menikahi putrinya di masa depan.
Aku tidak berencana untuk menabur benih perselisihan di antara kami, karena saling bermusuhan akan terlalu merepotkan.
Bagaimanapun, aku di paksa menerima putrinya, Tuan Putri Tsubaki, untuk menjaga agar kami tetap bersekutu….

Aku tidak bisa mempercayainya begitu saja, tapi aku bisa mengandalkannya.

“Namun, spirit drop ini benar-benar enak, bukan?”

………………. Bukankah ini adalah alasan sebenarnya dibalik keramahanmu, Yang Mulia?

 

Setelah kami saling menyapa dan melakukan percakapan ringan, ini adalah saatnya masuk ke topik utama.
Kami saat ini sedang berada di dalam wilayah kediaman istana.
Meskipun kami dapat membicarakan apapun, hal itu juga memiliki batasan tertentu; Bangsawan benar-benar merepotkan dan itu adalah fakta.

 

“Sejujurnya, kami menerima seorang pembawa pesan dari negara tetangga, Kerajaan Tarminal….. Jadi aku memintamu untuk menghadiri pertemuan ini.”

Kerajaan Tarminal.
Itu adalah negara yang terletak di sebelah wilayah Frontier Count. Itu adalah sebuah negara tertutup yang menetapkan doktrin supremasi pada ras manusia.
Awalnya, Frontier Count ingin menyulut konflik internal di negara itu, tapi sekarang itu adalah hal yang berbeda.
‘Jika kita mendapatkan kesempatan, kita harus memulai perang.’
Seluruh bangsawan yang ada di Kekaisaran setuju dengan ide itu.

Kelihatannya kami tidak dapat hidup dala kedamaian lebih lama lagi….

 

“Aku tidak dapat menduga masalah apa yang akan di diskusikan, tapi sudah jelas bahwa negara itu berbahaya…… Yah, kita tidak akan mengetahui apapun sampai mereka tiba disini, tapi aku akan memintamu tetap disini, hanya untuk jaga-jaga.”

Sang Kaisar menunjukkan ekspresi mengerikan di wajahnya, saat kami berdua meminum sedikit teh hitam.

Hanya untuk jaga-jaga…. Singkatnya, dia mengumpulkan kekuatan perang terbesar sebagai rencana pencegahan pada kemungkinan pembunuhan.
Bahkan jika Kaisar terbunuh, aku akan membunuh pembunuhnya dan memulai perang untuk balas dendam, atau sesuatu seperti itu.
Yah, aku ada disini juga dapat berarti untuk mencegah dirinya terbunuh, tapi aku masih harus memikirkan tentang hal terburuk yang mungkin terjadi dan bersiap-siap.

 

Setelah kami selesai membicarakan masalah itu, Tuan Putri Tsubaki dan Ratu Natasha bergabung dengan kami untuk melakukan percakapan ringan.
Seperti biasa, Tuan Putri Tsubaki bermain bersama Bea dan Toto.

“Bea nee-sama, Maukah kamu tidur bersamaku malam ini?”

“Ya, kita juga akan mengajak Toto-chan.”

(Tsubaki, kamu sungguh kesepian.)

 

……. Kelihatannya aku tidak punya pekerjaan untuk hari ini. Haruskah aku pergi minum bersama dengan Albert?

“Itu tampak diwajahmu, kepolosan dari orang yang baru saja menikah.”

“Ara! Zest tidak bisa tertolong.”

Kalian berdua, berhenti membaca pikiranku.
Aku tidak menyesali apapun, ok? Aku tidak menyesalinya.

 

Aku meninggalkan Toto dan Bea, dan kembali ke kamarku. Mereka menyiapkan sebuah kamar khusus untukku didalam Istana.

Aku hanya ingin tidur….

 

 

Dengan demikian, setelah tiga hari, pembawa pesan yang dimaksud tiba di Istana.

 

Ruang pertemuan.
Aku berdiri di belakang sang Kaisar, dan tidak meninggalkan sisinya.
Itu adalah tempatku sebagai seorang duke dan tunangan putrinya.

 

Pembawa pesan itu adalah seorang pria tua kurus dengan rambut berwarna merah.
Kekuatan sihirnya tidak dapat kulihat…. Itu saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia cukup kuat….

“Aku adalah Kaisar dari Kekaisaran Grun. Kamu boleh berbicara.”

Dengan wajah yang masih tertutup, pembawa pesan itu mulai berbicara.

“Nama saya adalah Harnil dan saya adalah seorang Count dari Kerajaan Tarminal.. Saya harus berterimakasih, Yang Mulia, karena telah memberikan kesempatan kepada pria tua ini untuk bertemu dengan anda.”

“Baiklah. Aku akan mendengarkan masalahmu.”

“Ya. Saya dipercayakan sebuah surat dari Kerajaan Tarminal bersama dengan sebuah pesan suara.”

Dia mengeluarkan surat dari saku dadanya dan menyerahkannya dengan kedua tangannya.

Hanya untuk jaga-jaga, aku mendekatinya dan mengambil surat itu.
Surat itu tidak mengandung satupun sihir yang mencurigakan. Aku menggunakan sihir pengamatanku hanya untuk jaga-jaga, tapi semuanya kelihatan baik-baik saja.

Aku menyerahkan surat itu kepada Kaisar, dan dia mulai membacanya.

Sang Kaisar tidak seperti dirinya yang biasanya.
Biasanya, dia tidak akan membiarkan perasaan yang dia rasakan tampil di wajahnya, tapi sekarang dia benar-benar terlihat marah.

Para bangsawan yang ada di ruang pertemuan merasakan sesuatu yang tidak beres dan wajah mereka berubah menjadi pucat.

 

Tak lama kemudian, Kaisar menutup surat itu dan mulai berbicara.

“Apakah kalian serius? Apakah kamu tahu isi dari surat ini?”

“Bahkan jika anda menanyakan hal itu kepada saya, saya memiliki pesan suara yang harus disampaikan kepada anda.”

Pembawa pesan itu bahkan tidak gentar sedikitpun.

“Surat itu resmi. Mulai hari ini, Kerajaan Tarminal menyatakan perang melawan Kekaisaran Grun.”

Dia menaikan kepalannya dan, tanpa mengubah ekspresinya, dia menyampaikan pesan itu.
Mereka serius.
Jika seperti itu……

 

 

“Pesan! Sebuah pesan darurat!”

 

Pintu ruangan terbuka dengan keras dan rusak, prajurit yang terluka meloncat jatuh kedalam ruangan. Sosoknya yang penuh luka tidak cocok untuk berada di ruangan seperti ini.

 

“Ada apa ini? Dasar bawahan yang tidak sopan!”

“Beraninya kau menunjukkan dirimu yang seperti ini di depan Yang Mulia!?”

“Penjaga! Segera bawa pergi pria ini!”

Orang-orang bodoh itu……
Para bangsawan itu bahkan tidak bisa membaca situasinya….

 

“Diam! Jika itu adalah pesan darurat, dia dapat mengabaikan etiket. Laporkan!”

Saat aku melepaskan seluruh kekuatan sihirku untuk menekan dan mengendalikan sekelilingku, aku telah mengambil sebuah pedang dari item box-ku.
Mereka telah menyatakan perang, yang artinya kami harus mengikuti aturan masa perang.

 

“Baik, Yang Mulia. Pasukan Kerajaan Tarminal telah menyerang wilayah Frontier Count! Peperangan telah dimulai di Benteng Perbatasan.”

 

Setelah dia selesai melaporkan hal itu, prajurit itu roboh.
Aku tahu pria ini….. dia adalah anggota pasukan Frontier Count.

 

“Bagaimana ini bisa terjadi?…… Peperangan dimulai bersamaan dengan pernyataan perang….”

“Kita harus segera mengirimkan pasukan kita.”

“Kumpulkan seluruh jenderal….”

 

“Diam!”

 

Dengan satu kata, sang Kaisar membuat semua orang terdiam.

Tidak ada gunanya mereka panik seperti itu.

 

“Zest, bagaimana menurutmu?”

Kenapa aku, Yang Mulia?…..
Mau bagaimana lagi. Kami tidak memiliki banyak waktu.

“Pembawa pesan itu datang untuk menyatakan perang melawan kita, singkatnya, peperangan baru saja dimulai. Kekuatan pasukan musuh masih tidak kita ketahui, itu benar, tapi jika kita membiarkan mereka mengambil alih wilayah Frontier Count dan berperang melawan mereka setelah itu tidak lain adalah sebuah rencana yang bodoh. Jika kita kehilangan elite kita, apa yang akan menunggu kita adalah kehancuran. Kita harus segera mengirim bala bantuan dan mengumpulkan informasi, sementara kita membentuk formasi peperangan kedua yang terdiri dari kekuatan militer terbesar yang kita miliki, dan menghancurkan mereka sepenuhnya.”

 

Mereka berdiri sekaligus.

 

“Sementara untuk bala bantuan, saya akan membawa pasukanku sendiri dan segera memimpin mereka menuju medan perang. Saya pikir bahwa mungkin akan lebih baik untuk mengumpulkan pasukan utama sekaligus dan dan mengirimkan pesan kepada pasukan wilayah yang lain untuk bersiap melakukan peperangan.”

“Aku paham. Aku akan melakukan hal itu. Segera kumpulkan semua komandan pasukan dan kirimkan pesan kepada para bangsawan yang ada di Kekaisaran. Para pejabat harus menyusun suplai dan material, dan Perdana Menteri akan dipercayakan untuk… mengirim pembawa pesan itu kembali ke Kerajaannya.”

 

Semua orang mulai bergerak setelah mendengar perkataan sang Kaisar.

 

Aku bergegas meninggalkan ruangan pertemuan, bertemu dengan Albert dan mengonfirmasi keadaan.

“Albert, kita sedang berperang. Berapa banyak prajurit yang dapat kita bawa?”

Albert segera memahami situasi yang sedang terjadi.
Sejak awal, semua ini memang terlalu mencurigakan.
Tidak ada seorang prajurit-pun di ruang pertemuan yang panik saat orang lain merasa panik.

“Totalnya, 100 prajurit. Tapi jika kita kembali ke wilayah kita, kita dapat membawa 1000 prajurit lagi.”

Bagus karena dia memahami situasinya.
Kali ini, kami sedang bertarung melawan kecepatan, jadi kami hanya akan membawa para elite.

“Kirim sebuah pesan dan beritahu semua orang untuk mulai bersiap-siap. Kita hanya akan membawa yang terkuat. Sisanya akan bergabung dengan bagian suplai dan menyiapkan barang-barang suplai di jalan utama menuju wilayah Frontier Count, jadi kita akan berlari kesana dalam satu tarikan nafas.”

“Ya pak! Segera.”

 

 

 

Biasanya butuh waktu tiga hari untuk pergi ke wilayahku menggunakan kereta, tapi mengesampingkan hal itu dan hanya menghitung waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke Ibukota Kekaisaran dari wilayah Frontier Count, itu akan memakan waktu sekitar 8 hari….
Jika kami hanya membawa para prajurit terkuat, kami dapat mencapai medan perang dua kali lebih cepat, atau bahkan lebih cepat lagi.

Jika kami dapat sampai disana dalam 5 hari, kami akan tepat waktu…..
Semakin cepat kami sampai disana, semakin bagus kesempatan untuk melihat Pasukan Frontier Count tidak terluka dan bertarung bersama dengan mereka.
Jika seperti itu, kami tidak akan kalah dengan mudah.

 

Secepat mungkin, aku harus mencapai medan perang.
Hanya hal itulah yang dapat kupikirkan pada saat itu.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

6 Comments Add yours

  1. Anonymous says:

    Lah Padahal gw mau lihat Lawakan Zest & Bea (Masakannya) Rupanya udh mau msk ke zona Perang saatnya OP beraksi tuh :v

    Like

  2. yuu shion says:

    Ditunggu lanjutannya zen,,
    Pengen liat si zen ngamuk diperang..

    Like

  3. Afaro16 says:

    hmmm…

    Like

  4. Bloodthirsty says:

    sip akhirnya up, lanjutkan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s