Infinite Dendrogram Volume 1 chapter 6

Chapter 06 – SAN Loss

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: Hot Cocoa Translations

  • Paladin Ray Starling
    <Gravestone Labyrinth>

 

Jika aku mempertimbangkan waktu di dunia nyata, baru kemarin kakakku mengatakan kepadaku tentang <Gravestone Labyrinth>, namun, di dalam game, telah berlalu tiga hari penuh sejak saat itu. Itu terjadi saat istirahat sejenak yang kami lakukan saat berbelanja equipmentku.

『Dungeon terbesar di Kerajaan ada tepat didalam Ibukota-kuma.』 (Shuu)

Setelah menginformasikan tempat perburuan yang ada di sekitar Ibukota yang cocok untuk pemula, kakakku memiliki sesuatu yang harus ditambahkan.

“Didalam Ibukota? Apa maksudmu?” (Ray)

『Dungeon bawah tanah di kota ini yang di sebut <Gravestone Labyrinth>, yang merupakan dungeon terbesar di Kerajaan Alt—tidak, yang terbesar di seluruh benua dan ngomong-ngomong, tingkat paling bawah di isi oleh monster yang sangat kuat yang bahkan <Demi-Dragwurm> akan di anggap sebagai ikan teri jika dibandingkan dengan mereka-kuma.』 (Shuu)

Saat dia mengatakan hal itu, aku dan Nemesis menatap tanah di bawah kaki kami.

“Negara ini….. tidak akan hancur sebelum kembali berperang melawan Driphe…. Kan?” (Ray)

『<Gravestone Labyrinth> adalah sebuah dungeon suci, jadi monster yang ada didalamnya tidak mungkin melarikan diri-kuma.』 (Shuu)

“Sebuah Dungeon Suci?” (Ray)

Karena aku terus menanyakan maksud dari kalimat yang baru saja kudengar, kakakku segera memulai penjelasannya.

…… Dia benar-benar suka menjelaskan, huh.

『Baiklah, ada dua jenis dungeon di dalam game ini. Yang pertama adalah Dungeon Alami. Ini adalah sebuah tempat yang “awalnya bukan merupakan sebuah dungeon tetapi menjadi sebuah dungeon karena beberapa alasan”. <Kebun Old Loew> dimana kau bertarung melawan 【Demi-Dragwurm】 adalah salah satu contohnya-kuma.』 (Shuu)

Dia kemudian memberikan contoh Dungeon Alami yang lain, seperti sebuah sarang yang dibuat oleh monster berkecerdasan tinggi dan hal seperti sebuah benteng yang di serang oleh monster.

『Yang satunya adalah Dungeon Suci, atau “sesuatu yang, sejak awal, telah dibangun di dunia ini sebagai sebuah dungeon”. Dengan kata lain, sebuah dungeon yang dibuat oleh admin-kuma.』 (Shuu)

“Oh, sungguh?” (Ray)

『Jika dibandingkan dengan Dungeon Alami, ada tiga perbedaan besar-kuma. Yang pertama adalah monster yang berada di Dungeon Suci tidak akan bisa melarikan diri ke dunia luar-kuma.』 (Shuu)

Jika tidak, akan terlalu berbahaya untuk tinggal di Royal Capital.

『Kedua, mengabaikan faktor-faktor ekosistem, contohnya, monster yang ada di sana akan di respawn secara otomatis.』 (Shuu)

Respawn, huh?

Bukan hanya kepribadian dan gaya hidup penduduk di sini yang realistis, tapi ekosistem monsternya juga. Ada monster yang memiliki jenis kelamin jantan dan betina, yang kemudian akan berkembang biak—mereka bukan hanya asal muncul di suatu tempat. Sama seperti fakta bahwa tian yang mati tidak akan bangkit lagi, monster juga dapat berjalan menuju kepunahan jika mereka diburu secara berlebihan,

Namun, itu berbeda dengan monster yang ada di Dungeon Suci: menurut kakakku, mereka akan di respawn secara tak terbatas di sana. Kelihatannya itu juga menjelaskan fakta bahwa monster undead akan muncul bahkan tanpa satupun mayat di sekitarnya.

『Ketiga, ada seekor monster boss yang ditempatkan di tempat-tempat tertentu di dalam dungeon, dan selain item drop, ada sebuah hadiah saat mengalahkan mereka-kuma.』 (Shuu)

Sama dengan pasokan monster yang tidak pernah berhenti, kotak harta juga akan di respawn secara tak terbatas, grade mereka akan menjadi lebih tinggi semakin dalam tingkat lantai dungeon itu; di bagian terdalam dari <Gravestone Labyrinth>, akan menjadi hal yang wajar jika sebuah item yang dapat di jual dengan harga 1 juta lirs, jatuh dalam jumlah besar.

Kurasa kamu dapat mengatakan hal itu sebagai sumber kekayaan tak terbatas.

『Ada Dungeon Suci lain diluar sana, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mudah dimasuki seperti yang satu ini. Tidak akan berlebihan jika dikatakan, dari sudut pandang pemain, ini adalah keuntungan terbesar yang dimiliki Kerajaan: dalam rangka untuk mendapatkan akses ke <Gravestone Labyrinth>, kau hanya perlu menjadi <Master> yang berafiliasi dengan Alter dan memiliki item 【Izin】.』 (Shuu)

Dia kemudian berhenti sejenak, dan berkata…..

『Itulah salah satu alasan kenapa sebuah negara yang sama-sama di berkati dengan tanah yang subur—Driphe—menyerang Kerajaan Alter. Karena jika mereka tidak mengalahkan Kerajaan, mereka tidak akan pernah bisa memasuki <Gravestone Labyrinth>.』 (Shuu)

Driphe mungkin berpikir bahwa Alter adalah sebuah negara yang memiliki sumber harta karun tak terbatas, huh.

“Lalu, kakak, bahkan setelah menemukan sebuah kostum yang cocok untuk menyembunyikan dirimu, kamu tidak pernah meninggalkan Kerajaan Alter untuk pergi ke negara yang kamu suka karena kamu ingin menjelajahi dungeon itu>” (Ray)

『Yah…. Aku jarang mengunjungi tempat itu-kuma,』 (Shuu)

Sekarang itu adalah sebuah kejutan.

“Kenapa?” (Ray)

『….. Bentuk kelima dan keatas dari Baldr sangat besar sehingga aku tidak dapat menggunakannya didalam dungeon itu-kuma.』 (Shuu)

“…………….” (Ray)

Aku tidak akan mengatakan bahwa itu adalah sebuah kasus 【Lebih banyak bukan berarti lebih baik】, tapi hal itu mengingatkanku bahwa semua yang memiliki kekuatan, pasti memiliki kelemahan.

Juga, <Embryo> seperti apa yang kau miliki yang bahkan bisa lebih besar dari pada sebuah tank, kakak beruang……

***

Jadi, sekarang, Nemesis dan aku sedang menjelajah tempat yang disebut <Gravestone Labyrinth> itu. Meskipun aku menduga bagian dalamnya akan gelap gulita—karena merupakan sebuah labirin bawah tanah—bagian dalam dungeon itu secara mengejutkan memiliki cahaya remang-remang. Kelihatannya, tembok dan langit-langit tempat ini di pasangi batu yang dapat memancarkan cahaya. Karena mereka tetap bersinar meskipun berada didalam kegelapan, batu itu seharusnya adalah fluorit… tapi yah, ini adalah sebuah dunia fantasi, jadi kurasa pasti ada berbagai macam jenis batuan di seluruh dunia.

Setelah berjalan menuruni tangga selama 3 menit, aku akhirnya sampai di sebuah lorong datar yang terbuat dari batu; lorong ini sangat luas yang bahkan dapat menampung sepuluh atau lebih orang yang berjalan berdampingan. Berkebalikan dengan hal itu, langit-langit tempat ini tidak terlalu tinggi, dan jika seseorang sebesar kakak beruangku mencoba berburu disini, mereka pasti akan menyangkut ke langit-langit itu. Karena dinding dan langit-langit juga terbuat dari batu, aku percaya bahwa kamu bisa menghancurkannya berkeping-keping, tapi saat aku mencoba memotong mereka menggunakan Nemesis, Aku tidak dapat meninggalkan satupun goresan di permukaannya.

Hmm, kelihatannya dungeon ini tidak dapat dihancurkan.

『Aku khawatir karena <Gravestone Labyrinth> adalah sebuah nama yang menakutkan, tapi saat kita berada disini, dungeon ini terlihat cukup rapi.』 (Nemesis)

“Ya, itu benar. Mungkin ada sejenis efek yang membersihkannya setiap saat.” (Ray)

Kurasa para admin lebih memprioritaskan pengelolaan dungeon ini secara langsung dari pada dunia luar yang terkesan lebih nyata.

『Aku penasaran tentang apa yang dapat terjadi di kuburan bawah tanah, tapi jika hanya seperti ini maka aku tidak perlu khawatir. Mari kita tebas setiap monster yang ada di sini!』 (Nemesis)

“Kamu tidak tahu? Kelihatannya, hanya monster bertipe undead yang muncul di lantai ini.” (Ray)

『……….. Eh?』 (Nemesis)

Aku menunjuk bagian dalam dari lorong ini.

Berbicara tentang setan…. Di arah yang aku tunjuk, ada seseorang yang mengenakan kain… atau lebih tepatnya, ada seekor monster yang hanya terbuat dari tulang manusia dan mengenakan kain. Sebagai bukti bahwa itu adalah seekor monster, nama 【Civil Skeleton】 di tampilkan tepat di atas tulang itu.

Tanpa membawa satupun senjata, monster itu hanya mendekatiku dengan tangan terentang, bersamaan dengan bunyi gemeretak yang menyertai setiap gerakannya. Bagian “Civil” yang ada pada namanya menunjukkan bahwa, tulang itu adalah milik rakyat biasa, bukan milik seorang prajurit atau ksatria.

Baiklah, aku mungkin mengatakan hal itu, tapi karena ini adalah sebuah Dungeon Suci, monster disini muncul secara alami, jadi itu bukan benar-benar mayat milik orang yang sudah mati. “Undead Citizen” adalah penjelasan sederhana untuk monster semacam itu. Yah, kemungkinan besar itu akan berbeda jika kita membicarakan tentang 【Skeleton】 yang muncul di luar dungeon ini, dimana mereka benar-benar berasal dari mayat manusia.

Dan, hm…. Aku mungkin tidak pernah memikirkan hal ini didalam manga atau game, tapi sekarang aku penasaran tentang bagaimana tulang yang terpencar dan melayang di sekitar mayat itu bisa bergabung. Tidak ada hal yang menghubungkan mereka—seperti otot—jadi bagaimana mereka bisa bergerak bersama-sama adalah sebuah misteri, bahkan tidak ada apapun di ruang untu sendi mereka; apalagi, akan terlalu menakutkan untuk melihat salah satu 【Skeleton】 itu dalam grafik “dunia nyata” yang dimiliki oleh <Infinie Dendrogram>. Maksudku, melihat tulang yang sedikit tertutupi cairan tubuh berwarna merah dan kuning yang mengering? TIDAK, terlalu nyata untukku.

Untuk saat ini, aku benar-benar bersyukur telah memilih grafik gaya anime di game ini.

『………….』 (Nemesis)

“Nemesis?” (Ray)

『…………..』 (Nemesis)

Dia tidak merespon.

Kelihatannya dia sedang mengosongkan pikirannya, dan mengeluarkan setiap pikiran yang mengganggu.

Yah, aku akan menggunakannya untuk menebas dan bertarung melawan musuh semacam itu, jadi…..

“Lalu, ayo kita lakukan!” (Ray)

Aku menebas 【Skeleton】 itu menggunakan Nemesis yang berada dalam bentuk pedang panjang. Monster itu hanya menjulurkan tulang jari tipis kearah kami—dan seluruh tangannya langsung hancur. Lalu, menggunakan momentum dari serangan itu, aku melanjutkan dan menggunakan sisi datar milik Nemesis untuk mengirimkan ayunan penuh ke arah tempurung kepala milik 【Skeleton】 itu. Seperti yang diduga, setelah menerima serangan dari sebuah senjata tumpul, kepala monster itu hancur berkeping-keping.

Kelihatannya, satu serangan cukup untuk mengalahkan monster itu, karena aku menerima Exp beberapa detik kemudian. Jumlahnya lebih sedikit dari serigala yang kemarin, tapi dari pertahanan yang kurasakan melalui seranganku, aku telah menduga hal itu. Bahkan, informasi itu kelihatannya akurat, dan monster yang ada di lantai atas memang memiliki level yang sama dengan monster yang ada di tempat perburuan. Dengan ini, aku dapat melakukan leveling di sini.

『….. Aku penasaran apakah kita bisa melakukan hal itu dengan sedikit mungkin kontak fisik dengan hal itu…..』 (Nemesis)

“Dengan kondisi kita yang sekarang, dapatkah kita melakukan sesuatu selain menebas dan menyerang mereka?” (Ray)

Aku masih belum mendapatkan satupun serangan sihir dan Nemesis hanya memiliki dua skill: 《Counter Absorption》, sebuah skill defensif, dan 《Vengeance is Mine》, sebuah skill counter yang membutuhkan kontak. Yah, aku telah membeli beberapa item sihir yang dapat di gunakan, tapi mereka memiliki jumlah yang terbatas. Tidak ada cara lain selain melakukan serangan jarak dekat.

『Memang, anda benar….. namun, ini adalah sebuah tekanan mental.』 (Nemesis)

“【Skeleton】 yang ada di sini masih agak mendingan, bukan?” (Ray)

Tentu saja, karena mereka bukan mayat seseorang yang berubah menjadi monster. Karena hal itu, bahkan jika mereka menakutkan, kurasa monster itu cukup “bersih”. Mereka cukup kering dan segar.

『Hmm….. jika anda mengatakannya demikian, maka ini terasa agak lebih baik.』 (Nemesis)

“Tepat. Ah, ada monster lain di sebelah san…..” (Ray)

『………………………….…….』 (Nemesis)

Aku dan Nemesis berdiri mematung melihat kemunculan monster tertentu dari sudut lorong. Seperti 【Skeleton】, itu sudah pasti adalah sebuah tipe undead. Namun, monster itu lebih tebal dari 【Skeleton】. Kenapa aku mengatakan hal itu? Karena ada sedikit daging dipenuhi belatung yang menempel pada tulangnya.

Diseluruh tubuh monster itu, ada beberapa tempat tanpa daging busuk itu; apalagi, dari tempat-tempat itu mengalir cairan tubuhnya, kadang berwarna kuning, kadang berwarna merah ke hitaman. <Infinite Dendrogram> dikatakan memiliki simulasi kelima indra yang sempurna, dan benar saja, bau busuk yang di keluarkan oleh monste itu terlalu kuat—sampai tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Terakhir, nama 【Wound Zombie】 ditampilkan di atas kepala monster itu.

Setelah melihat keanehan dari dunia lain itu, penyidik melakukan pengecekan 1/1d6 SAN untuk*…..
*TN: Kayaknya ini adalah kalimat dari sebuah game, tapi aku ngk tau game apa xD

“….. Hah! Ada terlalu banyak hal horor di sini sampai-sampai pikiranku terbawa ke game yang lain!” (Ray)

Oops, monster itu terlalu horor dan aku tidak punya pilihan lain…..

Bagaimanapun, aku seharusnya telah menduga bahwa di sarang undead, bersama dengan 【Skeleton】, 【Zombie】 juga dapat muncul. Dan berbeda dengan 【Skeleton】, 【Zombie】 itu mengerang saat dia mendekati kami dan cairan tubuh tersebar kemana-mana.

“Baiklah, ayo kita lakukan.” (Ray)

『Ap-!? Tung-tunggu dulu! Pastinya anda tidak berencana menggunakan saya untuk menebas hal itu, kan!?』 (Nemesis)

“….. itu bukan mayat sungguhan, itu hanyalah seekor monster yang dibuat oleh dungeon.” (Ray)

『Oh tidaktidaktidaktidak! Saya tidak peduli dari mana dia berasal! Saya hanya tidak mau memotong hal mengerikan itu!』 (Nemesis)

“Nemesis.” (Ray)

Kepada Nemesis yang sangat serius tidak ingin melakukan hal itu, Aku….

“Aku akan membersihkanmu saat kita pulang, jadi tolong tahan hal ini.” (Ray)

『TIDAAAAAAAK!?』 (Nemesis)

Aku mengangkat Nemesis yang sedang berteriak dan berlari menuju 【Zombie】 itu.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

5 Comments Add yours

  1. Hikigaya says:

    『Aku penasaran tentang apa yang dapat terjadi di kuburan bawah tanah, tapi jika hanya seperti ini maka aku tidak perlu khawatir. Mari kita tepas(???) setiap monster yang ada di sini!
    Bukankah seharusnya Tebas?

    Like

  2. Wahyudi says:

    Yang sabar, Nemesis…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s