Commanding Wind and Cloud Chapter 9

Chapter 9 – Lakukan Dua Kali Jika Sekali Tidak Cukup, Lakukan…

Penerjemah : Beonovel
Editor : –
Sumber English : Qidian International

 

Terkait dengan topik itu, banyak orang yang meyakini bahwa meskipun Qian Jin adalah warrior yang sangat berbakat, dia takut akan kekalahan. Itu sebabnya dia tidak pernah ikut dalam Pertarungan Peringkat Per-tingkatan.

Namun Rollin memiliki pemikiran yang berbeda mengenai temannya. Dia merasa bahwa alasan mengapa Qian Jin tidak ikut dalam Pertarungan Peringkat bukan karena dia takut dengan kegagalan, melainkan karena dia meremehkan pertarungan itu. Dengan kata lain, dia sama sekali tidak peduli dengan peringkat.

Itu adalah intuisi anehnya. Rollin tidak tahu mengapa dia merasa seperti itu. Akhirnya dia memasukkan itu ke dalam intuisi pedagangnya.

Tidak ada seorang pun di ruangan yang berani melawan Qian Jin. Satu-satunya cara bagi mereka untuk melampiaskan kemarahan mereka adalah bertaruh dan berharap bahwa Banteng Tangguh Rudy tidak dibawah performa dan tidak kalah dengan Qian Jin lagi.

Selama Banteng Tangguh menang, mereka tidak perlu menghajar Qian Jin dan Qian Jin akan kehilangan muka.

“Aku bertaruh 5 koin untuk Rudy!”

“Aku bertaruh 7 koin…”

Qian Jin sangat senang karena dia mendengar jumlah taruhan yang banyak untuk Rudy. Meskipun dia tidak yakin apa sebenarnya Endless World itu, blacksmithing membantunya meningkatkan kekuatan secara drastis – cukup besar untuk melampaui Banteng Tangguh Rudy.

Rollin sangat gembira. Dia tahu bahwa Qian Jin tidak akan berbicara seperti itu kecuali dia yakin dengan hasilnya.

Namun Rollin sedikit bingung kali ini. “Qian Jin adalah warrior hebat, tapi dia tidak sekuat Rudy. Bagaimana dia bisa menang dengan mudah? Apa mereka berkolusi dan melakukan semacam penipuan?”

Qian Jin meletakkan sikunya di atas meja lagi. Rudy melihat ke tangan Qian Jin yang berukuran sedang. Qian Jin memaksakan dirinya untuk berkonsentrasi sambil menarik nafas dalam-dalam dan menjatuhkan sikunya di atas meja; itu menimbulkan suara keras. Dia membuka telapak tangannya dan berteriak, “Ayo! Aku pasti menang kali ini!”

Semua orang di dalam ruangan menegang dan menahan nafas saat mereka melihat tangan Qian Jin dan Rudy bersatu. Mereka memperhatikan dengan seksama karena mereka ingin melihat bagaimana permainan mereka yang sebenarnya.

Rollin, yang bertindak sebagai wasit, juga merasakan ketegangan dan menarik nafas dalam-dalam. Dia mengangkat tangannya dan berteriak “Mulai!”

Teriakan Rollin masih bergema di ruangan.  Banteng Tangguh merasa lengannya ditekan oleh tenaga yang kuat. Dia tidak bisa menahan lagi.

Boom!

Itu adalah suara benda keras yang menghantam meja kayu. Bagian luar dari lengan Rudy melakukan kontak langsung dengan meja, sekali lagi. Dorongan yang kuat itu juga menguncang keempat kaki meja.

Kali ini, semua orang kecuali Qian Jin dan Rollin jatuh ke dalam keterkejutan lagi, seakan-akan mereka semua terkena manta [Petrification]. Tidak ada satu pun yang bergerak.

Lagi! Qian Jin menang lagi! Itu bahkan lebih telak lagi. Dia menang melawan Rudy dengan mudah dalam sekejap mata, di mana semua mata tertuju padanya dan Rudy dalam keadaan siap 100%.

Hasil itu sangat mengejutkan bagi-bagi orang di dalam ruangan seluas 100 kaki persegi itu. Ruangan itu sangat tenang bahkan suara jarum yang jatuh ke lantai bisa terdengar.

Sangat berbeda antara berkompetisi dalam kekuatan murni dan berkompetisi dalam situasi pertarungan. Ada saat-saat di mana performa bisa menjadi faktor penentu. Sulit untuk bermain curang atau bermain cerdik dalam adu panco. Itu murni adu kekuatan.

Banteng Tangguh Rudy adalah yang paling terkejut dengan hasil itu. Matanya terbuka lebar-lebar; yang bisa dibandingkan dengan mata sapi. Dia mengerahkan seluruh kekuatannya di pertandingan terakhir. Jika itu dilakukan sebelumnya, Qian Jin mungkin bahkan tidak bisa mengalahkan Rudy meskipun dia menggunakan kedua tangannya.

“Apa aku bermimpi?” Rudy dengan cepat menggeleng. Dia merasakan sakit di bagian luar lengannya akibat hantaman dari Qian Jin; dia tidak akan bisa merasakan sakit di dalam mimpi.

Rudy mengamati Qian Jin. Hal yang normal jika dia kalah melawan Qian Jin dalam skenario pertarungan. Tapi kalah melawan Qian Jin dalam adu panco? Instruktor Rodriguez bahkan akan heboh jika dia tahu tentang itu.

“Kita menang! Haha, Qian Jin benar-benar menang!”

Beberapa murid warrior dari Kelas Satu yang kehilangan uang melompat sambil mengangkat lengan mereka dan bersorak kegirangan. Pada saat itu, mereka bahkan tidak memikirkan kerugian mereka.

Rollin mengumpulkan semua taruhan dan meletakkannya ke dalam kantong dengan gembira sambil melihat temannya yang melompat dan bersorak. Memenangkan taruhan adalah alasan kedua mengapa dia senang. Yang lebih menarik adalah Qian Jin bisa mengalahkan Rudy dalam adu panco. Rudy sudah sejak lama menduduki kursi peringkat ketiga berdasarkan kekuatan murni di Tingkat Pertama. Dia adalah seseorang yang bisa bersaing dengan senior di Tingkat Kedua dan bahkan Tingkat Ketiga dalam hal kekuatan murni.

“Bagaimana aku bisa kalah?” Banteng Tangguh menghempaskan sikunya ke meja lagi. Meja menjadi korban, berguncang lagi dan lagi. “Tidak, kita harus bertanding ulang! Aku masih belum siap tadi!”

“Lagi?” Qian Jin menggeleng dan melihat ke kantong uang yang penuh koin di pinggang Rollin dan kantong uang yang tipis di pinggang orang-orang lain.

“Tidak masalah, tak satu pun dari kita yang berasal dari keluarga kaya. Jangan buang-buang uang dari orangtuamu.”

“Ayo lakukan sekali lagi, ini akan jadi yang terakhir kalinya.”

Banteng Tangguh Rudy menatap Qian Jin. Qian Jin bisa tahu ekspresi Rudy bahwa Rudy mungkin tidak akan membiarkannya pergi jika dia tidak menerima tantangan itu.

“Terakhir kali?” Tanya Qian Jin.

“Terakhir kali.” Angguk Rudy.

“Ok… ini terakhir kali.” Qian Jin meletakkan sikunya di atas meja dan bertanya. “Kau siap? Siap… mulai!”

Boom!

Rudy merasakan sensasi yang menyakitkan di lengannya lagi, seakan-akan seseorang menghantamkan tangannya ke pohon.

Murid-murid di ruangan tidak terkejut lagi… itu kemenangan instan tiga kali berturut-turut. Keterkejutan sudah mati rasa di kejadian yang ketiga kalinya.

Meskipun sebagian besar orang di ruangan sudah mati rasa, Rudy merasakan hal yang berbeda. Hatinya hancur karena dia kalah tiga kali berturut-turut. Orang-orang lain mungkin tidak tahu, tapi demi kemenangan, dia bahkan memanfaatkan energi warrior yang dia miliki. Semua yang ingin dia lakukan adalah mempermalukan Qian Jin. Namun, sebelum dia benar-benar bisa mengeluarkan energi warrior dari dalam dirinya, dia dikalahkan Qian Jin dengan kekuatan brutal dalam sekejap.

Energi warrior secara instan bisa meningkatkan kekuatan seseorang dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kemampuan bertarung. Itu adalah kemampuan unik dari seorang warrior! Rudy berencana untuk mengalahkan Qian Jin sekali saja, bahkan jika nantinya dia ketahuan oleh orang lain bahwa dia menggunakan itu. Namun dia kalah bahkan sebelum dia bisa sepenuhnya memanfaatkan energi warriornya.

← PREV | Table of ContentsNEXT →

One Comment Add yours

  1. Michiko says:

    Yes Qian jin menang!
    semangat Beonovel-san!
    Arigato!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s