Commanding Wind and Cloud Chapter 8

Chapter 8 – Kemenangan Instan

Penerjemah : Beonovel
Editor : –
Sumber English : Qidian International

 

Qian Jin bingung dengan Rudy. Dia berpikir, “Apa Rudi memang sengaja ingin mengalah atau dia hanya bermain-bermain denganku? Atau dia mencoba untuk berada dalam posisi tidak menguntungkan dan kemudian membalikkan keadaan dengan mengeluarkan semua kekuatannya?”

Ketika kedua orang itu sama-sama bingung, Rollin meraih kedua tangan mereka dan menariknya ke tempat yang paling adil. Di melepaskan kedua tangan dan berteriak, “Mulai…”

Boom!

Suara yang keras terdengar di ruangan. Tekanan dari kekuatan itu membuat meja melompat selama sepersekian detik.

Semua orang di dalam ruangan yang melihat adegan itu menjadi terkejut dan tidak ada satu pun yang bergerak. Saat Rollin berteriak “mulai”, Qian Jin membanting tangan Banteng Tangguh Rudy ke meja dengan ledakan kekuatan yang tiba-tiba.

Qian Jin… menang…

Qian Jin tidak hanya menang; dia menang mutlak karena Banteng Tangguh Rudy bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Dia dikalahkan oleh Qian Jin dalam waktu kurang dari satu detik.

Proses yang begitu cepat mengejutkan semua orang dan mereka tidak bisa menerima fakta yang ada di depan mata mereka.

Siapa Rudy? Dia adalah murid terkuat ketiga di antara murid-murid Tingkat Pertama di Akademi Oakland! Dia hanya hanya sedikit di belakang 2 warrior yang memiliki garis keturunan Barbar keenam. Dia memiliki keunggulan dalam hal kekuatan fisik.

Bahkan banyak senior Tingkat Kedua di Cabang Warrior yang lebih lemah darinya dalam hal kekuatan fisik.

Semua murid dari Kelas Dua menatap Qian Jin. Mereka semua menunjukkan ekspresi seakan bertanya-tanya, “Bagaimana bisa berada orang yang berada dalam peringkat 50an dalam hal kekuatan fisik mengalahkan Rudy di pertandingan adu panco?”

Semuanya terjadi begitu secepat bahkan Qian Jin sendiri juga terkejut dan hanya menatap tangan kanannya. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Bagaimana dia bisa mengalahkan Banteng Tangguh Rudy dengan mudah seolah-olah dia sedang bertanding panco dengan Rollin?

Qian Jin bahkan berpikir bahwa dia mungkin sedang bermimpi. Itu tidak nyata! Kemenangan datang terlalu cepat! Dia bisa mengalahkan Banteng Tangguh Rudy dalam sekejap!

Ruangan itu menjadi hening bahkan mungkin orang-orang bisa mendengar suara jarum yang jatuh. Rollin melihat situasi di meja dan tercengang. Dia ingin tahu apakah Qian Jin bisa memberikan perlawanan dan dia tidak menyangka Qian Jin yang menjadi pemenang.

Beberapa orang sangat terkejut bahkan sampai lupa bernafas. Saat semua orang yang terkejut, Tubuh gempal Rollin menggigil, kemudian…

Ekspresi gembira muncul di wajah Rollin dan dia melompat ke meja seperti babi yang melompat ke lumpur. Dia mulai mengambil semua koin di meja taruhan dan memasukkannya ke kantong.

Qian Jin sedikit takut dengan pergerakan tiba-tiba dari Rollin. Setelah melihat temannya mencoba melakukan yang terbaik untuk mengumpulkan koin, dia akhirnya yakin bahwa dia tidak bermimpi. Rollin, yang berasal dari keluarga pedagang, serakah soal uang.

Ada kalanya Qian Jin terkejut dengan keserakahan Rollin. Suatu kali, mereka sedang berjalan ketika Rollin tiba-tiba berhenti dan mengatakan bahwa dia mencum bau uang; seseorang pasti menjatuhkan uang.

Setelah lebih dari beberapa menit melakukan pencarian, Rollin akhirnya menemukan satu koin di rerumputan.

“Hahaha, kita menang! Kita menang!” Rollin memanfaatkan 10 jari gemuknya untuk mengumpulkan uang dengan cepat. Suaranya yang bergetar menunjukkan bahwa dia benar-benar terkejut. “Wow, kita benar-benar menang. Aku tidak pernah membayangkannya.”

Semua koin di meja masuk ke dalam kantong uang Rollin dalam hitungan detik. Qian Jin meliriknya sekilas dan tidak memintanya untuk menyerahkan uang. Qian Jin telah menghitung berapa banyak koin yang ada di atas meja. Jika si gemuk itu berani mencabut kata-katanya dan menyimpan semua orang, maka Qian Jian akan “membelainya” dan memberinya pelajaran.

“Aku benar-benar kalah? Bagaimana bisa?” Banteng Tangguh Rudy tidak bisa menerima hasil itu. Dia melihat Qian Jin dan berkata dengan suara berat, “Ini mustahil! Aku masih belum siap! Kita harus melakukannya sekali lagi!”

Qian Jin tidak peduli dengan Rudy; dia melihat ke tangan kanannya yang memenangkan adu panco. Dia membuka telapak tangan kanannya and tiba-tiba mengepalkan tangannya. Suara retak yang keras sebanyak tiga kali bergaung di ruangan. Dia merasakan kekuatan yang nyata di lengannya.

Kekuatan… Qian Jin sedikit mengerutkan dahi. Kemampuan dasar prajurit adalah merasakan kekuatan yang meningkat.

Karena insiden “orang terjelek”, Qian Jin tidak peduli dengan dirinya lagi. Meskipun dia menduga bahwa dia mengalami peningkatan kekuatan, dia tidak benar-benar mengukur atau mengujinya. Dia hanya berpikir bahwa dia akan menjadi gila jika mimpinya itu nyata.

Setelah kemenangan melawan orang terkuat ketiga Banteng Tangguh Rudy, Qian Jin harus dengan serius mengukur kekuatannya. Meskipun cara mengukur kekuatan sederhana dengan mencengkeramkan tangan membuat otot-ototnya menjadi nyeri, dia bisa merasakan sejumlah besar kekuatan dan menyadari bahwa dia jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Dia membuka telapak tangan kanannya lagi dan berpikir sambil menyentuh ujung hidungnya “Mungkin ruang game virtual yang disebut Endless World adalah hal yang nyata? Apa aku benar-benar bisa berlatih di sana dan meningkatkan kekuatanku?”

Qian Jin dengan pelan menggoyangkan pergelangan tangannya.  Kekuatan itu nyata. Meskipun beberapa murid warrior tidak menguji diri sendiri untuk melihat peningkatan kekuatan mereka, sebagai anggota dari keluarga Qian, dia bisa menguji dirinya sendiri untuk melihat peningkatan energi warrior atau kekuatannya, meskipun dia adalah anggota keluarga yang gagal dalam upacara kebangkitan garis keturunan.

“Hei!” Suara liar Banteng Tangguh mengusik pikiran Qian Jin. “Ayo sekali lagi! Aku akan menang kali ini.”

“Lagi?” Setelah Qian Jin yakin bahwa kekuatannya meningkat, dia merasa lega dan tidak gugup lagi. Dia melihat sekitarnya dan bertanya, “Apa kalian ingin taruhan lagi?”

Orang-orang di ruangan merasa ingin menendang pantat Qian Jin karena dia terdengar sangat arogan. Sayangnya, akademi melarang pertarungan pribadi. Yang paling utama, tidak ada seorang pun di ruangan itu yang bisa mengalahkannya satu lawan satu. Jika mereka keroyokan, Qian Jin setidaknya akan mengalahkan beberapa orang sebelum dihajar oleh murid yang tersisa.

Kemampuan bertarung Qian Jin menduduki peringkat 10 tertinggi di antara murid-murid Tingkat Pertama dan tidak ada yang meragukan itu. Meskipun dia tidak pernah bertarung dengan 9 murid dari 10 teratas untuk mengetahui urutan yang tepat, semuanya menduga bahwa dia berada di dalam daftar 10 tertinggi.

Tidak ada yang tahu jika dia nomor 1 atau nomor 10 di peringkat tersebut. Satu-satunya cara untuk mengetahui adalah dengan benar-benar bertarung melawannya. Namun Qian Jin tidak tertarik dengan perebutan tempat teratas di daftar peringat ketika dia datang ke Akademi Oakland.

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. seru juga…lanjutkan….

    Like

  2. Michiko says:

    Terima kasih sudah mengupdate novel ini, kami akan selalu mendukung penerjemahan Beonovel-san dan penerjemah yang lain di Ln Division.
    Tetap semangat yaaa!!!

    Like

    1. beonovel says:

      thx udh mampir bro 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s