Stranger’s Handbook Chapter 47

Chapter 47 – Pria Yang Mengincar Tunanganku

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Ada urusan apa kamu dengan tunanganku?”

Aku mendekati dan menyingkirkan tangannya dari tangan Bea.
Aku dengan protektif memeluk Bea dan mengelus rambutnya dengan ringan, sebagai tanda keamanan.

Kamu aman sekarang, jangan khawatir.

“Tunangan? Heeh? Nona Muda ini terlalu baik untukmu. Serahkan dia kepadaku, ok… aku akan memberimu 20 koin emas. Kemari, serahkan dia kepadaku!”

Dia adalah pria sombong dengan bentuk tubuh biasa saja.
Dia mengenakan pakaian yang agak mewah. Pakaian hitamnya tampak baru.
Satu gold koin bernilai sekitar 100.000 yen, jadi 20 gold koin sekitar 2 juta yen…. Dia mengolok-olokku.

Aku mengabaikan dirinya dan terus mengusap rambut Bea dengan lembut.
Rambutnya benar-benar lembut dan tipis.

(Papa, ada apa dengan pria ini? Apakah dia adalah musuh?)

Toto sedang duduk di bahuku, dan memelototi pria itu.
……. Sungguh kekuatan sihir yang menakjubkan…. Dia mengeluarkan jumlah kekuatan sihir yang sama dengan Ibu Mertuaku.

“Toto, berhenti. Ini adalah pekerjaan yang akan mereka urus.”

Aku mengatakan hal itu dan menghentikan dirinya.
Akan sangat bagus untuk menyelesaikan ini dengan sebuah ‘pukulan pelempar’, Tapi itu juga akan berarti bahwa tepat ini akan menjadi tanah kosong. Kekuatan sihir seperti itu hanya akan menghasilkan ancaman besar bagi para penduduk kota, harus dihentikan.
Itu terlalu menakutkan.

 

Pria itu tampaknya tidak mengerti apa yang baru saja kukatakan; merasa kesal, dia mulai berteriak.

“Oi! Aku berkata kepadamu untuk menyerahkan wanita itu! Kau berani menentangku!? Apakah kau tidak mengenali pakaian ini?”

Aku sebenarnya mengetahuinya…. Dasar bodoh, kau telah melakukannya kali ini…..

Dengan marah, pria itu menatap tajam ke arahku.

Dan kemudian, seseorang menepuk bahunya.

“Apa? Apa yang kau inginkan? Aku saat ini sedang mencoba mendapatkan gadis in….”

 

Dia membalikkan kepalanya dan apa yang dia lihat adalah prajurit kota.

 

Yah, saat kau membuat kekacauan di jalanan di siang bolong, itu adalah hal yang wajar.

“Jadi, apa yang kau inginkan dari Nona Muda ini?”

Para prajurit mengelilinginya, dan menatapnya dengan ekspresi menakutkan.
Itu adalah hal yang wajar.

“Selain itu, pakaian hitam itu…. Kau bukan berasal dari Kekaisaran, bukan?”

Tepat.
Pakaian hitam secara eksklusif digunakan oleh Keluarga Frontier Count; mengenakan pakaian hitam adalah hal yang tabu bagi orang lain.

Namun, Keluarga Frontier Count mengizinkan para ksatria hitam mengenakan mereka.
Untuk menghindari kesalahan, hitam telah menjadi warna pembeda dari Keluarga Frontier Count.
Warna hitam dilarang digunakan untuk membuat pakaian atau bendera, dan karena di pemakaman orang biasa mengenakan pakaian putih, itu sama sekali tidak masalah.

 

Ah, Toto adalah satu-satunya pengecualian.
Tidak ada seorangpun yang dapat memerintahkan spirit untuk mengikuti aturan manusia dan bagaimanapun dia pada dasarnya diperlakukan sebagai seseorang dari keluarga Frontier Count.

 

Sesekali, orang luar yang mengenakan pakaian hitam datang ke Kekaisaran, dan menyebabkan keributan besar.
……. Yah, pria itu melakukannya.

 

“Yah, kami dapat mendengarkan penjelasanmu di pos. Oi! Bawa dia pergi!”

Dengan demikian, penipu berpakaian hitam itu dibawa pergi dengan enggan…..
Penipuan pakaian hitam…. Tidak ada hal yang bisa dilakukan pada orang-orang bodoh itu, yang muncul sesekali.

Ketika kami hendak memasuki toko lagi, seorang prajurit memerintahkan kami untuk berhenti.

“Tunggu! Saya ingin mendengar permasalahannya…. Begitu… sungguh Nona Muda yang cantik!”

Tersenyum, prajurit itu menyeringai melihat Bea.

…… Jangan bilang?

 

“Jadi korbannya adalah Nona Muda ini…. Ze… Zest-sama! Terima kasih atas kerja sama anda! Saya akan segera pergi untuk menangani orang bodoh itu! Permisi!”

 

Dia melarikan diri, menyesal…. Apa ini? Aku merasakan sakit di dadaku….

Aku merasa lelah.
Akan lebih baik jika aku bisa melepaskan stresku kepada penipu berpakaian hitam itu.

“Erm, Zest-sama… Aku benar-benar mulai merasa malu.”

Ah. Aku masih memeluk Bea dengan protektif.
Aku segera meminta maaf kepadanya.

 

“Mereka berdua, apakah mereka adalah pengantin baru?”

“Ahh! Luar biasa, di siang bolong begini….”

“Bagaimanapun mereka adalah anak muda….”

 

Ya, aku minta maaf.
Kami berlari memasuki toko, untuk menghindari ejekan yang lebih banyak.

Tapi yah, setelah kami masuk kedalam, Bea mulai memukulku dengan ringan, wajahnya memerah cerah.
Para pekerja toko melihat hal ini dengan mata hangat. Aku akan berpura-pura tidak melihat mereka.

Aku tidak melihat mereka!

Karena itu penting, aku harus mengulanginya untuk diriku sendiri.

 

Bahan yang disiapkan oleh penjaga toko benar-benar indah.
Karena Toto berkata tidak ingin mengganti pakaiannya, mereka hanya membuat beberapa pakaian dalam dan piyama untuknya.
Bea juga menggunakan kesempatan itu untuk mencari beberapa pakaian untuk dirinya sendiri jadi dia berkonsultasi dengan Tania.

Dan aku? Aku dengan tenang menikmati teh, sambil sesekali menyetujui mereka. Ya, aku telah menjadi sebuah “mesin penjawab ‘iya’”.

 

Akhirnya, pengukuran telah dilakukan dan desainnya telah dipilih; barangnya akan tiba dalam tiba hari, kelihatannya.
Kami telah menerima pakaian untuk Toto.
Karena dia sangat kecil, para penjahit menyelesaikannya dengan sangat cepat.

 

Kami berencana untuk kembali ke Istana, tapi ini masih terlalu awal.
Karena kami sudah berada disini, kami memutuskan untuk mencari restoran yang bagus atau lainnya.

Kami bertanya kepada pengemudi dan dia merekomendasikan sebuah toko yang bagus.
Aku menyerahkannya kepadanya, karena aku sama sekali tidak familiar dengan ibukota kekaisaran.
Kami memutuskan untuk pergi kesana.

 

Toko itu cukup stylish dan juga memiliki teras terbuka yang indah.
Aku memiliki perasaan bahwa semua gadis akan menyukai tempat ini.
Mata Bea berbinar.

Kami memesan teh dan sedikit kue, dan saat ini kami sedang menikmati mereka.

“Kue ini juga lezat, bukan? Aku penasaran, apa yang berbeda dari mereka?”

Bea menikmati kue itu dengan suara renyah.
Dia terlihat seperti tupai.

Toto juga sedang memakan kue itu, dan tidak mau kalah.
Ya, kalian berdua adalah ibu dan anak, tida salah lagi.

Aku meminum sedikit teh, sambil melihat mereka. Aku benar-benar berada di bawah pesona mereka.
Aku berpikir tentang betapa bagusnya jika kami memiliki kopi, tapi akhir-akhir ini, aku mulai merasa bahwa aku telah menjadi bagian dari ‘faksi teh hitam’.
Aku juga mulai berpikir untuk tidak kembali ke Jepang lagi.
Bersama dengan Bea dan Toto…. Jika aku bisa bersama dengan mereka, aku tidak akan meminta lebih.

 

Aku tiba-tiba menjadi terlalu serius.

Jadi, untuk mengubah moodku, aku melihat sekeliling toko.
Ini adalah toko yang cukup populer di ibukota kekaisaran, dengan perabot yang indah dan rasa yang lezat.
Hanya saja toko ini dipenuhi oleh wanita, jadi aku merasa sedikit tidak nyaman.

 

Kami memesan beberapa kue lagi, dan kali ini kami bertiga mulai memakannya.
Bea menyikat habis semua remah-remah yang ditinggalkan Toto.
Mereka memang berperilaku seperti ibu dan anak.

 

Banyak hal terjadi, tapi setelah kami menikmati teh dan kue yang enak, mood kami benar-benar berubah menjadi bahagia.
Namun, aku benar-benar kecewa karena tidak dapat menghajar penyamar berpakaian hitam itu…..

 

 

Kami meninggalkan toko itu dan mulai mencari kereta kami.

Pada saat itu, aku merasakan kehadiran seseorang, menyelinap dibelakang kami.
Ada orang lain yang mencari masalah?….. Orang bodoh seperti apa kali ini?…..

 

 

“Nona Muda yang cantik. Jika anda tidak keberatan, saya ingin mengundang anda untuk makan malam bersama saya. Tidak, anda tidak perlu takut, anda bisa merasa nyaman. Saya adalah kemonobito dari jenis anjing, tapi saya herbivora, saya tidak akan memakan anda.”

Dia menggenggam punggung tangannya dengan tangannya yang satunya dan melihat keatas….. Apa-apaan pose yang bodoh itu?

“Albert, kau bodoh! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?”

“Albert, duduk!”

(Anjing ini, bolehkah aku menerbangkannya?)

Sayangnya, itu tidak mungki. Bagaimanapun, dia adalah bagian dari pasukan Frontier Count…..

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. david says:

    Aaarrrg…kok makin ngawur ceritanya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s