Stranger’s Handbook Chapter 46

Chapter 46 – Telinga Yang Tertutupi Darah

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Jadi itulah yang terjadi?….. Zest-sama, aku minta maaf.”

“Tidak masalah. Kamu yang cemburu juga cukup manis, jadi aku baik-baik saja.”

“Zest-sama… hentikan itu.”

Bea ‘memukul’ tanganku berkali-kali.
‘Poko-poko, poko-poko’
Ya, kami sudah berdamai.

Aku menjelaskan kepadanya bahwa aku bertugas untuk memberikan minuman kepada para tamu, selama pesta para prajurit.
Albert itu, aku pasti akan ‘melatihnya’ dengan hati-hati nanti.

 

Namun, saat melihat Bea dan spirit bermain bersama-sama, mereka benar-benar terlihat seperti saudara… atau, ibu dan anak.
Anak, huh?

Saat berada di Jepang, aku tidak pernah menikah, aku selalu sendirian, tapi sekarang, aku akan segera menikah untuk pertama kalinya dalam hidupku dan juga akan memiliki anak.
Aku harus melindungi mereka apapun yang terjadi.

Aku menatap kedua gadis yang sedang bermain dengan riang, ketika mata kami bertemu.

“Zest-sama, apakah kamu sudah memilih nama untuk anak ini?”

 

……Aku benar-benar lupa.

“Aku ingin memutuskannya bersamamu. Apakah kamu memikirkan nama yang bagus?”

Bagus, aku berhasil menipunya.

 

Dia tersenyum lebar.
Akhir-akhir ini, dia mulai banyak tertawa dan tersenyum.
Dengan senyum yang manis, dia mulai berbicara.

“Sebenarnya, aku memikirkan sebuah nama…. Apakah tidak apa-apa jika kita memanggilnya Toto?”

Toto?….. Aku penasaran kenapa dia memilih nama itu.

Toto?…. apakah itu memiliki sebuah makna?”

Pertanyaanku membuatnya sangat tersipu, tapi dia tetap menjawabnya.

“Itu berasal dari nama kita berdua….[1]

Sialan, gadis ini terlalu manis.
Dia membuatnya dari nama kami berdua….

(Tuan, apakah Toto adalah namaku?)

Spirit itu bertanya, dan matanya berbinar; aku tersenyum dan menjawabnya.

“Itu benar. Mulai sekarang namamu adalah Toto. Apakah kamu menyukainya?”

 

Dia melihat kebawah untuk beberapa saat, tubuhnya sedikit gemetar, dan kemudian mengangkat kepalanya dengan bersemangat.

(Aku adalah Toto! Aku sangat menyukainya. Terima kasih Tuan dan Tuan.)

Dan kemudian, dia memeluk Bea dan mulai mengusapkan wajah kecilnya ke wajah Bea.
Aku bersyukur karena dia menyukainya.
Namun, memanggil kami Tuan dan Tuan itu agak membingungkan.

“Toto, memanggil kami Tuan dan Tuan itu membingungkan. Bisakah kamu memikirkan cara lain untuk memanggil kami?”

Toto tampak kesulitan.

 

 

(Aku tahu! Kalau begitu, bisakah aku memanggil kalian Papa dan Mama?)

 

 

Seperti yang diduga, aku tidak menduga hal itu….
Menerima serangan kejutan seperti itu, Aku dan Bea mulai sangat tersipu.

Tapi kami berdua menciptakan spirit ini, seharusnya tidak masalah jika dia memanggil kami seperti itu.

“Aku… Aku tidak keberatan… Bagaimana denganmu, Bea?”

“Aku juga. Aku tidak membencinya….”

(Laaaaluu, Papa dan Mama! Aku akan memanggil kalian seperti itu.)

Toto menyimpulkan hal itu, dan wajahnya tertutupi oleh senyuman.
Kami juga terpengaruh oleh sifatnya, dan juga mulai tersenyum.

Apakah seperti inilah rasanya berkeluarga….?
Berpikir tentang hal itu, kami menghabiskan beberapa saat yang benar-benar bahagia bersama-sama.

 

 

 

Namun, pada saat itu, sesuatu yang tak terduga menyerangku.

“Zest-sama! Apa maksud dari hal ini? Kenapa Toto tidak memiliki pakaian yang lain?”

Ya, Toto tidak memiliki pakaian lain, selain pakaian ‘aslinya’.
Dia masih mengenakan gaun kulit berwarna hitam, yang terbuat dari sampul buku harian tukar, dengan bordir emas dan rantai mithril di pinggangnya.
Dia hanya mempunyai hal itu.

Kebetulan, dia juga tidak mengenakan celana dalam.
….. kau salah! Aku hanya melihatnya ketika dia sedang tertidur, itu tidak seperti aku memeriksanya dengan sengaja.

Meskipun demikian, dia tampaknya baik-baik saja tanpa memiliki pakaian ganti yang lain, tapi dari sudut pandang wanita, itu tidak dapat di terima.

“Kita harus segera pergi ke penjahit. Ok, Zest-sama?”

Jika aku berkata tidak pada saat itu, itu hanya akan berarti neraka bagiku.

“Ya, ayo segera pergi.”

Aku menjawab dengan cepat, tanpa membuang-buang waktu untuk berpikir.
Para maid mempersiapkan sebuah kereta untuk kami dan kami berangkat menuju kota benteng.

 

 

Toko pakaian Kota Benteng… yah, itu semua adalah kedai para penjahit.
Semuanya adalah custom-made.
Kami pergi menuju sebuah toko yang sering di kunjungi Ibu Mertua.
Dia merekomendasikannya ketika kami mengatakan bahwa kami hendak pergi keluar untuk membeli beberapa pakaian untuk Toto.
Toko ini bekerja untuk Keluarga Frontier Count, jadi seharus itu aman.

Ketika kereta berhenti di depan toko, aku melihat para pekerja berdiri berbaris di luar toko, dan menunggu kami.

“Selamat datang, Beatrice-sama. Lama tidak berjumpa.”

Seorang wanita tua dengan sedikit uban di rambutnya memberi hormat.

“Ya, lama tak jumpa, Aku hari ini datang bersama dengan tunanganku.”

“Oh! Peringkat Pertama selanjutnya yang sering dirumorkan itu? Senang bertemu dengan anda. Saya adalah penjaga toko, Tania.”

Dia memegang gaunnya dan menekuk salah satu lututnya untuk memberikan penghormatan secara formal.

Peringkat Pertama selanjutnya katamu?
Kamu benar-benar tahu banyak… Yah, seorang pedagang akan di diskualifikasi jika tidak mendengar sebuah berita dengan cepat.

“Aku Zest. Hari ini kami ingin membuat beberapa pakaian untuk anak ini.”

Duduk di bahuku, Toto tersenyum dan melambaikan tangan kecilnya dengan penuh semangat.

“Ara, ara, saya sangat senang bertemu dengan anda, Spirit-sama yang manis. Saya akan mempersiapkan bahan terbaik untuk anda. Silahkan masuk kedalam.”

 

Kami mengikuti Tania masuk kedalam toko.

Aku masuk pertama kali dan Bea seharusnya berada tepat di belakangku…. Tapi dia tidak ada.

 

Ada apa? Apakah dia menemukan sesuatu yang terlihat enak dan ingin mencobanya?
Dia sungguh rakus.

Aku berbalik hanya untuk melihat seseorang sedang memegang tangan Bea.
Seorang pria tak di kenal sedang mengoceh tidak jelas.
Huh? Siapa bajingan itu?

 

 

 

“…… Maukah kamu melepaskanku sekarang?”

“Jangan terlalu dingin, Nona Muda yang cantik. Oh! Kulitmu sangat halus. Apakah kau mau berbaik hati untuk memberitahukan namamu?”

Seorang pria tak dikenal sedang memegang tangan Bea, dan tersenyum lebar.

…… Bagus! Aku akan menerima deklarasi perang ini.
Aku dengan perlahan mendekati pria itu.


[1] Di Jepang Nama Zest di tulis “Zest to” dan Bea “Bea to” jadi Toto

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

7 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Jangan harap tu orang idup lg :v

    Like

  2. david says:

    Lah, nih nona muda kok kalo Ama laki2 lain kg bs berdua, mn atribut kegelapan nya?!

    Like

  3. ko says:

    Kok bea ngga make kekuatannya sih?

    Like

  4. Afaro16 says:

    Musnahkan dia zest!! :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s